• (GFD-2026-31504) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan Bibit Ikan

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ikan. Postingan itu beredar di salah satu akun Facebook pada 6 Januari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Membantu masyarakat meningkatkan ekonomi melalui budidaya ikan.
    Memberikan kesempatan bagi anggota untuk memulai usaha kecil di bidang perikanan.
    Mendukung ketahanan pangan dan produksi lokal."
    Unggahan menyertakan poster yang berisi tulisan sebagai berikut:
    "BANTUAN BIBIT IKAN RESMI
    BAGI YANG MEMBUTUHKAN SEMUA JENIS BIBIT IKAN
    DAFTAR DIRI ANDA"
    Unggahan disertai menu pendaftaran, jika diklik akan muncul link berikut: "https://menupendaftaran33.vedima.pro/?fbclid=IwY2xjawPMGmBleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFSY09QWHlFdkJLbmdTb0lnc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHlhYoFX7vBLspgSOHW_3-ldyeKwD53WyDnnK_JzvGwV7zzZXRbmOThsPSlzs_aem_KENDbKXRHei9ng_MpIkGGQ"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data seperti nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran bantuan bibit ikan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan bibit ikan. Penelusuran mengarah pada informasi dari akun Instagram resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yakni @kkpgoid seperti dikutip pada 8 Januari 2025.
    Berikut unggahannya:
    "Waspada Penipuan dan Hoax Mengatasnamakan Kementerian Kelautan dan Perikanan
    Hai #SahabatBahari, yuk lebih cermat dan cerdas dalam memilih dan memilah informasi!! Dengan maraknya penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kamu harus lebih waspada lagi yaa.
    Segala bentuk informasi resmi bisa kamu akses melalui website dan media sosial KKP ?"
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan bibit ikan, tidak benar.
  • (GFD-2026-31503) Cek Fakta: Hoaks Video Mahfud MD Bagikan Bantuan Modal Usaha dari Uang Sitaan Korupsi

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video Mahfud MD akan membagikan bantuan modal usaha dari uang sitaan korupsi. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 3 Januari 2025.
    Dalam postingannya terdapat video Mahfud MD berbicara akan membagikan bantuan modal usaha hingga Rp 100 juta dari uang hasil sitaan korupsi.
    Postingan itu disertai narasi:
    "BANTUAN SOSIAL DARI PEMERINTAH UNTUK MEMBUKA USAHA BARU💥 PROF.H.MOHAMMAD MAHFUD"
    Lalu benarkah postingan video Mahfud MD akan membagikan bantuan modal usaha dari uang sitaan korupsi?
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah dalam akun Instagram Mahfud MD, @mohmahfudmd yang sudah bercentang biru atau terverifikasi pada 12 Agustus 2020.
    Namun dalam video asli Mahfud MD sama sekali tidak berbicara bantuan modal usaha. Video itu diunggah Mahfud MD   untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada LPSK.
    Saat itu Mahfud MD sendiri masih menjabat sebagai Menkopolhukam. Video itu disertai narasi:
    "Selamat Ulang Tahun LPSK! 8 Agustus 2008 - 8 Agustus 2020
    "Memastikan Terpenuhinya Hak Saksi dan Korban"
    Penelusuran dilanjutkan dengan menggunakan website pendeteksi AI, Hive Moderation. Hasil pemeriksaan menunjukkan 99 persen audio dalam postingan merupakan modifikasi AI.

    Kesimpulan


    Postingan video Mahfud MD akan membagikan bantuan modal usaha dari uang sitaan korupsi adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31502) Keliru: Foto Presiden Venezuela Berbaju Loreng dan Diborgol

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/01/2026

    Berita

    FOTO yang diklaim sebagai momen penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros oleh Amerika Serikat, beredar di TikTok [arsip] dan Threads pada Ahad, 4 Januari 2025.

    Dalam unggahan kali ini, Maduro duduk di sebuah ruangan mengenakan seragam loreng dengan tangan diborgol. Tidak terlihat ada petugas pengamanan di dekatnya. Foto ini beredar setelah operasi militer Amerika Serikat menculik Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores pada Sabtu, 3 Januari 2026.



    Lalu, benarkah ini foto penangkapan Presiden Venezuela Maduro oleh AS?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten tersebut melalui analisis gambar, penggunaan perangkat pendeteksi akal imitasi, serta membandingkan dengan pemberitaan dari sumber kredibel. Hasilnya menunjukkan bahwa foto yang beredar merupakan hasil suntingan. Foto asli tersebut sebenarnya menampilkan politikus pro-Kremlin bernama Viktor Medvedchuk.

    Publik dapat menemukan foto asli itu pada unggahan media sosial Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tertanggal 13 April 2022. Situs RBC.ru juga memublikasikan foto Viktor Medvedchuk dalam kondisi tangan terborgol pada 12 April 2022. Pembaca dapat menyimak perbandingan antara foto yang beredar dengan foto asli sebagai berikut.



    Saluran televisi berbahasa Ukraina, Konkurent Ukraina edisi 13 April 2022, menjelaskan bahwa Badan Keamanan Ukraina menangkap Viktor Medvedchuk pada 12 April. Situs BBC melansir, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menawarkan kepada Rusia untuk menukar Medvedchuk dengan tawanan Ukraina.

    Foto Diubah dengan Teknik Pergantian Kepala (Head Swapping)

    Tempo menemukan sejumlah kejanggalan melalui analisis foto secara manual. Bagian kepala serta leher Maduro dalam gambar tersebut tampak tidak proporsional. Selain itu, hasil tempelan kepala Maduro terlihat tidak mulus dan terdapat bayangan putih pada bagian wajah sebelah kiri.

    Teknik penyuntingan tersebut populer dengan istilah head swapping atau penggantian bagian kepala target dalam sebuah konten. Seseorang dapat melakukan teknik ini secara manual menggunakan perangkat desain atau melalui teknologi akal imitasi.



    Setelah menganalisis foto tersebut dengan alat deteksi AI, Zhuque AI Detection, elemen AI sebesar 19,32 persen. 



    Sedangkan menggunakan alat deteksi Illuminarty, elemen AI pada foto terdeteksi sebesar 8,9 persen.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan foto yang diklaim sebagai bagian dari momen penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros oleh pasukan militer AS itu adalah klaim keliru. Foto tersebut telah disunting dari foto aslinya. Foto asli tersebut sebenarnya menampilkan politikus pro-Kremlin bernama Viktor Medvedchuk.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31501) [SALAH] Presiden Sementara Venezuela Tegaskan Bakal Lawan AS

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 08/01/2026

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun TikTok “risman.putra7” pada Senin (05/01/2026), isinya memperlihatkan seseorang yang tengah berpidato disertai narasi:

    Bakal Ramai Nih.! Presiden Sementara Venezuela Menegaskan, Akan Melawan Amerika dengan Segala Kemampuannya

    Dalam video terdapat narasi:

    “Today, the Bolivarian Republic of Venezuela declares a state of war with the United States of America. Their aggression has crossed every line. We will defend our sovereignty. Mr. President, are you seeking allies? We will stand”

    Hingga Kamis (08/01/2026), konten itu mendapat lebih dari 32.000-an tanda suka, lebih dari 1.500 interaksi komentar, serta dibagikan ulang 690 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Presiden sementara Venezuela”. Hasilnya ditemukan pemberitaan gmanetwork.com “Venezuela interim leader taps ex-central bank boss to lead economy”.

    Berita yang tayang pada Rabu (07/01/2026) tersebut menjelaskan bahwa Presiden sementara Venezuela adalah Delcy Rodriguez, seorang perempuan bukan laki-laki seperti dalam video klaim.

    TurnBackHoax kemudian melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan gambar serupa dari laman almanar.com “The Pentagon suspends major arms shipments to Ukraine as part of a review of US military reserves”.

    Diketahui, konteks asli dokumentasi adalah momen konferensi pers Sean Parnell (juru bicara Pentagon atau Departemen Pertahanan AS) yang menyatakan pihaknya sedang meninjau kemampuan bantuan militer untuk Ukraina.

    Dari pengamatan TurnBackHoax, terdapat indikasi rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam video unggahan akun TikTok “risman.putra7”, terlihat dari gerakan mulut yang tidak sesuai dengan narasi dan adanya tanda air “sora”, sebuah  model AI dari OpenAI yang dapat mengubah deskripsi teks (prompt) menjadi video yang realistis dan detail.

    TurnBackHoax lalu memasukkan video itu ke alat pendeteksi AI, aivideodetector.net. Diketahui, video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 41,7 persen.

    Terkait Venezuela, dilansir detik.com, Presiden AS Donald Trump mengirim pasukan khusus untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan membawanya ke AS pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.

    Kesimpulan

    Faktanya, Presiden sementara Venezuela adalah Delcy Rodriguez, seorang perempuan bukan laki-laki seperti dalam video klaim. Jadi, unggahan video berisi klaim “Presiden sementara Venezuela tegaskan bakal lawan AS” itu merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan