• (GFD-2025-25101) Hoaks Pendaftaran Relawan & Pekerja Program Makan Bergizi Gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2025

    Berita

    tirto.id - Pemerintah Indonesia resmi menjalankan program makan bergizi gratis (MBG), Senin (6/1/2025). Di bawah komando Badan Gizi Nasional (BGN), program ini memanfaatkan 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 26 provinsi.

    Program ini diharapkan dapat mencapai 3 juta penerima manfaat antara Januari-Maret 2025. Selain penerima manfaat seperti balita, santri, siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, ibu hamil, serta ibu menyusui, program ini juga melibatkan 140 UMKM.

    Program unggulan dari Presiden-Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, ini menuai pro dan kontra, dan ramai menjadi perbincangan publik. Di media sosial, muncul sejumlah informasi yang menyebut adanya pendaftaran relawan makan bergizi gratis di setiap daerah di Indonesia.

    "Dibuka pendaftaran relawan makan gratis. Program makan bergizi gratis dimulai Januari 2025. Gaji mulai Rp3-6 juta per bulan. Ayo daftarkan diri Anda sekarang juga. Pendaftaran ini tidak dipungut biaya apapun," begitu bunyi unggahan akun "Program Makanan Bergizi Gratis" di Facebook (arsip). Unggahan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 500 ribu penonton, 1.300 tanda suka, dan lebih dari 350 komentar sejak pertama kali dipublikasikan, Sabtu (11/1/2025).

    Unggahan serupa, dengan informasi yang lebih detil, juga kami temukan dari unggahan akun "Program makanan bergizi" (arsip) dan "Makanan Bergizi" (arsip).

    “Lowongan pekerjaan

    Terbuka untuk

    Daftar Sekarang Juga,” begitu bunyi pesan dalam unggahan tersebut.

    Terdapat sebuah gambar poster yang menyertai unggahan, yang menyebut adanya kebutuhan 50 anggota untuk setiap kecamatan.

    Adapun posisi-posisi yang disebut di lowongan ini mencakup pelayan transportasi, pelayan akomodasi, pelayan konsumsi, juru masak, dan manajer satuan layanan. Upah yang ditawarkan berkisar antara Rp3 juta-Rp7 juta per bulan.

    "Daftar online sekarang juga lebih mudah. Login dengan akun telegram, karna nanti data dan syaratnya di kirim ke nomor telegram anda. Klik link yang di sediakan," tulis pesan dalam poster tersebut dengan beberapa tulisan salah eja.

    Kami juga menemukan unggahan serupa yang tersebar di di Instagram kewat unggahan akun @lowongankerjatahun2025 (arsip) dan @lowongan.kerja.terbaru2025 (arsip). Salah satu unggahan tersebut bahkan sudah tersebar sejak Desember 2024 lalu.

    Lalu, bagaimana faktanya? Apakah benar ada lowongan kerja ataupun relawan berbayar terkait program makan bergizi gratis?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencoba mencermati isi unggahan yang ada di media sosial. Kebanyakan mengarahkan tautan situs lain, baik di akhir unggahan maupun di tautan bio profil akun tersebut.

    Kami mencoba mengakses tautan-tautan ini. Kami diarahkan ke situs lain, yang menampilkan formulir yang meminta data pribadi pengisinya; mulai dari nama sesuai e-KTP, tanggal lahir, jenis kelamin, hingga nomor telepon.

    Model format situs formulir seperti ini sudah banyak beredar dan berpotensi merupakan modus pencurian data lewat skema phising.

    Tirto juga melakukan pemindaian situs menggunakan perangkat URLScan.io. Hasil pemindaian menunjukkan, setidaknya dua situs yang tercantum dalam unggahan tidak terkait dengan situs BGN. Bahkan salah satu situs berbentuk formulir tersebut masuk kategori situs berbahaya (malicious).

    Kemudian, kami juga melakukan penelusuran ke situs resmi BGN (https://www.bgn.go.id/). Hasilnya, tidak ditemukan adanya informasi soal relawan ataupun lowongan pekerjaan seperti klaim yang tersebar di media sosial.

    Pada Selasa (24/12/2024), BGN justru sempat membuat pernyataan yang menyebut soal penipuan yang mengatasnamakan BGN.

    "Badan Gizi Nasional tidak pernah meminta biaya atau donasi dalam bentuk apa pun terkait program-program kami. ⁠Petugas resmi Badan Gizi Nasional selalu dilengkapi dengan dokumen tugas yang dapat diverifikasi. ⁠Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum yang mencemarkan nama baik lembaga ini,” begitu bunyi pesan dalam pernyataan resmi tersebut.

    BGN juga dalam laporan tersebut mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan kejadian mencurigakan terkait program lembaga tersebut.

    “Informasi dan klarifikasi resmi hanya dapat diperoleh melalui website resmi (www.bgn.go.id) atau media sosial resmi kami di IG: @badangizinasional.ri; Tiktok: @badangizinasional.ri."

    Sementara itu Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan, perekrutan untuk petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia berada di bawah komando BGN. Dalam pesan singkatnya kepada Tirto, Rabu (15/1/2025), ia juga menyebut bahwa seleksi untuk petugas SPPG melalui jalur Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia. Pendaftarannya melalui https://spp-indonesia.com.

    Prosesnya sejauh ini masih berjalan. Periode pendaftaran berlangsung antara 27 Desember 2024-15 Maret 2025. Nantinya, proses seleksi baru akan benar-benar selesai pada 4 Agustus 2025.

    Penipuan terkait lowongan kerja memang marak tersebar di media sosial. Beberapa bulan terakhir, Tirto telah membuat bantahan terkait beberapa disinformasi serupa.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan narasi lowongan kerja ataupun relawan berbayar terkait program makan bergizi gratis yang tersebar di media sosial bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Tautan yang tersebar di media sosial mengarahkan ke situs lain yang tidak terkait dengan situs resmi BGN. Situs tersebut juga meminta data pribadi. Salah satu situs bahkan mendapat tanda sebagai situs berbahaya.

    Pihak BGN juga menyebut kalau sudah ada motif penipuan mengatasnamakan lembaga tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25102) [SALAH] Prabowo Pecat Kapolri Listyo Sigit

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 15/01/2025

    Berita

    Kanal YouTube “Lingkarnews” pada Senin (6/1/2025) membagikan video [arsip] disertai narasi:

    TERBONGKAR KONG-KONG KALIKONGNYA! PRABOWO LANGSUNG PECAT KAPOLRI LISTYO! SUDAH TERLALU BANYAK OKNUM! BUKAN LINDUNGI MASYARAKAT MALAH

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menonton video berdurasi 2 menit 54 detik itu dari awal hingga akhir. Video berisi penjelasan narator mengenai sejumlah problema di dalam institusi Kepolisian RI.

    Narator juga menyampaikan beberapa opini masyarakat yang meminta Presiden Prabowo mengambil langkah tegas terhadap pihak Kepolisian. Namun, hingga akhir video tidak ada pembahasan yang membenarkan Prabowo mencopot Listyo Sigit dari kursi Kapolri. Melansir laman resmi polri.go.id, Listyo Sigit masih menjabat sebagai Kapolri.

    Selain itu gambar thumbnail yang digunakan juga telah dimanipulasi, faktanya gambar tersebut adalah momen ketika Listyo Sigit dilantik Jokowi pada tahun 2021 yang lalu. Gambar serupa juga digunakan dalam artikel Antara.

    Kesimpulan

    Unggahan dengan narasi “Prabowo memecat Listyo Sigit” adalah konten yang dimanipulasi (manipulated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-25103) Cek Fakta: Pertemua Prabowo dan Megawati Jelang Tahun Baru 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2025

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah narasi yang menyebut adanya pertemuan antara Presdien Prabowo Subianto dengan Ketum PDIP yang juga mantan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.

    Video tersebut diunggah oleh akun TikTok “MosesJoplin” pada Jumat (3/1/2024). Isi video itu menunjukkan sosok Prabowo Subianto dan Megawati Soekarno Putri yang tampak sedang bercakap-cakap.

    Berikut narasi lengkap yang disampaikan dalam video tersebut:

    “Menjelang tahun baru 2025 prabowo bertemu Megawati di kediaman megawati

    Menurutmu bolo ?

    monggo komentar sing halu komennya juga monggo

    akankah megawati bergabung dengan pemerintahan Prabowo, kita tunggu saja”

    Terpantau hingga Rabu (8/1/2024), video tersebut sudah disukai sebanyak 61 kali dan mendapat belasan komentar dari warganet.

    Lantas benarkah narasi tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Suara.com melakukan penelusuran gambar menggunakan Yandex Image. Hasilnya, foto dan video yang sama ada di kanal YouTube Kompas TV, tepatnya dalam unggahan “Momen Megawati dan Prabowo Akrab Bercanda di Upacara HUT ke-77 TNI” yang tayang pada Oktober 2022 lalu.

    Sementara itu, ketika dilakukan penelusuran melalui Google Search tidak ditemukan satupun artikel yang membahas soal pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri baik di akhir tahun 2024 maupun di awal tahun 2025.

    Dalam beberapa artikel berita, seperti yang diterbitkan oleh Suara.com, Detik, maupun Tempo, pembahasan seputar pertemuan kedua tokoh tersebut masih sebatas wacana, dan belum terlaksanan baik di akhir tahun 2024 maupun di awal tahun 2025.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa video berisi klaim “momen pertemuan Megawati dan Prabowo jelang tahun baru 2025” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
  • (GFD-2025-25105) Keliru, Foto Masjid yang selamat dari Kebakaran Los Angeles

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2025

    Berita



    Beberapa gambar dan video beredar di WhatsApp, TikTok [ arsip ] dan Facebook [ arsip ] yang diklaim sebagai bukti dua masjid yang selamat dari kebakaran Los Angeles (LA), negara bagian California, Amerika Serikat, di awal tahun 2025.

    Video dan gambar itu memperlihatkan sebagian masjid di antara bangunan-bangunan lain. Terdapat beberapa versi foto, namun yang paling banyak beredar memperlihatkan masjid bertembok putih dan berkubah emas. Disebutkan, terdapat dua masjid di LA yang selamat dari kebakaran tersebut yakni Nurul Salam dan Al Hidayah. 



    Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah narasi yang mengatakan masjid itu selamat dari kebakaran Los Angeles di Amerika Serikat?

    Hasil Cek Fakta



    Dengan berbagai alat untuk memverifikasi klaim itu, menunjukkan tidak ada nama dua masjid yang disebut selamat dari kebakaran di Los Angeles.

    Tempo mencermati bangunan bertembok putih dan berkubah emas dalam konten yang beredar. Bangunan itu dikelilingi jalan sehingga berjarak dari bangunan lain. Terdapat kejanggalan bahwa jalan aspal yang mengelilinginya bersih, padahal bangunan di seberang jalan seluruhnya terbakar. 

    Selain itu, dari sekitar 23 masjid di LA yang terekam Google Maps, tidak ada masjid yang memiliki posisi seperti dalam konten yang beredar yang dikelilingi jalan di empat sisinya.



    Termasuk tidak ada masjid yang bernama Nurul Salam ataupun Al Hidayah. Kebanyakan masjid di LA menggunakan nama islamic center, yang dapat diverifikasi di website Prayersconnect.com dan Yellowpages.com.

    Salah satu dari 23 masjid yang ada di LA, persisnya berada di 2183 Lake Ave, Altadena, California, bernama Al Taqwa. Namun, masjid tersebut turut runtuh bersama bangunan-bangunan lain karena kebakaran hutan yang merembet ke permukiman itu, sebagaimana dilaporkan Newarab.com.

    Masjid itu termasuk satu dari sekitar 10 rumah ibadah yang menjadi korban kebakaran di sana, termasuk sinagoga dan beberapa gereja. Bangunan-bangunan itu terbakar pada 7 Januari 2025.

    Seorang insinyur listrik setempat yang bernama Backer Abu-Jaradeh, kemudian menggalang donasi untuk pembangunan kembali masjid itu, yang diperkirakan membutuhkan dana sekitar 500.000 USD.

    Diberitakan pasadenastarnews.com, bangunan yang terbakar di kawasan Palisades berjumlah 5.300, sementara di kawasan Eaton 7.000 unit. Terdapat peta daring yang disediakan pemerintah LA County, yang berusaha memperlihatkan bangunan-bangunan yang terbakar dan tidak.

    Bangunan yang terbakar diberi tanda merah, yang tidak terbakar hijau, dan yang belum diberi warna berarti belum diverifikasi apakah selamat atau turut hangus dalam kebakaran tersebut.

    Kesimpulan



    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang menyatakan Masjid Nurul Salam dan Al Hidayah selamat dari kebakaran Los Angeles yang melanda kota tersebut adalah klaim yangkeliru.

    Tidak ada data tentang keberadaan dua masjid itu di LA. Selain itu, masjid yang gambarnya beredar di media sosial dan dikatakan masjid yang selamat dari kebakaran tersebut, juga tidak ada di LA.

    Rujukan