• (GFD-2026-33766) Salah, Pengusaha Indonesia Beri Iran Bantuan Uang Rp548 Triliun

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim seorang pengusaha bernama M Hasni Al-Khairi yang berasal dari ATB memberikan bantuan uang sebanyak Rp 548 triliun kepada Iran.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Shofia La Hakim” (arsip) pada Jumat (27/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar yang diklaim sebagai seorang pengusaha asal Indonesia bernama M. Hasbi Al-Khairi tengah memberikan uang dolar kepada Jenderal Iran Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “DEMI ISLAM!! Seorang Pengusaha Bernama M.Hasbi Al-Khairi Asal ATB Memberikan Bantuan Uang Sebanyak 548 Triliun Kepada Iran,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (23/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 53 likes, 28 komentar, dan 4 kali dibagikan. Komentar terbagi dua sebagian pengunjung meyakini informasi tersebut benar, dan yang lainnya menanyakan kebenaran fakta tersebut, bahkan bertanya di mana negara ATB.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @ruqyah_syariyyah_tangerang yang menampilkan gambar yang sama terkait pengusaha Indonesia yang memberi bantuan uang kepada Iran.

    Lantas bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Utusan Trump Minta FIFA Ganti Iran dengan Italia di Piala Dunia

    Periksa Fakta Bantuan Pengusaha Indonesia untuk Iran. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan pada laman media arus utama Antara yang menyatakan bahwa unggahan yang beredar menampilkan foto seorang pria dan menyebut bahwa seorang pengusaha bernama M. Hasbi Al-Khairi memberikan bantuan hingga ratusan triliun rupiah kepada Iran adalah tidak benar.

    Kemudian Tirto mengamati gambar secara saksama. Terlihat kejanggalan dalam gambar tersebut, yaitu pria berseragam militer di sebelah kanan adalah jenderal top Iran, Qasem Soleimani, yang telah meninggal dunia akibat serangan udara Amerika Serikat pada Januari 2020. Tidak mungkin Qasem menerima bantuan uang pada tahun 2026 seperti yang diklaim narasi tersebut. Gambar tersebut juga terlihat tidak natural.

    Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga gambar tersebut dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada gambar tersebut terdeteksi tinggi, yakni 81 persen, yang mengindikasikan bahwa gambar tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa dan bukan gambar asli.

    Melansir laman Kompas, pencarian jejak digital yang mencatut nama M. Hasbi Al-Khairi sebelumnya, M. Hasbi Al-Khairi telah berkali-kali dicatut dalam berbagai hoaks sebelumnya, termasuk klaim palsu sebagai teknisi rudal Indonesia di Iran. Selain itu, tidak ada catatan resmi atau laporan media kredibel mengenai sumbangan senilai Rp548 triliun dari pengusaha tersebut.

    Tidak ada informasi valid atau bukti yang menunjukkan adanya WNI yang memberikan bantuan senilai Rp 548 triliun kepada Iran. Secara teknis, jumlah uang Rp548 triliun dalam bentuk tunai akan memiliki volume yang sangat besar (ratusan ton) dan tidak mungkin hanya muat dalam koper kecil atau tumpukan meja seperti di foto tersebut.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan pengusaha Indonesia memberikan bantuan 548 triliun kepada Iran adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.

    Baca juga:Perundingan Damai AS-Iran Stagnan, Harga Minyak Dunia Lesu Lagi

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa pengusaha Indonesia memberikan bantuan Rp548 triliun kepada Iran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Gambar yang digunakan bukan merupakan gambar asli, melainkan gambar yang dimanipulasi dan dibuat menggunakan AI.

    Tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut dan tidak ada catatan bahwa pengusaha Indonesia pernah membantu Iran. Angka nominal bantuan pun tidak masuk akal.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33767) Salah, Narasi Sebut APBN RI Hanya Cukup 3 Bulan

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial TikTok mengklaim Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia hanya cukup untuk 3 bulan dan rupiah bisa menyentuh Rp20 ribu per dolar AS.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama @investoria.co, (arsip) pada Rabu (23/04/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa tengah berbicara dalam suatu rapat.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “23 April 2026. APBN RI Hanya Cukup untuk 3 Bulan, Rupiah Bisa Sentuh Rp20.000,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menuliskan keterangan bahwa kesehatan keuangan nasional kini menjadi perbincangan hangat seiring munculnya analisis publik terkait sinkronisasi beban belanja besar dengan ketersediaan ruang fiskal hingga periode Juli 2026. Dengan alokasi program strategis yang menyerap dana sangat masif setiap harinya, muncul kalkulasi independen yang menyoroti potensi tekanan likuiditas dalam jangka pendek.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Jika keseimbangan kas ini tidak segera diperkuat, kemampuan anggaran negara dalam menjaga momentum pertumbuhan di kuartal mendatang dikhawatirkan akan menemui tantangan besar.

    Kondisi tersebut mulai mempengaruhi persepsi pasar, dimana proyeksi pelemahan nilai tukar ke arah angka psikologis baru mulai dibahas sebagai risiko makro yang perlu diwaspadai. Tekanan terhadap mata uang dipicu oleh lonjakan beban impor energi dan sentimen publik terhadap fleksibilitas anggaran. Sejumlah pengamat menyoroti bahwa logika ekspansi belanja saat ini perlu diimbangi dengan realisasi pendapatan yang kuat, terutama di tengah perlambatan ekonomi global yang menekan sektor perpajakan.

    Secara operasional, sinyal efisiensi mulai terdeteksi di berbagai daerah. Muncul laporan dari sektor riil mengenai adanya penyesuaian jadwal penyelesaian kewajiban pada beberapa kegiatan publik. Pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasok pemerintah mulai merasakan adanya instruksi penghematan yang lebih ketat dari biasanya. Narasi mengenai kebijakan "rem darurat" ini semakin mengemuka karena publik merasa belum mendapatkan penjelasan mendalam mengenai strategi mitigasi dalam menutup selisih anggaran yang diprediksi akan muncul.

    Masyarakat kini menantikan transparansi data yang lebih komprehensif untuk menjawab keraguan yang berkembang. Batas waktu tiga bulan ke depan akan menjadi fase pembuktian apakah asumsi pesimis yang viral tersebut memiliki dasar yang kuat atau sekadar kekhawatiran pasar. Tanpa kepastian informasi dan jaminan data yang valid, spekulasi mengenai ketahanan anggaran akan terus menjadi bola liar yang berpotensi memicu ketidakpastian ekonomi di tingkat akar rumput,” begitu narasi dituliskan pada keterangan unggahan.

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (24/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 2447 likes, 333 komentar, dan 111,3 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian masyarakat mempercayai informasi tersebut dan mengkritik program pemerintah yang dirasa merugikan, sementara yang lainnya mempertanyakan kebenaran dari informasi tersebut.

    Lantas, benarkah APBN RI hanya cukup untuk 3 bulan dan rupiah bisa menyentuh Rp20 ribu?

    Baca juga:Purbaya Yakin Inflasi Terkendali & Defisit APBN di Bawah 3%

    Periksa Fakta APBN RI Cukup 3 Bulan. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan pada akun Instagram @indonesiago.ig yang menampilkan gambar asli pada unggahannya. Pada tayangan foto salindia ke-3 terlihat foto serupa seperti unggahan yang beredar. Terlihat Purbaya hadir dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (23/09/2025) yang resmi mengesahkan RUU APBN 2026 menjadi Undang-Undang. Keputusan ini telah disetujui semua fraksi di DPR RI. Dengan begitu, APBN 2026 sah menjadi landasan fiskal pertama bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Dalam pidatonya, Menkeu Purbaya mengapresiasi sinergi serta kerja sama dari seluruh pimpinan dan anggota DPR RI dalam proses pembahasan yang berlangsung konstruktif. Menkeu tegaskan APBN 2026 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

    “APBN 2026 didesain untuk mendorong aktivitas ekonomi berjalan lebih cepat dan tumbuh lebih tinggi. Dengan fokus pada penguatan sektor riil serta daya beli masyarakat untuk mengakselerasi tercapainya kesejahteraan yang berkeadilan,” begitu keterangan Purbaya.

    Dalam rapat tersebut, Purbaya justru mendorong APBN 2026 untuk pertumbuhan inklusif dan berkeadilan. APBN 2026 juga menegaskan visi pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan, energi dan pembangunan ekonomi Indonesia yang tangguh, mandiri dan sejahtera. Purbaya tidak mengatakan APBN RI hanya cukup untuk tiga bulan.

    Lebih lanjut, Tirto mencoba menuliskan kata kunci “Rapat Paripurna DPR RI yang resmi mengesahkan RUU APBN 2026.” Hasil penelusuran mengarah pada laman Kementerian Keuangan. Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (23/09) resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 menjadi Undang-Undang. Dengan demikian, APBN 2026 sah menjadi landasan fiskal pertama bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Kementerian Keuangan menegaskan bahwa Menkeu Purbaya memastikan APBN Triwulan I 2026 solid, penerimaan pajak tumbuh 20,7%. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tetap solid dan mampu menjadi shock absorber di tengah ketidakpastian geopolitik global. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI pada Senin (06/04), Menkeu memaparkan kinerja positif ekonomi nasional yang didukung oleh pertumbuhan penerimaan negara yang kuat pada triwulan I 2026.

    Hingga akhir Maret 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp574,9 triliun, atau tumbuh 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan pendapatan ini utamanya didorong oleh sektor perpajakan yang menunjukkan kualitas basis pajak yang semakin kuat dan pertumbuhan penerimaan pajak secara keseluruhan sebesar 20,7 persen

    “Keadaan APBN kita masih terjaga. Kita sudah hitung dengan teliti pertahanan berlapis-lapis untuk memastikan ekonomi kita aman dan rakyat terlindungi,” begitu jelas Purbaya.

    Melansir laman resmi PPID Kementerian Keuangan dan akun Instagram @kemenkeu.prime, berita yang beredar mengenai APBN RI hanya cukup untuk 3 bulan dan rupiah bisa menyentuh Rp20 ribu per dolar AS merupakan berita tidak benar.

    Kemenkeu mengimbau agar masyarakat waspada terhadap berbagai penipuan yang mengatasnamakan pejabat/pegawai Kementerian Keuangan. Adapun informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, Sobatkeu dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs www.kemenkeu.go.id.

    Baca juga:DPR RI Tegaskan Anggaran Pendidikan APBN 2026 Konstitusional

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa APBN RI hanya cukup untuk 3 bulan dan rupiah bisa menyentuh Rp20 ribu per dolar AS adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Gambar asli yaitu Rapat Paripurna DPR RI Selasa (23/09/2025) resmi mengesahkan RUU APBN 2026 menjadi Undang-Undang. Menkeu tegaskan APBN 2026 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

    Tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut, dan Purbaya justru menyatakan APBN RI masih terjaga. Ia juga menegaskan sudah menghitung dengan teliti pertahanan berlapis-lapis dan memastikan ekonomi di Indonesia aman, serta dipastikan rakyat akan terlindungi.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33768) Keliru, Australia Umumkan Bantuan Rp50 Juta Dolar Untuk Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim Australia umumkan beri bantuan kemanusiaan Rp50 juta dolar untuk Iran.



    Unggahan video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Roky Pranata” (arsip) pada Sabtu (04/04/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Perdana Menteri Australia ke-31, Anthony Albanese dengan latar belakang bendera Iran dan kondisi bangunan runtuh dan truk bergambarkan bendera Australia.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Australia umumkan bantuan kemanusiaan untuk Iran sebesar Rp 50 juta Dollar. Setelah Spanyol berikan bantuan kemanusiaan ke Iran, kini menyusul Australia juga berikan bantuan 50 juta dollar untuk Iran.” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video berdurasi 12 detik tersebut juga memperlihatkan gambar jalanan dan ditambahkan foto yang mengklaim seolah-olah Australia memberi bantuan kepada Iran tersebut.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    ‘TERIMA KASIH AUSTRALIA. Tidak perlu menjadi manusia untuk menjadi baik dan murah hati. Anda hanya perlu akal sehat untuk mengakui bahwa kedaulatan Iran dilanggar melalui pengeboman provokatif, warga yang tidak bersalah menjadi sasaran puluhan tahun hukuman ekonomi yang melumpuhkan hanya karena salah satu yang disebut kekuatan super menganggapnya sebagai ancaman dan menuduh #Iran ingin membangun nuklir. Aku akan mengulangi ini sekali lagi; Bom dan rudal tidak akan merusak perang dunia III. Tapi kemunafikan teman dan penonton bisa menjadi apa yang akhirnya akan dan akan memakan kita semua..” Begitu narasi ditambahkan dalam video.

    Sampai artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah mendapatkan 10,3 ribu tanda suka, 564 komentar, 377 kali dibagikan, dan 342 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua, masyarakat yang mempercayai informasi tersebut mendukung tindakan Australia dan sebagian lainnya mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @syahid_elrumi, @khairulhariansah, dan akun Facebook bernama “Kisah Ulama Dan Sejarah Nusantara”. Semua unggahan tersebut menampilkan foto Anthony Albanese namun dengan tambahan narasi lain terkait Australia memberikan bantuan sebesar 50 juta dolar untuk Iran.

    Lantas, benarkah Australia umumkan beri bantuan Rp 50 juta Dollar untuk Iran?

    Baca juga:Rangkuman Berita Perang Iran Terbaru Hari ke-55

    Periksa Fakta Australia Umumkan Bantuan Kemanusiaan Iran. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan pada laman Dubawa, yang menyatakan bahwa ‘False! Australia has not paid $50m to Iran.’ Pemerintah Australia mengambil sikap tegas terhadap Iran dalam konflik Iran-Israel yang sedang berlangsung, Australia memperkuat dukungannya kepada Amerika Serikat dan Israel sambil mengutuk tindakan destabilisasi Teheran di seluruh Timur Tengah.

    Perdana Menteri Anthony Albanese mengumumkan bahwa Australia tidak akan mendukung pemerintah Iran dalam keadaan apa pun. “Rekam jejak panjang Teheran dalam destabilisasi melalui program rudal balistik, ambisi nuklir, dan dukungan terhadap kelompok bersenjata proksi,” begitu alasan yang disampaikan Anthony.

    Dalam pernyataan bersama, pemerintah Australia berpihak pada AS melawan Iran, menyatakan bahwa mereka akan melakukan apapun yang mereka bisa untuk mencegah Iran mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

    Menteri Luar Negeri Penny Wong menggemakan sentimen tersebut, menekankan bahwa perilaku Iran menimbulkan ancaman langsung terhadap stabilitas regional dan keamanan Australia sendiri.

    Namun, seorang pengguna Facebook, Shop A3, menuduh bahwa Pemerintah Australia telah memberikan bantuan sebesar $50 juta kepada Iran. Mayoritas pengikut percaya klaim tersebut benar.

    Menurut Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, bantuan kemanusiaan sebesar $50 juta telah diberikan kepada Afghanistan. Pada Maret 2026, pemerintah Australia mengklarifikasi bahwa mereka tidak akan terlibat dalam perang dengan Iran.

    Namun, mereka mempertimbangkan permintaan bantuan dari negara-negara Timur Tengah yang diserang oleh Iran, menurut Menteri Luar Negeri Penny Wong. Salah satu negara yang mendapat manfaat dari dukungan mereka adalah Afghanistan, dan bukan Iran, seperti yang diklaim.

    Pemerintah Australia akan memberikan tambahan $50 juta dalam bentuk dukungan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan untuk mengatasi situasi yang memburuk di sana. Ini menjadikan total dukungan kemanusiaan yang diberikan kepada rakyat Afghanistan sejak jatuhnya Kabul pada tahun 2021 menjadi $310 juta. Rakyat Afghanistan sedang mengalami salah satu krisis kemanusiaan berkepanjangan terburuk di dunia, yang diperburuk oleh kegagalan Taliban untuk memenuhi kebutuhan dasar.

    “Situasi di Afghanistan sangat buruk. Pemerintah Australia tetap berkomitmen penuh untuk mendukung rakyat Afghanistan, dengan fokus yang kuat pada perempuan dan anak perempuan. Dukungan kemanusiaan Australia akan membantu menyelamatkan nyawa, mengurangi penderitaan, dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak krisis Afghanistan yang sedang berlangsung.” Begitu keterangan Menteri Luar Negeri Penny Wong.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Australia mengumumkan bantuan kemanusiaan Rp50 juta dolar untuk Iran adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.

    Baca juga:Perang Amerika-Iran: Islamabad Bak Dikarantina Imbas Perundingan

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Australia umumkan bantuan kemuanusiaan Rp50 juta dolar untuk Iran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan yang pernah diberikan Australia sebesar $50 juta telah diberikan kepada Afganistan pada Maret 2026. Pemerintah Australia mengklarifikasi bahwa mereka tidak akan terlibat dalam perang dengan Iran.

    Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33785) Salah, Pengusaha Indonesia Beri Iran Bantuan Uang Rp548 Triliun

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim seorang pengusaha bernama M Hasni Al-Khairi yang berasal dari ATB memberikan bantuan uang sebanyak Rp 548 triliun kepada Iran.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Shofia La Hakim” (arsip) pada Jumat (27/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar yang diklaim sebagai seorang pengusaha asal Indonesia bernama M. Hasbi Al-Khairi tengah memberikan uang dolar kepada Jenderal Iran Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “DEMI ISLAM!! Seorang Pengusaha Bernama M.Hasbi Al-Khairi Asal ATB Memberikan Bantuan Uang Sebanyak 548 Triliun Kepada Iran,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (23/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 53 likes, 28 komentar, dan 4 kali dibagikan. Komentar terbagi dua sebagian pengunjung meyakini informasi tersebut benar, dan yang lainnya menanyakan kebenaran fakta tersebut, bahkan bertanya di mana negara ATB.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @ruqyah_syariyyah_tangerang yang menampilkan gambar yang sama terkait pengusaha Indonesia yang memberi bantuan uang kepada Iran.

    Lantas bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Utusan Trump Minta FIFA Ganti Iran dengan Italia di Piala Dunia

    Periksa Fakta Bantuan Pengusaha Indonesia untuk Iran. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan pada laman media arus utama Antara yang menyatakan bahwa unggahan yang beredar menampilkan foto seorang pria dan menyebut bahwa seorang pengusaha bernama M. Hasbi Al-Khairi memberikan bantuan hingga ratusan triliun rupiah kepada Iran adalah tidak benar.

    Kemudian Tirto mengamati gambar secara saksama. Terlihat kejanggalan dalam gambar tersebut, yaitu pria berseragam militer di sebelah kanan adalah jenderal top Iran, Qasem Soleimani, yang telah meninggal dunia akibat serangan udara Amerika Serikat pada Januari 2020. Tidak mungkin Qasem menerima bantuan uang pada tahun 2026 seperti yang diklaim narasi tersebut. Gambar tersebut juga terlihat tidak natural.

    Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga gambar tersebut dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada gambar tersebut terdeteksi tinggi, yakni 81 persen, yang mengindikasikan bahwa gambar tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa dan bukan gambar asli.

    Melansir laman Kompas, pencarian jejak digital yang mencatut nama M. Hasbi Al-Khairi sebelumnya, M. Hasbi Al-Khairi telah berkali-kali dicatut dalam berbagai hoaks sebelumnya, termasuk klaim palsu sebagai teknisi rudal Indonesia di Iran. Selain itu, tidak ada catatan resmi atau laporan media kredibel mengenai sumbangan senilai Rp548 triliun dari pengusaha tersebut.

    Tidak ada informasi valid atau bukti yang menunjukkan adanya WNI yang memberikan bantuan senilai Rp 548 triliun kepada Iran. Secara teknis, jumlah uang Rp548 triliun dalam bentuk tunai akan memiliki volume yang sangat besar (ratusan ton) dan tidak mungkin hanya muat dalam koper kecil atau tumpukan meja seperti di foto tersebut.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan pengusaha Indonesia memberikan bantuan 548 triliun kepada Iran adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.

    Baca juga:Perundingan Damai AS-Iran Stagnan, Harga Minyak Dunia Lesu Lagi

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa pengusaha Indonesia memberikan bantuan Rp548 triliun kepada Iran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Gambar yang digunakan bukan merupakan gambar asli, melainkan gambar yang dimanipulasi dan dibuat menggunakan AI.

    Tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut dan tidak ada catatan bahwa pengusaha Indonesia pernah membantu Iran. Angka nominal bantuan pun tidak masuk akal.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan