• (GFD-2026-33557) [PENIPUAN] Anies Baswedan Bagi-Bagi Bantuan Modal Usaha 2026

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 18/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “berbagi bantuan” pada Senin (13/4/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH SAYA ANIES BASWEDAN SIAPA DI SINI YANG MEMBUTUHKAN DANA BANTUAN MODAL USAHA UNTUK RENOVASI RUMAH ATAU UNTUK KEPERLUAN SEKOLAH ANAKNYA SAYA AKAN MEMBANTU ASALKAN DIPERGUNAKAN DENGAN BAIK TIDAK UNTUK FOYA-FOYA INI TUJUANNYA BUKAN UNTUK POLITIK YA SAYA IKHLAS HANYA MEMBANTU UANGNYA SUDAH SAYA SIAPKAN INI LANGSUNG DARI TABUNGAN PRIBADI SAYA SENDIRI SAYA BARUSAN AMBIL DARI BANK BUKAN HOAKS. NAMUN KALAU TIDAK BUTUH ATAU TIDAK ADA KEPENTINGAN JANGAN DIKOMENTAR VIDEO YANG SAYA BUAT INI DISKIP AJA BUKAN UNTUK KALIAN SAYA SUDAH MENGAMBIL IJIN DARI KAPOLDA UNTUK PROGRAM BANTUAN INI JADI INI RESMI SALAM AKAL SEHAT SAYA ANIES BASWEDAN ASSALAMUALAIKUM”

    Unggahan disertai takarir:

    “Tunjangan dana bantuan modal usaha program resmi dan ber izin real juga amanah. Pencairan langsung diproses langsung menghubungi (WhatsApp) untuk keterangan lebih lanjut”

    Per Sabtu (18/4/2026) konten tersebut telah ditonton lebih dari 50 kali dan menuai 3 komentar dari pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis konten menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 98 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “Anies Baswedan bagi-bagi modal usaha 2026” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:

    • Berita kompas.tv “Mencicipi Lunpia, Anies Janji Permudah Modal UMKM”, tayang Rabu (7/2/2024). Berita ini melaporkan bahwa Anies Baswedan yang kala itu menjadi kandidat capres menyatakan komitmennya untuk mempermudah akses modal bagi pelaku UMKM.

    • Berita tempo.co “Anies-Muhaimin Janjiika Modal Rp 10 Juta untuk Anak Muda Buka Usaha”, tayang Senin (18/12/2023). Berita ini melaporkan bahwa Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar berjanji akan memberikan akses permodalan sebesar Rp10 juta kepada anak muda yang ingin buka usaha jika mereka menang Pilpres 2024.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Anies Baswedan bagi-bagi bantuan modal usaha 2026”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 98 persen. Unggahan video berisi klaim “Anies Baswedan bagi-bagi bantuan modal usaha 2026” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33558) [PENIPUAN] Bantuan Kuota Haji Gratis dari Anies Baswedan

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 18/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “H. Anies Baswedan, SE” pada Senin (13/4/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “PANGGILAN ALLAH TIDAK PERNAH SALAH ALAMAT KESEMPATAN EMAS BAGI BAPAK IBU YANG MEMILIKI KERINDUAN MENDALAM UNTUK BERSUJUD DI DEPAN KAKBAH NAMUN TERHALANG BIAYA KAMI MEMBUKA KUOTA HAJI SECARA GRATIS SEBAGAI WUJUD SYUKUR DAN IKHTIAR MEMBANTU SESAMA UMAT MUSLIM SEMOGA INI MENJADI JALAN PEMBUKA BAGI DOA-DOA YANG SELAMA INI DIPANJATKAN DI SUJUD MALAM SILAKAN UNTUK MENDAFTARKAN DIRI DENGAN MENGHUBUNGI WHATSAPP SAYA JANGAN SAMPAI KESEMPATAN INI TERLEWATKAN INI BUKAN REKAYASA SAYA SIAP BERTANGGUNG JAWAB ATAU KALAU TIDAK MAU BISA DIGANTI DENGAN BANTUAN TUNAI MUNGKIN INI SAJA SALAM AKAL SEHAT SAYA ANIES BASWEDAN ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

    Unggahan disertai takarir:

    “RI 1 2029 H, ANIS RASYID BASWEDAN BANTUAN KUOTA HAJI GRATIS

    Tunjangan dana bantuan modal usaha program resmi dan ber izin juga amanah. Pencairan langsung diproses langsung menghubungi ( WhatsApp ) untuk keterangan lebih lanjut”

    Per Sabtu (18/4/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 45 tanda suka, menuai 13 komentar, dan dibagikan ulang 1 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis konten menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “bantuan kuota haji gratis Anies Baswedan” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:

    • Berita tempo.co “Anies Baswedan Janji Akan Tingkatkan Kuota Haji hingga 30 Ribu Jamaah Jika Jadi Presiden”, tayang Rabu (6/12/2023). Berita ini melaporkan bahwa Anies Baswedan yang kala itu menjadi calon presiden nomor urut 1 berjanji akan meningkatkan kuota haji hingga 30 ribu jika terpilih menjadi presiden di Pilpres 2024.

    • Berita jawapos.com “Soal Isu Berangkat Haji Bersamaan dengan Anies Baswedan, Puan: Tujuannya Ibadah, Bukan Politik”, tayang Selasa (20/6/2023). Berita ini melaporkan bahwa jadwal keberangkatan Anies Baswedan ke tanah suci berbarengan dengan Puan Maharani yang juga berencana menjalankan ibadah haji.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “bantuan kuota haji gratis dari Anies Baswedan”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen. Unggahan video berisi klaim “bantuan kuota haji gratis dari Anies Baswedan” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33561) Hoaks, Perundingan AS-Iran Gagal Warga Israel Mengungsi

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim warga Israel mengungsi ke luar wilayah setelah terjadi perundingan dengan Iran. Dalam unggahan disebutkan warga Israel ketakutan akan serangan rudal Iran dan kemungkinan akan disusul rudal Turki.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Akar Rumput” (arsip) pada Rabu (15/04/2026). Unggahan video berdurasi 26 detik tersebut menampilkan kerumunan massa yang berkumpul di jalan dan beberapa mobil berjajar di tengah jalan tersebut.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “UPDATE💥ribuan warga Israel mengungsi ke luar wilayah lain setelah perundingan dgn Iran gagal mereka ketakutan akan serangan rudal iran dan kemungkinan di tambah rudal turki setelah turki menyatakan perang dng Israel,” begitu keterangan dalam unggahan video.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (17/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 7 likes, 31 komentar, 32 dibagikan, dan 1,6 ribu kali ditayangkan.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook bernama “Moslem Cyber Army 8 Reborn Again.” Video tersebut menampilkan cuplikan yang sama terkait warga Iran yang mengungsi. Namun, pada video tersebut dituliskan alasan warga Iran mengungsi karena gagalnya negosiasi antara Amerika dan Iran, tidak dikatakan karena rudal.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Update Perang Iran Terkini: Trump Klaim Iran Setuju Beri Nuklir

    Periksa Fakta Ribuan Warga Israel Mengungsi. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari klip video asli yang digunakan untuk klaim tersebut menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) di Google Lens.

    Hasil penelusuran mengarah pada laman “Agence France-Presse (AFP)” yang menyatakan bahwa video serupa pernah diklaim sebagai aksi protes akibat penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, yang juga merupakan rival politik Presiden Recep Tayyip Erdogan. Aksi tersebut diklaim memicu gelombang demonstrasi di Turki pada bulan Maret 2025. Namun, video asli menunjukkan massa memadati sebuah jalan, yaitu penyambutan Paus Fransiskus di Timor-Leste pada September 2024.

    Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “warga Israel mengungsi karena perundingan AS-Iran gagal.” Hasilnya, BBC Indonesia menuliskan bahwa perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Presiden AS, JD Vance saat menemui Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selama pertemuan mereka pada 11 April 2026 di Islamabad, Pakistan.

    “Kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan Iran, itu kabar baiknya. Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan menurut saya ini adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk daripada bagi AS,” begitu keterangan Vance dalam konferensi pers, Minggu (12/04).

    Dalam rilis Kompas, perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan dilakukan pada Sabtu (11/4/2026). Pertemuan tersebut memang gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang setelah berlangsungnya perundingan selama lebih dari 21 jam. Kemudian, di media sosial muncul sebuah video yang diklaim menampilkan ribuan warga Israel mengungsi usai gagalnya negosiasi AS dengan Iran untuk mengakhiri perang.

    Namun, sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan media kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Dengan demikian, video yang beredar yang mengklaim warga Israel mengungsi karena gagalnya perundingan AS-Iran dan takut akan serangan rudal adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah.

    Dalam rangkuman Tirto “Rangkuman Perundingan Iran dan Amerika di Pakistan yang Gagal”, setelah sepakat untuk melakukan gencatan senjata atau ceasefire selama dua minggu, AS dan Iran melanjutkan ke tahapan selanjutnya, yakni perundingan perdamaian.

    Kedua pihak bertemu di Islamabad pada akhir pekan lalu. Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS, sedangkan delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Qalibaf yang merupakan Ketua Parlemen Iran.

    Adapun Perundingan AS-Iran di Pakistan yang gagal tersebut membahas terkait hal-hal berikut:

    Negosiasi program nuklir Iran namun ditolak Iran.Redlines dari Iran yaitu tuntutan yang mencakup kompensasi atas kerusakan akibat serangan AS dan Israel, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian serangan Israel di wilayah seperti Lebanon.Negosiasi gencatan senjata yang masih belum jelas akan dihentikan sementara, atau konflik ini akan diperpanjang dan memicu kembali eskalasi konflik.Kapal Amerika Serikat tetap melakukan operasi di Selat Hormuz.Perbedaan poin utama dalam proposal AS-Iran: AS membawa proposal 15 poin dengan fokus utama pada pengendalian nuklir Iran dan juga pembukaan kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran membawa 10 poin proposal yang berfokus pada penghentian perang secara permanen dan penguasaan Selat Hormuz.

    Tirto

    Tentang Katolik

    Video tersebut diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024. Menurut informasi dari Vatikan, lebih dari 600.000 orang atau hampir setengah dari total penduduk negara dengan mayoritas penganut Katolik tersebut menghadiri misa. Dengan demikian, video yang beredar bukan terkait warga Israel yang mengungsi, melainkan kerumunan massa yang mengadakan misa bersama Paus Fransiskus di ibu kota Timor-Leste, Dili.

    Baca juga:Inggris Kukuh Tolak Gabung AS di Perang Iran Meski Ditekan Trump

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa warga Israel mengungsi karena gagalnya perundingan AS-Iran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video asli diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa bersama di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024.

    Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, yang dilakukan pada Sabtu (11/4/2026) memang mengalami kegagalan. Namun warga Israel tidak sampai mengungsi dan meninggalkan wilayahnya.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33562) Hoaks, Perundingan AS-Iran Gagal Warga Israel Mengungsi

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim warga Israel mengungsi ke luar wilayah setelah terjadi perundingan dengan Iran. Dalam unggahan disebutkan warga Israel ketakutan akan serangan rudal Iran dan kemungkinan akan disusul rudal Turki.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Akar Rumput” (arsip) pada Rabu (15/04/2026). Unggahan video berdurasi 26 detik tersebut menampilkan kerumunan massa yang berkumpul di jalan dan beberapa mobil berjajar di tengah jalan tersebut.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “UPDATE💥ribuan warga Israel mengungsi ke luar wilayah lain setelah perundingan dgn Iran gagal mereka ketakutan akan serangan rudal iran dan kemungkinan di tambah rudal turki setelah turki menyatakan perang dng Israel,” begitu keterangan dalam unggahan video.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (17/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 7 likes, 31 komentar, 32 dibagikan, dan 1,6 ribu kali ditayangkan.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook bernama “Moslem Cyber Army 8 Reborn Again.” Video tersebut menampilkan cuplikan yang sama terkait warga Iran yang mengungsi. Namun, pada video tersebut dituliskan alasan warga Iran mengungsi karena gagalnya negosiasi antara Amerika dan Iran, tidak dikatakan karena rudal.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Update Perang Iran Terkini: Trump Klaim Iran Setuju Beri Nuklir

    Periksa Fakta Ribuan Warga Israel Mengungsi. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari klip video asli yang digunakan untuk klaim tersebut menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) di Google Lens.

    Hasil penelusuran mengarah pada laman “Agence France-Presse (AFP)” yang menyatakan bahwa video serupa pernah diklaim sebagai aksi protes akibat penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, yang juga merupakan rival politik Presiden Recep Tayyip Erdogan. Aksi tersebut diklaim memicu gelombang demonstrasi di Turki pada bulan Maret 2025. Namun, video asli menunjukkan massa memadati sebuah jalan, yaitu penyambutan Paus Fransiskus di Timor-Leste pada September 2024.

    Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “warga Israel mengungsi karena perundingan AS-Iran gagal.” Hasilnya, BBC Indonesia menuliskan bahwa perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Presiden AS, JD Vance saat menemui Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selama pertemuan mereka pada 11 April 2026 di Islamabad, Pakistan.

    “Kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan Iran, itu kabar baiknya. Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan menurut saya ini adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk daripada bagi AS,” begitu keterangan Vance dalam konferensi pers, Minggu (12/04).

    Dalam rilis Kompas, perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan dilakukan pada Sabtu (11/4/2026). Pertemuan tersebut memang gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang setelah berlangsungnya perundingan selama lebih dari 21 jam. Kemudian, di media sosial muncul sebuah video yang diklaim menampilkan ribuan warga Israel mengungsi usai gagalnya negosiasi AS dengan Iran untuk mengakhiri perang.

    Namun, sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan media kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Dengan demikian, video yang beredar yang mengklaim warga Israel mengungsi karena gagalnya perundingan AS-Iran dan takut akan serangan rudal adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah.

    Dalam rangkuman Tirto “Rangkuman Perundingan Iran dan Amerika di Pakistan yang Gagal”, setelah sepakat untuk melakukan gencatan senjata atau ceasefire selama dua minggu, AS dan Iran melanjutkan ke tahapan selanjutnya, yakni perundingan perdamaian.

    Kedua pihak bertemu di Islamabad pada akhir pekan lalu. Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS, sedangkan delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Qalibaf yang merupakan Ketua Parlemen Iran.

    Adapun Perundingan AS-Iran di Pakistan yang gagal tersebut membahas terkait hal-hal berikut:

    Negosiasi program nuklir Iran namun ditolak Iran.Redlines dari Iran yaitu tuntutan yang mencakup kompensasi atas kerusakan akibat serangan AS dan Israel, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian serangan Israel di wilayah seperti Lebanon.Negosiasi gencatan senjata yang masih belum jelas akan dihentikan sementara, atau konflik ini akan diperpanjang dan memicu kembali eskalasi konflik.Kapal Amerika Serikat tetap melakukan operasi di Selat Hormuz.Perbedaan poin utama dalam proposal AS-Iran: AS membawa proposal 15 poin dengan fokus utama pada pengendalian nuklir Iran dan juga pembukaan kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran membawa 10 poin proposal yang berfokus pada penghentian perang secara permanen dan penguasaan Selat Hormuz.

    Tirto

    Tentang Katolik

    Video tersebut diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024. Menurut informasi dari Vatikan, lebih dari 600.000 orang atau hampir setengah dari total penduduk negara dengan mayoritas penganut Katolik tersebut menghadiri misa. Dengan demikian, video yang beredar bukan terkait warga Israel yang mengungsi, melainkan kerumunan massa yang mengadakan misa bersama Paus Fransiskus di ibu kota Timor-Leste, Dili.

    Baca juga:Inggris Kukuh Tolak Gabung AS di Perang Iran Meski Ditekan Trump

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa warga Israel mengungsi karena gagalnya perundingan AS-Iran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video asli diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa bersama di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024.

    Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, yang dilakukan pada Sabtu (11/4/2026) memang mengalami kegagalan. Namun warga Israel tidak sampai mengungsi dan meninggalkan wilayahnya.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan