• (GFD-2025-25095) [SALAH] Momen Pertemuan Megawati dan Prabowo Jelang Tahun Baru 2025

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 15/01/2025

    Berita

    Akun TikTok “MosesJoplin” pada Jumat (3/1/2024) mengunggah video [arsip] berdurasi 22 detik. Isinya menampilkan sosok Prabowo Subianto dan Megawati Soekarno Putri yang tengah berbincang.

    Unggahan disertai narasi:

    “Menjelang tahun baru 2025 prabowo bertemu Megawati di kediaman megawati

    Menurutmu bolo ?

    monggo komentar sing halu komennya juga monggo

    akankah megawati bergabung dengan pemerintahan Prabowo, kita tunggu saja”

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran dengan menggunakan Yandex Image, foto dan video serupa ditemukan di laman YouTube Kompas TV dalam unggahan “Momen Megawati dan Prabowo Akrab Bercanda di Upacara HUT ke-77 TNI” yang tayang Oktober 2022.

    Kesimpulan

    Video berisi klaim “momen pertemuan Megawati dan Prabowo jelang tahun baru 2025” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-25096) [PENIPUAN] KAI Commuter Kasih Fasilitas Gratis Lewat Program Kartu Lansia

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 15/01/2025

    Berita

    Akun Facebook “Agus” pada Senin (6/1/2024) mengunggah narasi [arsip] tentang PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang menawarkan kartu gratis untuk lansia sebagai bagian dari program pelayanan publik. Manfaatnya meliputi gratis perjalanan kereta commuter, akses mudah ke berbagai destinasi di Jabodetabek, hingga fasilitas prioritas.

    Hasil Cek Fakta

    KAI Commuter lewat akun Instagram resmi “commuterline” telah menegaskan informasi tersebut hoaks.

    “Hi #RekanCommuters, TIDAK BENAR bahwa KAI Commuter menawarkan fasilitas gratis untuk lansia melalui program “Kartu Lansia” yang saat ini beredar di media sosial,” tulis KAI Commuter pada Senin (6/1/2025).

    Kesimpulan

    Informasi tentang “KAI Commuter berikan fasilitas gratis melalui Program Kartu Lansia” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-25097) Cek Fakta: Insiden Sebelum Kecelakaan Jeju Air di Korea Selatan

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2025

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video yang menyampaikan narasi mengenai insiden yang terjadi sebelum kecelakaan maut pesawat Jeju Air di Korea Selatan beberapa waktu lalu.

    Video tersebut diunggah oleh Akun TikTok “zahranabila1414” pada Kamis (02/01/2025), memperlihatkan rekaman diduga diambil dari dalam pesawat Jeju Air saat terjadinya kecelakaan.

    Dalam tayangan tersebut, rekaman difokuskan pada jendela yang menunjukkan warna merah pada luar pesawat, serta kondisi dari dalam kabin penumpang.

    Terpantau pada hari Jumat (10/01/2025) unggahan tersebut sudah ditonton lebih dari 60 ribu kali, disukai oleh lebih 290 akun, dan disimpan lebih oleh 26 akun.

    Lantas benarkah narasi tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Melansir TurnbackHoax, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo diketahui telah melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “Rekaman Insiden Jeju Air” ke pencarian Google. Dari penelusuran tersebut, tak ditemukan artikel atau informasi dalam bentuk gambar maupun video seperti yang diunggah di akun TikTok “zahranabila1414” tersebut.

    Dilakukan pula pencarian dengan menggunakan tools “InVid”. Ditemukan hasil berupa unggahan serupa yang diunggah oleh akun TikTok milik Kumparan pada Rabu (03/01/2024).

    Konteks sesungguhnya video tersebut ialah insiden terbakarnya maskapai Japan Airlines saat mendarat di Bandara Haneda, Tokyo pada Selasa (02/01/2024) yang diduga kuat bertabrakan pesawat penjaga pantai yang berada di landasan yang sama.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa unggahan “video insiden sebelum pesawat Jeju Air meledak” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
  • (GFD-2025-25100) [HOAKS] Rombongan Menhan Arab Saudi Panik Disambut Petasan di Kedutaan China

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video menampilkan narasi rombongan Menteri Pertahanan (Menhan) Arab Saudi yang sedang melakukan kunjungan ke kantor Kedutaan Besar China di Riyadh.

    Dalam video, pasukan penjaga segera menarik Menhan Arab Saudi kembali ke mobil usai terdengar suara tembakan beruntun yang mirip petasan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video keliru.

    Video rombongan Menhan Arab Saudi panik disambut petasan saat kunjungan ke Kedutaan China disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (14/1/2025):

    Menteri pertahanan Arab Saudi berkunjung ke kedutaan besar Tiongkok di Riyadh. Pihak kedutaan besar Tiongkok tidak memberi tahu kepada pihak Saudi kalau dalam acara penyambutan akan ada acara membunyikan petasan, tradisi ala China. Akibatnya bisa kita duga seperti dalam video ini....

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar merupakan video lama yang telah ada di internet sejak 2019.

    Klip serupa dapat dilihat di kanal YouTube ini pada 12 Desember 2019.

    Kejadian dalam tersebut merupakan pertunjukan militer dan simulasi yang dilakukan oleh Emiri Guard di Kuwait.

    Pertunjukan bertajuk Pameran Pertahanan Teluk dan Dirgantara itu diselenggarakan pada 10 Desember 2019.

    Video dari peristiwa serupa tetapi ditampilkan dengan sudut pandang berbeda ditemukan di akun Instagram @kuwaitarmyghq (terverifikasi) dan akun X @AlhadathQ8.

    Dikutip dari situs web resmi Pemerintah Kuwait, ada lebih dari 200 perusahaan pertahanan dan persenjataan internasional dari sekitar 31 negara berpartisipasi dalam pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut.

    Situs pemeriksa fakta Kuwait, Annahar, telah meluruskan informasi keliru terkait video tersebut.

    Kejadian dalam video merupakan simulasi yang menunjukkan cara melindungi tokoh penting oleh Emiri Guard.

    Kesimpulan

    Video simulasi melindungi tokoh penting oleh Emiri Guard disebarkan dengan konteks keliru.

    Simulasi tersebut dilakukan dalam rangka memeriahkan Pameran Pertahanan Teluk dan Dirgantara yang diselenggarakan pada 10 Desember 2019.

    Video itu tidak ada kaitannya dengan Menhan Arab Saudi dan Kedutaan Besar China di Riyadh.

    Rujukan