• (GFD-2025-30353) Keliru: BPOM Merazia Minuman Siap Saji karena Berbahaya

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/11/2025

    Berita

    SEBUAH video dengan klaim bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merazia minuman siap saji dalam kemasan beredar di sejumlah media sosial. Tempo menemukan konten tersebut beredar di Facebook [arsip], Instagram, Threads, YouTube, TikTok, dan X pada pertengahan November 2025.

    Video itu memperlihatkan beberapa orang berkemeja putih serta berseragam TNI merazia kemasan siap saji. Seorang perempuan mengatakan minuman dengan merek “Power F” dan “Ale-ale” berbahaya untuk anak-anak. Teks yang termuat dalam video menyebut mereka sebagai petugas BPOM.



    Namun, benarkah video itu adalah petugas BPOM merazia minuman dalam kemasan?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video itu menggunakan aplikasi pencarian gambar terbalik Google, situs-situs kredibel, dan mewawancarai bagian hubungan masyarakat (humas) BPOM. Hasilnya petugas yang merazia minuman dalam kemasan tersebut bukan berasal dari BPOM.

    Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat BPOM Eka Rosmalasari mengatakan mereka yang melakukan razia dalam video itu bukan petugas BPOM. Menurut dia, untuk memastikan keamanan suatu makanan, masyarakat dapat mengecek kemasan, izin edar, label, dan tanggal kedaluwarsa. Termasuk menyesuaikan produk dengan usia konsumen.

    “Perhatikan komposisi, tulisan, atau peringatan pada label pangan olahan,” kata Eka pada Tempo, Kamis, 27 November 2025.

    Dua produk dalam video tersebut mengantongi izin edar dari BPOM. Tempo juga menemukan nama dua minuman itu tertera pada website Cekbpom.pom.go.id. Minuman Ginseng Power F Action mendapat izin edar dengan nomor registrasi SD201656511 pada 18 Februari 2025.

    Sedangkan izin edar Ale-ale berbagai rasa bernomor registrasi MD 266613068040 terbit pada 25 Mei 2025. Tidak ada pengumuman dari BPOM bahwa dua produk tersebut berbahaya.



    Tempo memverifikasi lokasi di mana video itu diambil. Hasilnya, peristiwa dalam video itu terjadi di kantor Desa Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Latar kantor desa yang bercat biru, sama dengan unggahan akun Instagram Nyayu Lusi Santika. Lusi adalah kepala Desa Tanjung Lago.

    Verifikasi menggunakan Google Maps, menunjukkan bangunan tersebut memang benar kantor Desa Tanjung Lago. 

    Kepada situs Pojoksatu.id, 18 November 2025, Nyayu mengkonfirmasi mengenai video itu. Nyayu adalah perempuan yang mengumumkan razia minuman dalam kemasan. Video itu ia unggah lewat akun TikTok, namun telah dihapus setelah menjadi kontroversi. 

    Menurut Nyayu, inisiatif pemerintahan desa saat itu untuk mengedukasi masyarakat agar berhati-hati memilih minuman. "Kami tidak bertujuan untuk menjatuhkan atau menjelekkan suatu produk apa pun," kata Nyayu.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa video yang diklaim petugas BPOM merazia dua produk minuman dalam kemasan adalah keliru. 

    Petugas yang merazia minuman itu berasal dari pemerintah Desa Tanjung Lago. Dua merek produk minuman tersebut sebenarnya mengantongi izin edar dan konsumsi dari BPOM.

    Rujukan

  • (GFD-2025-30352) Keliru: Harga Beras Dunia Anjlok karena Indonesia Swasembada Beras

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/11/2025

    Berita

    SEBUAH konten dengan klaim keberhasilan Indonesia berswasembada beras menyebabkan harga beras dunia turun diunggah di Tiktok [arsip], Facebook, dan YouTube. Harga beras dunia disebut anjlok 42 persen setelah Menteri Pertanian Amran Sulaiman berhasil membuat swasembada beras di Indonesia dan mengekspor berasnya ke Afrika.

    Konten itu memuat kolase foto Presiden Prabowo Subianto dan Amran Sulaiman dengan judul “Harga beras dunia anjlok 42 persen gara-gara Indonesia”. “Afrika berterima kasih hingga beras RI diborong habis.. Krisis pangan dunia memuncak, Indonesia bantu negara Afrika mengirim ribuan ton beras,” demikian narasi yang juga termuat dalam konten.



    Tempo memverifikasi dua hal. Pertama, benarkah harga beras dunia anjlok karena Indonesia swasembada pangan? Kedua, benarkah Afrika sepenuhnya impor beras dari Indonesia?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi klaim ini dengan menelusuri sumber berita kredibel, data terbuka, dan wawancara pakar pertanian. Hasilnya, turunnya harga beras dunia bukan karena peran Indonesia. Selain itu, Indonesia juga tidak mengekspor beras hingga ribuan ton ke benua Afrika.

    Guru besar Fakultas Pertanian IPB University Dwi Andreas menjelaskan, hingga 2024 Indonesia masih tercatat sebagai salah satu negara importir beras, yakni rata-rata sekitar 3 persen dari pasar dunia. Angka impor tertinggi Indonesia terjadi pada 2024 sebesar 7,5%. 

    Namun angka impor Indonesia itu relatif kecil di pasar beras beras internasional sehingga tidak terlalu mempengaruhi harga dunia. “Apakah nilai itu memberi efek pada beras dunia? Jawabannya tidak,” ujarnya kepada Tempo, 19 November 2025.

    Berdasarkan data Statista, Indonesia tidak termasuk 10 negara eksportir beras terbesar dunia. Sebaliknya, Indonesia masuk dalam salah satu dari 25 negara importir beras, terutama beras khusus dengan nilai antara 200.000-500.000 ton per tahun. 

    Sedangkan menurut data BPS, impor beras konsumsi oleh pemerintah terjadi pada tahun 2014 (844.000 ton), 2015 (862.000 ton), 2016 (1,3 juta ton), 2018 (2,25 juta ton), 2023 (3,06 juta ton), dan 2024 (4,52 juta ton).

    Berdasarkan laporan Foreign Agricultural Service (FAS) Departemen Pertanian Amerika Serikat per September 2025, penyebab turunnya harga beras dunia merupakan kombinasi dari banjir pasokan (oversupply) di pasar global dan melemahnya permintaan dari importir utama. 

    Peningkatan stok beras global didorong oleh penumpukan di negara eksportir utama seperti India dan Pakistan. Begitu pula dengan peningkatan produksi di negara produsen lain seperti Brasil dan Kolombia.

    Adapun harga ekspor global terus menurun sejak India mencabut larangan ekspor beras pada September 2024. Sebagai salah satu eksportir terbesar, kembalinya pasokan India membuat pasar global menjadi sangat kompetitif dan menekan harga ke bawah.

    Filipina sebagai importir besar dunia juga mengumumkan penghentian impor selama 60 hari mulai 1 September 2025. Dampaknya, permintaan global berkurang secara drastis dalam jangka pendek. Kebijakan itu muncul lantaran harga impor sudah terlalu murah sehingga memukul harga jual petani lokal.

    Laporan yang sama juga menyebutkan konsumsi beras global diperkirakan menurun, khususnya di negara seperti Burma dan Amerika Serikat. Faktor ini mengurangi tekanan permintaan terhadap stok yang ada.

    Menurut Andreas, naik-turunnya harga beras dunia dipengaruhi secara luas oleh volume impor suatu negara, produksi beras dunia, dan jumlah yang diperdagangkan di pasar internasional. “Ketika produksi dunia naik dan jumlah yang diperdagangkan juga meningkat, harga beras cenderung turun,” kata dia. 

    Data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) juga menunjukkan kenaikan produksi beras dunia dari 523,6 juta ton pada periode 2023-2024 menjadi 541,5 juta ton (2024-2025). Data USDA menunjukkan beras yang diperdagangkan meningkat dari 54,2 juta ton (2023) menjadi 59,9 juta ton (2024). Jumlah beras yang diperdagangan diperkirakan naik ke 61,1 juta ton pada 2025.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mulai mengekspor beras ke luar negeri. Namun jumlahnya baru 60 kilogram per April 2025. Ekspor beras tersebut bukan ke kawasan Afrika. 

    Dilansir CNBC Indonesia, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan volume ekspor beras per April 2025 itu ditujukan ke sejumlah negara, yaitu Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Belanda. Nilainya US$ 175,4.

    Konsumsi beras di kawasan Afrika Sub-Sahara tumbuh signifikan 15 tahun terakhir akibat pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan pergeseran pola makan ke arah beras sebagai makanan pokok. Menurut laporan Pasar dan Perdagangan Gandum Dunia USDA, India menjadi pemasok terbesar ke kawasan ini, berupa beras putih giling dan beras parboiled dengan harga kompetitif. 

    Negara lain seperti Afrika Selatan pada tahun 2024 mengimpor beras dari Thailand, India, Pakistan, Vietnam. Sedangkan Bostwana, pada 2022-2023, mengimpor beras dari India, Thailand, Cina, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa harga beras dunia anjlok karena Indonesia dan Afrika bergantung impor beras dari Indonesia adalah keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-30351) [PENIPUAN] Bantuan Pembangunan Gereja dari Ditjen Bimas Kristen Kemenag

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 28/11/2025

    Berita

    Pada Rabu (12/11/2025) akun Facebook “Saluran Dana Bantuan DAP” membagikan tautan [arsip] disertai narasi:

    “Salam Sejahtera Buat kita semua, 

    Langsung Dari Gita Kammath Selaku Wakil Duta Besar Australia. Menyampaikan Bahwa Bantuan Dana D.A.P (Direct Aid Prorgam) Non Muslim & Gereja telah di salurkan menyebar di seluruh pelosok Indonesia

    Perlu bapak,ibuKetahui Program Bantuan D.A.P

    Tidak Ada Biaya Pendaftaran Admin/administrasi. 

    Terima Kasih Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua🙏”

    Hingga Jumat (28/11/2025) unggahan telah mendapatkan 1.100 tanda suka, 330  komentar dan telah dibagikan ulang 28 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan yang dibagikan akun Facebook “Saluran Dana Bantuan DAP”. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia (bimaskristen.kemenag.go.id). Alih-alih, tautan justru mengarahkan pengguna ke fitur pesan pribadi akun Facebook tersebut.

    TurnBackHoax kemudian  menelusuri kebenaran informasi dengan memasukkan kata kunci “bantuan pembangunan gereja dari Ditjen Bimas Kristen Kemenag” ke mesin pencari Google. Penelusuran mengarah ke unggahan akun Instagram resmi Kementerian Agama Republik Indonesia ‘kemenag_ri’ pada Rabu (17/9/2025).

    Dalam unggahan tersebut Direktur Jenderal Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi hoaks seputar dana bantuan gereja. Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan hanya dilakukan melalui kanal resmi Ditjen Bimas Kristen. Untuk itu, beliau meminta masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

    Kesimpulan

    Tautan tidak mengarah ke laman resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia (bimaskristen.kemenag.go.id). Unggahan berisi tautan "bantuan pembangunan gereja dari Ditjen Bimas Kristen Kemenag" merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-30350) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Bantuan Alat Pertanian dari Kementan

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/11/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan klaim link pendaftaran bantuan alat pertanian dari Kementerian Pertanian (Kementan). Postingan tersebut beredar di salah satu akun Facebook pada 23 November 2025.
    Berikut isi unggahannya:
    "KABAR GEMBIRA!!!!
    Pemerintah Pertanian membuka Bantuan Pertanian Tahun Anggaran 2025
    Jenis Bantuan
    •Traktor Roda 4
    •Traktor Roda 2
    •Traktor Panen
    •Traktor Tanam
    •Pompa Air
    •DLL
    Bantuan pemerintah berupa alat pertanian diberikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian dan mengurangi biaya produksi petani
    Pendaftaran Dilaksanakan Secara Online Melalui Link Dibawa👇"
    Unggahan disertai menu pendaftaran, jika diklik akan muncul link berikut:
    "https://daftrskrgjuga.jattusi.com/?fbclid=IwY2xjawOWArhleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZAwyNTYyODEwNDA1NTgAAR7hQAnPfxlg4cbf9tlBGL3pmj8eD64bJWSQWwkQJ_EFHDU8TRkkk5KbhffJYQ_aem_yozcsJUiEVn9yoI0oFpgIQ"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital yang meminta data pribadi, seperti nama dan nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran bantuan alat pertanian dari Kementan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan alat pertanian dari Kementan. 
    Sebelumnya, Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri klaim link pendaftaran bantuan alat pertanian dari Kementerian Pertanian berjudul "Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Bantuan Traktor dari Kementan". Artikel tersebut tayang pada 6 Oktober 2025.
    Sementara itu, berdasarkan penelusuran yang dilansir dari Antara, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan alat dan mesin pada 2025 untuk meningkatkan produksi pertanian.
    Berikut cara mendapatkan bantuan tersebut:
    1. Petani/kelompok tani membuat proposal pengajuan bantuan alat dan mesin pertanian.
    2. Serahkan proposal kepada dinas pertanian kabupaten/kota dengan datang langsung ke kantor.
    3. Petugas mengecek kelengkapan proposal dan dokumen pendukung, seperti identitas anggota kelompok tani.
    4. Jika proposal/dokumen belum lengkap, maka proposal dikembalikan untuk dilengkapi. Jika lengkap, proposal diteruskan ke Kementan.
    5. Kelompok tani yang dapatkan bantuan akan melakukan serah terima dan menandatangani dokumen pertanggung jawaban.
    Keterangan:
    Informasi terkait periode pendaftaran bantuan dapat ditanyakan ke dinas pertanian setempat.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan alat pertanian dari Kementan, tidak benar.

    Rujukan