• (GFD-2026-33615) [PENIPUAN] Prabowo Bagikan Bansos 2026 Lewat Facebook

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Bantuan Masyarakat” pada Kamis (9/4/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “ASSALAMUALAIKUM SAYA PRABOWO SUBIANTO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SAYA AKAN MEMBERI BANTUAN UNTUK SELURUH RAKYAT INDONESIA KHUSUS YANG SUDAH FOLLOW DAN BENAR-BENAR MEMBUTUHKAN BANTUAN SAYA AKAN BERIKAN HARI INI LANGSUNG SILAKAN TEKAN TANDA LOVE DAN PANAH BANTUAN AKAN SEGERA SAYA BERIKAN SEMOGA BISA MERINGANKAN PEREKONOMIAN RAKYAT KU TERCINTA”

    Unggahan disertai takarir:

    “Jawab dengan jujur kalian butuh apa? Biaya Melahirkan : Rp 70jt Biaya Sekolah : Rp 50jt Modal Usaha : Rp 50jt Bayar Hutang : Rp 50jt”

    Per Senin (20/4/2026) konten tersebut telah mendapatkan lebih dari 557 tanda suka, menuai 724 komentar, dan dibagikan ulang 108 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis konten menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,2 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “Prabowo bagikan bansos lewat Facebook” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah artikel, antara lain:

    • Artikel turnbackhoax.id “[PENIPUAN] Video Prabowo Bagikan Undangan BLT Kesra Melalui Facebook”, tayang Senin (23/2/2026). Artikel ini menyebut bahwa klaim Presiden Prabowo yang membagikan undangan BLT Kesra melalui Facebook adalah hoaks.

    • Artikel turnbackhoax.id “[PENIPUAN] Pendaftaran Bansos Kemensos Lewat Facebook”, tayang Kamis (9/4/2026). Artikel ini menyebut bahwa klaim Kementerian Sosial (Kemensos) membuka pendaftaran bantuan sosial melalui Facebook adalah hoaks.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Presiden Prabowo bagikan bantuan sosial 2026 lewat Facebook”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,2 persen. Unggahan video berisi klaim “Presiden Prabowo bagikan bantuan sosial 2026 lewat Facebook” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33616) [PENIPUAN] Menkeu Purbaya Resmikan Program Bantuan Dana Hibah Arab Saudi

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Lunas Hutang” pada Jumat (3/4/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “SAYA TELAH MERESMIKAN PROGRAM BANTUAN DANA HIBAH PROGRAM INI BENTUK KERJASAMA KAMI DAN PEMERINTAH ARAB SAUDI DAN PROGRAM INI SEMATA-MATA BERTUJUAN UNTUK MEMBANTU MASYARAKAT INDONESIA YANG SEDANG KESULITAN DENGAN MASALAH EKONOMI.”

    Unggahan disertai takarir:

    JUMAT BERKAH REZEKI lansia

    VIRAL KLARIFIKASI MENTRI KEUANGAN PURBAYA YUDHI SADEWA MENGENAI PROGRAM BANTUAN DANA HIBAH 2026 DARI SAUDI ARABIA”

    Per Senin (20/4/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 1.800-an tanda suka, menuai 753 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 68 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memeriksa konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 81 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “Menkeu Purbaya resmikan program bantuan dana hibah Arab Saudi” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke unggahan akun Instagram “kemenkeu.prime” milik Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dalam unggahan yang tayang Kamis (9/4/2026) itu, Kemenkeu mengonfirmasi bahwa klaim Menkeu Purbaya yang mengajak masyarakat mendaftarkan diri untuk mengambil dana hibah adalah hoaks.

    Kesimpulan

    Video yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 81 persen. Unggahan video berisi klaim “Menkeu Purbaya resmikan program bantuan dana hibah Arab Saudi” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33617) [SALAH] Video "KDM Usulkan Semua Aset Koruptor Dirampas"

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Dharma” pada Senin (2/3/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “ORANG KORUPSI MILYARAN DIPENJARA BEBERAPA TAHUN HABIS ITU KELUAR MASIH KAYA RUMAH ADA MOBIL ADA REKENING AMAN MENURUT SAYA ITU TIDAK MASUK AKAL KALAU UANGNYA DARI RAKYAT YA HARUS BALIK KE RAKYAT RAMPAS SEMUA ASETNYA BIAR KAPOK SAYA MAU DENGAR PENDAPAT KALIAN JUGA SETUJU TIDAK ASET KORUPTOR DISITA HABIS JIKA SETUJU BAGIKAN BIAR SUARA INI DIDENGAR OLEH BAPAK PRESIDEN”

    Unggahan disertai takarir:

    “Statmen KDM Rampas aset pejabat koruptor

    Suara KDM untuk presiden Uang rakyat kembali kerakyat”

    Per Senin (20/4/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 6.400-an tanda suka, menuai 2.900-an komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 1.100-an kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 97,1 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “KDM usulkan semua aset koruptor dirampas” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke berita kpk.go.id “KPK: Pengesahan RUU Perampasan Aset, Percepat Pemulihan Kerugian Keuangan Negara”, tayang Jumat (21/11/2025). Berita ini melaporkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong RUU Perampasan Aset agar segera disahkan. Aturan ini diyakini mampu mempercepat pemulihan kerugian negara tanpa perlu menunggu putusan pidana inkrah, sehingga aset hasil korupsi tidak dialihkan atau dihilangkan.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “KDM usulkan semua aset koruptor dirampas”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 97,1 persen. Unggahan video berisi klaim “KDM usulkan semua aset koruptor dirampas” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33618) [SALAH] Video "Tentara Iran Masuk Wilayah Darat Israel"

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “GerakanRakyar BersamaAnies” pada Sabtu, (11/04/2026) mengunggah video [arsip] yang memperlihatkan tentara Iran yang diduga sudah memasuki wilayah daratan Israel. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Potensi masa depan Tel Aviv dalam setahun ke depan telah menimbulkan kengerian di media Israel. Semoga keadaan mereka semakin memburuk.

    Aamiin 🤲🤲🤲

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 200 kali, mendapat 32 reaksi, menuai 4 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 2 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri keaslian video tersebut dengan memanfaatkan fitur pencarian gambar serupa melalui Google Image Search. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang beredar telah diunggah sebelumnya oleh akun Facebook “Ahmed Sobh” pada Juli 2025, sehingga bukan merupakan peristiwa terbaru. Keterangan dalam unggahan tersebut, yang ditulis dalam bahasa Arab, menjelaskan bahwa kejadian dalam video berlangsung di Provinsi Sweida, wilayah selatan Suriah.

    Penelusuran lebih lanjut melalui pemberitaan media kredibel memperkuat konteks tersebut. Dilaporkan oleh Kompas.com, wilayah Sweida memang mengalami konflik yang melibatkan milisi suku Beduin beserta sekutunya yang berhadapan dengan milisi Druze, kelompok yang mempertahankan wilayah tempat tinggal mereka. Bentrokan tersebut dipicu oleh eskalasi ketegangan yang ditandai dengan aksi saling serang serta insiden penculikan antara kedua kelompok.

    Kesimpulan

    Video tersebut merupakan dokumentasi konflik lokal di Suriah Selatan pada 2025. Dengan demikian, unggahan video dengan klaim “tentara Iran masuk wilayah darat Israel” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan