Berita
Beredar foto [arsip] dari akun TikTok “bolonemase_semarang” pada Senin (25/5/2026), isinya memperlihatkan Presiden Prabowo sedang bersama sejumlah pelajar Sekolah Dasar (SD).
Unggahan disertai narasi:
“Karena ada secuil pihak yang terus meminta agar program MBG dihentikan
Maka per 1 Juni 2026 porsi MBG akan ditambah menjadi 2 porsi per hari (sarapan dan makan siang”
Hingga Selasa (9/6/2026), konten itu menuai hampir 70 tanda suka dan dibagikan ulang belasan kali.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “porsi MBG bakal ditambah jadi sarapan dan makan siang” di mesin pencari Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim.
TurnBacHoax kemudian mencari lebih lanjut dengan kata kunci “porsi MBG yang diterima siswa”. Hasilnya, ditemukan pemberitaan kompas.com berjudul “Di Sekolah Rakyat, MBG Diberikan Tiga Kali Sehari “.
Berita yang tayang Senin (21/7/2025) tersebut mengutip pernyataan Staf Khusus Badan Gizi Nasional (BGN) Redy Hendra Gunawan yang menjelaskan bahwa sekolah umum hanya mendapatkan satu kali makan siang. Peserta didik di Sekolah Rakyat menerima tiga kali makan (sarapan, makan siang, dan makan malam), serta dua kali kudapan (pagi dan sore hari). Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan formal berbasis asrama (boarding school) yang diinisiasi pemerintah.
Tidak ditemukan rencana penambahan porsi MBG menjadi makan siang dan sarapan. Lebih lanjut, berita terkini soal MBG adalah perombakan jajaran pimpinan di BGN, yakni lembaga pemerintah nonkementerian yang merumuskan dan melaksanakan kebijakan terkait pemenuhan gizi nasional, termasuk mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dilansir dari laporan bisnis.com, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru (menggantikan Dadan Hindayana).
Faktanya, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan foto berisi klaim “porsi MBG bakal ditambah jadi sarapan dan makan siang ” itu merupakan konten palsu (fabricated content).