• (GFD-2026-32560) [SALAH] Ahok: Saya akan Penjarakan Jokowi dan Prabowo

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 27/02/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Youtube “Jejak Istana” pada Sabtu (31/1/2026) yang memuat narasi :

    “JOKOWI, PRABOWO AKAN SAYA PENJARAKAN AHOK SAMPAIKAN PESAN MENGEJUTKAN SIAP TEMPUH HUKUM JEBLOSKAN JOKOWI & PRABOWO”

    Hingga Jumat (27/2/2026) unggahan telah mendapatkan 387 tanda suka, 168 komentar dan telah ditonton sebanyak 18 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mencari kebenarannya dengan menggunakan bantuan alat pencarian gambar Google Lens. Berdasarkan pencarian, ditemukan video serupa diunggah kanal Youtube Narasi Newsroom berjudul “Blak-Blakan Ahok Soal Korupsi Pertamina: Ada Tangan Berkuasa Ikut Main | Bicara” yang tayang Jumat (28/2/2025).

    Video tersebut berisi wawancara dengan Komisaris Utama PT Pertamina periode 2019–2024, Basuki Tjahaja Purnama, terkait dugaan kasus korupsi besar di PT Pertamina, termasuk di anak usahanya, Pertamina Patra Niaga. Dalam wawancara itu, ia mengklaim memiliki data yang dapat menyeret banyak pejabat di lingkungan Pertamina, bahkan pihak di luar perusahaan Pertamina.

    Pernyataan Ahok yang berbunyi, “gue penjarain kalian semua” disampaikan pada menit ke 13:21. Pernyataan tersebut ditujukan kepada jajaran direksi Pertamina yang saat itu dinilai meremehkannya. Ancaman itu tidak ditujukan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo maupun Presiden terpilih Prabowo Subianto.

    Kesimpulan

    Faktanya Ahok mengancam akan memenjarakan direksi Pertamina yang dulu meremehkannya, bukan mengancam Jokowi dan Prabowo. Unggahan tentang klaim “Ahok bakal penjarakan Jokowi dan Prabowo” adalah konten dimanipulasi (manipulated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32561) [SALAH] UGM Akui Tidak Pernah Melegalisir Ijazah Jokowi

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 27/02/2026

    Berita

    Beredar unggahan gambar [arsip] dari akun Facebook “Murshid 2” pada Sabtu (21/2/2026) yang memuat narasi :

    “TERNYATA UGM TAK PERNAH MELEGALISIR IJAZAH JOKOWI, BANYAK KEJANGGALAN! BOCOR LAGI!!”

    Hingga Jumat (27/2/2026) unggahan telah mendapatkan 334 tanda suka, 129 komentar dan telah dibagikan ulang 43 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mencoba mencari apakah ada pengakuan resmi dari pihak UGM sesuai dengan narasi yang beredar tersebut. Penelusuran dimulai dengan memasukan kata kunci “UGM tak pernah legalisir ijazah Jokowi” ke kolom pencarian Google.

    Setelah ditelusuri tidak dapat ditemukan pernyataan resmi UGM sesuai narasi tersebut, sebaliknya justru hanya ditemukan pernyataan dari pihak UGM yang mengatakan bahwa ijazah Jokowi asli. Pernyataan tersebut termuat di artikel berikut:

    • Artikel Tempo berjudul “UGM dan Kuasa Hukum Pastikan Ijazah Asli Disimpan Jokowi” yang tayang Selasa (15/4/2025) menyebutkan bahwa Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta menyatakan pihaknya mempunyai dokumen komplit yang membuktikan Jokowi kuliah di sana.

    • Situs resmi UGM berjudul “Klarifikasi UGM Soal Tuduhan Ijazah dan Skripsi Palsu Joko Widodo” yang tayang Jumat (21/3/2025).

    Selain itu, narasi yang menyebut UGM “tak pernah melegalisir ijazah Jokowi” juga tidak ditemukan dalam pernyataan resmi kampus.

    Melansir artikel Konteks.co.id berjudul “BonJowi Ajukan Sengketa Informasi Ijazah Jokowi ke KIP, UGM Akui Tak Punya SOP Legalisasi pada Era 1980–1985” yang tayang Selasa (18/11/2025), pihak UGM memang menyampaikan bahwa pada era 1980-an kampus belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis terkait legalisasi ijazah seperti saat ini.

    Namun, ketiadaan SOP tertulis tersebut tidak dapat dimaknai sebagai pengakuan bahwa ijazah tidak pernah dilegalisir. Pernyataan itu merujuk pada sistem administrasi yang berlaku pada masa tersebut, bukan pada keaslian maupun keberadaan ijazah yang bersangkutan.

    Kesimpulan

    Faktanya pihak UGM tidak pernah membuat pernyataan yang membantah keaslian ijazah Jokowi. Unggahan tentang klaim “UGM akui tidak pernah melegalisir Ijazah Jokowi” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32562) [SALAH] Puan Maharani Umumkan Dana Bantuan untuk Umat Kristen

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 27/02/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “bantuan gereja DAP 206” pada Senin (23/2/2026). Unggahan disertai narasi berisi:

    “Pendaftaran Bantuan Non Muslim dari Ditjen Bimas Kristen dan Australia  Pendaftaran Bantuan Non Muslim dari Ditjen Bimas Kristen dan Australia”

    Hingga Jumat (27/2/2026) unggahan ini telah mendapatkan 38 tanda suka dan menuai 18 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “bantuan modal usaha untuk umat Kristen 2026” ke kolom pencarian Google. Hasil penelusuran tidak menemukan pemberitaan kredibel terkait klaim tersebut.

    Selanjutnya, tim memeriksa video menggunakan fitur pendeteksi kecerdasan buatan (AI), Hive Moderation, untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan AI dalam pembuatannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa sekitar 10 persen elemen visual dan 99 persen elemen audio dalam video tersebut terdeteksi sebagai hasil generasi AI.

    Berdasarkan temuan tersebut, video yang menampilkan Puan Maharani itu merupakan konten hasil manipulasi berbasis AI.

    Kesimpulan

    Tidak ada informasi kredibel terkait klaim, video tersebut juga merupakan konten yang dibuat dengan bantuan AI. Unggahan dengan klaim “Puan Maharani mengumumkan bantuan untuk umat Kristen di Indonesia” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32582) Manipulasi Video Purbaya soal Dukungan Hukuman Mati Koruptor

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/02/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah video di media sosial yang menampilkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seolah-olah meminta pendapat masyarakat terkait wacana hukuman mati bagi koruptor kelas kakap di Indonesia.

    ADVERTISEMENT

    Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @purbamznv3r (arsip) pada Kamis (19/02/2026). Dalam video tersebut, terlihat Purbaya mengenakan setelan jas dan celana berwarna biru tua dengan lencana khusus. Ia menyatakan ingin mendengar suara masyarakat dan menanyakan apakah publik setuju atau tidak jika koruptor kelas kakap dihukum mati.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Saya mau dengar suara rakyat, setuju atau tidak, koruptor kelas kakap layak dihukum mati? Kalau setuju, follow dulu akun ini, bagikan dan simpan. Semoga nanti akan ada gerakan kebijakan dari saya untuk rakyat Indonesia," kata Purbaya dalam video tersebut.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Purbaya Dukung Hukum Mati Koruptor.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Manipulasi Foto Netanyahu bersama Prabowo SubiantoHoaks Kejagung Tetapkan Luhut Tersangka Kasus Korupsi Batu Bara

    Dalam pernyataannya, ia juga meminta masyarakat memberikan dukungan kepada akun pengunggah dengan mengikuti akun, membagikan, serta menyimpan unggahan tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Hingga Rabu (25/02/2026), unggahan tersebut telah ditonton hingga sekitar 336,6 ribu kali dan mendapatkan sekitar 22,8 ribu tanda suka, 10 ribu komentar, 3351 disimpan, serta 5032 kali dibagikan.

    Lantas, benarkah Purbaya meminta pendapat masyarakat terkait hukum mati koruptor?

    Hasil Cek Fakta

    Dalam video tersebut, terlihat adanya logo CNN Indonesia di bagian sudut kiri video. Dengan menggunakan Google Lens pada video yang beredar, kami menemukan konten serupa di akun TikTok resmi @cnnindonesia. Video yang diunggah di akun TikTok @cnnindonesia pada 5 November 2025 itu merupakan cuplikan dari program “CNN Economic Spesial Hari Keuangan with Desi Anwar” yang ditayangkan secara lengkap melalui akun YouTube resmi CNN Indonesia pada 30 Oktober 2025.

    Setelah dibandingkan dengan versi aslinya, tidak ditemukan adanya pernyataan Purbaya yang menanyakan kepada masyarakat soal setuju atau tidaknya hukuman mati bagi koruptor, seperti yang diklaim dalam video yang beredar. Purbaya juga tidak mengajak publik untuk mengikuti akun tertentu, membagikan, atau menyimpan video sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan tertentu.

    Baca juga:Hoaks Purbaya Bongkar Fakta Hidden Debt dan IKN Terancam Dijual

    Dalam video klip tersebut, pembahasan berfokus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Purbaya justru menyampaikan pandangannya bahwa MBG merupakan program yang baik dan mendukung pilar “Sumitronomics”, yakni pemerataan pembangunan, stabilitas ekonomi, serta percepatan pertumbuhan yang tinggi.

    Ia juga menegaskan, bahwanya dirinya tidak pernah mengkritik MBG karena dinilai menjadi program yang bagus jika dijalankan dengan optimal.

    Kami menyadari adanya perbedaan antara video asli dan versi yang beredar, khususnya pada bagian audio dan isi pernyataan, kami kemudian menganalisis video tersebut menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan Hive Moderation untuk mengidentifikasi kemungkinan manipulasi berbasis AI.

    Periksa Fakta Manipulasi Video Purbaya soal Dukung Hukuman Mati Koruptor

    Hasil analisis menunjukkan bahwa probabilitas video tersebut merupakan hasil rekayasa atau manipulasi berbasis AI sebesar 74,5 persen. Sementara itu, untuk bagian audio atau pernyataan suara dalam video, terdeteksi memiliki kemungkinan sebesar 97,8 persen sebagai hasil sintesis atau rekayasa AI.

    Angka tersebut menunjukkan bahwa secara visual terdapat indikasi kuat video telah mengalami pengolahan atau penyuntingan digital, dan secara audio hampir dapat dipastikan bahwa suara yang terdengar bukan rekaman asli, melainkan hasil kloning atau manipulasi berbasis kecerdasan buatan.

    Temuan ini memperkuat dugaan bahwa video yang beredar telah diedit dan dimodifikasi dari sumber aslinya untuk membentuk narasi berbeda dari konteks sebenarnya.

    Kesimpulan

    Klaim yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pendapat masyarakat dan mengajak publik mendukung hukuman mati bagi koruptor kelas kakap melalui TikTok adalah tidak benar. Konten tersebut masuk dalam kategori Altered Video atau video yang telah dimanipulasi.

    Baca juga:Hoaks Video Haji Isam Bagikan Bantuan Tunai

    Faktanya, video asli yang diunggah akun resmi CNN Indonesia pada 5 November 2025 merupakan cuplikan program CNN Economic Spesial Hari Keuangan yang membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG), bukan mengenai hukuman mati bagi koruptor.

    Rujukan