• (GFD-2026-35190) [PENIPUAN] Mahfud MD Bagi-Bagi Hasil Rampasan Aset Koruptor

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/06/2026

    Berita

    Akun Facebook "Giveaway Indonesia" pada Senin (8/6/2026) mengunggah video [arsip] yang menampilkan Mahfud MD bagi-bagi hadiah hasil rampasan aset koruptor. Unggahan itu disertai narasi :

    "Sebagai Aspirasi Saya Menyambut Saya Mohammad Mahfud Mengadakan Dana Bantuan Indonesia Dan Menyambut Bapak/Ibuk Silakan Kirim Nomor whatsapp-nya di kolom komentar dan buruan dapatkan uang Bantuan đź’Ż juta Rupiah Indonesia"

    Hingga Jumat (12/6/2026) video tersebut telah dilihat lebih dari 12 ribu kali, mendapat lebih dari 70 tanda suka, dan menuai 40 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), video tersebut menunjukkan sejumlah kejanggalan yang mengindikasikan adanya rekayasa kecerdasan buatan (AI), seperti gerakan bibir yang tidak selaras dengan suara.

    TurnBackHoax kemudian memeriksa video tersebut menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa AI dengan tingkat probabilitas atau kemungkinan sebesar 98,9 persen.

    Kesimpulan

    Video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, dengan skor probabilitas atau kemungkinannya 98,9 persen. Jadi, unggahan berisi klaim “Mahfud MD bagi-bagi hasil rampasan aset koruptor” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-35191) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Bansos Lewat HP

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/06/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bansos 2026 lewat HP, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Juni 2026.
    Klaim link pendaftaran bansos 2026 lewat HP, berupa poster digital yang di dalamnya terdapat tulisan sebagai berikut.
    "Daftar Bansos 2026 via HP: Mudah & Cepat"
    Poster tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "PROGRAM BANTUAN TUNAI TH 2026
    Untuk program tunai sebesar 1.500.000
    apakah anda terdaftar sebagai penerima BANSOS PKH
    silakan daftar nerbasis online"
    Unggahan tersebut tedapat menu daftar, jika diklik mengarah pada link berikut.
    "https://program-dblp.b4n505.my.id/?fbclid=IwY2xjawSYX35leHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFybUhwSkRwcVdud0N0MnJyc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHpaEslAGM6e9xX8AbCuJayllJlshRIj_a5LwITfzm0s8OhvLSIFwYtga6HPS_aem_t2nWBVY7SrSPR2upZM3Maw"
    Link tersebut mengarah halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas, seperti nama lengkap, nomor telepon, dan alamat lengkap.
    Benarkah klaim link pendaftaran bansos 2026 lewat HP? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bansos 2026 lewat HP, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Cara Daftar Bansos Kemensos dan Tips Hindari Penipuan" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 20 Januari 2026.
    Artikel Liputan6.com menyebutkan, pendaftaran bansos Kemensos secara online dapat dilakukan melalui aplikasi resmi yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial. Metode ini menawarkan kemudahan akses dari mana saja dan kapan saja, asalkan memiliki perangkat yang terhubung internet.
    Penelusuran juga mengarah pada pengumuman berjudul "Waspada Hoaks terkait Bantuan Sosial" yang dimuat dalam situs resmi Kementerian Sosial, Kemensos.go.id.
    Berikut pengumumannya:
    "Akhir-akhir ini banyak beredar pesan berantau berisi link/tautan yang di dalanya terdapat berita bohong (hoaks) terkait pencairan dan/atau pendaftaran bantuan sosial.
    Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial. Adapun penerima bantuan sosial Program Kartu Sembako/ BPNT dan PKH adalah masyarakat yang telah terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), jika masyarakat layak menerima namun belum terdaftar dalam DTKS, bisa diusulkan Pemerintah Daerah atau mengajukan melalui Aplikasi Cek Bansos di menu Usul-Sanggah."
    Masyarakat diimbau agar selalu mengecek ulang kebenaran berita dan tidak ikut menyebarkannya.
    Mari saling ingatkan dan lebih kritis terhadap informasi yang tidak dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Sosial RI agar kita terhindar dari hoaks maupun modus penipuan lainnya katanya menambahkan."
     
    Sumber:https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6261517/cara-daftar-bansos-kemensos-dan-tips-hindari-penipuan
    https://kemensos.go.id/waspada-hoaks-terkait-bantuan-sosial

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, link pendaftaran bansos 2026 lewat HP tidak benar.
    Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial.
     
  • (GFD-2026-35192) Tidak Benar, Hantavirus Disebut Pandemi COVID-19 Jilid 2

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/06/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Instagram yang mengklaim hantavirus sedang dirilis sebagai pandemi COVID-19 jilid 2.

    Video tersebut disebarkan oleh akun Instagram bernama @suara_rakyattertindas (arsip) pada Sabtu (09/05/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan suasana rumah sakit dengan beberapa petugas memakai alat pelindung diri (APD), yang terlihat tergesa-gesa tengah mendorong pasien, serta sejumlah orang yang turun dari ambulans lalu menari bersama.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Turns Out “They” Staged The Covid Pandemic Too.” Begitu narasi tertulis dalam video. Pengunggah juga menambahkan keterangan “Hanta Virus . Pandemi Covid 19 jilid 2 sedang dirilis . #Hantavirus #viralreels #reels #indonesiagelap #indonesia.”

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (12/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 62 likes, 24 komentar, dan 11 kali dibagikan ulang. Dalam cuplikan video tersebut tertulis nama pengunggah asli @conspiracy.deception.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @terrifyingoldhistoryscary, @stanica_florinsfi, dan @hauntingclips. Semua unggahan tersebut menampilkan cuplikan video serupa terkait pandemi COVID-19. Namun video tersebut tidak mengklaim hantavirus sebagai pandemi COVID-19 jilid 2.

    Lantas, benarkah hantavirus adalah virus yang dirilis untuk pandemi COVID-19 jilid 2?

    Baca juga:Keliru, Episode The Simpsons Prediksi Penyebaran Hantavirus

    Periksa Fakta Hantavirus Covid Jilid 2. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya mengarah pada laman Knack yang menyatakan bahwa video tersebut sebenarnya menampilkan proses syuting adegan rumah sakit untuk keperluan dokumenter atau film, bukan kejadian nyata yang direkayasa.

    Video tersebut hasil rekayasa dan bukan bukti perihal pandemi COVID-19. Faktanya, video itu hanya menunjukkan proses pembuatan materi promosi sebuah fasilitas rumah sakit di Israel yang disalahgunakan untuk mendukung klaim palsu perihal pandemi COVID-19.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Hantavirus adalah pandemi COVID-19 jilid 2” pada mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah ke laman Tempo, virolog dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Abdul Rahman Siregar, menyatakan virus hanta dan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 berbeda meski gejala awalnya mirip. Virus hanta menyebar melalui kontak dengan tikus, bukan lewat droplet antarmanusia seperti COVID-19.

    Mengenai video yang diunggah, cuplikan video pertama merekam proses syuting iklan Shamir Medical Center, sebuah rumah sakit di Israel, lima tahun lalu. Fotografer dan juru kamera tampak dikelilingi ranjang rumah sakit dan pasien. Seorang pria juga terlihat memberikan arahan kepada petugas medis berpakaian APD.

    Adapun pada cuplikan video kedua, memperlihatkan sejumlah orang mengenakan APD dan pakaian tradisional Yahudi menari bersama. Unggahan itu menuding warga Yahudi tengah merayakan keberhasilan merekayasa pandemi.

    Faktanya, pencarian gambar terbalik menemukan video itu diunggah di akun Instagram media Israel, Hamal News, pada 8 Juli 2020. Keterangan video tersebut menjelaskan bahwa sekelompok orang mengenakan hazmat mendatangi sebuah pesta pernikahan dengan ambulans, lalu menari bersama.

    Senada dengan hal tersebut, dikutip dari AFP, layanan medis darurat pemilik ambulans, Magen David Adom (MDA), menyatakan tidak ada satu pun orang dalam video tersebut yang berafiliasi dengan mereka kecuali sang sopir. Alat pelindung diri yang digunakan diperoleh dari fasilitas medis di pusat negara yang tidak berhubungan dengan MDA. Sopir ambulans bersangkutan juga sedang tidak bertugas saat peristiwa terjadi dan telah menerima teguran.

    Menurut WHO, infeksi virus hanta tergolong jarang di dunia. Sepanjang 2023, Eropa melaporkan 1.885 kasus. Di Asia Timur, khususnya Tiongkok dan Korea Selatan, demam berdarah virus hanta dengan sindrom ginjal (HFRS) memicu ribuan kasus tahunan, meski jumlahnya menurun dalam beberapa dekade terakhir.

    Dalam United Nations News, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa wabah hantavirus mematikan di atas kapal pesiar di Samudra Atlantik menimbulkan risiko kesehatan masyarakat global yang rendah dan “bukan awal dari pandemi COVID lainnya”.

    “A deadly hantavirus outbreak aboard a cruise ship in the Atlantic Ocean poses a low global public health risk and is “not the start of another COVID pandemic”, the World Health Organization (WHO) said on Thursday.” Begitu dikutip dalam UN News yang diterbitkan pada 7 Mei 2026.

    Hantavirus merupakan virus yang sudah lama dikenal dan umumnya menular dari hewan pengerat (tikus) ke manusia, bukan menyebar luas melalui udara seperti SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

    WHO menilai risiko kesehatan masyarakat global tetap rendah dan tidak ada indikasi bahwa wabah ini akan berkembang menjadi pandemi global. Maria Van Kerkhove dari WHO menegaskan bahwa virus ini bukan SARS-CoV-2 dan bukan awal dari pandemi COVID karena hantavirus sudah ada sejak lama dan tidak menyebar dengan cara yang sama seperti virus corona.

    “This is not SARS-CoV-2. This is not the start of a COVID pandemic,” ujar Maria Van Kerkhove, Pelaksana Tugas Direktur Manajemen Epidemi dan Pandemi WHO. “Hantaviruses have been around for quite a while. We know this virus. It does not spread the same way that coronaviruses do,” tambah Maria.

    Wabah yang terjadi di kapal pesiar tersebut merupakan kejadian terbatas dengan risiko global yang rendah dan karakteristik penularan yang sangat berbeda dari COVID-19.

    Senada dengan hal tersebut, laman School of Public Health Harvard menyatakan bahwa para ahli epidemiologi menilai kemungkinan hantavirus berkembang menjadi pandemi global sangat kecil karena hantavirus tidak mudah menular antarmanusia, berbeda dengan SARS-CoV-2, penyebab COVID-19.

    Tidak ada bukti bahwa hantavirus merupakan “COVID-19 jilid 2” atau akan memicu pandemi global seperti COVID-19. Wabah yang terjadi di kapal pesiar tersebut dipandang sebagai kejadian terbatas dengan risiko penyebaran yang rendah.

    Dalam laporan Tirto, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono juga meyakini bahwa hantavirus tidak akan berkembang menjadi pandemi seperti COVID-19. Sebab, virus ini memiliki perantara untuk menyebarkannya.

    “Enggak [akan seperti covid], engga sampai,” kata Dante kepada wartawan usai acara Mengejar Anak Zero Dose di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026).

    Dante menjelaskan hantavirus memiliki dua jenis utama, yakni Hanta Fever Renal Syndrome yang kelainannya bisa panas tinggi, sakit kuning, sakit ginjal dengan angka kematian 15 persen. Dan ada juga jenis Hanta Pulmonary Syndrome yang menyerang paru-paru dengan fatalitas lebih tinggi, mencapai 60 hingga 80 persen.

    Hingga kini Indonesia mencatat 23 kasus hantavirus sejak 2024. Seluruh kasus yang ditemukan merupakan jenis Hanta Fever Renal Syndrome.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa hantavirus adalah pandemi COVID-19 jilid 2 adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.

    Baca juga:Wamenkes Sebut Hantavirus Tak Akan Jadi Pandemi seperti COVID

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa hantavirus adalah pandemi COVID-19 jilid 2 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Cuplikan video yang beredar pada unggahan di media sosial adalah rekaman proses syuting iklan Shamir Medical Center, sebuah rumah sakit di Israel. Dalam rekaman itu, terlihat sejumlah orang mengenakan pakaian hazmat dalam sebuah pesta pernikahan.

    Sampai saat ini tidak ada bukti yang membenarkan klaim bahwa hantavirus merupakan “COVID-19 jilid 2” atau akan memicu pandemi global seperti COVID-19.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-35194) [SALAH] Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Sembuh Tanpa Obat

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 12/06/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Instagram “suhu.sanjaya” pada Rabu (3/6/2026) menampilkan seorang laki-laki yang sedang menjalani semacam terapi penyembuhan. Unggahan beserta narasi :

    “Apakah diabetes tipe 1 dan 2 bisa Sembuh tanpa obat ?

    Yess, Bisaaa#Dianetes”

    Hingga Jumat (12/6/2026) unggahan telah mendapatkan 70-an tanda suka dan 20-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim tersebut dengan menggunakan kata kunci “diabetes tipe 1 dan tipe 2 bisa sembuh tanpa obat” ke mesin pencari Google. Hasil penelusuran mengarah ke laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI berjudul “Apa itu Diet Diabetes Melitus”.

    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa diabetes melitus merupakan penyakit menahun yang diderita seumur hidup. Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa diabetes melitus tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan melalui pengelolaan yang tepat, seperti edukasi, pola makan sehat, olahraga dan pengobatan untuk mencegah komplikasi. 

    Dilansir dari Kemenkes RI, diabetes tipe 1 terjadi akibat kerusakan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan pankreas tidak dapat memproduksi insulin. Karena itu, penderita diabetes tipe 1 memerlukan terapi insulin sepanjang hidupnya untuk mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi.

    Kemenkes RI juga menjelaskan bahwa diabetes tipe 2 merupakan penyakit kronis yang terjadi akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak memadai. Kondisi ini memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan sesuai anjuran dokter.

    Kesimpulan

    Faktanya, diabetes tipe 1 terapi insulin diperlukan seumur hidup, sedangkan diabetes tipe 2 dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan. Jadi, unggahan berisi klaim “penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 bisa sembuh tanpa obat” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan