• (GFD-2026-34282) Cek Fakta: Hoaks Tautan Pendaftaran CPNS Kemenhub 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2026. Informasi tersebut diunggah sejumlah akun TikTok sejak beberapa hari yang lalu.
    Berikut salah satu isi unggahannya:
    "PENDAFTARAN CPNS KEMENTERIAN PERHUBUNGAN 2026 RESMI DIBUKA
    PERSYARATAN:
    1. Laki-Laki & Perempuan
    2. Lulusan SMA/SMKA/D3/S1-S3
    3.Usia Min 18 Tahun Maks 45 Tahun
    4. Sehat Jasmani Rohani & Berkelakuan Baik
    5. Penempatan Daerah Masing-Masing Domisili Peserta
    PENDAFTARAN GRATIS TIDAK ADA BIAYA APAPUN SILAHKAN KLIK WEB DI BIO YANG INGIN MENDAFTAR CPNS 2026!"
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran CPNS Kemenhub 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com
     
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran CPNS Kemenhub 2026. Penelusuran mengarah pada unggahan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui akun Instagramnya yakni @kemenhub151
    Kemenhub menyatakan, saat ini belum ada penerimaan CPNS dan PPPK Kementerian Perhubungan Tahun 2026.
    "Pastikan #KawulaModa mendapatkan informasi resmi terkait CASN Kemenhub melalui sumber resmi yaitu website casn.kemenhub.go.id atau media sosial di @kemenhub151," demikian tulis Kemenhub yang dikutip pada Selasa (12/5/2026).
    Selain itu, penerimaan CASN Kemenhub seluruhnya tidak dipungut biaya atau gratis. "Hati-hati penipuan yang mengatasnamakan Kemenhub ya #KawulaModa," tandas Kemenhub.
    Penelusuran juga mengarah pada artikel berita Liputan6.com berjudul "Viral Pendaftaran Seleksi CPNS 2026, Simak Panduan Pendaftarannya".
    Artikel ini menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran dan seleksi CPNS 2026 hanya akan dilakukan melalui portal resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN yakni https://sscasn.bkn.go.id.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran CPNS Kemenhub 2026 merupakan hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34283) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Program Token Listrik Gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/05/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran untuk mendapatkan program token listrik gratis. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Mei 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "🎉 PROGRAM TOKEN LISTRIK GRATIS!
    🎉Kabar baik untuk masyarakat! Kini tersedia program token listrik gratis yang dapat membantu meringankan beban biaya listrik rumah tangga.
    Program ini ditujukan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria tertentu, dengan tujuan mendukung kebutuhan energi sehari-hari agar tetap terpenuhi tanpa khawatir biaya.
    ✅ Mudah diakses✅ Proses cepat✅ Membantu ekonomi keluarga
    Segera manfaatkan kesempatan ini dan pastikan Anda tidak ketinggalan informasi terbaru terkait program bantuan ini.📌
    Catatan: Pastikan Anda mendapatkan informasi dari sumber resmi agar terhindar dari penipuan.
    •••Untuk Mendapatkan Token Listrik Gratisnya Silahkan Daftarkan Diri Anda Dengan Cara Kunjungi Website Kami Di Bawa Ini 👇👇👇
    https://daftarsekarang3.trctgikl.web.id/
    •Aman Dan Mudah• Gratis Dan Terpercaya
    #TokenGratis #BantuanListrik #InfoTerbaru #HematListrik"
    Unggahan disertai menu daftar. Jika menu daftar diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs tertentu. Situs ini meminta sejumlah identitas, seperti nama sesuai nomor KTP hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran program token listrik gratis? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran program token listrik gratis. Penelusuran mengarah pada artikel berita Liputan6.com berjudul "Viral Pembagian Token Listrik Gratis, Simak Penjelasan PLN".
    Pada artikel ini, PLN mengingatkan masyarakat supaya tidak mudah tergiur tawaran promo token listrik gratis. Pasalnya, ini merupakan hoaks yang menjadi modus kejahatan siber.
    Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, PLN tidak pernah membuat dan menyelenggarakan promo token listrik gratis seperti yang beredar di media sosial.
    "PLN memastikan tidak pernah memberikan promo dimaksud," kata Gregorius, saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa 23 September 2025.
    Dia menegaskan, informasi promo pembagian token listrik gratis yang beredar adalah hoaks dan indikasi scam.
    PLN mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi termasuk promosi yang bukan resmi bersumber dari PLN sehingga terhindar dari upaya penipuan.
    "Informasi tentang promo resmi dari PLN dapat dilihat pada aplikasi PLN Mobile," kata Gregorius.
    Penelusuran juga mengarah pada postingan dari PLN melalui akun Instagram resminya @pln_id. Dalam unggahannya PLN meminta masyarakat hati-hati karena sekarang lagi banyak akun-akun tidak resmi yang menyebarkan hoaks promo listrik gratis.
    "Hati-hati ya Electrizen, sekarang lagi banyak akun-akun tidak resmi yang menyebarkan HOAX promo listrik gratis. PLN hanya informasi promo resmi via media sosial korporat milik PLN atau aplikasi PLN Mobile," tulis PLN dikutip pada Selasa (12/5/2026).
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran program token listrik gratis, tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34297) Hoaks, Pendaftaran Bantuan Dana Hibah dan KUR Online Catut BRI

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/05/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial TikTok unggahan yang mengklaim Bank Rakyat Indonesia (BRI) membuka pendaftaran pinjaman KUR online dan bantuan dana hibah dengan menghubungi nomor WhatsApp tertentu.

    Unggahan terkait bantuan dana hibah dibagikan oleh akun TikTok bernama @bantuan.dana.hibah183 (arsip) seperti unggahan ini (arsip). Dalam unggahan menampilkan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa seolah-olah menawarkan bantuan tersebut. Pengunggah juga menggunakan logo BRI dan menuliskan keterangan: “VIRAL HARI INI, SENIN 11 MEI 2026.”

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Untuk yang ingin mendaftar bantuan Dana Hibah, silakan hubungi saya segera sebelum pendaftaran tertutup,” begitu narasi yang diucapkan Purbaya dalam video. Video tersebut telah mendapatkan 27 likes, 13 komentar, dan 628 kali ditayangkan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Adapun unggahan terkait pinjaman KUR online oleh akun TikTok @dewi.sriwiyanti (arsip) seperti unggahan ini (arsip). Dalam unggahan video berdurasi 11 detik tersebut menampilkan kerumunan masyarakat yang sedang mengantri. Video tersebut juga mencantumkan logo BUMN dan BRI. Unggahan tersebut telah mendapatkan 119 likes, 21 komentar, dan 21,8 ribu kali ditayangkan.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “KABAR GEMBIRA RESMI DARI BANK BRI MENJELANG HARI RAYA KURBAN RESMI DIBUKA KUR BRI BERBASIS ONLINE TANPA ANGGUNAN ATAU JAMINAN DAN BUNGA RINGAN 0,2%, BERLAKU UNTUK SELURUH MASYARAKAT INDONESIA MULAI HARI INI TGL 6 MEI SAMAPAI AKHIR TGL 31 MEI 2026. SYARAT: FOTO KTP & KK. USIA: 21-65 TAHUN. LIMIT: 5 JUTA - 500 JUTA. TANPA ANGGUNAN DAN TANPA SURVEU LOKASI.” Begitu keterangan tertulis dalam video.

    Artikel ini ditulis pada Senin (11/05/2026). Klaim yang diunggah oleh kedua akun TikTok tersebut mendapatkan banyak perhatian publik.

    Lantas, benarkah BRI membuka pendaftaran bantuan dana hibah dan KUR online melalui nomor WhatsApp seperti pada klaim yang beredar?

    Baca juga:Cara Mudah Investasi di Bank BRI, Mandiri, dan BCA untuk Pemula

    Periksa Fakta Hoaks BRI.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun TikTok penyebar klaim pendaftaran dana hibah @bantuan.dana.hibah183, memiliki 282 pengikut dan mencantumkan nomor Whatsapp dan keterangan pada bio profil: “PROGRAM BANTUAN DANA HIBAH TELAH DIBUKA AYO DAFTAR SEKARANG. NO WA:087891132920.”

    Pada foto profil akun digunakan gambar dengan tulisan “BANTUAN DANA HIBAH SAUDI ARABIA.” Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan BRI ataupun Purbaya.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada sinkronisasi gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah Purbaya yang tampak tidak natural dan datar. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 99,2 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.

    Adapun akun penyebar klaim pendaftaran KUR online @dwi.sriwiyanti memiliki 4648 pengikut dan mencantumkan nomor Whatsapp dan keterangan pada bio profil: “PINJAMAN SE-INDONESIA PINJAMAN KUR BRI ONLINE HUB WA 0813-5614-4099.” Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan BRI.

    Sebagai informasi, KUR adalah salah satu program pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang disalurkan lewat lembaga keuangan dengan sistem penjaminan.

    Merujuk laman BRI, ada dua macam pinjaman dalam KUR BRI. Pertama, pinjaman KUR Mikro Bank BRI untuk usaha mikro dengan plafond pinjaman maksimum sampai dengan Rp100 juta per debitur. Kedua, KUR Kecil Bank BRI dengan plafond pinjaman maksimum hingga Rp500 juta per debitur.

    Selanjutnya, untuk memastikan klaim yang beredar, Tim Riset Tirto menghubungi pihak BRI. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa akun media sosial yang menggunakan atribut dan identitas BRI untuk menawarkan program “bantuan dana hibah” dan “KUR online” adalah hoaks.

    Dhanny menegaskan bahwa BRI tak memiliki nomor ponsel untuk pendaftaran dana hibah ataupun KUR. Klaim pendaftaran dana hibah dan KUR online melalui nomor WhatsApp tersebut bukan berasal dari BRI dan tidak memiliki keterkaitan dengan produk, layanan, maupun program resmi Perseroan.

    “BRI tidak pernah meminta masyarakat untuk melakukan pendaftaran, transfer dana, maupun memberikan data pribadi dan data perbankan, termasuk PIN, password, OTP, maupun informasi rahasia lainnya. BRI tidak pernah menggunakan tokoh/pejabat pemerintah dalam melakukan promosi produk dan jasa yang ditawarkan.” Begitu tegas Dhanny.

    BRI hanya menggunakan saluran resmi, baik website maupun media sosial, yang terverifikasi (centang biru atau hijau). Adapun media sosial resmi BRI, antara lain:

    Website: www.bri.co.idInstagram: @bankbri_idTwitter: @bankbri_id, @kontakbri, @promo_BRIFacebook: BANK BRIYouTube: Bank BRITiktok: @bankbri_id

    @bankbri_id

    kur.bri.co.id

    Dalam rangkuman Tirto, Purbaya tidak pernah memberikan bantuan berbentuk uang langsung kepada masyarakat dengan cara menghubunginya atau berkomentar pada unggahan dalam akun tidak resmi.

    Akun palsu di media sosial yang mengatasnamakan Purbaya biasanya meminta pengguna menghubungi melalui Messenger atau membayar sejumlah biaya sebagai syarat. Ini merupakan indikasi phishing atau penipuan.

    Sekali lagi, Dhanny mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap modus-modus penipuan serta melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI, seperti website resmi BRI, akun media sosial terverifikasi, Contact BRI 1500017, serta unit kerja BRI terdekat.

    Baca juga:Hoaks, Tautan Pendaftaran Pinjaman BRI Rp10 Juta

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa BRI membuka pendaftaran bantuan dari hibah yang ditawarkan Purbaya dan KUR online tanpa agunan dan survey bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa akun media sosial yang menggunakan atribut dan identitas BRI untuk menawarkan program “bantuan dana hibah” dan “KUR online” adalah hoaks. BRI tidak memiliki nomor WhatsApp dan tidak memiliki keterkaitan dengan produk, layanan, maupun program resmi Perseroan untuk pendaftaran dana hibah ataupun KUR. Klaim pendaftaran dana hibah dan KUR online.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34298) Tidak Benar, Bill Gates Sebut Vaksin untuk Mengurangi Penduduk

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/05/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim bahwa vaksin adalah cara paling ampuh untuk mengurangi jumlah penduduk sebesar 10 persen sampai 15 persen.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Belle Serbetto” (arsip) pada Jumat (16/05/2025). Cuplikan video berdurasi 30 detik tersebut menampilkan gambar Bill Gates tengah berbicara dalam kegiatan TED.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “PIDATO BILL GATES 15 TAHUN LALU. Bill Gates: VAKSIN bisa mengurangi jumlah 10% 15%,” begitu narasi tertulis dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menambahkan keterangan terkait unggahannya, “VAKSIN ADALAH CARA MENGURANGI PENDUDUK PALING AMPUH.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Elit Global mempunyai 3 cara untuk mengurangi penduduk. :

    Perang Dunia.Pendemi/Virus.Vaksin.

    Vaksin ini seolah membantu mengobati dan menyembuhkan.

    Tapi vaksin sejatinya adalah untuk :

    Memperpendek Umur/Usia.Menghancurkan hormon reproduksi hingga menyulitkan untuk mendapatkan keturunan.Membuat orang jadi overthinking termasuk para remaja takut untuk menikah.MrNa dalam vaksin bisa merusak DNA, sehingga ada anak kecenderungan jadi LGBT.Dalam vaksin terdapat hormon2 yang bisa menimbulkan berbagai penyakit.Tripsin babi serta kolagen babi dalam vaksin adalah komposisi yang harus ada dalam pembuatan vaksin.

    Kandungan tersebut membuat manusia menjadi pelupa dan eror.

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (11/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1 like, 1 komentar, 2 kali dibagikan, dan 187 kali ditayangkan.

    Lantas, benarkah vaksin bertujuan untuk mengurangi jumlah penduduk?

    Baca juga:Tidak Benar, Vaksin TBC Mengandung Nanobots

    periksa fakta Vaksin Bill Gates.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarahkan kami ke laman TEDx yang menampilkan video asli pada unggahan tersebut.

    Dalam video tersebut, Bill Gates menyampaikan pemikirannya terkait “Innovating to Zero” pada Februari 2010. Pada menit ke-04.21 dalam video tersebut, Gates menyebutkan bahwa peningkatan layanan kesehatan dan vaksinasi di negara berkembang dapat menurunkan angka kematian anak. Secara statistik, ketika tingkat kelangsungan hidup anak meningkat, orang tua cenderung memiliki lebih sedikit anak, yang pada akhirnya dapat memperlambat laju pertumbuhan populasi secara sukarela, bukan membunuh penduduk yang ada.

    “First, we've got population. The world today has 6.8 billion people. That's headed up to about nine billion. Now, if we do a really great job on new vaccines, health care, reproductive health services, we could lower that by, perhaps, 10 or 15 percent. But there, we see an increase of about 1.3.” Begitu yang dikatakan Gates.

    Dalam pidato TED tersebut, Bill Gates tidak mengatakan bahwa vaksin digunakan untuk “mengurangi populasi” secara langsung atau untuk membunuh manusia. Pernyataannya sering dipotong dan disalahartikan di media sosial. Yang sebenarnya dibahas adalah hubungan antara pertumbuhan populasi, kesehatan, dan perubahan iklim. Saat menjelaskan rumus emisi CO2, Gates mengatakan: “Jika kita melakukan pekerjaan yang sangat baik pada vaksin baru, layanan kesehatan, dan kesehatan reproduksi, kita mungkin bisa menurunkan [pertumbuhan populasi] sekitar 10–15 persen.”

    Menurut Gates, di negara miskin, angka kelahiran sering tinggi karena banyak anak meninggal muda dan akses kesehatan buruk. Jika vaksin dan layanan kesehatan membaik, lebih banyak anak bertahan hidup. Ketika angka kematian anak turun dan pendidikan serta layanan reproduksi meningkat, keluarga cenderung memilih memiliki anak lebih sedikit. Akibatnya, laju pertumbuhan populasi melambat, bukan populasi “dikurangi” lewat vaksin.

    Hal tersebut merupakan konsep yang umum dalam demografi dan pembangunan global: negara dengan kesehatan dan pendidikan lebih baik biasanya memiliki angka kelahiran lebih rendah.

    Melansir Reuters, Gates tidak menyarankan agar populasi global dimusnahkan menggunakan vaksin. Sebaliknya, Gates mengatakan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat melalui vaksinasi dapat mengurangi pertumbuhan populasi yang tidak berkelanjutan di masa depan dan dengan demikian menurunkan emisi karbon.

    “However, Gates was not suggesting the global population should be killed off using vaccines. He is instead saying that improving public health using vaccinations can reduce unsustainable population growth in the future – and with it, lower carbon emissions.”

    Senada dengan hal tersebut, dalam laman Kompas, artikel dalam koran The Sovereign Independent edisi Juni 2011 adalah yang menyebarkan klaim tersebut. Faktanya, koran itu tidak ditulis oleh Gates, melainkan oleh penulis bernama Rachel Windeer.

    Kutipan yang ditampilkan di halaman depan koran edisi Juni 2011 tersebut memang pernyataan otentik dari Gates. Namun, kutipan tersebut telah diambil di luar konteks. “Dunia saat ini memiliki 6,8 miliar orang. Jumlah itu akan terus bertambah hingga sekitar 9 miliar. Sekarang jika kita melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam hal vaksin baru, perawatan kesehatan, layanan kesehatan reproduksi, kita dapat menurunkannya sekitar 10 atau 15 persen,” demikian kutipan pernyataan Gates.

    Gates menyampaikan kutipan ini dalam sebuah ceramah TEDx tahun 2010 yang berjudul “Innovating to Zero”. Namun, dia tidak berbicara tentang mengurangi populasi dengan vaksin. Gates membahas bahwa vaksin dan perawatan kesehatan yang lebih baik dapat membantu mengurangi laju pertumbuhan populasi global dan menurunkan emisi karbon.

    Baca juga:Hoaks, Vaksin MMR Sebabkan Autisme pada Anak

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa Bill Gates mengatakan bahwa vaksin bertujuan untuk mengurangi populasi manusia bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Klaim tersebut sering dibagikan bersama foto halaman depan koran "The Sovereign Independent" edisi 2011 yang memuat judul provokatif. Faktanya, artikel di koran tersebut tidak ditulis oleh Bill Gates, melainkan oleh seorang penulis opini yang dikenal sering menyebarkan teori konspirasi.

    Pada video TEDx tersebut, Bill Gates tidak pernah menyarankan penggunaan vaksin untuk membunuh manusia atau melakukan depopulasi paksa, melainkan sebagai cara untuk meningkatkan kualitas hidup agar pertumbuhan populasi menjadi lebih stabil.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan