• (GFD-2026-33623) Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai dari Polri Terkait Modus Baru Kejahatan Anak Kecil Menangis di Jalan

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan kembali postingan pesan berantai yang diklaim dari Polri tentang adanya modus kejahatan anak kecil minta tolong di jalan. Pesan berantai itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 16 April 2026.
    Berikut isi pesan berantai dalam postingan itu:
    "Info dari POLRI & TNI AD=
    Sampaikan pesan ini kepada keluarga dan kawan-kawan anda!!
    Pesan ini ditujukan kepada setiap pria dan wanita yg bepergian sendirian ke kampus, tempat kerja atau kemana saja.
    Jika kalian menemukan anak kecil menangis di jalan dengan menunjukkan sebuah alamat dan memintamu untuk mengantarnya ke alamat tersebut, bawalah anak itu ke kantor POLISI Atau Kantor KORAMIL TERDEKAT dan jangan bawa anak itu ke alamat tersebut!!
    Anak itu telah di suruh oleh si pelaku kejahatan untuk menggiring kalian menuju ke tempat si pelaku melakukan aksi kejahatannya.
    Ini adalah Modus baru PENJAHAT untuk MERAMPOK, MEMPERKOSA & MENCULIK.
    Mohon Informasikan ke semua kawan-kawan.Jangan ragu untuk membagikan pesan ini kepada yang lainnya.
    Pesan ini bisa membantu menyelamatkan wanita dan orang yang penting dalam hidup anda..... karena sudah banyak korban. Jadi biarkan POLRI & TNI yang mengantarkan anak itu ke alamat tersebut..
    Ayo saudara SHARE buat keselamatan saudara2 kita semua.."
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Tolong ingatkan ke teman, saudara ataupun keluarga semua.."
    Lalu benarkah postingan pesan berantai yang diklaim dari Polri tentang adanya modus kejahatan anak kecil minta tolong di jalan?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan pesan berantai itu merupakan hoaks yang berulang. Pesan berantai itu sudah muncul dan dibantah sejak tahun 2012 lalu.
    Cek Fakta Liputan6.com sendiri pernah menulisnya pada 29 Oktober 2019 dalam artikel berjudul "Cek Fakta: Hoaks Modus Kejahatan Anak Kecil Menangis di Jalan".
    Dalam artikel tersebut terdapat penjelasan dari Kabid Humas Polda Metro Jaya yang saat itu menjabat Kombes Rikwanto.
    "Kami tidak pernah mengeluarkan imbauan terkait modus baru penjahat untuk melakukan perampokan, pemerkosaan, dan penculikan," ujarnya.
    "Belum ada laporan kasus tentang itu, tapi sarannya boleh juga diikuti, kalau menemukan demikian daripada berpikir yang tidak-tidak maka dilaporkan ke polisi saja. Jadi tidak menghilangkan niat baik saat akan menolong. Contoh seperti anak menangis, ada orang yang ketinggalan barang, lalu tersesat niat baiknya jangan hilang, untuk keamanan kepada yang menolong salurannya ke polisi," Rikwanto menambahkan.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan pesan berantai yang diklaim dari Polri tentang adanya modus kejahatan anak kecil minta tolong di jalan adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33624) Hoaks, BMKG Peringatkan Kemarau Terparah Terjadi Pada 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan peringatan akan terjadi kemarau terparah pada tahun 2026.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Dedi Heriawan” (arsip) pada Jumat (17/04/2026). Dalam unggahan disebutkan kemarau yang akan melanda pada tahun 2026 adalah yang terburuk sepanjang 30 tahun terakhir.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “BMKG WARNING! KEMARAU 2026 BAKAL TERPARAH DALAM 30 TAHUN. BMKG peringatkan Indonesia akan dilanda kemarau ekstrem pada 2026, bakal jadi yang TERBURUK dalam 30 tahun terakhir,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam unggahan, ditampilkan Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG, dan juga dituliskan narasi bahwa tanda-tanda terjadinya kemarau ekstrem menunjukkan sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal yang berakibat pada krisis air, gagal panen, hingga lonjakan kebakaran hutan dan lahan.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “🚨 ALERT KEMARAU EKSTREM 2026! BMKG: Salah Satu yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir

    Indonesia bersiap menghadapi ancaman serius. BMKG resmi mengeluarkan peringatan keras bahwa musim kemarau 2026 berpotensi menjadi salah satu yang paling ekstrem dalam tiga dekade terakhir. Fenomena ini dipicu kemarau yang datang lebih cepat dari biasanya serta pengaruh El Nino fase lemah hingga moderat yang mulai terasa dampaknya di berbagai wilayah.

    Tanda-tanda bahaya sudah terlihat. Data terbaru menunjukkan sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal. Bahkan lebih dari setengah wilayah Tanah Air diprediksi menghadapi kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini meningkatkan risiko krisis air, gagal panen, hingga lonjakan kebakaran hutan dan lahan.

    Kepala Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa kemarau akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian merambat ke Bali dan Jawa, sebelum akhirnya meluas ke Sumatera. Puncak musim kering diperkirakan terjadi pada Agustus, dan baru mereda menjelang akhir September hingga awal Oktober.

    Ia menegaskan, udara yang semakin kering serta minimnya pembentukan awan akan memperbesar potensi kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan. Kondisi ini berpotensi berdampak luas, mulai dari pasokan air bersih, ketahanan pangan, hingga kualitas udara di sejumlah wilayah.

    BMKG menilai langkah mitigasi harus segera dilakukan. Salah satu strategi penting adalah modifikasi cuaca di daerah rawan untuk menekan risiko kebakaran dan kekeringan berkepanjangan. Pemerintah daerah, sektor pertanian, serta masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi musim kering yang panjang.

    Kemarau 2026 bukan sekadar musim kering biasa—ini bisa menjadi ujian besar bagi ketahanan lingkungan dan sumber daya Indonesia.” Begitu keterangan dituliskan dalam unggahan.

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (20/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 13 likes dan 6 komentar.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Bojonegoro Terkini” terkait BMKG yang mengeluarkan peringatan serius tentang datangnya kemarau ekstrem tahun 2026.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:BMKG: Bibit Siklon 92S Picu Cuaca Ekstrem di Sumatra dan Jawa

    Periksa Fakta Kemarau Terparah dalam 30 Tahun Terakhir. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari gambar asli yang digunakan untuk klaim tersebut menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) di Google Lens.

    Hasil pencarian mengarah pada laman Liputan 6 yang menyatakan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan tegas membantah klaim tersebut. BMKG menyatakan bahwa informasi yang menyebut kemarau tahun 2026 akan menjadi yang terparah dalam tiga dekade terakhir adalah klaim yang tidak berdasar.

    Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “BMKG peringatkan kemarau terparah pada 2026” pada mesin pencarian Google. Tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Laman Instagram resmi BMKG @infobmkgmenyebutkan bahwainformasi perihal BMKG mengingatkan kemarau 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir adalah informasi yang tidak benar. Faktanya, BMKG menyampaikan bahwa curah hujan pada musim kemarau 2026 diprediksi berada di bawah normal, yaitu lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir. Sebagai perbandingan, musim kemarau yang telah terjadi pada tahun 1997, 2005, 2015 atau 2019 lebih kering bila dibandingkan dengan prediksi musim kemarau tahun 2026.

    Dalam Instagram resmi @suarasurabayamedia, Kepala BMKG Teuku Faisal memang pernah menyatakan bahwa di Indonesia berpotensi terjadi kemarau pada bulan April. Namun, Faisal tidak menyebutkan bahwa itu kemarau terparah.

    Teuku Faisal Fathani, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (4/3/2026) mengumumkan La Niña lemah yang terjadi sejak Oktober 2025 telah berakhir pada Februari 2026. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada periode April 2026, diawali dari Nusa Tenggara lalu bergerak ke wilayah barat dan daerah lainnya.

    Hal itu disampaikan Faisal dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG. Durasi kemarau diperkirakan lebih panjang di 57,2 persen Zona Musim (ZOM), dengan 64,5 persen wilayah mengalami curah hujan di bawah normal atau lebih kering dari biasanya. Puncak musim kemarau di mayoritas wilayah diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dan cenderung lebih awal dari pola normal. BMKG berharap informasi ini menjadi panduan mitigasi dan langkah antisipasi bagi sektor-sektor terdampak iklim.

    “Kemudian kalau kita bahas tentang durasi musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia atau di 400 zona musim atau 57,2% diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya. Kemudian terkait sifat musim kemarau akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia yaitu di 451 zona musim atau 64,5% dari seluruh zona musim diprediksi pada kategori bawah normal atau mudahnya itu lebih kering dari biasanya. Kemudian terkait puncak musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia atau di 429 zona musim atau sekitar 61,4% dari keseluruhan diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada bulan Agustus.” Begitu keterangan Faisal.

    Dengan demikian, kondisi ini tidak berarti kemarau tersebut menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir, melainkan menunjukkan adanya potensi curah hujan yang lebih sedikit dari biasanya.

    BMKG mengimbau agar masyarakat selalu mengakses informasi resmi mengenai cuaca dan iklim melalui kanal-kanal komunikasi BMKG yang terpercaya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap keputusan dan persiapan didasarkan pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Baca juga:Sumsel Waspadai Karhutla di 12 Daerah akibat Kemarau Panjang

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa BMKG memperingatkan kemarau ekstrem sepanjang 30 tahun terakhir terjadi pada tahun 2026 adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    BMKG telah secara resmi membantah narasi tersebut melalui saluran resminya dan menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak benar.

    Kepala BMKG, Faisal, menyampaikan terkait prediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada periode April 2026, diawali oleh Nusa Tenggara lalu bergerak ke wilayah barat dan daerah lainnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG dan tidak menyebut bahwa kemarau tersebut yang terparah.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33626) [SALAH] Video "Upacara Pemakaman Netanyahu"

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Riyanti” pada Senin (16/3/2026) mengunggah video [arsip] dengan narasi berikut: 

    “UPACARA PEMAKAMAN NASIONAL UNTUK BENJAMIN NETANYAHU DILAKSANAKAN DENGAN PENGHORMATAN MILITER”.

    Hingga Senin (20/4/2026), unggahan tersebut telah disukai 781 akun, menuai 204 komentar dan dibagikan ulang 52 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Benjamin Netanyahu’s funeral” ke mesin pencari Google. Hasilnya, terdapat beberapa artikel yang membantah klaim, yakni: 

    • reuters.com “Fact Check: Netanyahu’s press conference dispels death rumours” yang tayang Rabu (25/3/2026), dan

    • bbc.co.uk “Netanyahu is not dead. So why did the internet think he was?” yang tayang pada Jumat (20/3/2026).  

    Melansir dari dua berita tersebut, Benjamin Netanyahu hadir dalam konferensi pers di Jarusalem pada Kamis (19/3/2026). Dalam konferensi pers itu, Netanyahu menyampaikan progress terkait Operation Roaring Lion. 

    TurnBackHoax kemudian  menganalisis video unggahan “Riyanti” tersebut dengan Deepfake Detection. Hasilnya, video itu merupakan hasil manipulasi AI dengan probabilitas 88%.

    Kesimpulan

    Benjamin Netanyahu masih hidup hingga saat ini dan video yang diunggah merupakan hasil manipulasi AI. Jadi, unggahan berisi narasi “upacara pemakaman Netanyahu dilaksanakan dengan penghormatan militer” merupakan konten yang dimanipulasi (manipulated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33628) [SALAH] Dokumentasi "Perang Darat Iran dan AS"

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 20/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Yanti Arum” pada Selasa (14/4/2026). Unggahan beserta narasi :

    “Pasukan Iran  siap menghadapi pasukan koalisi AS dan Israel kondisi perang darat”

    Hingga Senin (20/4/2026) unggahan telah mendapatkan 221 tanda suka, 57 komentar dan telah dibagikan ulang 19 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan memanfaatkan Google Lens, berikut hasilnya:

    Klip pertama yang memperlihatkan sebuah bangunan yang rusak parah mirip dengan unggahan akun Facebook ‘Bluder issmi’ pada Kamis (19/3/2026). Dalam unggahan itu, pengunggah menuliskan keterangan, “Pinggiran kota bagian selatan, Masjid Al-Qaim.”

    Klip kedua yang memperlihatkan Kelompok bersenjata di Irak yang didukung Teheran adalah Kataib Hezbollah mirip dengan unggahan kanal Youtube Tribun News berjudul “Irak Turun Gunung, Pasukan Kuat Tetangga Iran Ini Pasang Badan Bertempur Lawan Amerika Serikat” yang diunggah Sabtu (28/2/2026).

    Sementara itu, tidak ditemukan pemberitaan dari sumber kredibel yang membenarkan adanya perang darat antara Iran dan Amerika Serikat.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang beredar menampilkan klip yang tidak saling berkaitan dan tidak menunjukkan adanya perang darat antara Iran dan Amerika Serikat. Unggahan video berisi klaim “perang darat Iran dan AS” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan