• (GFD-2026-35136) Cek Fakta: Tidak Benar Video Purbaya Umumkan Pembagian Dana Hibah Rp 250 Juta ke Setiap Kepala Keluarga

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/06/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa umumkan pembagian dana hibah Rp 250 juta untuk kepala keluarga di seluruh Indonesia, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 3 Juni 2026.
    Unggahan klaim video Purbaya umumkan pembagian dana hibah Rp 250 juta untuk setiap kepala keluarga di seluruh Indonesia, menampilklan Purbaya yang sedang berbicara, berikut transkripnya.
    "Di awal Bulan Juni ini resmi dibagikan di seluruh wilayah Indonesia, setiap kepala keluarga wajib menerima bantuan sebesar 250 juta daftar hari ini cair hari ini juga."
    Dalam unggahan tersebut, penerima video diarahkan untuk menghubungi akun WhatsApp yang nomornya tertera.
    Benarkah klaim video Purbaya umumkan pembagian dana hibah Rp 250 juta untuk setiap kepala keluarga di seluruh Indonesia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Purbaya umumkan pembagian dana hibah Rp 250 juta untuk setiap kepala keluarga di seluruh Indonesia, penelusuran mengarah pada tulisan berjudul "[HOAKS] Bantuan Dana Hibah Sebesar Rp250 Juta" yang dimuat situs e-ppid.kemenkeu.go.id.
    Dalam tulisan situs e-ppid.kemenkeu.go.id menyebutkan, video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan bahwa di awal bulan Juni ini bantuan dana hibah secara resmi dibagikan ke seluruh wilayah Indonesia dan setiap kepala keluarga wajib menerima bantuan sebesar Rp250 juta, merupakan video hoaks deep fake.
    Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran video dan berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
     
    Sumber:https://e-ppid.kemenkeu.go.id/in/post/%5Bhoaks%5D-bantuan-dana-hibah-sebesar-rp250-juta

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Purbaya umumkan pembagian dana hibah Rp 250 juta untuk setiap kepala keluarga di seluruh Indonesia tidak benar.
    Video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan bahwa di awal bulan Juni ini bantuan dana hibah secara resmi dibagikan ke seluruh wilayah Indonesia dan setiap kepala keluarga wajib menerima bantuan sebesar Rp250 juta, merupakan video hoaks deep fake.
  • (GFD-2026-35137) Hoaks! Zulhas mengatakan rakyat merupakan aib pemerintah

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/06/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan rakyat terlalu banyak mengkritik pemerintah, tidak mandiri, dan hanya bergantung pada bantuan negara.

    Unggahan tersebut menampilkan foto Zulkifli Hasan yang seolah-olah sedang menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers atau forum resmi.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Zulhaf berkata: RAKYAT ITU TERLALU BANYAK MENGKRITIK PEMERINTAH TAPI ISINYA KOSONG, HIDUPNYA TERLALU BERHARAP BANTUAN DARI NEGARA TIDAK BISA MANDIRI”

    Namun, benarkah Zulkifli Hasan menyatakan bahwa rakyat merupakan beban atau aib bagi pemerintah?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah dan media kredibel yang menyatakan bahwa Zulkifli Hasan pernah menyebut rakyat terlalu banyak mengkritik pemerintah, tidak mandiri, atau menjadi aib bagi negara.

    Hasil penelusuran menggunakan Google Lens menunjukkan bahwa foto Zulkifli Hasan dalam unggahan tersebut identik dengan pemberitaan ini mengenai kehadirannya sebagai pembicara kunci dalam peringatan HUT ke-55 PWI Lampung.

    Dalam kegiatan tersebut, Zulkifli Hasan memberikan pidato utama pada diskusi publik yang menjadi bagian dari rangkaian HUT PWI Lampung dan Hari Pers Nasional tingkat daerah.

    Tidak ada pernyataan yang menyebut rakyat sebagai beban, aib pemerintah, atau pihak yang hanya bergantung pada bantuan negara.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Zulkifli Hasan menyatakan rakyat adalah aib bagi pemerintah merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Rating: Hoaks

    Klaim: Zulhas mengatakan rakyat merupakan aib pemerintah

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-35138) Cek fakta, Ridwan Kamil nyatakan siap maju Pilgub Jabar 2029 lawan Dedi Mulyadi

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/06/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan gambar di media sosial Facebook mengeklaim bahwa mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan siap maju kembali dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat t2029 meskipun harus berhadapan dengan petahana, Dedi Mulyadi.

    Unggahan tersebut menarasikan bahwa Ridwan Kamil telah menyatakan kesiapannya untuk kembali bertarung dalam kontestasi politik di Jawa Barat pada Pilgub 2029.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “RIDWAN KAMIL : SIAP NYALON PILGUB JABAR 2029. SIAP MESKIPUN HARUS MELAWAN PETAHANA, KANG DEDI MULYADI.!!”

    Namun, benarkah Ridwan Kamil nyatakan siap maju dalam Pilgub Jawa Barat 2029 melawan Dedi Mulyadi?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah dan media kredibel yang menyatakan bahwa Ridwan Kamil telah menyatakan kesiapannya untuk maju dalam Pilgub Jawa Barat 2029.

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto Ridwan Kamil dalam unggahan tersebut merupakan dokumentasi lama yang dimuat oleh Jawa Pos saat dirinya masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dan memberikan keterangan kepada awak media.

    Narasi mengenai pencalonan pada Pilgub 2029 ditambahkan oleh akun media sosial tanpa menyertakan sumber pernyataan resmi.

    Selain itu, hingga saat ini belum ada tahapan resmi maupun pengumuman pencalonan untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2029 dari partai politik maupun Komisi Pemilihan Umum.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Ridwan Kamil siap maju dalam Pilgub Jawa Barat 2029 melawan Dedi Mulyadi merupakan informasi tidak benar.

    Klaim: Ridwan Kamil siap maju Pilgub Jabar 2029 lawan Dedi Mulyadi

    Rating: Disinformasi

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-35139) Hoaks! Purbaya bagikan dana bantuan Rp50 triliun dari rampasan aset koruptor

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/06/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di media sosial TikTok mengeklaim bahwa Purbaya Yudhi Sadewa membagikan dana bantuan sebesar Rp50 triliun kepada masyarakat yang berasal dari hasil rampasan aset koruptor.

    Unggahan tersebut juga mengajak masyarakat untuk mengikuti akun TikTok tertentu, menyalin tautan sebanyak 15 kali, dan menghubungi nomor WhatsApp yang tertera untuk mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan modal usaha.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Assalamualaikum masyarakat Indonesia, saya mendapatkan mandat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk membagikan bantuan dana ini dari rampasan aset para koruptor yang disalahgunakan oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab. Daripada itu, uang 50 triliun lebih baik saya bagikan untuk rakyat Indonesia. Ini bantuan resmi, segera follow akun TikTok ini untuk konfirmasi bantuannya.”

    Namun, benarkah Purbaya membagikan dana bantuan Rp50 triliun dari hasil rampasan aset koruptor?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah dan media kredibel yang menyatakan bahwa Purbaya Yudhi Sadewa membagikan dana bantuan Rp50 triliun kepada masyarakat.

    Hasil pemeriksaan menggunakan AI Detector Hive Moderation menunjukkan bahwa suara dalam video tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99,2 persen merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI) atau deepfake.



    Faktanya, video asli merupakan dokumentasi saat Purbaya menghadiri acara Jogja Financial Festival. Dalam kesempatan tersebut, ia membahas peran sektor pemerintah dan swasta dalam menggerakkan perekonomian nasional, bukan menawarkan bantuan dana kepada masyarakat.

    Selain itu, akun TikTok yang menyebarkan informasi tersebut bukan merupakan akun resmi milik Purbaya maupun Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Masyarakat juga perlu mewaspadai permintaan untuk menghubungi nomor pribadi atau menyerahkan data diri dengan iming-iming bantuan dana.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Purbaya membagikan dana bantuan Rp50 triliun dari hasil rampasan aset koruptor merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Klaim: Purbaya bagikan dana bantuan Rp50 triliun dari rampasan aset koruptor

    Rating: Hoaks

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan