• (GFD-2026-31447) Keliru: Foto Penangkapan Presiden Venezuela yang Berjaket Putih dengan Bercak Darah

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/01/2026

    Berita

    FOTO yang diklaim sebagai momen penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros oleh Amerika Serikat, kembali beredar di Instagram [arsip], Facebook, dan Twitter.

    Berbeda dengan foto sebelumnya, kali ini Maduro mengenakan jaket putih dengan bercak darah di bagian dada. Ia tampak diapit oleh dua petugas militer bersenjata lengkap. Foto ini beredar setelah serangan Amerika Serikat ke Venezuela yang turut menjaring istri Maduro, Cilia Flores, pada Sabtu, 3 Januari 2026.



    Namun, benarkah foto tersebut saat Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros ditangkap oleh Amerika Serikat?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten itu menggunakan pendeteksi konten akal imitasi (AI) dan membandingkannya dengan informasi dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, foto yang beredar tersebut juga buatan AI, meski Amerika Serikat memang benar telah menculik Presiden Venezuela tersebut melalui operasi militer pada 3 Januari 2026.

    Saat menganalisis secara manual foto tersebut, Tempo menemukan sejumlah kejanggalan. Pertama, panjang beberapa jari tentara yang mengapit Maduro tidak proporsional. Kedua, bagian tangan tentara menyatu dengan tangan Maduro yang diborgol. Ketiga, wajah pada tentara di bagian kiri mulus tidak natural.  

    Kejanggalan semacam ini sering kali ditemukan pada konten sintetis yang dihasilkan dengan teknologi AI.

     

    Foto Maduro tersebut, berbeda dengan setelan sweater yang dikenakannya pada ketiga foto terverifikasi yang dikumpulkan Tempo dari berbagai sumber. Foto pertama diunggah oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump di akun Truth Social miliknya setelah menculik Maduro pada 3 Januari 2026.

    Dalam foto itu, Maduro mengenakan setelan sweater dan celana training abu-abu dengan kedua mata dan telinga ditutup.

    Kedua, foto saat Maduro baru mendarat di Bandara Internasional Stewart sekitar 97 kilometer sebelah barat laut Kota New York yang dimuat oleh BBC. Dalam foto tersebut, Maduro tampak pakai sweater berwarna biru dengan penutup kepala berwarna hitam.

    Ketiga, saat Maduro tiba di kantor Badan Pengawas Narkotika AS (DEA). Ia menggunakan jaket hitam dengan penutup kepala dengan warga yang sama.

    Tiga foto Maduro setelah penculikan tersebut dapat disimak dalam gambar berikut:



    Hasil analisis dari Deepfakes Analysis Unit (DAU), Trusted Information Alliance (TIA) di India, menyebutkan bahwa foto Maduro berjaket putih dengan bercak darah itu buatan AI. Kesimpulan tersebut didapat, setelah DAU menganalisisnya dengan dua alat deteksi AI. 

    Alat deteksi akal imitasi AI or NOT menghasilkan kemungkinan sebesar 63 persen konten dibuat dengan AI. 



    Sedangkan menggunakan alat Is It AI, menghasilkan kemungkinan konten itu AI sebesar 94 persen.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan foto penangkapan Presiden Venezuela berjaket putih dengan bercak darah oleh pasukan militer AS itu adalah klaim keliru. Foto tersebut adalah buatan AI.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31446) [SALAH] Malaysia Sebut Pemerintahan Prabowo seperti Penindasan Pemimpin Yahudi Zionis

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 07/01/2026

    Berita

    Akun Facebook “Iya Chiqiyara” pada Minggu (21/12/2025) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “KETIKA JERITAN KELAPARAN SEMAKIN TENGGELAM DALAM DEBU BENCANA PEMIMPIN PULA SANGGUP MEMILIH UNTUK MENOLAK BANTUAN LUAR TANPA BELAH IHSAN ITU BUKAN KEDAULATAN ITU KEZALIMAN BONGKAK DAN ANGKUH DEMIKIAN TEGURAN PEDAS SEORANG PEMERHATI MENYIFATKAN KEPIMPINAN INDONESIA DARI DAHULU DAN HARI INI YANG DIKEMUDI PRABOWO SUBIANTO SEBAGAI TIDAK JAUH BEZA DENGAN PENINDASAN PEMIMPIN YAHUDI ZIONIS NAMUN TERHADAP RAKYATNYA SENDIRI”

    Unggahan disertai takarir:

    VIRAL!! TV Malaysia kritik pemerintahan prabowo “Pemerintahan prabowo tidak beza dengan penindasan pemimpin YAHUDI ZIONIS” Sebuah tayangan televisi Malaysia menyoroti dan mengkritik kinerja Prabowo Subianto dalam menangani bencana alam di wilayah Sumatera, Kritik tersebut menilai respons pemerintah Indonesia dinilai kurang sigap dan efektif, sehingga memicu perbincangan luas di media sosial. Sejumlah warganet Indonesia pun merespons keras sorotan tersebut dengan menyebut kondisi ini sebagai “titik terendah Indonesia”, sekaligus mencerminkan kekecewaan publik terhadap penanganan bencana yang dinilai belum maksimal”

    Per Rabu (7/1/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 7.300-an tanda suka dan 1.000-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengamati adanya indikasi penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang terlihat pada ketidaksesuaian gerakan mulut dengan audio yang dihasilkan. TurnBackHoax pun menganalisis konten itu menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 93,1 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “Malaysia sebut Prabowo seperti pemimpin zionis”  ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan kompas.com “Anggota Parlemen Malaysia Marah gegara Nama Prabowo Salah Sebut, Bikin Malu Negara”, tayang Rabu (29/10/2025). Berita ini melaporkan bahwa salah satu anggota Parlemen Malaysia mengkritik pemerintah atas insiden salah sebut nama Presiden Prabowo Subianto menjadi Joko Widodo (Jokowi) oleh Radio Televisyen Malaysia (RTM) dalam KTT ASEAN.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Malaysia sebut Presiden Prabowo seperti pemimpin Yahudi zionis”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 93,1 persen. Unggahan video berisi klaim “Malaysia sebut pemerintahan Prabowo seperti penindasan pemimpin Yahudi zionis.” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31445) [SALAH] Purbaya Memohon ke Prabowo untuk Sahkan RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 07/01/2026

    Berita

    Akun Facebook “Abdul Kds ” pada Senin (5/1/2026) mengunggah video [arsip] berisi narasi:


    “Purbaya memohon kepada Presiden Prabowo

    Purbaya meminta ke presiden Prabowo

    Ada dia RUU yang minta disahkan

    1. Sahkan RUU Perampasan Aset disahkan

    2. Sahkan Hukuman mati untuk para koruptor”


    Hingga Rabu (7/1/2026), unggahan telah disukai sekitar 21.000 akun, dibagikan ulang lebih dari 104 kali, serta menuai 400-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dalam video dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya memohon ke Prabowo untuk sahkan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati koruptor” di laman pencarian Google. Namun tidak ditemukan satupun informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim. 


    Hasil penelusuran teratas mengarahkan pada artikel periksa fakta Jabar Saber HoaksHukum Mati Koruptor dan RUU Perampasan Aset Resmi Disahkan”.


    Artikel yang tayang Kamis (11/9/2025) itu membicarakan tentang narasi hoaks terkait pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati koruptor.


    Hingga saat ini sebagaimana dikutip dari laman resmi DPR RI, RUU Perampasan Aset telah masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas 2025-2026 bersama 51 RUU lainnya.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Purbaya memohon ke Prabowo untuk sahkan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati koruptor” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31444) [SALAH] BMKG Keluarkan Peringatan Ancaman Fenomena Squall Line di Wilayah Jabodetabek

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 07/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Andhika Gunawangsa” pada Selasa (30/12/2025). Berisi narasi : 

    “Jakarta Siaga Satu! BMKG Deteksi "Squall Line" Raksasa Mengarah ke Jawa, Malam Tahun Baru Terancam Badai Ekstrem?”

    Hingga Rabu (7/1/2026) unggahan menuai 73 tanda suka dan telah 3 kali dibagikan ulang.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “peringatan fenomena Squall Line di wilaya Jabodetabek” ke mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke unggahan akun Instagram resmi BMKG ‘infobmkg’ pada Kamis (1/1/2026). 

    Dalam unggahannya, BMKG menegaskan bahwa tidak pernah mengeluarkan pernyataan maupun peringatan dini terkait pendeteksian fenomena Squall Line, ancaman badai ekstrem yang diklaim terjadi khusus pada malam 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, maupun imbauan resmi BMKG dengan narasi serupa.

    BMKG juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat rilis resmi yang menyebutkan adanya fenomena Squall Line seperti yang diklaim dalam unggahan viral tersebut. Lembaga tersebut mengingatkan bahwa seluruh informasi cuaca dan peringatan dini hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG, yaitu situs web bmkg.go.id, akun media sosial @infoBMKG, serta aplikasi Info BMKG.

    BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta selalu memeriksa sumber resmi untuk memperoleh informasi cuaca yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Kesimpulan

    BMKG tidak pernah mengeluarkan pernyataan maupun peringatan dini terkait pendeteksian fenomena Squall Line. Dengan demikian, unggahan berisi klaim “BMKG keluarkan peringatan ancaman fenomena Squall Line di wilayah Jabodetabek” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan