(GFD-2026-31500) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link untuk Cek Status Penerima BSU 2026
Sumber:Tanggal publish: 08/01/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link untuk cek status penerima BSU 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 Januari 2026.
Klaim link untuk cek status penerima BSU 2026 berupa tulisan sebagai berikut.
"📢 Kabar Gembira! Rp 600,000 1.700.000 untuk Anda yang Terdaftar dalam Program BSU 2026!
Cek status penerimaan Anda sekarang juga KLIK MENU DAFTAR DIBAWAH INI 📩"
Unggahan tersebut menyertakan menu daftar, jika diklik muncul link berikut.
"https://bsu3-tahapakhir2025.news-terkini.com/?fbclid=IwY2xjawPK8s5leHRuA2FlbQIxMQBicmlkETF4RmJvSUdhR2Rkb3Q0U0Voc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHgsXAEXN54sIzusqILr_ue-bwNH13QPRNHhs-pzo2H51rG3XybUsMsaJpRSP_aem_OFsqAsWe54WTOcE6PKyqPw".
Benarkah klaim link untuk cek status penerima BSU 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link untuk cek status penerima BSU 2026, penelusuran mengarah pada "Link BSU 2026 Bermunculan di Media Sosial, Simak Fakta dari Kemnaker" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 7 Januari 2026.
Dalam situs Liputan6.com, Kepala Biro Humas Kemnaker Faried Abdurrahman Nur Yuliono, mengatakan beredar berbagai unggahan di media sosial, pesan berantai yang mencatut Program BSU 2026 yang memuat tautan pendaftaran tidak resmi yang berpotensi penipuan.
Hingga saat ini belum terdapat kebijakan maupun informasi resmi terkait penyaluran BSU pada tahun 2026.Sumber:https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6252370/link-bsu-2026-bermunculan-di-media-sosial-simak-fakta-dari-kemnaker
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link untuk cek status penerima BSU 2026 tidak benar.
Beredar berbagai unggahan di media sosial, pesan berantai yang mencatut Program BSU 2026 yang memuat tautan pendaftaran tidak resmi yang berpotensi penipuan.
(GFD-2026-31499) Keliru: Video Tangis Haru Warga Venezuela Usai Presiden Maduro Ditangkap
Sumber:Tanggal publish: 08/01/2026
Berita
“Rakyat menangis karena kebebasan mereka, terima kasih kepada Amerika Serikat karena telah membebaskan kami. Sang pahlawan, terima kasih Donald Trump,” tulis si pengunggah konten.
Video berdurasi 1 menit tersebut beredar luas setelah Amerika Serikat (AS) menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros pada 3 Januari 2026. Namun benarkah video yang memperlihatkan wajah-wajah haru warga Venezuela usai penangkapan Maduro?
Hasil Cek Fakta
Sosok nenek berpakaian biru muda memeluk bendera Venezuela ini, muncul pada detik pertama. Hasil analisis manual menemukan kejanggalan visual pada detik 00:01 hingga 00:09 saat seorang pria di bagian belakang yang memegang bendera mirip bendera Venezuela, berjalan menuju kamera. Kejanggalan terlihat sejak detik ke-5. Bendera yang semula ia pegang tiba-tiba menghilang.
Kejanggalan semacam ini, sering kali ditemui pada konten buatan AI. Kesimpulan ini terkonfirmasi setelah Tempo menganalisisnya menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation dan Image Whisperer. Kedua alat ini menyatakan konten tersebut dibuat dengan AI. Alat Hive Moderation menghasilkan agregat 96,1 persen.
Pada detik ke-17 dan 18, kejanggalan visual terlihat pada konten. Demonstran di bagian latar pemuda yang menangis, tampak memegang bendera Venezuela. Akan tetapi, bendera tersebut tidak sama dengan bendera asli Venezuela.
Bendera Venezuela terdiri dari warna kuning, biru, dan merah. Pada bagian warna biru, terdapat delapan bintang membentuk formasi melengkung.
Pada detik ke-29 juga terlihat plat nomor kendaraan yang berwarna putih. Ini berbeda dengan plat nomor kendaraan resmi di Venezuela yang mengandung warna putih, kuning, biru, dan merah.
Hasil analisis dengan alat Hive Moderation dan Image Whisperer menyimpulkan konten kedua ini kemungkinan buatan AI. Hive memberikan agregat angka 48,3 persen.
Kejanggalan bendera di bagian latar nenek pada fragmen ini juga terlihat antara detik ke-50 hingga detik ke-55. Formasi bintang dalam bendera berbeda dengan bendera Venezuela yang melengkung dan berjumlah delapan.
Hasil analisis dengan alat Hive Moderation dan Image Whisperer menyimpulkan konten ini juga dibuat dengan AI. Hive memberikan agregat elemen AI mencapai 97 persen.
Beragam Reaksi Warga Venezuela Usai Maduro Ditangkap
Di beberapa belahan dunia, diaspora Venezuela yang tinggal di luar negeri merayakan penangkapan Maduro lantaran kepemimpinannya yang otoriter selama 13 tahun. Namun menurut PolitiFact, sentimen anti-Maduro terasa sunyi di dalam negeri Venezuela setelah penangkapan oleh AS. Dilansir Fortune, jalanan di Caracas sebagian besar terlihat lengang dalam beberapa hari setelah serangan AS. Associated Press juga merekam suasana jalanan Caracas yang tenang.
Penangkapan itu dikecam oleh banyak negara mulai Rusia, Iran, Kolombia, Uni Eropa, Jerman, Belgia, hingga Spanyol. Presiden Kolombia Gustavo Petro, dalam unggahan media sosial di X, menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB, dengan mengatakan bahwa serangan AS merupakan "agresi terhadap kedaulatan Venezuela dan Amerika Latin."
Kesimpulan
Rujukan
- https://web.facebook.com/reel/1665640234421102/
- https://perma.cc/V2AZ-6KPD
- https://x.com/WallStreetApes/status/2007586063876010289
- https://perma.cc/QP4M-G7YQ
- https://www.intt.gob.ve/inttweb/?p=13918
- http://hivemoderation.com
- https://imagewhisperer.org/
- https://www.youtube.com/watch?v=TRBBkDC1CKU
- https://www.tempo.co/internasional/reaksi-dunia-atas-serangan-as-di-venezuela-2104181 /cdn-cgi/l/email-protection#1e7d7b75787f756a7f5e6a7b736e71307d7130777a
(GFD-2026-31498) Keliru: Foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Dalam Pesawat Militer AS
Sumber:Tanggal publish: 08/01/2026
Berita
Dalam foto itu, pria yang diklaim sebagai Maduro duduk di kursi panjang diapit dua personel militer. Ia mengenakan kemeja dan celana putih dengan tangan diborgol.
Namun, benarkah foto tersebut merupakan momen saat Presiden Venezuela itu diangkut dengan pesawat militer Amerika Serikat?
Hasil Cek Fakta
Tempo menemukan sejumlah kejanggalan setelah menganalisis foto tersebut secara manual. Analisis tersebut bertujuan untuk menemukan anomali visual yang lazim ditemukan pada konten buatan AI.
Kejanggalan pertama adalah jari tangan Maduro dan tentara di bagian kiri tak lengkap. Bagian jari telunjuk tangan Maduro terlihat terpotong. Saat dibandingkan dengan arsip foto BBC, Maduro memiliki jari tangan normal.
Kejanggalan kedua adalah telinga tentara di bagian kanan terlihat besar dan panjang tidak proporsional.
Ketiga, seragam tentara dalam gambar yang beredar mirip seragam angkatan darat Amerika Serikat tipe Universal Camouflage Pattern (UCP) yang tak lagi dipakai sejak tahun 2019. Kini seragam mereka memiliki corak-corak dengan warna hijau, sebagaimana ditampilkan website Angkatan Darat AS.
Selain itu, formasi jendela itu berbeda dengan tampilan alat transportasi yang digunakan untuk memindahkan Maduro yakni kapal perang induk USS Iwo Jima dan sebuah pesawat.
New York Times juga menganggap gambar yang beredar itu tidak otentik. Lantaran susunan jendela yang aneh dan sumber gambar yang tidak jelas. Tak ada lembaga resmi yang mengunggahnya.
Tempo kemudian menganalisis foto tersebut menggunakan alat deteksi AI. Alat AI or NOT menyatakan sebesar 66 persen konten itu mengandung elemen AI. Alat tersebut juga mengidentifikasi empat wajah di dalam foto adalah deepfake.
Selain itu, alat Was It AI menggolongkannya sebagai konten AI dengan konfidensial tinggi.
Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Trusted Information Alliance (TIA) India juga menyimpulkan bahwa konten tersebut dibuat dengan AI. Mereka menganalisisnya dengan alat Hive AI image+deepfake classifier dengan hasil 21 persen konten mengandung elemen AI.
Menurut analis DAU, penempatan jendela dalam gambar itu sangat aneh. Jendela dan bayangannya, juga memperlihatkan dinding pesawat yang terlalu tebal. “Kita bisa mengatakan bahwa gambar tersebut tidak asli,” kata analis DAU.
Kesimpulan
Rujukan
- https://www.facebook.com/TahukahKamuOfficial/posts/pfbid021SbRiyigGXyb9D7LE2qLQ1LxuwLtahmmzTDeRrqvUCkQqrVM8hZAqXnDKttHKqeMl
- https://perma.cc/QVW5-3ZWR?type=image
- https://x.com/bergeloralah/status/2008110346394087677
- https://www.army.mil/uniforms/?fbclid=IwAR28K6yimV6WNHRR4pKKQ-c9iyxQMPlySEvZ-aDI1274LptwVpbL3O0uKZQ
- https://www.youtube.com/watch?v=TBN_B7UYxAg
- https://www.reuters.com/world/americas/venezuelan-leader-maduro-arrives-new-york-news-outlets-report-2026-01-03/
(GFD-2026-31497) [SALAH] Kejagung Tetapkan Luhut Jadi Tersangka Korupsi Lahan Batu Bara
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 08/01/2026
Berita
Beredar unggahan video [arsip] dari akunl Facebook “Abdur Rahman” pada Minggu (10/12/2025). Berisi narasi :
“J4KS4 4GUN6 M3NET4PKAN LVHUT S3BAG41 T3RS4NGKA KORVPS1 L4HAN
K3j4gung m3net4pkan Lvhut seb4gai T3rs4ngka Korvpsi sumb4r d4ya 4lam Batu Bara Lvhut Binsar P4ndj4itan p3milik PT Toba Bara t3rbukti m3nyal4hgun4kan L4han 6000 hektar d3mi k3untung4n Pribadi.!!!”
Hingga Kamis (8/1/2026) unggahan telah menuai 4.700 tanda suka, 1.100 komentar dan telah dibagikan ulang 313 kali.
Hasil Cek Fakta
TurnBackHoax memasukkan kata kunci “Kejagung tetapkan Luhut jadi tersangka korupsi lahan batu bara” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:
Berita mediakaltim.com “Tumpang Tindih Lahan hingga Risiko Korupsi: Kejati Kaltim Bedah Masalah Tambang Batu Bara” yang tayang pada Jumat (5/12/2025), melaporkan bahwa Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur menggelar diskusi panel “Tata Kelola dan Penegakan Hukum di Sektor Pertambangan Batu Bara” pada 4 Desember 2024 sebagai bagian dari Hakordia 2025, untuk memperkuat kapasitas aparat, membangun jejaring antarsektor, dan mendukung transparansi data konsesi tambang.
Berita detik.com “Kejati Sita 2 Bidang Tanah Milik Tersangka Korupsi Tambang di Bengkulu” yang tayang pada Minggu (28/9/2025), memberitakan bahwa Tim Penyidik Pidsus Kejati Bengkulu menyita dua bidang tanah milik tersangka kasus korupsi pertambangan batu bara, masing-masing seluas 1.995 m² atas nama SH di Kelurahan Bentiring dan 10.786 m² atas nama BH di Kelurahan Pematang Gubernur, setelah sebelumnya menyita sebuah SPBU di Desa Lubuk Sahung, Kabupaten Seluma.
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Kejagung tetapkan Luhut jadi tersangka korupsi lahan batu bara”.
Kesimpulan
Rujukan
- http://mediakaltim.com/tumpang-tindih-lahan-hingga-risiko-korupsi-kejati-kaltim-bedah-masalah-tambang-batu-bara/
- https://www.detik.com/sumbagsel/hukum-dan-kriminal/d-8134222/kejati-sita-2-bidang-tanah-milik-tersangka-korupsi-tambang-di-bengkulu
- https://web.facebook.com/reel/972909951907681
- https://archive.ph/wip/xzM48




