• (GFD-2025-30409) [PENIPUAN] Kuis Berhadiah Puluhan Juta dari Dedi Mulyadi

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 30/11/2025

    Berita

    Akun TikTok “bapak.berbagi.had” pada Senin (14/4/2025) membagikan video [arsip], isinya memperlihatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menuturkan narasi sebagai berikut:

    “tangkap lalu screenshot, jika kamu tepat dengan garis, 50 juta akan masuk ke rekening kamu secara otomatis, ini nyata dari akang bukan hanya sekedar konten”

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri gambar dari video tersebut dengan Google Lens. Penelusuran teratas mengarah ke unggahan akun TikTok pribadi KDM “dedimulyadiofficial” yang tayang Minggu (13/4/2025). Diketahui, konteks asli video adalah momen KDM berbicara dalam bahasa Sunda, tidak seperti unggahan akun TikTok “bapak.berbagi.had”.

    TurnBackHoax kemudian mengunggah video dari akun TikTok “bapak.berbagi.had” itu ke alat pendeteksi AI Hive Moderation. Diketahui, video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, kemungkinan atau probabilitasnya mencapai 91,6 persen.

    Kesimpulan

    Dalam video asli KDM tidak menyebut ingin membagikan 50 juta bagi yang berhasil mencocokkan gambar dengan screenshot.
    Unggahan video berisi klaim “kuis berhadiah puluhan juta dari Dedi Mulyadi” adalah konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2024-30408) Cek Fakta: Link BSU Rp600 Ribu dari Kemnaker November 2025 adalah Hoaks

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/12/2024

    Berita



    SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah unggahan yang beredar di Facebook menampilkan poster bertuliskan informasi bahwa Bantuan Subsidi Upah (BSU) kembali dibuka pada tahun 2025.

    Disebutkan juga dengan nominal Rp600.000 per bulan dan dibayarkan sekaligus untuk dua bulan. Konten tersebut juga mencantumkan ajakan untuk mengecek status penerima melalui tautan mencurigakan “bsu.update…2025.com”.

    Dalam narasi gambar yang diunggah tertulis “Pemerintah melalui program Bantuan Subsidi Upah (BSU) akan menyalurkan bantuan sebesar Rp600 ribu kepada pekerja swasta yang memiliki penghasilan di bawah Rp5 juta. Penyaluran subsidi ini didasarkan pada data peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek). Masyarakat diimbau untuk segera mengecek status kepesertaan dan saldo BPJS Ketenagakerjaan mereka guna memastikan apakah terdaftar sebagai penerima bantuan,” tulis dalam poster tersebut.

    Kabar tersebut diunggah oleh akun Facebook “Info Berita Terkini” pada November 2025, dan menuai reaksi dari para warganet.

    Namun, benarkah hal tersebut?

    Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Sukabumiupdate.com menunjukkan bahwa informasi tersebut tidaklah benar. Tidak ada sumber kredibel yang membenarkan dan pernyataan tersebut diberitakan hoaks oleh beberapa media.

    Berdasarkan penelusuran lainnya melalui situs resmi Kemnaker, kabar terkait BSU sudah diperingatkan agar berhati-hati terhadap tautan palsu yang mengatasnamakan program Bantuan Subsidi Upah (BSU).

    “Perlu kami tegaskan, informasi resmi terkait BSU hanya disampaikan melalui situs resmi Kemnaker, yaitu bsu.kemnaker.go.id,” selain situs resmi Kemnaker tersebut berarti palsu atau penipuan ujar Sunardi Kepala Biro Humas Kemnaker Senin 14 Juli 2025.

    Selanjutnya setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak benar. Tautan yang dibagikan bukan merupakan situs resmi pemerintah dan berpotensi digunakan untuk phishing atau pencurian data pribadi masyarakat.

    Masyarakat dalam hal ini diminta untuk selalu memeriksa informasi BSU melalui kanal resmi pemerintah dan tidak sembarangan memasukkan data pada situs yang tidak terverifikasi.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Sumber: Turnbackhoax/Komdigi
  • (GFD-2025-30407) [SALAH] Wapres Gibran Mengundurkan Diri

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 30/11/2025

    Berita

    Akun Facebook “Pemersatu bangsa” pada Rabu (15/10/2025) membagikan video [arsip] berisi narasi:

    “Mas Gibran mengundurkan Diri. Apa jadinya Indonesia tanpa Mas Gibran”

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri laman resmi wapresri.go.id untuk mencari tahu berita terkini terkait Wapres Gibran. Terbaru, setelah melaksanakan penugasan dari Presiden Prabowo untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 selama dua hari di Johannesburg (Afrika Selatan), Wapres Gibran tiba di Jakarta pada Senin (24/11/2025).

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “Gibran mengundurkan diri sebagai wakil presiden” di mesin pencari Google. Tidak ditemukan sumber valid yang membenarkan klaim.

    Mengamati isi video, Gibran pada kesempatan tersebut menyampaikan surat pengunduran diri kepada Ketua DPRD Surakarta. Berdasarkan pemberitaan antaranews.com, Gibran menyampaikan surat tersebut pada Selasa (16/7/2024). Dalam foto pemberitaan tersebut Gibran juga mengenakan baju yang sama seperti video yang dibagikan akun Facebook “Pemersatu bangsa”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan sumber valid yang membenarkan klaim.
    Unggahan video berisi narasi “Wapres Gibran mengundurkan diri” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-30406) Hoaks Bantuan Dana untuk Gereja dari Kemenag & Kedubes Australia

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/11/2025

    Berita

    tirto.id - Informasi soal program bantuan dana pemerintah selalu menarik perhatian dan mengundang minat masyarakat. Baru-baru ini beredar di media sosial (medsos) Facebook, unggahan tangkapan layar berisi informasi surat yang mengklaim Bantuan Dana D.A.P (Direct Aid Program), untuk Gereja dan umat non-muslim dari Kementerian Agama dan Kedubes Australia.

    ADVERTISEMENT

    Surat tersebut mencatut Kemenag RI, secara khusus, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen. Surat yang dibagikan tersebut juga berkop Kemenag.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Unggahan tersebut diposting akun bernama ‘Program Bantuan Dana D.A.P’ (arsip) pada 25 November 2025. Potongan informasi dalam surat tersebut menyebut bahwa Australia telah menyalurkan dana DAP (Direct Aid Program) sebesar Rp100 juta sampai Rp2 Miliar hingga tahun 2025.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Pemerintah Berharap Supaya di Gunakan Untuk Modal Usaha, Bayar Hutang, Jadi Harap Bantuan Ini di Terima Hanya 70% dan wajib di sumbangkan…”.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Jika diperhatikan terjadi kekacauan ejaan dan penulisan dalam surat tersebut.

    Akun tersebut juga menyertakan teks penyerta dalam unggahannya, seperti di bawah ini:

    "Salam Sejahtera Buat kita semua,

    ADVERTISEMENT

    Informasih Langsung Dari Gita Kammath

    Selaku Wakil Duta Besar Australia.

    Menyampaikan Bahwa Bantuan

    Dana D.A.P (Direct Aid Prorgam)

    Untuk Non Muslim & Gereja,

    Telah di salurkan menyebar di seluruh pelosok Indonesia.

    Perlu Bapak/Ibu Ketahui Program

    Bantuan Dana D.A.P (Direct Aid Program),

    Tidak Ada Biaya Pendaftaran Admin/Administrasi.

    Terima Kasih

    Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua."

    Di bagian akhir unggahan juga terdapat tombol untuk mengirimkan pesan langsung (DM) ke akun itu.

    Periksa Fakta surat bantuan DAP mencatut Kemenag. foto/hotline periksa fakta tirto

    Sejak diunggah pada Selasa (25/11/2025), konten tersebut telah memperoleh 694 likes, 256 komentar, dan juga 19 kali dibagikan ulang. Jika diperhatikan, banyak komentar meragukan keaslian surat itu. Namun ada juga komentar yang mempercayai narasi akun tersebut.

    Tak sedikit komentar Facebook yang menanyakan cara pendaftaran untuk mengakses klaim bantuan tersebut.

    Lantas, benarkah surat beredar tersebut resmi dikirim oleh Kemenag?

    Hasil Cek Fakta

    Pertama-tama Tirto mencoba mencari informasi mengenai dana bantuan yang diklaim dari pemerintah Australia tersebut di mesin pencari Google. Namun, tidak ada satupun rilis resmi dan pemberitaan kredibel yang mendukung informasi tersebut.

    Tirto juga mencoba menelaah isi surat yang dibagikan akun itu. Jika diperhatikan, sejak awal kalimat sudah terjadi kesalahan penulisan dan ejaan yang digunakan dalam isi surat.

    Hal ini semakin meragukan klaim bahwa surat tersebut adalah informasi resmi yang dibuat oleh instansi pemerintahan.

    Penelusuran Tirto, pihak dari Kemenag diwakili Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen sudah membantah informasi yang beredar ini.

    Lewat laman resmi, Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Jeane Marie Tulung, menegaskan informasi tersebut tidak benar dan tidak berasal dari kanal resmi pemerintah. Masyarakat, khususnya gereja dan lembaga keagamaan diingatkan untuk tidak mudah percaya dan tidak terjebak dalam praktik penipuan yang mengatasnamakan pemerintah maupun lembaga asing.

    “Bantuan resmi yang berkaitan dengan gereja atau lembaga keagamaan hanya disampaikan melalui kanal resmi Ditjen Bimas Kristen. Kami meminta masyarakat berhati-hati, melakukan verifikasi, dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata Dirjen Bimas Kristen, Jeane di Jakarta, Rabu (17/09/2029).

    Dia juga menegaskan komitmennya untuk selalu transparan dalam menyampaikan setiap program maupun bantuan yang sah dari pemerintah.

    “Kami tidak pernah menunjuk perorangan atau pihak tertentu untuk memungut biaya dalam proses pengajuan maupun penyaluran bantuan. Jika ada oknum yang mengaku sebagai perantara, itu adalah bentuk penipuan. Masyarakat jangan ragu untuk segera melaporkannya,” tegas Dirjen.

    Lebih lanjut, Dirjen meminta seluruh masyarakat kristen di Indonesia memperkuat literasi digital, agar tidak mudah terprovokasi dan tertipu dengan informasi yang sengaja disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Pada Selasa (18/11/2025), Ditjen Bimas Kristen juga sempat mengunggah konten yang membantah adanya kerja sama dengan Pemerintah Australia. Video itu menjelaskan Kemenag tidak pernah bekerja sama dengan Pemerintah Australia untuk menyerahkan bantuan. Dalam memberikan bantuan, Kemenag juga tidak pernah meminta pembayaran.

    Di sisi lain, Kedubes Australia juga sudah mewanti-wanti masyarakat lewat kanal medsos pribadinya untuk tidak mempercayai informasi mencurigakan yang mencatut Kedubes.

    “Jika Anda melihat akun yang mencurigakan, laporkan dan beri tahu kami,” tulis Kedubes Australia.

    Sementara itu, akun Facebook pengunggah surat tersebut juga ditengarai bukan akun resmi milik Kemenag maupun Kedubes Australia. Akun itu baru dibuat pada 2 November 2025.

    Lebih lanjut, akun itu juga hanya mengiklankan postingan terkait klaim surat bantuan tersebut. Ini ditengarai merupakan bentuk penipuan (scam) atau phising yang mengincar data pribadi masyarakat dengan klaim bantuan.

    Salah satu unggahan akun tersebut pada 9 November 2025, berupa video yang mempromosikan program dana bantuan ini. Saat Tirto mencoba menyaksikan video tersebut, terdengar audio yang mencurigakan. Benar saja, setelah dilakukan pemindaian dengan perangkat Hive Moderation, didapatkan skor 99 persen audio dari video tersebut diduga buatan kecerdasan buatan.

    Periksa Fakta surat bantuan DAP mencatut Kemenag. foto/hotline periksa fakta tirto

    Tirto sudah berkali-kali membongkar modus serupa yang menyebarkan informasi bantuan untuk masyarakat dengan mencatut instansi pemerintah.

    Baca juga:Hoaks Tautan Bantuan Insentif Guru Non-ASNHoaks Tautan Pendaftaran Pemutihan Tunggakan BPJS KesehatanHoaks, Bantuan Subsidi Upah Rp600 Ribu Kemnaker November 2025

    Kesimpulan

    Penelusuran menunjukkan bahwa surat bantuan dana DAP yang mencatut Kemenag dan Kedubes Australia bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Surat itu bukan surat resmi yang dikeluarkan Kemenag dan berisi informasi menyesatkan. Kemenag menegaskan tidak pernah menerbitkan surat tersebut dan meminta masyarakat untuk tidak mempercayainya.

    Kemenag juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap modus penipuan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0001:21UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios

    Rujukan