tirto.id - Di media sosial beredar unggahan yang mengklaim bahwa di dalam vaksin terdapat kandungan merkuri. Klaim tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Meiti Puspitaningsih” (arsip) pada 24 Juli 2025.
“Dhuaarrr!!!
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Lhaa, ternyata emang bener kan dalam vaksin flu terkandung merkuri di dalamnya. Bagaimana dengan vaksin-vaksin lainnya???
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Padahal selama ini kita susah payah menghindari kosmetik dan seafood yang mengandung merkuri. Jebul ternyata selama ini malah disuntikkan langsung ke aliran darah” tulis pengunggah di dalam takarir.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Di dalam unggahan, pengunggah menyertakan artikel berjudul “U.S. to remove mercury preservative from flu shots following RFK Jr. vaccine panel vote”.
Hingga artikel ini ditulis pada Jumat (24/04/2026), unggahan tersebut sudah memperoleh 54 tanda suka dan 8 komentar.
Lantas, benarkah klaim dalam unggahan tersebut?
Baca juga:IDAI Nilai Tingginya Kasus Campak akibat Vaksinasi Tak Optimal
periksa fakta vaksin flu mengandung merkuri.
(GFD-2026-33772) Keliru, Klaim Merkuri dalam Vaksin Flu Berbahaya bagi Tubuh
Sumber:Tanggal publish: 25/04/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tim Periksa Fakta Tirto mengecek artikel yang dicantumkan di unggahan secara menyeluruh.
Tirto memasukkan judul artikel ke dalam mesin pencarian Google, hasilnya kami menemukan artikel berjudul serupa dari CNBC. Artikel tersebut membahas perihal Departemen Kesehatan AS (HHS) secara resmi akan menghapus pengawet berbasis merkuri bernama thimerosal dari semua vaksin flu yang beredar di Amerika Serikat — meskipun tidak ada bukti ilmiah bahwa bahan tersebut berbahaya
Perlu diketahui, Thimerosal adalah pengawet yang digunakan dalam vial vaksin multi-dosis untuk mencegah kontaminasi bakteri. Zat ini mengandung merkuri, namun dalam bentuk ethylmercury–berbeda dari methylmercury yang ditemukan di ikan dan dikenal sebagai racun lingkungan.
Menteri Kesehatan RFK Jr. secara resmi mengadopsi rekomendasi dari panel penasihat vaksin pemerintah (ACIP) untuk menghentikan penggunaan thimerosal. Keputusan ini memengaruhi sekitar 4-5% pasokan vaksin flu AS, termasuk beberapa produk dari Sanofi (Fluzone) dan CSL Seqirus.
Sebelum voting, Kennedy sudah merombak total anggota ACIP dan mengisinya dengan anggota baru, termasuk beberapa tokoh yang dikenal sebagai aktivis anti-vaksin. Voting menghasilkan 5 suara setuju, 1 menolak, dan 1 abstain.
Satu-satunya dokter anak di ACIP, Dr. Cody Meissner dari Dartmouth, menolak rekomendasi ini dengan alasan tidak ada bukti bahaya, dan khawatir keputusan ini justru membatasi akses orang terhadap vaksin flu.
Mengutip U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), thimerosal adalah bahan pengawet berbasis etilmerkuri yang telah lama digunakan dalam vaksin dan dinilai aman.
CDC menjelaskan bahwa thimerosal tidak menetap di dalam tubuh seperti jenis merkuri tertentu lainnya, serta belum ditemukan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaannya dalam vaksin menyebabkan bahaya.
Thimerosal tidak lagi digunakan dalam vaksin untuk anak-anak sejak tahun 2001. Namun, thimerosal masih digunakan dalam beberapa vaksin flu.
Tirto lantas menghubungi pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) untuk memverifikasi klaim. Pihak Kemenkes menyangkal klaim tersebut, menyatakan informasi yang beredar tidak utuh dan berpotensi menyesatkan.
“Zat yang dimaksud adalah bahan untuk menjaga sterilitas vaksin, bukan merkuri berbahaya. Bahan ini digunakan untuk memastikan vaksin tetap aman dari kontaminasi,” terang dr. Indri Yogyaswari, Direktur Imunisasi Kemenkes, dalam keterangan tertulis melalui pesan WhatsApp pada Jumat (24/04/2026).
Ia menjelaskan, kandungan tersebut telah digunakan dalam jumlah yang sangat kecil dan dinyatakan aman. Keamanannya sudah dikaji oleh berbagai otoritas kesehatan global.
“Saat ini, sebagian besar vaksin sudah menggunakan teknologi terbaru tanpa bahan tersebut. Ini adalah bagian dari pengembangan, bukan karena sebelumnya berbahaya,” jelasnya.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Selalu rujuk pada sumber resmi untuk informasi kesehatan.
“Vaksin tetap aman, efektif, dan penting untuk melindungi masyarakat dari penyakit,” pungkasnya.
Baca juga:Vaksin Polio Ditemukan 12 April 1955, Manfaat, dan Harganya
Tirto memasukkan judul artikel ke dalam mesin pencarian Google, hasilnya kami menemukan artikel berjudul serupa dari CNBC. Artikel tersebut membahas perihal Departemen Kesehatan AS (HHS) secara resmi akan menghapus pengawet berbasis merkuri bernama thimerosal dari semua vaksin flu yang beredar di Amerika Serikat — meskipun tidak ada bukti ilmiah bahwa bahan tersebut berbahaya
Perlu diketahui, Thimerosal adalah pengawet yang digunakan dalam vial vaksin multi-dosis untuk mencegah kontaminasi bakteri. Zat ini mengandung merkuri, namun dalam bentuk ethylmercury–berbeda dari methylmercury yang ditemukan di ikan dan dikenal sebagai racun lingkungan.
Menteri Kesehatan RFK Jr. secara resmi mengadopsi rekomendasi dari panel penasihat vaksin pemerintah (ACIP) untuk menghentikan penggunaan thimerosal. Keputusan ini memengaruhi sekitar 4-5% pasokan vaksin flu AS, termasuk beberapa produk dari Sanofi (Fluzone) dan CSL Seqirus.
Sebelum voting, Kennedy sudah merombak total anggota ACIP dan mengisinya dengan anggota baru, termasuk beberapa tokoh yang dikenal sebagai aktivis anti-vaksin. Voting menghasilkan 5 suara setuju, 1 menolak, dan 1 abstain.
Satu-satunya dokter anak di ACIP, Dr. Cody Meissner dari Dartmouth, menolak rekomendasi ini dengan alasan tidak ada bukti bahaya, dan khawatir keputusan ini justru membatasi akses orang terhadap vaksin flu.
Mengutip U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), thimerosal adalah bahan pengawet berbasis etilmerkuri yang telah lama digunakan dalam vaksin dan dinilai aman.
CDC menjelaskan bahwa thimerosal tidak menetap di dalam tubuh seperti jenis merkuri tertentu lainnya, serta belum ditemukan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaannya dalam vaksin menyebabkan bahaya.
Thimerosal tidak lagi digunakan dalam vaksin untuk anak-anak sejak tahun 2001. Namun, thimerosal masih digunakan dalam beberapa vaksin flu.
Tirto lantas menghubungi pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) untuk memverifikasi klaim. Pihak Kemenkes menyangkal klaim tersebut, menyatakan informasi yang beredar tidak utuh dan berpotensi menyesatkan.
“Zat yang dimaksud adalah bahan untuk menjaga sterilitas vaksin, bukan merkuri berbahaya. Bahan ini digunakan untuk memastikan vaksin tetap aman dari kontaminasi,” terang dr. Indri Yogyaswari, Direktur Imunisasi Kemenkes, dalam keterangan tertulis melalui pesan WhatsApp pada Jumat (24/04/2026).
Ia menjelaskan, kandungan tersebut telah digunakan dalam jumlah yang sangat kecil dan dinyatakan aman. Keamanannya sudah dikaji oleh berbagai otoritas kesehatan global.
“Saat ini, sebagian besar vaksin sudah menggunakan teknologi terbaru tanpa bahan tersebut. Ini adalah bagian dari pengembangan, bukan karena sebelumnya berbahaya,” jelasnya.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Selalu rujuk pada sumber resmi untuk informasi kesehatan.
“Vaksin tetap aman, efektif, dan penting untuk melindungi masyarakat dari penyakit,” pungkasnya.
Baca juga:Vaksin Polio Ditemukan 12 April 1955, Manfaat, dan Harganya
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa vaksin mengandung merkuri berbahhaya adalah kurang konteks (missing context).
Memang terdapat thimerosal—bahan pengawet yang mengandung etilmerkuri—dalam sebagian kecil vaksin flu multi-dosis, tetapi zat ini berbeda dari metilmerkuri yang berbahaya dan tidak terbukti membahayakan kesehatan dalam jumlah yang digunakan pada vaksin.
Otoritas kesehatan seperti CDC dan Kemenkes menegaskan bahwa penggunaan thimerosal aman dan telah lama dikaji, meskipun kini thimerosal tidak lagi digunakan dalam vaksin untuk anak-anak sejak tahun 2001, tetapi thimerosal masih digunakan dalam beberapa vaksin flu.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Memang terdapat thimerosal—bahan pengawet yang mengandung etilmerkuri—dalam sebagian kecil vaksin flu multi-dosis, tetapi zat ini berbeda dari metilmerkuri yang berbahaya dan tidak terbukti membahayakan kesehatan dalam jumlah yang digunakan pada vaksin.
Otoritas kesehatan seperti CDC dan Kemenkes menegaskan bahwa penggunaan thimerosal aman dan telah lama dikaji, meskipun kini thimerosal tidak lagi digunakan dalam vaksin untuk anak-anak sejak tahun 2001, tetapi thimerosal masih digunakan dalam beberapa vaksin flu.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://web.facebook.com/meiti.puspitasari/posts/pfbid0B1t19xXLkctBeaL55rTQ6USquB5c2dzCdJ7TXnbN27CSr3dKbGvQxzW2GotBzKm7l?rdid=otP33oBHpsQ0ZXbx&_rdc=1&_rdr#
- https://archive.ph/TCDSJ
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=318__cb=d8656a8b63__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=319__cb=632b627ca6__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://tirto.id/idai-nilai-tingginya-kasus-campak-akibat-vaksinasi-tak-optimal-huc4
- https://www.cnbc.com/2025/07/23/rfk-jr-to-remove-mercury-preservative-thimerosal-from-flu-shots.html#:~:text=The%20Department%20of%20Health%20and,of%20harm%20from%20the%20ingredient
- https://www.cdc.gov/vaccine-safety/about/thimerosal.html?CDC_AAref_Val=
- https://www.cdc.gov/vaccinesafety/concerns/thimerosal/index.html
- https://tirto.id/vaksin-polio-ditemukan-12-april-1955-manfaat-dan-harganya-htQU
(GFD-2026-33773) Keliru, Klaim Merkuri dalam Vaksin Flu Berbahaya bagi Tubuh
Sumber:Tanggal publish: 25/04/2026
Berita
tirto.id - Di media sosial beredar unggahan yang mengklaim bahwa di dalam vaksin terdapat kandungan merkuri. Klaim tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Meiti Puspitaningsih” (arsip) pada 24 Juli 2025.
“Dhuaarrr!!!
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Lhaa, ternyata emang bener kan dalam vaksin flu terkandung merkuri di dalamnya. Bagaimana dengan vaksin-vaksin lainnya???
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Padahal selama ini kita susah payah menghindari kosmetik dan seafood yang mengandung merkuri. Jebul ternyata selama ini malah disuntikkan langsung ke aliran darah” tulis pengunggah di dalam takarir.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Di dalam unggahan, pengunggah menyertakan artikel berjudul “U.S. to remove mercury preservative from flu shots following RFK Jr. vaccine panel vote”.
Hingga artikel ini ditulis pada Jumat (24/04/2026), unggahan tersebut sudah memperoleh 54 tanda suka dan 8 komentar.
Lantas, benarkah klaim dalam unggahan tersebut?
Baca juga:IDAI Nilai Tingginya Kasus Campak akibat Vaksinasi Tak Optimal
periksa fakta vaksin flu mengandung merkuri.
“Dhuaarrr!!!
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Lhaa, ternyata emang bener kan dalam vaksin flu terkandung merkuri di dalamnya. Bagaimana dengan vaksin-vaksin lainnya???
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Padahal selama ini kita susah payah menghindari kosmetik dan seafood yang mengandung merkuri. Jebul ternyata selama ini malah disuntikkan langsung ke aliran darah” tulis pengunggah di dalam takarir.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Di dalam unggahan, pengunggah menyertakan artikel berjudul “U.S. to remove mercury preservative from flu shots following RFK Jr. vaccine panel vote”.
Hingga artikel ini ditulis pada Jumat (24/04/2026), unggahan tersebut sudah memperoleh 54 tanda suka dan 8 komentar.
Lantas, benarkah klaim dalam unggahan tersebut?
Baca juga:IDAI Nilai Tingginya Kasus Campak akibat Vaksinasi Tak Optimal
periksa fakta vaksin flu mengandung merkuri.
Hasil Cek Fakta
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tim Periksa Fakta Tirto mengecek artikel yang dicantumkan di unggahan secara menyeluruh.
Tirto memasukkan judul artikel ke dalam mesin pencarian Google, hasilnya kami menemukan artikel berjudul serupa dari CNBC. Artikel tersebut membahas perihal Departemen Kesehatan AS (HHS) secara resmi akan menghapus pengawet berbasis merkuri bernama thimerosal dari semua vaksin flu yang beredar di Amerika Serikat — meskipun tidak ada bukti ilmiah bahwa bahan tersebut berbahaya
Perlu diketahui, Thimerosal adalah pengawet yang digunakan dalam vial vaksin multi-dosis untuk mencegah kontaminasi bakteri. Zat ini mengandung merkuri, namun dalam bentuk ethylmercury–berbeda dari methylmercury yang ditemukan di ikan dan dikenal sebagai racun lingkungan.
Menteri Kesehatan RFK Jr. secara resmi mengadopsi rekomendasi dari panel penasihat vaksin pemerintah (ACIP) untuk menghentikan penggunaan thimerosal. Keputusan ini memengaruhi sekitar 4-5% pasokan vaksin flu AS, termasuk beberapa produk dari Sanofi (Fluzone) dan CSL Seqirus.
Sebelum voting, Kennedy sudah merombak total anggota ACIP dan mengisinya dengan anggota baru, termasuk beberapa tokoh yang dikenal sebagai aktivis anti-vaksin. Voting menghasilkan 5 suara setuju, 1 menolak, dan 1 abstain.
Satu-satunya dokter anak di ACIP, Dr. Cody Meissner dari Dartmouth, menolak rekomendasi ini dengan alasan tidak ada bukti bahaya, dan khawatir keputusan ini justru membatasi akses orang terhadap vaksin flu.
Mengutip U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), thimerosal adalah bahan pengawet berbasis etilmerkuri yang telah lama digunakan dalam vaksin dan dinilai aman.
CDC menjelaskan bahwa thimerosal tidak menetap di dalam tubuh seperti jenis merkuri tertentu lainnya, serta belum ditemukan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaannya dalam vaksin menyebabkan bahaya.
Thimerosal tidak lagi digunakan dalam vaksin untuk anak-anak sejak tahun 2001. Namun, thimerosal masih digunakan dalam beberapa vaksin flu.
Tirto lantas menghubungi pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) untuk memverifikasi klaim. Pihak Kemenkes menyangkal klaim tersebut, menyatakan informasi yang beredar tidak utuh dan berpotensi menyesatkan.
“Zat yang dimaksud adalah bahan untuk menjaga sterilitas vaksin, bukan merkuri berbahaya. Bahan ini digunakan untuk memastikan vaksin tetap aman dari kontaminasi,” terang dr. Indri Yogyaswari, Direktur Imunisasi Kemenkes, dalam keterangan tertulis melalui pesan WhatsApp pada Jumat (24/04/2026).
Ia menjelaskan, kandungan tersebut telah digunakan dalam jumlah yang sangat kecil dan dinyatakan aman. Keamanannya sudah dikaji oleh berbagai otoritas kesehatan global.
“Saat ini, sebagian besar vaksin sudah menggunakan teknologi terbaru tanpa bahan tersebut. Ini adalah bagian dari pengembangan, bukan karena sebelumnya berbahaya,” jelasnya.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Selalu rujuk pada sumber resmi untuk informasi kesehatan.
“Vaksin tetap aman, efektif, dan penting untuk melindungi masyarakat dari penyakit,” pungkasnya.
Baca juga:Vaksin Polio Ditemukan 12 April 1955, Manfaat, dan Harganya
Tirto memasukkan judul artikel ke dalam mesin pencarian Google, hasilnya kami menemukan artikel berjudul serupa dari CNBC. Artikel tersebut membahas perihal Departemen Kesehatan AS (HHS) secara resmi akan menghapus pengawet berbasis merkuri bernama thimerosal dari semua vaksin flu yang beredar di Amerika Serikat — meskipun tidak ada bukti ilmiah bahwa bahan tersebut berbahaya
Perlu diketahui, Thimerosal adalah pengawet yang digunakan dalam vial vaksin multi-dosis untuk mencegah kontaminasi bakteri. Zat ini mengandung merkuri, namun dalam bentuk ethylmercury–berbeda dari methylmercury yang ditemukan di ikan dan dikenal sebagai racun lingkungan.
Menteri Kesehatan RFK Jr. secara resmi mengadopsi rekomendasi dari panel penasihat vaksin pemerintah (ACIP) untuk menghentikan penggunaan thimerosal. Keputusan ini memengaruhi sekitar 4-5% pasokan vaksin flu AS, termasuk beberapa produk dari Sanofi (Fluzone) dan CSL Seqirus.
Sebelum voting, Kennedy sudah merombak total anggota ACIP dan mengisinya dengan anggota baru, termasuk beberapa tokoh yang dikenal sebagai aktivis anti-vaksin. Voting menghasilkan 5 suara setuju, 1 menolak, dan 1 abstain.
Satu-satunya dokter anak di ACIP, Dr. Cody Meissner dari Dartmouth, menolak rekomendasi ini dengan alasan tidak ada bukti bahaya, dan khawatir keputusan ini justru membatasi akses orang terhadap vaksin flu.
Mengutip U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), thimerosal adalah bahan pengawet berbasis etilmerkuri yang telah lama digunakan dalam vaksin dan dinilai aman.
CDC menjelaskan bahwa thimerosal tidak menetap di dalam tubuh seperti jenis merkuri tertentu lainnya, serta belum ditemukan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaannya dalam vaksin menyebabkan bahaya.
Thimerosal tidak lagi digunakan dalam vaksin untuk anak-anak sejak tahun 2001. Namun, thimerosal masih digunakan dalam beberapa vaksin flu.
Tirto lantas menghubungi pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) untuk memverifikasi klaim. Pihak Kemenkes menyangkal klaim tersebut, menyatakan informasi yang beredar tidak utuh dan berpotensi menyesatkan.
“Zat yang dimaksud adalah bahan untuk menjaga sterilitas vaksin, bukan merkuri berbahaya. Bahan ini digunakan untuk memastikan vaksin tetap aman dari kontaminasi,” terang dr. Indri Yogyaswari, Direktur Imunisasi Kemenkes, dalam keterangan tertulis melalui pesan WhatsApp pada Jumat (24/04/2026).
Ia menjelaskan, kandungan tersebut telah digunakan dalam jumlah yang sangat kecil dan dinyatakan aman. Keamanannya sudah dikaji oleh berbagai otoritas kesehatan global.
“Saat ini, sebagian besar vaksin sudah menggunakan teknologi terbaru tanpa bahan tersebut. Ini adalah bagian dari pengembangan, bukan karena sebelumnya berbahaya,” jelasnya.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Selalu rujuk pada sumber resmi untuk informasi kesehatan.
“Vaksin tetap aman, efektif, dan penting untuk melindungi masyarakat dari penyakit,” pungkasnya.
Baca juga:Vaksin Polio Ditemukan 12 April 1955, Manfaat, dan Harganya
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa vaksin mengandung merkuri berbahhaya adalah kurang konteks (missing context).
Memang terdapat thimerosal—bahan pengawet yang mengandung etilmerkuri—dalam sebagian kecil vaksin flu multi-dosis, tetapi zat ini berbeda dari metilmerkuri yang berbahaya dan tidak terbukti membahayakan kesehatan dalam jumlah yang digunakan pada vaksin.
Otoritas kesehatan seperti CDC dan Kemenkes menegaskan bahwa penggunaan thimerosal aman dan telah lama dikaji, meskipun kini thimerosal tidak lagi digunakan dalam vaksin untuk anak-anak sejak tahun 2001, tetapi thimerosal masih digunakan dalam beberapa vaksin flu.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Memang terdapat thimerosal—bahan pengawet yang mengandung etilmerkuri—dalam sebagian kecil vaksin flu multi-dosis, tetapi zat ini berbeda dari metilmerkuri yang berbahaya dan tidak terbukti membahayakan kesehatan dalam jumlah yang digunakan pada vaksin.
Otoritas kesehatan seperti CDC dan Kemenkes menegaskan bahwa penggunaan thimerosal aman dan telah lama dikaji, meskipun kini thimerosal tidak lagi digunakan dalam vaksin untuk anak-anak sejak tahun 2001, tetapi thimerosal masih digunakan dalam beberapa vaksin flu.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://web.facebook.com/meiti.puspitasari/posts/pfbid0B1t19xXLkctBeaL55rTQ6USquB5c2dzCdJ7TXnbN27CSr3dKbGvQxzW2GotBzKm7l?rdid=otP33oBHpsQ0ZXbx&_rdc=1&_rdr#
- https://archive.ph/TCDSJ
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=318__cb=ed435e06a5__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=319__cb=8395e4fa53__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://tirto.id/idai-nilai-tingginya-kasus-campak-akibat-vaksinasi-tak-optimal-huc4
- https://www.cnbc.com/2025/07/23/rfk-jr-to-remove-mercury-preservative-thimerosal-from-flu-shots.html#:~:text=The%20Department%20of%20Health%20and,of%20harm%20from%20the%20ingredient
- https://www.cdc.gov/vaccine-safety/about/thimerosal.html?CDC_AAref_Val=
- https://www.cdc.gov/vaccinesafety/concerns/thimerosal/index.html
- https://tirto.id/vaksin-polio-ditemukan-12-april-1955-manfaat-dan-harganya-htQU
(GFD-2026-33788) Keliru, Klaim Merkuri dalam Vaksin Flu Berbahaya bagi Tubuh
Sumber:Tanggal publish: 25/04/2026
Berita
tirto.id - Di media sosial beredar unggahan yang mengklaim bahwa di dalam vaksin terdapat kandungan merkuri. Klaim tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Meiti Puspitaningsih” (arsip) pada 24 Juli 2025.
“Dhuaarrr!!!
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Lhaa, ternyata emang bener kan dalam vaksin flu terkandung merkuri di dalamnya. Bagaimana dengan vaksin-vaksin lainnya???
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Padahal selama ini kita susah payah menghindari kosmetik dan seafood yang mengandung merkuri. Jebul ternyata selama ini malah disuntikkan langsung ke aliran darah” tulis pengunggah di dalam takarir.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Di dalam unggahan, pengunggah menyertakan artikel berjudul “U.S. to remove mercury preservative from flu shots following RFK Jr. vaccine panel vote”.
Hingga artikel ini ditulis pada Jumat (24/04/2026), unggahan tersebut sudah memperoleh 54 tanda suka dan 8 komentar.
Lantas, benarkah klaim dalam unggahan tersebut?
Baca juga:IDAI Nilai Tingginya Kasus Campak akibat Vaksinasi Tak Optimal
periksa fakta vaksin flu mengandung merkuri.
“Dhuaarrr!!!
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Lhaa, ternyata emang bener kan dalam vaksin flu terkandung merkuri di dalamnya. Bagaimana dengan vaksin-vaksin lainnya???
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Padahal selama ini kita susah payah menghindari kosmetik dan seafood yang mengandung merkuri. Jebul ternyata selama ini malah disuntikkan langsung ke aliran darah” tulis pengunggah di dalam takarir.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Di dalam unggahan, pengunggah menyertakan artikel berjudul “U.S. to remove mercury preservative from flu shots following RFK Jr. vaccine panel vote”.
Hingga artikel ini ditulis pada Jumat (24/04/2026), unggahan tersebut sudah memperoleh 54 tanda suka dan 8 komentar.
Lantas, benarkah klaim dalam unggahan tersebut?
Baca juga:IDAI Nilai Tingginya Kasus Campak akibat Vaksinasi Tak Optimal
periksa fakta vaksin flu mengandung merkuri.
Hasil Cek Fakta
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tim Periksa Fakta Tirto mengecek artikel yang dicantumkan di unggahan secara menyeluruh.
Tirto memasukkan judul artikel ke dalam mesin pencarian Google, hasilnya kami menemukan artikel berjudul serupa dari CNBC. Artikel tersebut membahas perihal Departemen Kesehatan AS (HHS) secara resmi akan menghapus pengawet berbasis merkuri bernama thimerosal dari semua vaksin flu yang beredar di Amerika Serikat — meskipun tidak ada bukti ilmiah bahwa bahan tersebut berbahaya
Perlu diketahui, Thimerosal adalah pengawet yang digunakan dalam vial vaksin multi-dosis untuk mencegah kontaminasi bakteri. Zat ini mengandung merkuri, namun dalam bentuk ethylmercury–berbeda dari methylmercury yang ditemukan di ikan dan dikenal sebagai racun lingkungan.
Menteri Kesehatan RFK Jr. secara resmi mengadopsi rekomendasi dari panel penasihat vaksin pemerintah (ACIP) untuk menghentikan penggunaan thimerosal. Keputusan ini memengaruhi sekitar 4-5% pasokan vaksin flu AS, termasuk beberapa produk dari Sanofi (Fluzone) dan CSL Seqirus.
Sebelum voting, Kennedy sudah merombak total anggota ACIP dan mengisinya dengan anggota baru, termasuk beberapa tokoh yang dikenal sebagai aktivis anti-vaksin. Voting menghasilkan 5 suara setuju, 1 menolak, dan 1 abstain.
Satu-satunya dokter anak di ACIP, Dr. Cody Meissner dari Dartmouth, menolak rekomendasi ini dengan alasan tidak ada bukti bahaya, dan khawatir keputusan ini justru membatasi akses orang terhadap vaksin flu.
Mengutip U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), thimerosal adalah bahan pengawet berbasis etilmerkuri yang telah lama digunakan dalam vaksin dan dinilai aman.
CDC menjelaskan bahwa thimerosal tidak menetap di dalam tubuh seperti jenis merkuri tertentu lainnya, serta belum ditemukan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaannya dalam vaksin menyebabkan bahaya.
Thimerosal tidak lagi digunakan dalam vaksin untuk anak-anak sejak tahun 2001. Namun, thimerosal masih digunakan dalam beberapa vaksin flu.
Tirto lantas menghubungi pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) untuk memverifikasi klaim. Pihak Kemenkes menyangkal klaim tersebut, menyatakan informasi yang beredar tidak utuh dan berpotensi menyesatkan.
“Zat yang dimaksud adalah bahan untuk menjaga sterilitas vaksin, bukan merkuri berbahaya. Bahan ini digunakan untuk memastikan vaksin tetap aman dari kontaminasi,” terang dr. Indri Yogyaswari, Direktur Imunisasi Kemenkes, dalam keterangan tertulis melalui pesan WhatsApp pada Jumat (24/04/2026).
Ia menjelaskan, kandungan tersebut telah digunakan dalam jumlah yang sangat kecil dan dinyatakan aman. Keamanannya sudah dikaji oleh berbagai otoritas kesehatan global.
“Saat ini, sebagian besar vaksin sudah menggunakan teknologi terbaru tanpa bahan tersebut. Ini adalah bagian dari pengembangan, bukan karena sebelumnya berbahaya,” jelasnya.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Selalu rujuk pada sumber resmi untuk informasi kesehatan.
“Vaksin tetap aman, efektif, dan penting untuk melindungi masyarakat dari penyakit,” pungkasnya.
Baca juga:Vaksin Polio Ditemukan 12 April 1955, Manfaat, dan Harganya
Tirto memasukkan judul artikel ke dalam mesin pencarian Google, hasilnya kami menemukan artikel berjudul serupa dari CNBC. Artikel tersebut membahas perihal Departemen Kesehatan AS (HHS) secara resmi akan menghapus pengawet berbasis merkuri bernama thimerosal dari semua vaksin flu yang beredar di Amerika Serikat — meskipun tidak ada bukti ilmiah bahwa bahan tersebut berbahaya
Perlu diketahui, Thimerosal adalah pengawet yang digunakan dalam vial vaksin multi-dosis untuk mencegah kontaminasi bakteri. Zat ini mengandung merkuri, namun dalam bentuk ethylmercury–berbeda dari methylmercury yang ditemukan di ikan dan dikenal sebagai racun lingkungan.
Menteri Kesehatan RFK Jr. secara resmi mengadopsi rekomendasi dari panel penasihat vaksin pemerintah (ACIP) untuk menghentikan penggunaan thimerosal. Keputusan ini memengaruhi sekitar 4-5% pasokan vaksin flu AS, termasuk beberapa produk dari Sanofi (Fluzone) dan CSL Seqirus.
Sebelum voting, Kennedy sudah merombak total anggota ACIP dan mengisinya dengan anggota baru, termasuk beberapa tokoh yang dikenal sebagai aktivis anti-vaksin. Voting menghasilkan 5 suara setuju, 1 menolak, dan 1 abstain.
Satu-satunya dokter anak di ACIP, Dr. Cody Meissner dari Dartmouth, menolak rekomendasi ini dengan alasan tidak ada bukti bahaya, dan khawatir keputusan ini justru membatasi akses orang terhadap vaksin flu.
Mengutip U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), thimerosal adalah bahan pengawet berbasis etilmerkuri yang telah lama digunakan dalam vaksin dan dinilai aman.
CDC menjelaskan bahwa thimerosal tidak menetap di dalam tubuh seperti jenis merkuri tertentu lainnya, serta belum ditemukan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaannya dalam vaksin menyebabkan bahaya.
Thimerosal tidak lagi digunakan dalam vaksin untuk anak-anak sejak tahun 2001. Namun, thimerosal masih digunakan dalam beberapa vaksin flu.
Tirto lantas menghubungi pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) untuk memverifikasi klaim. Pihak Kemenkes menyangkal klaim tersebut, menyatakan informasi yang beredar tidak utuh dan berpotensi menyesatkan.
“Zat yang dimaksud adalah bahan untuk menjaga sterilitas vaksin, bukan merkuri berbahaya. Bahan ini digunakan untuk memastikan vaksin tetap aman dari kontaminasi,” terang dr. Indri Yogyaswari, Direktur Imunisasi Kemenkes, dalam keterangan tertulis melalui pesan WhatsApp pada Jumat (24/04/2026).
Ia menjelaskan, kandungan tersebut telah digunakan dalam jumlah yang sangat kecil dan dinyatakan aman. Keamanannya sudah dikaji oleh berbagai otoritas kesehatan global.
“Saat ini, sebagian besar vaksin sudah menggunakan teknologi terbaru tanpa bahan tersebut. Ini adalah bagian dari pengembangan, bukan karena sebelumnya berbahaya,” jelasnya.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Selalu rujuk pada sumber resmi untuk informasi kesehatan.
“Vaksin tetap aman, efektif, dan penting untuk melindungi masyarakat dari penyakit,” pungkasnya.
Baca juga:Vaksin Polio Ditemukan 12 April 1955, Manfaat, dan Harganya
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa vaksin mengandung merkuri berbahhaya adalah kurang konteks (missing context).
Memang terdapat thimerosal—bahan pengawet yang mengandung etilmerkuri—dalam sebagian kecil vaksin flu multi-dosis, tetapi zat ini berbeda dari metilmerkuri yang berbahaya dan tidak terbukti membahayakan kesehatan dalam jumlah yang digunakan pada vaksin.
Otoritas kesehatan seperti CDC dan Kemenkes menegaskan bahwa penggunaan thimerosal aman dan telah lama dikaji, meskipun kini thimerosal tidak lagi digunakan dalam vaksin untuk anak-anak sejak tahun 2001, tetapi thimerosal masih digunakan dalam beberapa vaksin flu.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Memang terdapat thimerosal—bahan pengawet yang mengandung etilmerkuri—dalam sebagian kecil vaksin flu multi-dosis, tetapi zat ini berbeda dari metilmerkuri yang berbahaya dan tidak terbukti membahayakan kesehatan dalam jumlah yang digunakan pada vaksin.
Otoritas kesehatan seperti CDC dan Kemenkes menegaskan bahwa penggunaan thimerosal aman dan telah lama dikaji, meskipun kini thimerosal tidak lagi digunakan dalam vaksin untuk anak-anak sejak tahun 2001, tetapi thimerosal masih digunakan dalam beberapa vaksin flu.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://web.facebook.com/meiti.puspitasari/posts/pfbid0B1t19xXLkctBeaL55rTQ6USquB5c2dzCdJ7TXnbN27CSr3dKbGvQxzW2GotBzKm7l?rdid=otP33oBHpsQ0ZXbx&_rdc=1&_rdr#
- https://archive.ph/TCDSJ
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=318__cb=edf7f707ea__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=319__cb=ed72fce4b1__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://tirto.id/idai-nilai-tingginya-kasus-campak-akibat-vaksinasi-tak-optimal-huc4
- https://www.cnbc.com/2025/07/23/rfk-jr-to-remove-mercury-preservative-thimerosal-from-flu-shots.html#:~:text=The%20Department%20of%20Health%20and,of%20harm%20from%20the%20ingredient
- https://www.cdc.gov/vaccine-safety/about/thimerosal.html?CDC_AAref_Val=
- https://www.cdc.gov/vaccinesafety/concerns/thimerosal/index.html
- https://tirto.id/vaksin-polio-ditemukan-12-april-1955-manfaat-dan-harganya-htQU
(GFD-2026-33725) Salah, Pengusaha Indonesia Beri Iran Bantuan Uang Rp548 Triliun
Sumber:Tanggal publish: 24/04/2026
Berita
tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim seorang pengusaha bernama M Hasni Al-Khairi yang berasal dari ATB memberikan bantuan uang sebanyak Rp 548 triliun kepada Iran.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Shofia La Hakim” (arsip) pada Jumat (27/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar yang diklaim sebagai seorang pengusaha asal Indonesia bernama M. Hasbi Al-Khairi tengah memberikan uang dolar kepada Jenderal Iran Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“DEMI ISLAM!! Seorang Pengusaha Bernama M.Hasbi Al-Khairi Asal ATB Memberikan Bantuan Uang Sebanyak 548 Triliun Kepada Iran,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (23/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 53 likes, 28 komentar, dan 4 kali dibagikan. Komentar terbagi dua sebagian pengunjung meyakini informasi tersebut benar, dan yang lainnya menanyakan kebenaran fakta tersebut, bahkan bertanya di mana negara ATB.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @ruqyah_syariyyah_tangerang yang menampilkan gambar yang sama terkait pengusaha Indonesia yang memberi bantuan uang kepada Iran.
Lantas bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Utusan Trump Minta FIFA Ganti Iran dengan Italia di Piala Dunia
Periksa Fakta Bantuan Pengusaha Indonesia untuk Iran. foto/Hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Shofia La Hakim” (arsip) pada Jumat (27/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar yang diklaim sebagai seorang pengusaha asal Indonesia bernama M. Hasbi Al-Khairi tengah memberikan uang dolar kepada Jenderal Iran Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“DEMI ISLAM!! Seorang Pengusaha Bernama M.Hasbi Al-Khairi Asal ATB Memberikan Bantuan Uang Sebanyak 548 Triliun Kepada Iran,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (23/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 53 likes, 28 komentar, dan 4 kali dibagikan. Komentar terbagi dua sebagian pengunjung meyakini informasi tersebut benar, dan yang lainnya menanyakan kebenaran fakta tersebut, bahkan bertanya di mana negara ATB.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @ruqyah_syariyyah_tangerang yang menampilkan gambar yang sama terkait pengusaha Indonesia yang memberi bantuan uang kepada Iran.
Lantas bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Utusan Trump Minta FIFA Ganti Iran dengan Italia di Piala Dunia
Periksa Fakta Bantuan Pengusaha Indonesia untuk Iran. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Kami justru diarahkan pada laman media arus utama Antara yang menyatakan bahwa unggahan yang beredar menampilkan foto seorang pria dan menyebut bahwa seorang pengusaha bernama M. Hasbi Al-Khairi memberikan bantuan hingga ratusan triliun rupiah kepada Iran adalah tidak benar.
Kemudian Tirto mengamati gambar secara saksama. Terlihat kejanggalan dalam gambar tersebut, yaitu pria berseragam militer di sebelah kanan adalah jenderal top Iran, Qasem Soleimani, yang telah meninggal dunia akibat serangan udara Amerika Serikat pada Januari 2020. Tidak mungkin Qasem menerima bantuan uang pada tahun 2026 seperti yang diklaim narasi tersebut. Gambar tersebut juga terlihat tidak natural.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga gambar tersebut dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada gambar tersebut terdeteksi tinggi, yakni 81 persen, yang mengindikasikan bahwa gambar tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa dan bukan gambar asli.
Melansir laman Kompas, pencarian jejak digital yang mencatut nama M. Hasbi Al-Khairi sebelumnya, M. Hasbi Al-Khairi telah berkali-kali dicatut dalam berbagai hoaks sebelumnya, termasuk klaim palsu sebagai teknisi rudal Indonesia di Iran. Selain itu, tidak ada catatan resmi atau laporan media kredibel mengenai sumbangan senilai Rp548 triliun dari pengusaha tersebut.
Tidak ada informasi valid atau bukti yang menunjukkan adanya WNI yang memberikan bantuan senilai Rp 548 triliun kepada Iran. Secara teknis, jumlah uang Rp548 triliun dalam bentuk tunai akan memiliki volume yang sangat besar (ratusan ton) dan tidak mungkin hanya muat dalam koper kecil atau tumpukan meja seperti di foto tersebut.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan pengusaha Indonesia memberikan bantuan 548 triliun kepada Iran adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.
Baca juga:Perundingan Damai AS-Iran Stagnan, Harga Minyak Dunia Lesu Lagi
Kami justru diarahkan pada laman media arus utama Antara yang menyatakan bahwa unggahan yang beredar menampilkan foto seorang pria dan menyebut bahwa seorang pengusaha bernama M. Hasbi Al-Khairi memberikan bantuan hingga ratusan triliun rupiah kepada Iran adalah tidak benar.
Kemudian Tirto mengamati gambar secara saksama. Terlihat kejanggalan dalam gambar tersebut, yaitu pria berseragam militer di sebelah kanan adalah jenderal top Iran, Qasem Soleimani, yang telah meninggal dunia akibat serangan udara Amerika Serikat pada Januari 2020. Tidak mungkin Qasem menerima bantuan uang pada tahun 2026 seperti yang diklaim narasi tersebut. Gambar tersebut juga terlihat tidak natural.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga gambar tersebut dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada gambar tersebut terdeteksi tinggi, yakni 81 persen, yang mengindikasikan bahwa gambar tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa dan bukan gambar asli.
Melansir laman Kompas, pencarian jejak digital yang mencatut nama M. Hasbi Al-Khairi sebelumnya, M. Hasbi Al-Khairi telah berkali-kali dicatut dalam berbagai hoaks sebelumnya, termasuk klaim palsu sebagai teknisi rudal Indonesia di Iran. Selain itu, tidak ada catatan resmi atau laporan media kredibel mengenai sumbangan senilai Rp548 triliun dari pengusaha tersebut.
Tidak ada informasi valid atau bukti yang menunjukkan adanya WNI yang memberikan bantuan senilai Rp 548 triliun kepada Iran. Secara teknis, jumlah uang Rp548 triliun dalam bentuk tunai akan memiliki volume yang sangat besar (ratusan ton) dan tidak mungkin hanya muat dalam koper kecil atau tumpukan meja seperti di foto tersebut.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan pengusaha Indonesia memberikan bantuan 548 triliun kepada Iran adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.
Baca juga:Perundingan Damai AS-Iran Stagnan, Harga Minyak Dunia Lesu Lagi
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa pengusaha Indonesia memberikan bantuan Rp548 triliun kepada Iran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Gambar yang digunakan bukan merupakan gambar asli, melainkan gambar yang dimanipulasi dan dibuat menggunakan AI.
Tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut dan tidak ada catatan bahwa pengusaha Indonesia pernah membantu Iran. Angka nominal bantuan pun tidak masuk akal.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Gambar yang digunakan bukan merupakan gambar asli, melainkan gambar yang dimanipulasi dan dibuat menggunakan AI.
Tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut dan tidak ada catatan bahwa pengusaha Indonesia pernah membantu Iran. Angka nominal bantuan pun tidak masuk akal.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1361479029071982&set=a.116714926881738
- https://web.archive.org/web/20260423081254/
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1361479029071982&set=a.116714926881738
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=318__cb=9192826855__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=319__cb=7e45d715b8__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://www.instagram.com/p/DWi8dUhD0ov/
- https://tirto.id/trump-minta-fifa-ganti-iran-dengan-italia-di-piala-dunia-2026-huQy
- https://www.antaranews.com/berita/5524456/hoaks-foto-wni-sumbang-ratusan-miliar-ke-iran
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/04/22/143200282/-hoaks-wni-berikan-bantuan-rp-548-triliun-untuk-iran
- https://tirto.id/perundingan-damai-as-iran-stagnan-harga-minyak-dunia-lesu-lagi-huQr
Halaman: 5/7767



