• (GFD-2026-35193) Salah, Dadan Hindayana Sebut Jokowi Terima Suap MBG Rp 2 Triliun

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/06/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Instagram yang mengklaim mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebutkan bahwa Joko Widodo, Presiden ke-7 RI, menerima uang suap dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp2 triliun dan mengaku memiliki bukti transfer uang tersebut.

    Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @riodonadonytanjung (arsip) pada Sabtu (06/06/2026). Dalam unggahan video berdurasi 39 detik tersebut, Dadan menampilkan cuplikan pelantikan Dadan sebagai Kepala BGN lalu bersalaman dengan Jokowi. Klip itu juga menyambungkan beberapa audio dengan suara pidato Prabowo terkait inisiasi program MBG serta suara Ustaz Das’ad Latif yang pernah viral mengkritik sapi MBG.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Selanjutnya saudara Dadan Hindayana sebagai kepala Badan Gizi Nasional. Siapa yang membentuk badan gizi nasional siapa yang tanda tangan sebelum oktober 20 yang bentuk adalah Pak Joko Widodo. Katanya 19 ribu seekor sapi tiap hari tapi kita tidak pernah lihat sapi yang MBG setan.” Begitu narasi diucapkan dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menuliskan keterangan dalam unggahan: "Dadan Hindayana sebut nama Joko Widodo menerima uang suap MBG sebesar 2 triliun, saya punya cek nota transfernya ujar Dadan #jokowi #dadanhindayana #mbg.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (12/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 2 likes dan 5810 kali ditayangkan.

    Lantas, benarkah Dadan menyebut Jokowi menerima uang suap MBG sebesar Rp2 triliun?

    Baca juga:Kepala BGN Lapor Evaluasi MBG ke Prabowo, Ini yang Dibahas

    Periksa Fakta Jokowi Terima Uang Suap MBG. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan ke laman YouTube SINDOnews yang menampilkan video serupa terkait Pelantikan Kepala BGN. Faktanya, Joko Widodo memang mengangkat Dadan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 20 Agustus 2026 di Istana Negara, Jakarta.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Benarkah Dadan sebut Jokowi terima suap MBG Rp2 triliun?” Hasil penelusuran mengarah ke laman Kompas yang menjelaskan bahwa klaim Dadan dikabarkan menyebut mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima uang suap Rp2 triliun muncul dalam tangkapan layar artikel berjudul “Dadan Hindayana Sebut Nama Joko Widodo Menerima uang Suap MBG Sebesar 2 Triliun, Saya Punya Cek Nota Transfernya” yang diterbitkan Gelora News pada 3 Juni 2025. Seperti diunggah pada akun X @atipsthahir.

    Namun, setelah ditelusuri pada laman Gelora News, tidak ditemukan artikel terkait klaim Dadan menybut Jokowi menerima suap MBG. Dalam laman Gelora News itu justru ditemukan artikel berjudul “Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Ditahan Kejagung!” yang identik dengan foto penangkapan Dadan, namun artikel itu membahas soal penahanan Dadan serta mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya atas kasus dugaan korupsi MBG. Tidak ada informasi valid yang menyatakan bahwa Dadan menyebut Jokowi menerima uang suap MBG Rp 2 triliun.

    Melansir YouTube Kompas, Presiden Prabowo Subianto secara blak-blakan menyebut jasa Presiden sebelumnya, Joko Widodo, dalam mensukseskan program bergizi gratis miliknya. Menurutnya, program MBG tidak akan sukses tanpa andil dari Jokowi, salah satunya adalah pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) yang dibentuk pada 15 Agustus 2024 tersebut diresmikan oleh Jokowi, sebelum Presiden Prabowo menjabat.

    Warta Ekonomimelaporkan,adapun perkataan Ustaz Das’ad Latif dalam video merupakan pertanyaan yang diucapkannya terkait angka penyembelihan sapi harian untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Dadan pernah mengutarakan hal tersebut di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Dadan mengklaim gizi anak-anak dalam program ini terpenuhi karena BGN melakukan pemotongan 19 juta ekor sapi setiap hari di seluruh Indonesia.

    Pernyataan itu sempat menjadi sorotan publik hingga pakar karena jarang ada menu daging dalam sajian MBG. Pendakwah kondang Ustaz Das'ad Latif pun mempertanyakan akurasi data tersebut karena merasa menu daging sapi justru absen dalam pelaksanaan MBG di lapangan.

    “Katanya 19 ribu ekor sapi tiap hari, tapi kita tidak pernah lihat daging sapi di MBG, setan!” begitu kritik Ustad Das'ad Latif.

    Video yang beredar merupakan hasil rekayasa yang menggabungkan beberapa audio yang diucapkan Prabowo dan Ustad Das’ad Latif yang dikaitkan dengan klaim yang mencatut Dadan sebutkan Jokowi terima suap uang MBG Rp2 triliun. Padahal audio tersebut tidak berkaitan dan tidak ada yang menyatakan klaim tersebut.

    Dengan demikian, video yang mengklaim Dadan menyebut Jokowi terima suap uang MBG sebesar Rp2 triliun adalah tidak benar dan tidak didukung oleh informasi dari media kredibel.

    Baca juga:MBG untuk Sekolah Elite Akan Dievaluasi Pemerintah Bulan Ini

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, video yang mengklaim Dadan menyebut Jokowi menerima suap uang MBG Rp2 triliun adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Gelora News tidak pernah menuliskan klaim terkait Dadan yang menyebut Jokowi menerima suap MBG Rp2 triliun. Faktanya, artikel asli yang ditulis berjudul “Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Ditahan Kejagung!”.

    Cuplikan video yang beredar merupakan hasil rekayasa yang menggabungkan beberapa audio yang tidak berkaitan. Sampai saat ini tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-35196) Salah, Dadan Hindayana Sebut Jokowi Terima Suap MBG Rp2 Triliun

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/06/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Instagram yang mengklaim mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebutkan bahwa Joko Widodo, Presiden ke-7 RI, menerima uang suap dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp2 triliun dan mengaku memiliki bukti transfer uang tersebut.

    Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @riodonadonytanjung (arsip) pada Sabtu (06/06/2026). Dalam unggahan video berdurasi 39 detik tersebut, Dadan menampilkan cuplikan pelantikan Dadan sebagai Kepala BGN lalu bersalaman dengan Jokowi. Klip itu juga menyambungkan beberapa audio dengan suara pidato Prabowo terkait inisiasi program MBG serta suara Ustaz Das’ad Latif yang pernah viral mengkritik sapi MBG.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Selanjutnya saudara Dadan Hindayana sebagai kepala Badan Gizi Nasional. Siapa yang membentuk badan gizi nasional siapa yang tanda tangan sebelum oktober 20 yang bentuk adalah Pak Joko Widodo. Katanya 19 ribu seekor sapi tiap hari tapi kita tidak pernah lihat sapi yang MBG setan.” Begitu narasi diucapkan dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menuliskan keterangan dalam unggahan: "Dadan Hindayana sebut nama Joko Widodo menerima uang suap MBG sebesar 2 triliun, saya punya cek nota transfernya ujar Dadan #jokowi #dadanhindayana #mbg.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (12/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 2 likes dan 5810 kali ditayangkan.

    Lantas, benarkah Dadan menyebut Jokowi menerima uang suap MBG sebesar Rp2 triliun?

    Baca juga:Kepala BGN Lapor Evaluasi MBG ke Prabowo, Ini yang Dibahas

    Periksa Fakta Jokowi Terima Uang Suap MBG. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan ke laman YouTube SINDOnews yang menampilkan video serupa terkait Pelantikan Kepala BGN. Faktanya, Joko Widodo memang mengangkat Dadan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 20 Agustus 2026 di Istana Negara, Jakarta.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Benarkah Dadan sebut Jokowi terima suap MBG Rp2 triliun?” Hasil penelusuran mengarah ke laman Kompas yang menjelaskan bahwa klaim Dadan dikabarkan menyebut mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima uang suap Rp2 triliun muncul dalam tangkapan layar artikel berjudul “Dadan Hindayana Sebut Nama Joko Widodo Menerima uang Suap MBG Sebesar 2 Triliun, Saya Punya Cek Nota Transfernya” yang diterbitkan Gelora News pada 3 Juni 2025. Seperti diunggah pada akun X @atipsthahir.

    Namun, setelah ditelusuri pada laman Gelora News, tidak ditemukan artikel terkait klaim Dadan menybut Jokowi menerima suap MBG. Dalam laman Gelora News itu justru ditemukan artikel berjudul “Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Ditahan Kejagung!” yang identik dengan foto penangkapan Dadan, namun artikel itu membahas soal penahanan Dadan serta mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya atas kasus dugaan korupsi MBG. Tidak ada informasi valid yang menyatakan bahwa Dadan menyebut Jokowi menerima uang suap MBG Rp 2 triliun.

    Melansir YouTube Kompas, Presiden Prabowo Subianto secara blak-blakan menyebut jasa Presiden sebelumnya, Joko Widodo, dalam mensukseskan program bergizi gratis miliknya. Menurutnya, program MBG tidak akan sukses tanpa andil dari Jokowi, salah satunya adalah pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) yang dibentuk pada 15 Agustus 2024 tersebut diresmikan oleh Jokowi, sebelum Presiden Prabowo menjabat.

    Warta Ekonomimelaporkan,adapun perkataan Ustaz Das’ad Latif dalam video merupakan pertanyaan yang diucapkannya terkait angka penyembelihan sapi harian untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Dadan pernah mengutarakan hal tersebut di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Dadan mengklaim gizi anak-anak dalam program ini terpenuhi karena BGN melakukan pemotongan 19 juta ekor sapi setiap hari di seluruh Indonesia.

    Pernyataan itu sempat menjadi sorotan publik hingga pakar karena jarang ada menu daging dalam sajian MBG. Pendakwah kondang Ustaz Das'ad Latif pun mempertanyakan akurasi data tersebut karena merasa menu daging sapi justru absen dalam pelaksanaan MBG di lapangan.

    “Katanya 19 ribu ekor sapi tiap hari, tapi kita tidak pernah lihat daging sapi di MBG, setan!” begitu kritik Ustad Das'ad Latif.

    Video yang beredar merupakan hasil rekayasa yang menggabungkan beberapa audio yang diucapkan Prabowo dan Ustad Das’ad Latif yang dikaitkan dengan klaim yang mencatut Dadan sebutkan Jokowi terima suap uang MBG Rp2 triliun. Padahal audio tersebut tidak berkaitan dan tidak ada yang menyatakan klaim tersebut.

    Dengan demikian, video yang mengklaim Dadan menyebut Jokowi terima suap uang MBG sebesar Rp2 triliun adalah tidak benar dan tidak didukung oleh informasi dari media kredibel.

    Baca juga:MBG untuk Sekolah Elite Akan Dievaluasi Pemerintah Bulan Ini

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, video yang mengklaim Dadan menyebut Jokowi menerima suap uang MBG Rp2 triliun adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Gelora News tidak pernah menuliskan klaim terkait Dadan yang menyebut Jokowi menerima suap MBG Rp2 triliun. Faktanya, artikel asli yang ditulis berjudul “Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Ditahan Kejagung!”.

    Cuplikan video yang beredar merupakan hasil rekayasa yang menggabungkan beberapa audio yang tidak berkaitan. Sampai saat ini tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-35211) Salah, Dadan Hindayana Sebut Jokowi Terima Suap MBG Rp2 Triliun

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/06/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Instagram yang mengklaim mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebutkan bahwa Joko Widodo, Presiden ke-7 RI, menerima uang suap dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp2 triliun dan mengaku memiliki bukti transfer uang tersebut.

    Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @riodonadonytanjung (arsip) pada Sabtu (06/06/2026). Dalam unggahan video berdurasi 39 detik tersebut, Dadan menampilkan cuplikan pelantikan Dadan sebagai Kepala BGN lalu bersalaman dengan Jokowi. Klip itu juga menyambungkan beberapa audio dengan suara pidato Prabowo terkait inisiasi program MBG serta suara Ustaz Das’ad Latif yang pernah viral mengkritik sapi MBG.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Selanjutnya saudara Dadan Hindayana sebagai kepala Badan Gizi Nasional. Siapa yang membentuk badan gizi nasional siapa yang tanda tangan sebelum oktober 20 yang bentuk adalah Pak Joko Widodo. Katanya 19 ribu seekor sapi tiap hari tapi kita tidak pernah lihat sapi yang MBG setan.” Begitu narasi diucapkan dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menuliskan keterangan dalam unggahan: "Dadan Hindayana sebut nama Joko Widodo menerima uang suap MBG sebesar 2 triliun, saya punya cek nota transfernya ujar Dadan #jokowi #dadanhindayana #mbg.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (12/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 2 likes dan 5810 kali ditayangkan.

    Lantas, benarkah Dadan menyebut Jokowi menerima uang suap MBG sebesar Rp2 triliun?

    Baca juga:Kepala BGN Lapor Evaluasi MBG ke Prabowo, Ini yang Dibahas

    Periksa Fakta Jokowi Terima Uang Suap MBG. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan ke laman YouTube SINDOnews yang menampilkan video serupa terkait Pelantikan Kepala BGN. Faktanya, Joko Widodo memang mengangkat Dadan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 20 Agustus 2026 di Istana Negara, Jakarta.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Benarkah Dadan sebut Jokowi terima suap MBG Rp2 triliun?” Hasil penelusuran mengarah ke laman Kompas yang menjelaskan bahwa klaim Dadan dikabarkan menyebut mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima uang suap Rp2 triliun muncul dalam tangkapan layar artikel berjudul “Dadan Hindayana Sebut Nama Joko Widodo Menerima uang Suap MBG Sebesar 2 Triliun, Saya Punya Cek Nota Transfernya” yang diterbitkan Gelora News pada 3 Juni 2025. Seperti diunggah pada akun X @atipsthahir.

    Namun, setelah ditelusuri pada laman Gelora News, tidak ditemukan artikel terkait klaim Dadan menybut Jokowi menerima suap MBG. Dalam laman Gelora News itu justru ditemukan artikel berjudul “Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Ditahan Kejagung!” yang identik dengan foto penangkapan Dadan, namun artikel itu membahas soal penahanan Dadan serta mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya atas kasus dugaan korupsi MBG. Tidak ada informasi valid yang menyatakan bahwa Dadan menyebut Jokowi menerima uang suap MBG Rp 2 triliun.

    Melansir YouTube Kompas, Presiden Prabowo Subianto secara blak-blakan menyebut jasa Presiden sebelumnya, Joko Widodo, dalam mensukseskan program bergizi gratis miliknya. Menurutnya, program MBG tidak akan sukses tanpa andil dari Jokowi, salah satunya adalah pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) yang dibentuk pada 15 Agustus 2024 tersebut diresmikan oleh Jokowi, sebelum Presiden Prabowo menjabat.

    Warta Ekonomimelaporkan,adapun perkataan Ustaz Das’ad Latif dalam video merupakan pertanyaan yang diucapkannya terkait angka penyembelihan sapi harian untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Dadan pernah mengutarakan hal tersebut di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Dadan mengklaim gizi anak-anak dalam program ini terpenuhi karena BGN melakukan pemotongan 19 juta ekor sapi setiap hari di seluruh Indonesia.

    Pernyataan itu sempat menjadi sorotan publik hingga pakar karena jarang ada menu daging dalam sajian MBG. Pendakwah kondang Ustaz Das'ad Latif pun mempertanyakan akurasi data tersebut karena merasa menu daging sapi justru absen dalam pelaksanaan MBG di lapangan.

    “Katanya 19 ribu ekor sapi tiap hari, tapi kita tidak pernah lihat daging sapi di MBG, setan!” begitu kritik Ustad Das'ad Latif.

    Video yang beredar merupakan hasil rekayasa yang menggabungkan beberapa audio yang diucapkan Prabowo dan Ustad Das’ad Latif yang dikaitkan dengan klaim yang mencatut Dadan sebutkan Jokowi terima suap uang MBG Rp2 triliun. Padahal audio tersebut tidak berkaitan dan tidak ada yang menyatakan klaim tersebut.

    Dengan demikian, video yang mengklaim Dadan menyebut Jokowi terima suap uang MBG sebesar Rp2 triliun adalah tidak benar dan tidak didukung oleh informasi dari media kredibel.

    Baca juga:MBG untuk Sekolah Elite Akan Dievaluasi Pemerintah Bulan Ini

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, video yang mengklaim Dadan menyebut Jokowi menerima suap uang MBG Rp2 triliun adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Gelora News tidak pernah menuliskan klaim terkait Dadan yang menyebut Jokowi menerima suap MBG Rp2 triliun. Faktanya, artikel asli yang ditulis berjudul “Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Ditahan Kejagung!”.

    Cuplikan video yang beredar merupakan hasil rekayasa yang menggabungkan beberapa audio yang tidak berkaitan. Sampai saat ini tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-35183) Salah, Kepala BGN Nanik S Deyang Tuduh Dadan Musuh Dalam Selimut

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/06/2026

    Berita

    tirto.id - Kejaksaan Agung menahan Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya pada Rabu (3/6/2026).

    Baru-baru ini beredar unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Nanik Sudaryati Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, menuduh Dadan Hindayana sebagai musuh dalam selimut yang tidak patuh terhadap perintah presiden.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Nexs Times” (arsip) pada Sabtu (06/06/2026). Dalam unggahan bagian atas menampilkan gambar Nanik Sudaryati Deyang mengenakan batik coklat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, dan bagian bawah menampilkan gambar Dadan Hindayana.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Kepala BGN baru “Tuding Dadan sebagai musuh dalam selimut yg tidak patuh terhadap perintah presiden.” Begitu narasi tertulis dalam gambar.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Keterangan tertulis dalam unggahan menyatakan bahwa Nanik menyindir kinerja Dadan yang tidak patuh terhadap presiden.

    “Nanik selaku kepala BGN baru pengganti kepala BGN lama menyindir kinerja Dadan hidayan tidak patuh terhadap perintah presiden. Nanik juga menegaskan "Bagi hasil dari proyek MBG itu harus jelas dan transparan presiden pun berhak menerima keuntungan 40%Dari aliran dana yang berlaku. Jadi bagi aparat yang tidak patuh maka siap untuk di lengserkan,” begitu keterangan dituliskan dalam unggahan.

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (11/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 721 likes, 830 komentar, dan 75 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kekecewaan masyarakat dan kritik negatif terhadap pemerintah.

    “Dadan ibarat maling, tapi ada rampok wanita yg dipersiapkan karena ini orang lebih jenius dari Dadang.” Begitu salah satu komentar dituliskan.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Angga Eka Saputra” yang diunggah dalam obrolan grup “KATA KATA NASEHAT BIJAK” dan YouTube @lookmanhakiemn9454. Kedua unggahan tersebut menampilkan gambar serupa terkait klaim Nanik tuding Dadan musuh dalam selimut.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:BGN Siapkan Refocusing Penerima Manfaat Program MBG

    Periksa Fakta kepala BGN baru. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan pada laman Kompas, Nanik menyebut dirinya tidak pernah melontarkan pernyataan yang menyebut Dadan sebagai musuh dalam selimut. Nanik menyatakan unggahan yang beredar adalah hoaks.

    “Hoaks banget, saya tidak pernah menyatakan seperti itu. Secara personal saya punya hubungan yang baik dengan beliau (Dadan),” begitu keterangan Nanik, Selasa (9/6/2026).

    Nanik meminta masyarakat untuk mengecek informasi yang diterima di media sosial sebelum menyebarkannya.

    “Mari bermedsos yang sehat dengan cek and ricek sebuah informasi yang lewat di dinding platform kita,” begitu tegas Nanik.

    Laman Badan Gizi Nasional, menampilkan gambar identik dengan unggahan yang beredar. Foto Nanik mengenakan batik coklat tersebut diambil ketika Nanik menyampaikan arahan Wakil Presiden terkait penguatan aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan masih menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

    “Saya baru dipanggil Pak Wapres membahas terkait dengan keamanan pangan,” begitu keterangan Nanik di Jakarta, Senin (27/4).

    Dalam pertemuan tersebut, Wapres Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan higienitas dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama dalam penanganan sisa makanan.

    Pembahasan utama berfokus pada aspek keamanan pangan dan pemerataan program. Terkait keamanan pangan, Wapres menekankan pentingnya menjaga kebersihan serta higienitas dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    Ia secara khusus mengingatkan agar sisa makanan tidak masuk kembali ke area dapur karena berpotensi menjadi sumber penyakit dan menyebabkan kontaminasi silang. Oleh karena itu, proses pembersihan sisa makanan disarankan dilakukan di luar dapur sebagai bagian dari upaya memperkuat standar keamanan pangan dan menjamin makanan yang disajikan tetap aman untuk dikonsumsi.

    Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan bukti valid, pernyataan resmi, atau pemberitaan dari media terpercaya yang memuat tuduhan tersebut.

    Baca juga:Respons Kepala Bakom soal 26 Nama Diduga Terseret Kasus BGN

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan bahwa Nanik menuduh Dadan sebagai musuh dalam selimut karena tidak patuh terhadap perintah presiden adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Nanik membantah pernyataan yang menyebut Dadan sebagai musuh dalam selimut dan menyatakan unggahan yang beredar adalah hoaks. Tidak ditemukan bukti valid dan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan