• (GFD-2024-19926) [HOAKS] Video Ustaz Solmed Promosikan Situs Judi

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video penceramah Sholeh Mahmoed Nasution atau Ustaz Solmed mempromosikan situs judi.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Suara Sholeh dalam video kemungkinan direkayasa menggunakan perangkat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

    Video Sholeh Mahmoed mempromosikan judi daring atau online dibagikan oleh akun Facebook ini pada 23 Februari 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    ustaz haji solmed bergabung dengan koh dennis lim dan felix siauw di MASHOKI

    Dalam video, Sholeh mengatakan, telah bergabung di sebuah situs judi bersama penceramah Felix Siauw dan Dennis Lim untuk membagikan rezeki.

    Hasil Cek Fakta

    Video Sholeh Mahmoed dalam konten tersebut berasal dari program "Hot Shot" yang ditayangkan stasiun televisi SCTV dan diunggah di platform Vidio.com, pada 31 Januari 2024.

    Dalam video asli, Sholeh membicarakan tentang sumber kekayaannya yang berasal dari bisnis rokok, kopi, susu almond, jamu, jual-beli tanah, properti, dan kafe.

    Sholeh tidak menyebutkan soal bergabung ke situs judi.

    Perbedaan antara pernyataan Sholeh dalam video di Facebook dengan video asli mengindikasikan konten tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Lantas, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek video Sholeh mempromosikan situs judi menggunakan perangkat AI Voice Detector.

    Hasilnya, suara Sholeh mempromosikan situs judi terdeteksi memiliki probabilitas 80,89 persen dihasilkan oleh AI.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video Sholeh Mahmoed mempromosikan situs judi merupakan manipulasi.

    Dalam video asli, Sholeh membicarakan tentang sumber kekayaannya dari berbagai bisnis, bukan situs judi.

    Setelah ditelusuri, probabilitas suara Sholeh mempromosikan judi online dibuat oleh AI mencapai 80,89 persen.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19925) [HOAKS] Video Ular Piton Menelan Anak Kecil

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video seekor ular piton yang diklaim telah menelan seorang anak kecil. Namun, setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video ular piton yang diklaim telah menelan seorang anak kecil dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Video itu menampilkan proses evakuasi seekor ular di selokan dan terdapat klip beberapa orang sedang membelah perut ular.

    Video tersebut diberi keterangan demikian:

    Uliar phiton menelan anak kecil#viral #populer #fypviral #reels 

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang mengeklaim seekor piton menelan anak kecil

    Hasil Cek Fakta

    Video tersebut terdiri dari dua klip yang berbeda. Klip yang menampilkan proses evakuasi ular di selokan serupa dengan tangkapan layar di laman Brilio ini.

    Berdasarkan keterangan gambar, evakuasi ular piton itu berlokasi di Malaysia.

    Ular dengan panjang 5 meter tersebut ditangkap dengan keadaan perut membesar. Menurut laporan warga setempat, ular itu baru saja memangsa dua ekor berang-berang.

    Sedangkan klip yang menampilkan sejumlah orang membelah perut ular identik dengan video di YouTube tvOne ini.

    Seperti diberitakan tvOne, warga di Desa Persiapan Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tengah, membelah perut seekor ular sanca atau piton pada 2018. 

    Ular tersebut menelan seorang perempuan berusia 54 tahun bernama Wa Tiba.

    Sebelumnya, ia berpamitan pergi ke kebun yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumahnya. 

    Dengan demikian, video tersebut bukan menampilkan seekor ular piton yang telah menelan anak kecil.

    Kesimpulan

    Narasi soal ular piton menelan seorang anak kecil tidak sesuai dengan konteks video yang dibagikan. Video tersebut merupakan gabungan dua klip yang berbeda.

    Klip pertama merupakan penemuan ular piton di Malaysia. Menurut warga setempat, ular itu baru saja memangsa dua ekor berang-berang.

    Klip lainnya memperlihatkan warga di Desa Persiapan Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tengah, membelah perut seekor ular sanca atau piton yang menelan perempuan berusia 54 tahun.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19924) [SALAH] SUDAH DIPECAT, PRABOWO TETAP MENDAPAT KENAIKAN PANGKAT

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 17/05/2024

    Berita

    "KOK BISA, UDAH DIPECAT, NAIK PANGKAT"

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah unggahan melalui media sosial Facebook, video yang memunculkan cuplikan pemberian penghargaan oleh Presiden RI, Joko Widodo, kepada Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Di dalam unggahan tersebut, akun bernama Karman Khan ini menuliskan narasi yang berbunyi: "KOK BISA, UDAH DIPECAT, NAIK PANGKAT". Hal tersebut tentu memunculkan bias informasi mengenai apakah benar Prabowo Subianto diberikan kesempatan naik pangkat, sementara dirinya sendiri telah dipecat?

    Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai pernyataan di dalam unggahan tersebut, ditemukan sebuah informasi yang menunjukkan bahwa klaim tersebut mengandung kekeliruan. Diketahui, cuplikam video di dalam unggahan tersebut, merupakan video yang diambil dalam momentum pemberian kenaikan pangkat secara istimewa berupa Jenderal TNI Kehormatan oleh Presiden Joko Widodo kepada Menhan Prabowo Subianto. Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pemberian pangkat akan dilakukan saat Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Dahnil juga menjelaskan, pangkat jenderal Prabowo adalah bentuk kenaikan pangkat secara istimewa. Hal itu, kata dia, diatur Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009.

    "Pemberian jenderal penuh kepada Pak Prabowo didasarkan pada dedikasi dan kontribusi Pak Prabowo selama ini di dunia militer dan pertahanan," ujar Dahnil.

    Perihal isu pemecatan Prabowo di masa lalu yang kini beredar luas di masyarakat, disebutkan oleh Danhil merupakan suatu kekeliruan. Melansir dari artikel CNN Indonesia, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayor Jenderal Nugraha Gumilar, juga turut menegaskan bahwa pada 1998 lalu, Prabowo diberhentikan dengan hormat.

    "Menurut Kepres nomor 62 /ABRI/98 tanggal 22 November 1998 isi keputusannya diberhentikan dengan hormat dan mendapatkan hak pensiun, tidak ada kata-kata pemecatan ya," kata Nugraha melalui pesan singkat, Selasa (27/2).

    Jadi dapat disimpulkan, klaim yang mempertanyakan kenaikan pangkat Prabowo Subianto karena beliau telah dipecat, merupakan sebuah klaim yang keliru dan termasuk ke dalam kategori misleading content atau konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Faktanya, isu mengenai pemecatan Prabowo mengandung kekeliruan. Pemecatan dirinya di masa lalu, merupakan tindakan pemecatan yang dilakukan dengan hormat. Pemberian pangkat yang saat ini diterimanya, merupakan hasil dedikasi dan kontribusi dirinya di dunia militer dan pertahanan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19923) [SALAH] TIMNAS GUINEA U-23 MELAKUKAN PEMALSUAN UMUR, INDONESIA LOLOS KUALIFIKASI OLIMPIADE PARIS 2024

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 17/05/2024

    Berita

    "Pemain Timnas Guinea U-23 Disebut Ada yang Pemalsuan Umur (Nomor 7) Timnas Indonesia U-23 Lolos Olimpiade Paris 2024 Mohon Tanggapan FIFA"

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah narasi beredar melalui unggahan di media sosial Facebook. Akun bernama Arif Brata, menuliskan klaim yang menyebutkan bahwa Timnas Indonesia U-23 lolos kualifikasi Olimpiade Paris 2024, walaupun kalah saat melakukan pertandingan playoff melawan Guinea. Hal tersebut terjadi karena Timnas Guinea U-23, diketahui melakukan pemalsuan umur terhadap pemainnya yang bernomor punggung 7. Namun apakah klaim tersebut benar adanya?

    Melalui penelusuran terkait klaim dari unggahan tersebut, tidak ditemukan informasi yang menyebutkan bahwa Timnas Guinea U-23 telah melakukan pemalsuan umur terhadap salah satu pemainnya. Sebaliknya, terdapat beberapa artikel periksa fakta yang menjelaskan bahwa isu yang beredar tentang pemalsuan umur oleh Timnas Guinea U-23, merupakan informasi yang keliru.

    Seperti pada artikel dari bola.okezone.com, disebutkan bahwa isu pemalsuan umur tersebut menyasar pada pemain bernomor punggung 7, bernama Alseny Soumah. Pada ulasannya, dijelaskan bahwa Alseny Soumah yang disebut melanggar peraturan umur, bukanlah Alseny Soumah yang bermain pada pertandingan melawan Timnas Indonesia U-23.

    Alseny Soumah yang bertanding melawan Indonesia Kamis lalu, merupakan pemain yang masih diizinkan bermain karena batas maksimal yang bertanding di playoff maupun Olimpiade Paris 2024 adalah pemain dengan kelahiran 1 Januari 2001. Alseny Soumah ini juga membela salah satu klub di Guinea bernama Horoya. Sedangkan Alseny Soumah yang disebut di dalam narasi yang beredar, merupakan pemain berusia 25 tahun, yang kini memperkuat klub lokal Guinea, Kaloum.

    Jadi dapat disimpulkan, klaim yang menyatakan bahwa Indonesia lolos kualifikasi Olimpiade Paris 2024 karena salah satu pemain Timnas Guinea U-23 melakukan pemalsuan umur, merupakan klaim yang keliru dan termasuk ke dalam kategori misleading content atau konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Faktanya, pemain yang dituduh melakukan pemalsuan umur, bukanlah pemain yang bertanding pada kesebelasan Timnas Guinea U-23 pada playoff dengan Indonesia Kamis lalu.

    Rujukan