(GFD-2026-32151) Cek Fakta: Tidak Benar Tautan Ini untuk Cek Status Bansos PKH - BPNT
Sumber:Tanggal publish: 04/02/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link untuk mengecek status bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 29 Januari 2026.
Berikut isi unggahannya:
" 📢 Info Penting PKH & BPNT
Sudah cek status bansos hari ini?
Tetap ikuti update terbaru agar tidak ketinggalan informasi resmi seputar bantuan sosial"
Unggahan menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:
"Kementerian Sosial Menyalurkan PKH-BPNT Tahap 3
PKH
Program Keluarga Harapan Rp.2.700.000,-
Diakumulasikan Untuk Tiap Keluarga.
BPNT
Bantuan Pangan Non Tunai Rp.600.000,-
Untuk Tiap Keluarga"
Unggahan disertai menu daftar, yang jika diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama hingga nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim link untuk mengecek status bansos PKH dan BPNT? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link untuk mengecek status bansos PKH dan BPNT. Penelusuran mengarah pada artikel berita Liputan6.com berjudul "Cek Bansos PKH BPNT, Simak Cara Periksa Status Penerima untuk Hindari Penipuan" yang dimuat pada 24 September 2025.
Dalam artikel ini dijelaskan, masyarakat memiliki beberapa opsi untuk memverifikasi status penerimaan bansos PKH dan BPNT yang disalurkan oleh Kementerian Sosial.
1. Melalui Situs Resmi Kemensos
Langkah dimulai dengan mengunjungi laman cekbansos.kemensos.go.id menggunakan peramban di ponsel atau komputer. Setelah itu, pengguna diminta untuk memilih dan mengisi data wilayah domisili sesuai KTP, mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa/Kelurahan.
Selanjutnya, masukkan nama lengkap sesuai KTP pada kolom yang tersedia dan ketik ulang empat huruf kode captcha untuk verifikasi. Jika kode tidak terlihat jelas, klik kotak kode untuk mendapatkan kode baru. Setelah semua data terisi, klik tombol "Cari Data" dan sistem akan menampilkan informasi berupa nama, jenis bantuan yang diterima (PKH atau BPNT), serta status penyaluran jika Anda terdaftar sebagai penerima. Jika nama tidak muncul, kemungkinan belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
2. Melalui Aplikasi Cek Bansos
Kemensos juga menyediakan aplikasi resmi "Cek Bansos" yang dapat diunduh melalui Play Store atau App Store. Aplikasi ini menawarkan kemudahan serupa dengan fitur yang lebih terintegrasi.
Pengguna perlu mengunduh dan memasang aplikasi "Cek Bansos" resmi dari Kemensos di ponsel mereka. Bagi yang belum memiliki akun, pilih menu "Buat Akun Baru" dan lengkapi data pribadi seperti NIK, nomor KK, nama lengkap, alamat sesuai KTP, serta unggah foto KTP dan swafoto untuk verifikasi. Setelah itu, lakukan verifikasi akun melalui email yang telah didaftarkan.
3. Pengecekan Offline
Anda bisa mendatangi kantor kelurahan, desa, atau kantor dinas sosial setempat untuk meminta bantuan petugas dalam melakukan verifikasi data Anda. Petugas akan membantu mengecek status kepesertaan Anda dalam program bansos.
Pastikan untuk membawa dokumen identitas diri yang lengkap seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) saat berkunjung. Dokumen ini diperlukan untuk memverifikasi identitas dan data Anda secara akurat. Pengecekan secara langsung ini juga menjadi cara efektif untuk mendapatkan informasi terkini dan terpercaya.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link untuk mengecek status bansos PKH dan BPNT tidak benar.
(GFD-2026-32168) Hoaks Dana Bantuan DAP untuk Umat Kristen Disalurkan Kemensos
Sumber:Tanggal publish: 04/02/2026
Berita
tirto.id - Belakangan ini beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim adanya program “Dana Bantuan Kesejahteraan Umat Kristen dan Katolik”. Unggahan tersebut menyebutkan bahwa bantuan berasal dari Christian Direct Aid Program (DAP) Australia dan disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos), dengan nilai bantuan mencapai dua miliar rupiah.
ADVERTISEMENT
Unggahan yang dibagikan oleh akun bernama “Dana Bantuan Umat Kristen dan Katolik” (arsip) itu juga mencantumkan nomor pendaftaran serta menampilkan logo sejumlah lembaga negara, seperti Kementerian Sosial RI, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Dari Christian DAP (Direct Aid Program) Australia Di Salurkan Melalui Kemensos Dengan Total Dana Bantuan Dari Rp.250,000.000,00 Juta Hingga Rp.2.000.000.000 Miliar. Dana Di Ajukan Sesuai Dengan Kebutuhan Para Umat KRISTEN DAN KATOLIK. Puji Tuhan Yesus Memberkati,” begitu keterangan dalam takarir.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Untuk mendapatkan bantuan, para calon pendaftar diarahkan untuk menghubungi nomor 0851-3503-6387.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut sudah memperoleh 99 tanda suka dan 11 komentar. Klaim serupa juga ditemukan di akun Facebook bernama “Bantuan Umat Kristen No Muslim” (arsip), di dalam unggahan tersebut, terdapat seorang pembawa acara sedang memberitakan bahwa terdapat pencairan dana DAP melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Hoaks Mahfud MD Sebut Pemerintah Adakan Bantuan Modal Usaha
Periksa Fakta Dana Bantuan Kristen Katolik. foto/hotline periksa fakta tirto
ADVERTISEMENT
Unggahan yang dibagikan oleh akun bernama “Dana Bantuan Umat Kristen dan Katolik” (arsip) itu juga mencantumkan nomor pendaftaran serta menampilkan logo sejumlah lembaga negara, seperti Kementerian Sosial RI, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Dari Christian DAP (Direct Aid Program) Australia Di Salurkan Melalui Kemensos Dengan Total Dana Bantuan Dari Rp.250,000.000,00 Juta Hingga Rp.2.000.000.000 Miliar. Dana Di Ajukan Sesuai Dengan Kebutuhan Para Umat KRISTEN DAN KATOLIK. Puji Tuhan Yesus Memberkati,” begitu keterangan dalam takarir.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Untuk mendapatkan bantuan, para calon pendaftar diarahkan untuk menghubungi nomor 0851-3503-6387.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut sudah memperoleh 99 tanda suka dan 11 komentar. Klaim serupa juga ditemukan di akun Facebook bernama “Bantuan Umat Kristen No Muslim” (arsip), di dalam unggahan tersebut, terdapat seorang pembawa acara sedang memberitakan bahwa terdapat pencairan dana DAP melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Hoaks Mahfud MD Sebut Pemerintah Adakan Bantuan Modal Usaha
Periksa Fakta Dana Bantuan Kristen Katolik. foto/hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari keterangan resmi dari lembaga terkait. Dari pencarian di Google, Tirto menemukan artikel di situs Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah yang berjudul “Waspada! Kemenag Tegaskan Info Bantuan DAP Australia Atas Nama Bimas Kristen Adalah Hoaks”.
Artikel tersebut membantah klaim bahwa terdapat bantuan Christian Direct Aid Program dari Australia. Ditjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menegaskan bahwa Ditjen Bimas Kristen tidak pernah menerbitkan pengumuman, surat, ataupun informasi resmi seperti yang beredar di media sosial, termasuk klaim mengenai penyaluran bantuan dana dengan jumlah tertentu.
“Dalam beberapa waktu terakhir kami menerima banyak laporan terkait penyebaran informasi palsu bantuan dana DAP dari Australia yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama. Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan,” jelas Jeane Marie Tulung.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen menegaskan bahwa seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak serta-merta memercayai informasi yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, maupun dokumen digital yang tidak memiliki sumber jelas.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu melakukan cek dan ricek informasi sebelum membagikannya. Jangan mudah percaya pada berita atau pengumuman yang tidak berasal dari kanal resmi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tirto menghubungi pihak Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memverifikasi klaim. Ketika dihubungi, Kepala Biro Humas Kementerian Sosial RI Devi Deliani menyatakan bahwa konten yang disebarkan oleh akun Facebook bernama “Bantuan Umat Kristen No Muslim” adalah konten buatan akal imitasi (AI).
“Ini penipuan, pakai AI,” jelas Devi Deliani.
Tirto lantas memperhatikan dengan seksama konten tersebut. Terdapat beberapa kejanggalan, seperti gerak bibir pembawa acara yang tidak sesuai dengan kata-kata yang diucapkan. Selain itu, gestur tubuh dalam video juga terlihat tidak natural, mulai dari pergerakan tangan hingga perubahan posisi kepala yang tampak kaku dan kurang selaras. Ketidaksinkronan ini menimbulkan dugaan awal adanya manipulasi visual menggunakan AI pada konten tersebut.
Untuk mengecek manipulasi AI, Tirto menggunakan situs Hive Moderation, untuk mengukur persentase manipulasi AI dalam video. Hasilnya, persentase manipulasi AI adalah sebesar 41,3 persen.
Baca juga:Hoaks BSU 2026 untuk Pemilik BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan
Persentase manipulasi AI. foto/Hive Moderation
Artikel tersebut membantah klaim bahwa terdapat bantuan Christian Direct Aid Program dari Australia. Ditjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menegaskan bahwa Ditjen Bimas Kristen tidak pernah menerbitkan pengumuman, surat, ataupun informasi resmi seperti yang beredar di media sosial, termasuk klaim mengenai penyaluran bantuan dana dengan jumlah tertentu.
“Dalam beberapa waktu terakhir kami menerima banyak laporan terkait penyebaran informasi palsu bantuan dana DAP dari Australia yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama. Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan,” jelas Jeane Marie Tulung.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen menegaskan bahwa seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak serta-merta memercayai informasi yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, maupun dokumen digital yang tidak memiliki sumber jelas.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu melakukan cek dan ricek informasi sebelum membagikannya. Jangan mudah percaya pada berita atau pengumuman yang tidak berasal dari kanal resmi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tirto menghubungi pihak Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memverifikasi klaim. Ketika dihubungi, Kepala Biro Humas Kementerian Sosial RI Devi Deliani menyatakan bahwa konten yang disebarkan oleh akun Facebook bernama “Bantuan Umat Kristen No Muslim” adalah konten buatan akal imitasi (AI).
“Ini penipuan, pakai AI,” jelas Devi Deliani.
Tirto lantas memperhatikan dengan seksama konten tersebut. Terdapat beberapa kejanggalan, seperti gerak bibir pembawa acara yang tidak sesuai dengan kata-kata yang diucapkan. Selain itu, gestur tubuh dalam video juga terlihat tidak natural, mulai dari pergerakan tangan hingga perubahan posisi kepala yang tampak kaku dan kurang selaras. Ketidaksinkronan ini menimbulkan dugaan awal adanya manipulasi visual menggunakan AI pada konten tersebut.
Untuk mengecek manipulasi AI, Tirto menggunakan situs Hive Moderation, untuk mengukur persentase manipulasi AI dalam video. Hasilnya, persentase manipulasi AI adalah sebesar 41,3 persen.
Baca juga:Hoaks BSU 2026 untuk Pemilik BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan
Persentase manipulasi AI. foto/Hive Moderation
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan adanya bantuan dana DAP dari Australia kepada umat Kristen di Indonesia adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Ditjen Bimas Kristen menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks, seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.
Pihak Kemensos juga menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar dan unggahan dimanipulasi oleh AI.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Ditjen Bimas Kristen menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks, seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.
Pihak Kemensos juga menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar dan unggahan dimanipulasi oleh AI.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02K2deDbcRJoHCp9hrRHqodiV6PsJJZX9bR6KCc9f6EkcQoZTqnD5GrSP4hcmotX6yl&id=61581945960964&rdid=KERTpHGpjn3Ocwf1#
- https://web.archive.org/web/20260204052203/
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02K2deDbcRJoHCp9hrRHqodiV6PsJJZX9bR6KCc9f6EkcQoZTqnD5GrSP4hcmotX6yl&id=61581945960964&rdid=KERTpHGpjn3Ocwf1
- https://www.facebook.com/reel/899061165825767
- https://web.archive.org/web/20260204052242/
- https://www.facebook.com/reel/899061165825767
- https://tirto.id/hoaks-mahfud-md-sebut-pemerintah-adakan-bantuan-modal-usaha-hqas
- https://kalteng.kemenag.go.id/kanwil/berita/538726/Waspada!-Kemenag-Tegaskan-Info-Bantuan-DAP-Australia-Atas-Nama-Bimas-Kristen-Adalah-Hoaks
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://tirto.id/hoaks-bsu-2026-untuk-pemilik-bpjs-kesehatan-ketenagakerjaan-hpHK
(GFD-2026-32201) Hoaks Dana Bantuan DAP untuk Umat Kristen Disalurkan Kemensos
Sumber:Tanggal publish: 04/02/2026
Berita
tirto.id - Belakangan ini beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim adanya program “Dana Bantuan Kesejahteraan Umat Kristen dan Katolik”. Unggahan tersebut menyebutkan bahwa bantuan berasal dari Christian Direct Aid Program (DAP) Australia dan disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos), dengan nilai bantuan mencapai dua miliar rupiah.
ADVERTISEMENT
Unggahan yang dibagikan oleh akun bernama “Dana Bantuan Umat Kristen dan Katolik” (arsip) itu juga mencantumkan nomor pendaftaran serta menampilkan logo sejumlah lembaga negara, seperti Kementerian Sosial RI, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Dari Christian DAP (Direct Aid Program) Australia Di Salurkan Melalui Kemensos Dengan Total Dana Bantuan Dari Rp.250,000.000,00 Juta Hingga Rp.2.000.000.000 Miliar. Dana Di Ajukan Sesuai Dengan Kebutuhan Para Umat KRISTEN DAN KATOLIK. Puji Tuhan Yesus Memberkati,” begitu keterangan dalam takarir.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Untuk mendapatkan bantuan, para calon pendaftar diarahkan untuk menghubungi nomor 0851-3503-6387.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut sudah memperoleh 99 tanda suka dan 11 komentar. Klaim serupa juga ditemukan di akun Facebook bernama “Bantuan Umat Kristen No Muslim” (arsip), di dalam unggahan tersebut, terdapat seorang pembawa acara sedang memberitakan bahwa terdapat pencairan dana DAP melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Hoaks Mahfud MD Sebut Pemerintah Adakan Bantuan Modal Usaha
Periksa Fakta Dana Bantuan Kristen Katolik. foto/hotline periksa fakta tirto
ADVERTISEMENT
Unggahan yang dibagikan oleh akun bernama “Dana Bantuan Umat Kristen dan Katolik” (arsip) itu juga mencantumkan nomor pendaftaran serta menampilkan logo sejumlah lembaga negara, seperti Kementerian Sosial RI, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Dari Christian DAP (Direct Aid Program) Australia Di Salurkan Melalui Kemensos Dengan Total Dana Bantuan Dari Rp.250,000.000,00 Juta Hingga Rp.2.000.000.000 Miliar. Dana Di Ajukan Sesuai Dengan Kebutuhan Para Umat KRISTEN DAN KATOLIK. Puji Tuhan Yesus Memberkati,” begitu keterangan dalam takarir.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Untuk mendapatkan bantuan, para calon pendaftar diarahkan untuk menghubungi nomor 0851-3503-6387.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut sudah memperoleh 99 tanda suka dan 11 komentar. Klaim serupa juga ditemukan di akun Facebook bernama “Bantuan Umat Kristen No Muslim” (arsip), di dalam unggahan tersebut, terdapat seorang pembawa acara sedang memberitakan bahwa terdapat pencairan dana DAP melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Hoaks Mahfud MD Sebut Pemerintah Adakan Bantuan Modal Usaha
Periksa Fakta Dana Bantuan Kristen Katolik. foto/hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari keterangan resmi dari lembaga terkait. Dari pencarian di Google, Tirto menemukan artikel di situs Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah yang berjudul “Waspada! Kemenag Tegaskan Info Bantuan DAP Australia Atas Nama Bimas Kristen Adalah Hoaks”.
Artikel tersebut membantah klaim bahwa terdapat bantuan Christian Direct Aid Program dari Australia. Ditjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menegaskan bahwa Ditjen Bimas Kristen tidak pernah menerbitkan pengumuman, surat, ataupun informasi resmi seperti yang beredar di media sosial, termasuk klaim mengenai penyaluran bantuan dana dengan jumlah tertentu.
“Dalam beberapa waktu terakhir kami menerima banyak laporan terkait penyebaran informasi palsu bantuan dana DAP dari Australia yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama. Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan,” jelas Jeane Marie Tulung.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen menegaskan bahwa seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak serta-merta memercayai informasi yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, maupun dokumen digital yang tidak memiliki sumber jelas.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu melakukan cek dan ricek informasi sebelum membagikannya. Jangan mudah percaya pada berita atau pengumuman yang tidak berasal dari kanal resmi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tirto menghubungi pihak Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memverifikasi klaim. Ketika dihubungi, Kepala Biro Humas Kementerian Sosial RI Devi Deliani menyatakan bahwa konten yang disebarkan oleh akun Facebook bernama “Bantuan Umat Kristen No Muslim” adalah konten buatan akal imitasi (AI).
“Ini penipuan, pakai AI,” jelas Devi Deliani.
Tirto lantas memperhatikan dengan seksama konten tersebut. Terdapat beberapa kejanggalan, seperti gerak bibir pembawa acara yang tidak sesuai dengan kata-kata yang diucapkan. Selain itu, gestur tubuh dalam video juga terlihat tidak natural, mulai dari pergerakan tangan hingga perubahan posisi kepala yang tampak kaku dan kurang selaras. Ketidaksinkronan ini menimbulkan dugaan awal adanya manipulasi visual menggunakan AI pada konten tersebut.
Untuk mengecek manipulasi AI, Tirto menggunakan situs Hive Moderation, untuk mengukur persentase manipulasi AI dalam video. Hasilnya, persentase manipulasi AI adalah sebesar 41,3 persen.
Baca juga:Hoaks BSU 2026 untuk Pemilik BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan
Persentase manipulasi AI. foto/Hive Moderation
Artikel tersebut membantah klaim bahwa terdapat bantuan Christian Direct Aid Program dari Australia. Ditjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menegaskan bahwa Ditjen Bimas Kristen tidak pernah menerbitkan pengumuman, surat, ataupun informasi resmi seperti yang beredar di media sosial, termasuk klaim mengenai penyaluran bantuan dana dengan jumlah tertentu.
“Dalam beberapa waktu terakhir kami menerima banyak laporan terkait penyebaran informasi palsu bantuan dana DAP dari Australia yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama. Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan,” jelas Jeane Marie Tulung.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen menegaskan bahwa seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak serta-merta memercayai informasi yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, maupun dokumen digital yang tidak memiliki sumber jelas.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu melakukan cek dan ricek informasi sebelum membagikannya. Jangan mudah percaya pada berita atau pengumuman yang tidak berasal dari kanal resmi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tirto menghubungi pihak Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memverifikasi klaim. Ketika dihubungi, Kepala Biro Humas Kementerian Sosial RI Devi Deliani menyatakan bahwa konten yang disebarkan oleh akun Facebook bernama “Bantuan Umat Kristen No Muslim” adalah konten buatan akal imitasi (AI).
“Ini penipuan, pakai AI,” jelas Devi Deliani.
Tirto lantas memperhatikan dengan seksama konten tersebut. Terdapat beberapa kejanggalan, seperti gerak bibir pembawa acara yang tidak sesuai dengan kata-kata yang diucapkan. Selain itu, gestur tubuh dalam video juga terlihat tidak natural, mulai dari pergerakan tangan hingga perubahan posisi kepala yang tampak kaku dan kurang selaras. Ketidaksinkronan ini menimbulkan dugaan awal adanya manipulasi visual menggunakan AI pada konten tersebut.
Untuk mengecek manipulasi AI, Tirto menggunakan situs Hive Moderation, untuk mengukur persentase manipulasi AI dalam video. Hasilnya, persentase manipulasi AI adalah sebesar 41,3 persen.
Baca juga:Hoaks BSU 2026 untuk Pemilik BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan
Persentase manipulasi AI. foto/Hive Moderation
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan adanya bantuan dana DAP dari Australia kepada umat Kristen di Indonesia adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Ditjen Bimas Kristen menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks, seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.
Pihak Kemensos juga menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar dan unggahan dimanipulasi oleh AI.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Ditjen Bimas Kristen menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks, seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.
Pihak Kemensos juga menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar dan unggahan dimanipulasi oleh AI.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02K2deDbcRJoHCp9hrRHqodiV6PsJJZX9bR6KCc9f6EkcQoZTqnD5GrSP4hcmotX6yl&id=61581945960964&rdid=KERTpHGpjn3Ocwf1#
- https://web.archive.org/web/20260204052203/
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02K2deDbcRJoHCp9hrRHqodiV6PsJJZX9bR6KCc9f6EkcQoZTqnD5GrSP4hcmotX6yl&id=61581945960964&rdid=KERTpHGpjn3Ocwf1
- https://www.facebook.com/reel/899061165825767
- https://web.archive.org/web/20260204052242/
- https://www.facebook.com/reel/899061165825767
- https://tirto.id/hoaks-mahfud-md-sebut-pemerintah-adakan-bantuan-modal-usaha-hqas
- https://kalteng.kemenag.go.id/kanwil/berita/538726/Waspada!-Kemenag-Tegaskan-Info-Bantuan-DAP-Australia-Atas-Nama-Bimas-Kristen-Adalah-Hoaks
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://tirto.id/hoaks-bsu-2026-untuk-pemilik-bpjs-kesehatan-ketenagakerjaan-hpHK
(GFD-2026-32222) Hoaks Dana Bantuan DAP untuk Umat Kristen Disalurkan Kemensos
Sumber:Tanggal publish: 04/02/2026
Berita
tirto.id - Belakangan ini beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim adanya program “Dana Bantuan Kesejahteraan Umat Kristen dan Katolik”. Unggahan tersebut menyebutkan bahwa bantuan berasal dari Christian Direct Aid Program (DAP) Australia dan disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos), dengan nilai bantuan mencapai dua miliar rupiah.
ADVERTISEMENT
Unggahan yang dibagikan oleh akun bernama “Dana Bantuan Umat Kristen dan Katolik” (arsip) itu juga mencantumkan nomor pendaftaran serta menampilkan logo sejumlah lembaga negara, seperti Kementerian Sosial RI, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Dari Christian DAP (Direct Aid Program) Australia Di Salurkan Melalui Kemensos Dengan Total Dana Bantuan Dari Rp.250,000.000,00 Juta Hingga Rp.2.000.000.000 Miliar. Dana Di Ajukan Sesuai Dengan Kebutuhan Para Umat KRISTEN DAN KATOLIK. Puji Tuhan Yesus Memberkati,” begitu keterangan dalam takarir.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Untuk mendapatkan bantuan, para calon pendaftar diarahkan untuk menghubungi nomor 0851-3503-6387.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut sudah memperoleh 99 tanda suka dan 11 komentar. Klaim serupa juga ditemukan di akun Facebook bernama “Bantuan Umat Kristen No Muslim” (arsip), di dalam unggahan tersebut, terdapat seorang pembawa acara sedang memberitakan bahwa terdapat pencairan dana DAP melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Hoaks Mahfud MD Sebut Pemerintah Adakan Bantuan Modal Usaha
Periksa Fakta Dana Bantuan Kristen Katolik. foto/hotline periksa fakta tirto
ADVERTISEMENT
Unggahan yang dibagikan oleh akun bernama “Dana Bantuan Umat Kristen dan Katolik” (arsip) itu juga mencantumkan nomor pendaftaran serta menampilkan logo sejumlah lembaga negara, seperti Kementerian Sosial RI, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Dari Christian DAP (Direct Aid Program) Australia Di Salurkan Melalui Kemensos Dengan Total Dana Bantuan Dari Rp.250,000.000,00 Juta Hingga Rp.2.000.000.000 Miliar. Dana Di Ajukan Sesuai Dengan Kebutuhan Para Umat KRISTEN DAN KATOLIK. Puji Tuhan Yesus Memberkati,” begitu keterangan dalam takarir.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Untuk mendapatkan bantuan, para calon pendaftar diarahkan untuk menghubungi nomor 0851-3503-6387.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut sudah memperoleh 99 tanda suka dan 11 komentar. Klaim serupa juga ditemukan di akun Facebook bernama “Bantuan Umat Kristen No Muslim” (arsip), di dalam unggahan tersebut, terdapat seorang pembawa acara sedang memberitakan bahwa terdapat pencairan dana DAP melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Hoaks Mahfud MD Sebut Pemerintah Adakan Bantuan Modal Usaha
Periksa Fakta Dana Bantuan Kristen Katolik. foto/hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari keterangan resmi dari lembaga terkait. Dari pencarian di Google, Tirto menemukan artikel di situs Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah yang berjudul “Waspada! Kemenag Tegaskan Info Bantuan DAP Australia Atas Nama Bimas Kristen Adalah Hoaks”.
Artikel tersebut membantah klaim bahwa terdapat bantuan Christian Direct Aid Program dari Australia. Ditjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menegaskan bahwa Ditjen Bimas Kristen tidak pernah menerbitkan pengumuman, surat, ataupun informasi resmi seperti yang beredar di media sosial, termasuk klaim mengenai penyaluran bantuan dana dengan jumlah tertentu.
“Dalam beberapa waktu terakhir kami menerima banyak laporan terkait penyebaran informasi palsu bantuan dana DAP dari Australia yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama. Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan,” jelas Jeane Marie Tulung.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen menegaskan bahwa seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak serta-merta memercayai informasi yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, maupun dokumen digital yang tidak memiliki sumber jelas.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu melakukan cek dan ricek informasi sebelum membagikannya. Jangan mudah percaya pada berita atau pengumuman yang tidak berasal dari kanal resmi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tirto menghubungi pihak Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memverifikasi klaim. Ketika dihubungi, Kepala Biro Humas Kementerian Sosial RI Devi Deliani menyatakan bahwa konten yang disebarkan oleh akun Facebook bernama “Bantuan Umat Kristen No Muslim” adalah konten buatan akal imitasi (AI).
“Ini penipuan, pakai AI,” jelas Devi Deliani.
Tirto lantas memperhatikan dengan seksama konten tersebut. Terdapat beberapa kejanggalan, seperti gerak bibir pembawa acara yang tidak sesuai dengan kata-kata yang diucapkan. Selain itu, gestur tubuh dalam video juga terlihat tidak natural, mulai dari pergerakan tangan hingga perubahan posisi kepala yang tampak kaku dan kurang selaras. Ketidaksinkronan ini menimbulkan dugaan awal adanya manipulasi visual menggunakan AI pada konten tersebut.
Untuk mengecek manipulasi AI, Tirto menggunakan situs Hive Moderation, untuk mengukur persentase manipulasi AI dalam video. Hasilnya, persentase manipulasi AI adalah sebesar 41,3 persen.
Baca juga:Hoaks BSU 2026 untuk Pemilik BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan
Persentase manipulasi AI. foto/Hive Moderation
Artikel tersebut membantah klaim bahwa terdapat bantuan Christian Direct Aid Program dari Australia. Ditjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menegaskan bahwa Ditjen Bimas Kristen tidak pernah menerbitkan pengumuman, surat, ataupun informasi resmi seperti yang beredar di media sosial, termasuk klaim mengenai penyaluran bantuan dana dengan jumlah tertentu.
“Dalam beberapa waktu terakhir kami menerima banyak laporan terkait penyebaran informasi palsu bantuan dana DAP dari Australia yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama. Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan,” jelas Jeane Marie Tulung.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen menegaskan bahwa seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak serta-merta memercayai informasi yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, maupun dokumen digital yang tidak memiliki sumber jelas.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu melakukan cek dan ricek informasi sebelum membagikannya. Jangan mudah percaya pada berita atau pengumuman yang tidak berasal dari kanal resmi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tirto menghubungi pihak Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memverifikasi klaim. Ketika dihubungi, Kepala Biro Humas Kementerian Sosial RI Devi Deliani menyatakan bahwa konten yang disebarkan oleh akun Facebook bernama “Bantuan Umat Kristen No Muslim” adalah konten buatan akal imitasi (AI).
“Ini penipuan, pakai AI,” jelas Devi Deliani.
Tirto lantas memperhatikan dengan seksama konten tersebut. Terdapat beberapa kejanggalan, seperti gerak bibir pembawa acara yang tidak sesuai dengan kata-kata yang diucapkan. Selain itu, gestur tubuh dalam video juga terlihat tidak natural, mulai dari pergerakan tangan hingga perubahan posisi kepala yang tampak kaku dan kurang selaras. Ketidaksinkronan ini menimbulkan dugaan awal adanya manipulasi visual menggunakan AI pada konten tersebut.
Untuk mengecek manipulasi AI, Tirto menggunakan situs Hive Moderation, untuk mengukur persentase manipulasi AI dalam video. Hasilnya, persentase manipulasi AI adalah sebesar 41,3 persen.
Baca juga:Hoaks BSU 2026 untuk Pemilik BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan
Persentase manipulasi AI. foto/Hive Moderation
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan adanya bantuan dana DAP dari Australia kepada umat Kristen di Indonesia adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Ditjen Bimas Kristen menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks, seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.
Pihak Kemensos juga menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar dan unggahan dimanipulasi oleh AI.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Ditjen Bimas Kristen menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks, seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.
Pihak Kemensos juga menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar dan unggahan dimanipulasi oleh AI.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02K2deDbcRJoHCp9hrRHqodiV6PsJJZX9bR6KCc9f6EkcQoZTqnD5GrSP4hcmotX6yl&id=61581945960964&rdid=KERTpHGpjn3Ocwf1#
- https://web.archive.org/web/20260204052203/
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02K2deDbcRJoHCp9hrRHqodiV6PsJJZX9bR6KCc9f6EkcQoZTqnD5GrSP4hcmotX6yl&id=61581945960964&rdid=KERTpHGpjn3Ocwf1
- https://www.facebook.com/reel/899061165825767
- https://web.archive.org/web/20260204052242/
- https://www.facebook.com/reel/899061165825767
- https://tirto.id/hoaks-mahfud-md-sebut-pemerintah-adakan-bantuan-modal-usaha-hqas
- https://kalteng.kemenag.go.id/kanwil/berita/538726/Waspada!-Kemenag-Tegaskan-Info-Bantuan-DAP-Australia-Atas-Nama-Bimas-Kristen-Adalah-Hoaks
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://tirto.id/hoaks-bsu-2026-untuk-pemilik-bpjs-kesehatan-ketenagakerjaan-hpHK
Halaman: 446/7822

