• (GFD-2026-34350) Cek Fakta: Ini Bukan Link Resmi Pendaftaran Bantuan Rp 2,1 Juta untuk Guru Honorer dan ASN

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link resmi pendaftaran bantuan Rp 2,1 juta untuk guru honorer dan ASN, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 12 Mei 2026.
    Klaim link resmi pendaftaran bantuan Rp 2,1 juta untuk guru honorer dan ASN berupa tulisa berikut.
    "Pemerintah Hadir Menyalurkan Bantuan Insentif untuk GURU ASN,GURU NON ASN Dan Pegawai Negeri Sipil Beserta GURU HONORER
    Bantuan Sebesar Rp.7.000.000
    Dicairkan Serentak Di Seluruh Wilayah IndonesiaUntuk Mendapatkan bantuannya,
    Silahkan Daftar di Link Resmi �"
    Unggahan tersebut mencantumkan menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut.
    "https://daftar-sekarangwl2.d4fttar.one/".
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang meminta sejumlah informasi pribadi, seperti provinsi dan nomor Telegram.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link resmi pendaftaran bantuan Rp 2,1 juta untuk guru honorer dan ASN, Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Antaranews berjudul "Kemendikdasmen imbau waspadai laman palsu seputar bantuan insentif " yang tayang pada 1 September 2025
    Dalam artikel ini dijelaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengimbau masyarakat, khususnya para guru agar mewaspadai sejumlah laman palsu berujung phising terkait bantuan insentif guru non-ASN sebesar Rp2,1 juta.
    Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan pesan, email atau link mencurigakan yang mengatasnamakan pihak tertentu dari Kemendikdasmen.
    "Waspada phising, jangan mudah percaya dengan pesan, email, atau link mencurigakan yang mengatasnamakan pihak tertentu. Phising adalah upaya penipuan untuk mencuri data pribadi seperti password, OTP, atau informasi keuangan," kata Yudhistira di Jakarta pada Senin 1 September 2025.
    Lebih lanjut, pihaknya pun memberikan tips agar terhindar link penipuan phishing, yakni selalu mengecek alamat email/nomor pengirim, jangan klik link mencurigakan, mengaktifkan verifikasi dua langkah, serta menyimpan data pribadi hanya di aplikasi resmi.
    Yudhistira juga menyebutkan beberapa laman yang melakukan phising, di antaranya daftar.form-gtkdikdasmen.com, layanan.form-gtkdikdasmen.com, intensif.gtk-dikdasmen.com, intensif.gtkdikdasmen.com.
    "Domain ini berusaha mencuri data pribadi Anda. Mohon berhati-hati dan pastikan hanya mengisi informasi pada laman resmi kementerian," ujarnya.
    Adapun informasi mengenai bantuan insentif maupun bantuan subsidi upah (BSU) informasi resminya hanya dapat dilihat di Info GTK pada tautan https://info.gtk.dikdasmen.go.id/.
    Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengumumkan insentif untuk guru honorer mengalami kenaikan menjadi Rp400 ribu setiap bulannya mulai 2026. Insentif honorer ini dilakukan dengan mekanisme transfer langsung ke rekening guru yang tercantum dalam Dapodik.
    Dia mengatakan kenaikan insentif guru honorer pada tahun depan tersebut sebesar Rp 100 ribu apabila dibandingkan dengan insentif yang disalurkan untuk tahun 2025, yakni sebesar Rp 300 ribu.
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link resmi pendaftaran bantuan Rp 2,1 juta untuk guru honorer dan ASN tidak benar. 
    Bantuan insentif maupun bantuan subsidi upah (BSU) informasi resminya hanya dapat dilihat di Info GTK pada tautan https://info.gtk.dikdasmen.go.id/.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34351) Cek Fakta: Hoaks Pendaftaran KUR Bank BRI Melalui Medsos

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan pendaftaran KUR Bank BRI melalui media sosial. Postingan tersebut beredar sejak tengah pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 14 Mei 2026.
    Berikut isi postingannya:
    "KUR BRI - MODAL USAHA 2026.*
    Kini Telah Di Buka Dana KUR BRI 2026
    Bagi Nasabah yang mau Mengajukan Pinjaman kini lebih Mudah tanpa Harus ke Bank, Lebih efisien dan Proses Pencairan Lebih Cepat.
    🎗️. *PERSYARATAN* :
    👉 KIRIM FOTO KTP
    👉 KIRIM FOTO KK ( KARTU KELUARGA )
    👉 KIRIM FOTO BUKU TABUNGAN
    ✅. *Dengan dirumah saja bisa mendapatkan pinjaman online dari  ( UMKM-KUR BRI 2026 ), Hanya 10-30 menit pinjaman cair ke rekening nasabah."
    Postingan tersebut juga disertai dengan arahan untuk menghubungi nomor tertentu.
    Lalu benarkah postingan pendaftaran KUR Bank BRI melalui media sosial?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari Bank BRI. Bank BRI menyebutkan pendaftaran KUR via media sosial tersebut merupakan informasi yang tidak benar.
    Hal ini disampaikan Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya dalam artikel Liputan6.com berjudul "BRI Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok KUR, Jangan Bagikan Data Pribadi" yang tayang pada 7 Mei 2026.
    "Seluruh proses pengajuan KUR BRI dapat diakses masyarakat melalui Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI serta BRILink Agen atau menghubungi tenaga pemasar BRI di seluruh Indonesia, dan tidak dipungut biaya apa pun di awal," ujar Akhmad.
    "Kami meminta masyarakat agar tidak mengakses atau mengklik tautan yang tidak resmi. Perseroan juga menegaskan tidak pernah meminta data rahasia nasabah, seperti PIN, kata sandi, maupun kode OTP dalam situasi apa pun. Setiap permintaan atas data tersebut dapat dipastikan sebagai indikasi penipuan," katanya menambahkan.
    Akhmad menambahkan, BRI secara konsisten terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital.
    "BRI juga aktif berkoordinasi dengan otoritas dan pihak terkait dalam rangka menindaklanjuti modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan," ucapnya mengakhiri.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan pendaftaran KUR Bank BRI melalui media sosial adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34333) Cek Fakta: Tidak Benar Link Bantuan Pertamina Kupon Subsidi E-Voucher BBM Gratis 50 Liter

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link bantuan Pertamina kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 10 Mei 2026.
    Klaim link bantuan Pertamina kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter berupa tulisan sebagai berikut.
    "Melalui Pemerintahan Kementerian BUMN, Pertamina Menyalurkan Bantuan Kupon Subsidi Untuk Seluruh Masyarakat Indonesia Demi Menunjang Agar Energi Tetap Terjangakau & Tepat Sasaran.
    Daftar & Dapatkan E-Voucher BBM Gratis 50 Liter Untuk Masyarakat Umum Dengan Cara Klik Link Dibawah :https://voucher.pertamina.biz.id/
    Note : E-Voucher Dapat Ditukarkan Di Pertamina Terdekat Daerah Anda."
    Unggahan tersebut mengarahkan penerima informasi untuk mengakses link berikut untuk mendaftar.
    "https://voucher.pertamina.biz.id/?fbclid=IwY2xjawRxOdNleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFITDNDQnVSRDhXSDZPNjA1c3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHuq2Z08-ZYp7LRiCgqOZgsMbqVN9xuOOoUsVDPV0P0DmjsyaVXKadSOe-5qk_aem_dtxUhQMsFE0oXStV_oNUGA"
    Benarkah klaim link bantuan Pertamina kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link bantuan Pertamina kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter, dengan menghubungi pihak PT Pertamina (Persero).
    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, Pertamina tidak menyelenggarakan program bantuan kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter.
    "Pertamina tidak melaksanakan program seperti di atas (program bantuan kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter)," kata Baron saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (14/5/2026).
    Menurut Baron, Pertamina selalu mengumumkan progam perusahaan lewat saluran komunikasi resminya, baik sosial media dan situs resmi.
    "Dapat kami sampaikan bahwa program-program yang dilaksanakan Pertamina diberitahukan melalui website atau account resmi Perusahaan," tuturnya.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim link bantuan Pertamina kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter tidak benar.
    Pertamina tidak melaksanakan program bantuan kupon subsidi e-voucher BBM gratis 50 liter.
  • (GFD-2026-34304) [SALAH] AS Resmi Dikeluarkan dari NATO

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 13/05/2026

    Berita

    Beredar unggahan [arsip] dari akun YouTube “KajianOnline” pada Selasa (5/5/2026) berisi narasi:

    “AMERIKA RESMI DITENDANG KELUAR DARI NATO‼️TRUMP MURKA TARIK PASUKAN DARI EROPA! AS RESMI MUSUH DUNIA”

    Hingga Rabu (13/5/2026) unggahan ini telah mendapatkan 583 tanda suka, menuai 155 komentar, dan ditonton ulang lebih dari 23 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) terlebih dahulu menyimak video berdurasi 15 menit 7 detik tersebut dari awal hingga akhir. Secara keseluruhan video tersebut membahas tentang adanya ketegangan di dalam internal NATO yang disebabkan oleh beberapa aksi Amerika Serikat. Namun, hingga akhir video tidak dijelaskan bahwa benar AS telah dikeluarkan dari NATO.

    Penelusuran dilanjutkan ke pencarian Google dengan memasukkan kata kunci “ketegangan AS dan NATO”. Hasilnya memang benar sedang terjadi ketegangan di dalam NATO yang diakibatkan beberapa tindakan AS. Hal tersebut diberitakan oleh beberapa media, di antaranya:

    • Pemberitaan sg-berjangka.com “Ketegangan AS dan NATO: Perancis dan Inggris Menanggapi Desakan Trump” terbit Jumat (1/5/2026), membahas tentang ketidakpuasan Trump dengan negara-negara sekutunya di NATO karena menganggap mereka terlalu bergantung pada AS.

    • Pemberitaan cnbcindonesia.com “Perang Iran Picu Retakan Besar, Ramai-Ramai Sekutu Menjauh dari AS” yang terbit Senin (11/5/2026), membahas tentang NATO yang tidak mau menunjukan dukungan atas tindakan AS menyerang Iran.

    • Pemberitaan beritasatu.com “Hubungan AS-Jerman Memanas, Soliditas NATO Terancam Imbas Konflik Iran” terbit Kamis (7/5/2026), membahas tentang hubungan AS dengan Jerman yang memanas usai Kanselir Jerman, Friedrich Merz, mengkritik strategi Trump yang tidak jelas selama konflik dengan Iran.

    Meski demikian, jika dilansir dari situs resmi NATO, diketahui bahwa Amerika Serikat masih terdaftar sebagai bagian dari anggota NATO. Selain itu, dalam situs resmi tersebut juga tidak ditemukan adanya pernyataan resmi bahwa AS telah dikeluarkan oleh NATO.

    Kesimpulan

    Faktanya Amerika Serikat masih terdaftar sebagai bagian dari NATO, tidak ada pemberitaan kredibel tentang pengeluaran AS dari NATO. Jadi unggahan berisi klaim “AS resmi dikeluarkan dari NATO” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan