• (GFD--31401) Cek Fakta: Viral Menteri Bahlil Minta PLN Menaikkan Harga Token Listrik 2026, Benarkah?

    Sumber:

    Berita

    SuaraJakarta.id - Sebuah unggahan yang kini viral di media sosial mengklaim bahwa Menteri Investasi Bahlil Lahadalia meminta PT PLN (Persero) untuk menaikkan harga token listrik sebagai bagian dari kebijakan baru. Narasi tersebut langsung menarik perhatian publik, terutama di kalangan pengguna listrik prabayar yang khawatir soal biaya tagihan.

    Beredar unggahan [arsip] dari akun Facebook Antexs pada Rabu (24/12/2025), isinya berupa foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang disertai narasi:

    “bahlil ajak PLN menaikan harga token agar PT PLN tidak rugi dan agar rakyat belajar menghemat arus”

    Hingga senin (5/1/2026), unggahan tersebut telah mendapat sekitar 13.000 reaksi, 33.800-an komentar, dan 1.000 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lainnya.

    Namun sebelum Anda ikut percaya atau menyebarkannya, simak dulu cek fakta lengkapnya — karena klaim itu ternyata tidak benar dan menyesatkan.

    Dalam unggahan yang ramai dibagikan muncul narasi bahwa:

    Unggahan itu kerap disertai gambar Bahlil dan logo PLN, seakan-akan menunjukkan pernyataan resmi dari pemerintah. Tulisan ini kemudian dibagikan berkali-kali oleh warganet yang khawatir soal biaya listrik masa depan.

    Pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo menelusuri kebenaran klaim ini, dan menemukan bahwa:

    1. Tidak ada pernyataan resmi dari Bahlil Lahadalia maupun pemerintah yang meminta PLN menaikkan harga token listrik.2.  Situs resmi PLN, Kementerian Investasi, maupun kanal media sosial terverifikasi tidak pernah memuat kebijakan atau wacana seperti yang disebutkan.3. Tidak ada pemberitaan dari media nasional kredibel.4. Perubahan biaya listrik — termasuk tarif token prabayar — harus melalui mekanisme resmi pemerintah, seperti keputusan Kementerian ESDM / Kementerian Keuangan / Dewan Energi Nasional, dan bukan permintaan sepihak dari satu pejabat tanpa prosedur.

    Dengan demikian, klaim tersebut tidak memiliki landasan fakta yang kuat.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim bahwa Bahlil Lahadalia meminta PLN menaikkan harga token listrik adalah SALAH dan menyesatkan.Unggahan tersebut merupakan konten hoaks yang memadukan narasi provokatif tanpa dukungan pernyataan resmi maupun sumber yang kredibel.

    Mengapa Informasi Ini Menyesatkan?

    Informasi semacam ini mudah tersebar karena:

    Sebelum mempercayai kabar soal biaya listrik atau kebijakan energi, pastikan Anda cek sumber resmi pemerintah atau regulator terkait.
  • (GFD-2026-31400) [PENIPUAN] Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Bagikan Bantuan dari Australia Jelang Natal dan Tahun Baru

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    Akun Facebook “pdt.Samuel Akihary” pada Selasa (23/12/2025) membagikan video [arsip] menunjukkan Dirjen Bimas Kristen Kemenag, Jeane Marie Tulung menyebutkan narasi:

    “Ayo daftarkan diri Anda sekarang untuk mendapatkan dana bantuan dari Australia untuk masyarakat Indonesia tahun 2025, dan jangan lupa bagikan like dan follow. Semoga Tuhan memberkati kita semua.”

    Pada kolom takarir, pengunggah menambahkan narasi:

    “Shalom Untuk menyambut hari Natal dan Tahun Baru DAP BIMAS AUSTRALIA menyalurkan dana bantuan Daftarkan diri anda sekarang juga Bantuan dari DAP BIMAS AUSTRALIA Untuk saudara/saudari keristen maupun non keristen Bantuan modal usaha dan tempat ibadah,yatim piatu, fakir miskin dll Cara daftar silahkan chat melalui messenger”

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri potongan gambar dari video tersebut dengan Google Lens. Hasil penelusuran teratas mengarah pada artikel dari laman resmi Ditjen Bimas Kristen Kemenag, bimaskristen.kemenag.go.id, “Buka Konas 12 Mutiara Nusantara, Dirjen Bimas Kristen ajak Peserta Dampingi Pemerintah Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem”. 

    Dalam artikel tersebut terdapat foto dari Dirjen Bimas Kristen Kemenag, Jeane Marie Tulung yang diambil dari sudut pengambilan gambar yang sama dengan video yang dibagikan oleh akun Facebook “pdt.Samuel Akihary”. Artikel tersebut tidak menyebut terkait bantuan dari Australia untuk masyarakat Indonesia tahun 2025.

    Diketahui dari artikel yang tayang pada Kamis (16/11/2023) tersebut, Jeane Sedang membuka kegiatan Konsultasi Nasional (Konas) 12 Mutiara Nusantara yang diselenggarakan di Jakarta. Dalam sambutannya, ia mengajak para peserta untuk bersama mendampingi pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem, meningkatkan literasi, memperluas akses pendidikan, serta meningkatkan produktivitas di daerah tertinggal di Indonesia.

    Mengamati video yang beredar tersebut, TurnBackHoax melihat sejumlah kejanggalan, seperti gerak bibir yang terlihat tidak natural dan suara terdengar kaku. Hal ini mengindikasikan bahwa video tersebut dibuat dengan rekayasa AI. 

    TurnBackHoax kemudian mengunduh video tersebut dan mengunggahnya ke alat pendeteksi AI dari Hive Moderation. Hasilnya, sebesar 99,8 persen video tersebut merupakan hasil rekayasa AI.

    Video dengan klaim serupa juga pernah dibahas TurnBackHoax dalam artikel berjudul “[PENIPUAN] Video Dirjen Bimas Kristen tentang Pendaftaran Penyaluran Dana Bantuan Australia”.

    Kesimpulan

    Faktanya, sebesar 99,8 persen video tersebut merupakan hasil rekayasa AI. Pada momen asli Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI sedang membuka kegiatan Konsultasi Nasional (Konas) 12 Mutiara Nusantara yang diselenggarakan di Jakarta pada November 2023. Unggahan video berisi klaim “Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI bagikan bantuan dari Australia jelang Natal dan tahun baru” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31399) Keliru, Video Dinarasikan Penangkapan Presiden Venezuela

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    tirto.id - Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat pada awal Januari 2026 menjadi sorotan besar dunia internasional. Seperti dilaporkan Tirto sebelumnya, operasi militer AS bertajuk Absolute Resolve berlangsung singkat namun terkoordinasi melalui jalur darat, laut, dan udara.

    ADVERTISEMENT

    Pasukan khusus AS, termasuk Delta Force, menangkap Maduro dan istrinya di kediaman mereka di Caracas dalam operasi yang berlangsung kurang dari 30 menit, setelah serangkaian serangan ke fasilitas militer dan infrastruktur strategis Venezuela.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Seiring dengan berkembangnya pemberitaan resmi tersebut, sebuah video beredar luas di media sosial dan diklaim sebagai dokumentasi operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Unggahan ini beredar melalui akun Facebook "Ufuk Jingga" (arsip) pada Minggu, (4/1/2026).

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video itu terlihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah pasukan bersenjata ke sebuah gedung, yang kemudian diklaim sebagai momen penangkapan Presiden Venezuela oleh pasukan Amerika Serikat.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Di keterangan video, pengunggah menjelaskan bahwa Amerika Serikat melakukan operasi militer besar di Venezuela yang menargetkan Presiden Nicolás Maduro. Dalam narasi tersebut, Maduro diklaim berhasil ditangkap oleh pasukan elit AS (Delta Force) yang diterjunkan menggunakan helikopter MH-47 Chinook.

    Periksa Fakta Militer AS Menangkap Maduro

    ADVERTISEMENT

    Pengunggah juga menyebut sejumlah objek strategis yang diklaim menjadi sasaran serangan, antara lain pangkalan udara Miranda dan La Carlota, situs antena El Volcán, markas militer Fuerte Tiuna, serta Pelabuhan La Guaira.

    Selain itu, keterangan video turut mengaitkan operasi tersebut dengan isu geopolitik internasional, seperti klaim pertemuan Maduro dengan utusan China sebelum operasi, dugaan serangan terhadap gedung parlemen Venezuela, serta peringatan keamanan bagi warga AS di kawasan tersebut.

    Hingga Senin (5/01/2026), video tersebut sudah ditonton 1,9 ribu kali dan mendapatkan 18 tanda reaksi, 6 komentar serta dibagikan 7 kali. Video dengan klaim serupa juga ditemukan di platform berbeda, yaitu ini, ini dan ini.

    Lantas, bagaimana kebenaran video ini?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim dalam video, Tirto menelusuri rekaman visual yang memperlihatkan helikopter menurunkan pasukan bersenjata menggunakan teknik reverse image search dan pencarian video lanjutan. Penelusuran ini bertujuan untuk mengetahui asal-usul video dan konteks sebenarnya dari peristiwa yang terekam.

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut bukan rekaman baru dan telah beredar sebelumnya. Salah satu unggahan identik ditemukan di akun X milik staf Kantor Kepresidenan AS, Margo Martin, @MargoMartin47, yang dibagikan pada 11 Juni 2025.

    Penelusuran lanjutan menemukan bahwa video tersebut juga identik dengan dokumentasi yang diunggah kanal YouTube @Media Magik Entertainment dengan judul “Special Operations for the Commander in Chief Donald J. Trump”. Video tersebut merupakan dokumentasi kunjungan Presiden AS Donald J. Trump ke Fort Bragg, North Carolina, pada 11 Juni 2025, dalam rangka peringatan 250 tahun Angkatan Darat Amerika Serikat.

    Pada cuplikan sekitar menit 01.30, terlihat pasukan Angkatan Darat AS turun dari helikopter menggunakan tali menuju sebuah gedung. Adegan ini identik dengan video yang beredar di media sosial dengan klaim berbeda. Namun, melalui keterangan video dijelaskan bahwa gedung yang dituju bukan lokasi operasi militer sungguhan, melainkan bangunan simulasi yang digunakan sebagai bagian dari latihan dan demonstrasi integrasi kekuatan tempur multi-domain.

    Berdasarkan konteks tersebut, dapat dipastikan bahwa video yang kini beredar bukan dokumentasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Video tersebut merupakan rekaman lama yang diambil pada 11 Juni 2025 di Fort Bragg, Amerika Serikat, dan tidak berkaitan dengan operasi militer AS di Venezuela pada Januari 2026.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim video yang dinarasikan sebagai dokumentasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro adalah keliru dan menyesatkan (false and misleading).

    Video yang beredar di media sosial tersebut tidak berkaitan dengan operasi penangkapan Maduro oleh Amerika Serikat. Rekaman itu merupakan video lama yang mendokumentasikan latihan dan demonstrasi kemampuan militer Angkatan Darat AS di Fort Bragg pada Juni 2025, bukan peristiwa penangkapan Presiden Venezuela pada Januari 2026.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31398) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan Dana DAP untuk Umat Kristen dari Australia

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar kembali unggahan di media sosial klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan dana DAP untuk umat Kristen dari Australia. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 2 Januari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Program Bantuan Dana DAP Untuk Umat kristen Di Seluruh Wilayah Indonesia Yang Di Salurkan Melalui Ditjen Bimas Kristen Hingga 1 Miliar Untuk kesejahteraan Saudara Saudari Umat Kristen Serta Pembangunan Gereja Di Berbagai Wilayah Indonesia.
    Bagi Masyarakat Non Muslim yang belum menerima Bantuan DAP segera daftar sekarang sebelum pendaftaran Berakhir.
    Untuk mengikuti program ini bagi umat kristen di seluruh Indonesia bisa menghubungi saya dengan menekan tombol pesan di bawah 👇"
    Unggahan turut menyertakan video yang berisi cuplikan pengumuman bantuan dana, berikut isinya:
    "Silakan daftar diri anda sekarang untuk bantuan dana Australia bagi masyarakat Indonesia
    Salam sejahtera bagi kita semua, semoga Tuhan memberkati kita "
    Terdapat menu kirim pesan dalam postingan yang beredar tersebut.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan dana DAP untuk umat Kristen dari Australia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan dana DAP untuk umat Kristen dari Australia. Penelusuran mengarah pada pernyataan Kementerian Agama (Kemenag) melalui akun Instagram resminya @kemenag_ri yang dikutip pada 5 Januari 2026.
    Kemenag meminta masyarakat waspada terhadap informasi bantuan dana yang mencatut nama Australia.
    Berikut pernyataan lengkapnya:
    "⚠️ WASPADA HOAKS MENGATASNAMAKAN KEMENAG RI ⚠️
    Sahabat Religi, mohon berhati-hati! Telah beredar sebuah surat palsu yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI terkait penyaluran "Bantuan Dana DAP (Direct Aid Program)" yang mencatut kerja sama dengan negara Australia.
    Kami tegaskan bahwa informasi tersebut adalah TIDAK BENAR alias HOAKS.
    Kementerian Agama tidak pernah mengeluarkan surat edaran yang meminta pembagian persentase bantuan (70% diterima, 30% disumbangkan) seperti yang tertulis dalam surat bodong tersebut. Segala informasi resmi mengenai bantuan pemerintah hanya diumumkan melalui website resmi kemenag.go.id dan media sosial resmi Kementerian Agama RI.
    Mari kita lebih cerdas dan bijak bermedia sosial. Jangan mudah percaya pada iming-iming dana besar yang tidak jelas sumbernya. Saring sebelum Sharing! ??
    Jika Sahabat menemukan informasi mencurigakan, segera konfirmasi melalui kanal resmi kami.
    #KemenagRI #LawanHoaks #BimasKristen #InfoPublik #SaringSebelumSharing AntiHoaks KemenagBerdampak"

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan dana DAP untuk umat Kristen dari Australia, tidak benar.
    Segala informasi resmi mengenai bantuan pemerintah hanya diumumkan melalui website resmi kemenag.go.id dan media sosial resmi Kementerian Agama RI.