tirto.id - Beredar di media sosial Threads, sebuah unggahan mengklaim Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa Indonesia terancam bangkrut pada tahun 2030 karena banyak hutang menumpuk, tidak ada pemasukan dari BUMN dan hanya mengandalkan pajak saja.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Threads bernama “iswanto9970” (arsip) pada Minggu (15/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan dua foto Purbaya "sebelum" terlihat ceria dan "sesudah" dengan ekspresi tertekan untuk mengilustrasikan perubahan suasana atau kondisi terkait pernyataan tersebut.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“2030 Indonesia terancam bangkrut dengan hutang menumpuk, tidak ada pemasukan, yang ada tiap hari pengeluaran, sampai detik ini belum ada ceritanya BUMN mengalami untung, yang ada hanya rugi dan rugi, Indonesia hanya mengandalkan pajak saja. sorotan #fyp #viral #konoha,” begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menambahkan narasi dalam gambar yang diunggah “Purbaya. Indonesia berpotensi mengalami krisis moneter. Pendapatan APBN sudah tidak ada, anggaran hanya didapat dari hutang semua,” begitu narasi dalam gambar yang mengilustrasikan Purbaya.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (16/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 4,1 ribu likes, 612 komentar, 225 kali repost, dan 392 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi kekecewaan masyarakat kepada BUMN dan program pemerintah seperti MBG yang disebut banyak penyalahgunaan, serta membebani kas negara.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Keliru, Kabar Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia
Periksa Fakta Indonesia Krisis Moneter. foto/hotline periksa fakta tirto
(GFD-2026-33010) Keliru, Purbaya Sebut Indonesia Terancam Bangkrut pada 2030
Sumber:Tanggal publish: 17/03/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Purbaya pernah mengatakan Indonesia akan mengalami kebangkrutan dan krisis moneter pada 2030 karena banyak hutang. Kami justru diarahkan pada laporan YouTube tvOnesNews “Ternyata Begini Cara Menkeu Purbaya Kembalikan Ekonomi dari Keterpurukan.”
Laporan tersebut menyatakan bahwa menurut survei Idsight, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhasil menciptakan opini positif dan kepercayaan publik yang tinggi yaitu mencapai 83,7% dalam sebulan menjabat. Sentimen positif warganet melonjak signifikan dari 23% menjadi 47%, didukung kebijakan konkret seperti penyaluran dana ke Bank Himbara dan ketegasan dalam disiplin fiskal.
Gaya komunikasi "koboi" yang blak-blakan, transparan, berkinerja cepat, ceplas-ceplos, dan to the point mendapatkan penilaian baik, serta disukai masyarakat. Selain itu, Purbaya aktif menyampaikan optimisme pertumbuhan ekonomi di atas 5%, bahkan ditargetkan menuju 6-8% yang berhasil meningkatkan kepercayaan pasar dan masyarakat.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya sebut Indonesia krisis moneter 2030.” Hasil penelusuran mengarah pada laman MetroTvNews, bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini ekonomi Indonesia akan memasuki fase ekspansi yang sehat dalam tujuh hingga sepuluh tahun ke depan atau setidaknya sampai dengan 2033.
"Prospek kita akan baik tahun ini, kita coba dorong ke enam persen (pertumbuhan ekonomi). Sepuluh tahun ke depan, kita kelihatannya masuk masa ekspansi yang sehat. Kita bisa ekspansi itu sampai dengan 2033," kata Purbaya usai acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 14 Februari 2026.
Purbaya juga meyakini, lapangan pekerjaan semakin banyak tersedia. Arah perekonomian yang optimis ini, dapat dicapai dengan mengedepankan manajemen fiskal yang baik.
Laman CNN Indonesia menuliskan, bahwa BPI Danantara mengungkap potensi kerugian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai Rp50 triliun per tahun. Angka itu berasal dari kerugian langsung sebesar Rp20 triliun dan tidak langsung Rp30 triliun. Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengungkap, kerugian tak langsung perusahaan pelat merah, terjadi akibat inefisiensi yang terjadi di tubuh BUMN dan anak-anak usahanya.
"Total akumulasi loss daripada anak-anak perusahaan BUMN satu tahun itu adalah Rp20 triliun. Itu akumulasi loss, akumulasi kerugian daripada perusahaan BUMN. Direct loss, yang tercantum di dalam rugi laba perusahaan, tetapi indirect loss-nya, karena layering transaction, karena umumnya yang loss itu adalah anak-anak perusahaan bukan induknya, dan menciptakan inefficiency, itu another Rp30 triliun lagi," begitu keterangan Dony dalam Investor Daily Round Table di Jakarta, Rabu (28/1), dikutip Detikfinance.
Pemerintah melalui Danantara ingin mengkonsolidasikan BUMN agar kinerjanya lebih efisien. Dari 1.000 lebih BUMN dan anak-anaknya yang beroperasi saat ini akan dipangkas menjadi hanya 300-an. Dengan demikian meskipun BUMN mengalami kerugian, narasi bahwa hal ini akan mengakibatkan krisis moneter di tahun 2030 tidak didukung oleh data otoritatif dan data ilmiah.
Melansir laman Instgram @ppid.kemenkeu, informasi yang beredar mengenai Menkeu Purbaya yang menyatakan bahwa Indonesia berpotensi mengalami krisis moneter dan pada tahun 2030 terancam bangkrut, karena pendapatan APBN sudah tidak ada, serta anggaran hanya didapat dari hutang semua adalah tidak benar.
Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Purbaya. Adapun laporan terkait informasi keuangan negara dapat dilakukan melalui contact center Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, WhatsApp 0813-1000-4134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, menu ‘Hubungi Kami, dan live chat pada situs web www.kemenkeu.go.id.
Baca juga:Purbaya Beberkan Data Ekonomi ke Prabowo, Tepis Isu Resesi
Laporan tersebut menyatakan bahwa menurut survei Idsight, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhasil menciptakan opini positif dan kepercayaan publik yang tinggi yaitu mencapai 83,7% dalam sebulan menjabat. Sentimen positif warganet melonjak signifikan dari 23% menjadi 47%, didukung kebijakan konkret seperti penyaluran dana ke Bank Himbara dan ketegasan dalam disiplin fiskal.
Gaya komunikasi "koboi" yang blak-blakan, transparan, berkinerja cepat, ceplas-ceplos, dan to the point mendapatkan penilaian baik, serta disukai masyarakat. Selain itu, Purbaya aktif menyampaikan optimisme pertumbuhan ekonomi di atas 5%, bahkan ditargetkan menuju 6-8% yang berhasil meningkatkan kepercayaan pasar dan masyarakat.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya sebut Indonesia krisis moneter 2030.” Hasil penelusuran mengarah pada laman MetroTvNews, bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini ekonomi Indonesia akan memasuki fase ekspansi yang sehat dalam tujuh hingga sepuluh tahun ke depan atau setidaknya sampai dengan 2033.
"Prospek kita akan baik tahun ini, kita coba dorong ke enam persen (pertumbuhan ekonomi). Sepuluh tahun ke depan, kita kelihatannya masuk masa ekspansi yang sehat. Kita bisa ekspansi itu sampai dengan 2033," kata Purbaya usai acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 14 Februari 2026.
Purbaya juga meyakini, lapangan pekerjaan semakin banyak tersedia. Arah perekonomian yang optimis ini, dapat dicapai dengan mengedepankan manajemen fiskal yang baik.
Laman CNN Indonesia menuliskan, bahwa BPI Danantara mengungkap potensi kerugian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai Rp50 triliun per tahun. Angka itu berasal dari kerugian langsung sebesar Rp20 triliun dan tidak langsung Rp30 triliun. Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengungkap, kerugian tak langsung perusahaan pelat merah, terjadi akibat inefisiensi yang terjadi di tubuh BUMN dan anak-anak usahanya.
"Total akumulasi loss daripada anak-anak perusahaan BUMN satu tahun itu adalah Rp20 triliun. Itu akumulasi loss, akumulasi kerugian daripada perusahaan BUMN. Direct loss, yang tercantum di dalam rugi laba perusahaan, tetapi indirect loss-nya, karena layering transaction, karena umumnya yang loss itu adalah anak-anak perusahaan bukan induknya, dan menciptakan inefficiency, itu another Rp30 triliun lagi," begitu keterangan Dony dalam Investor Daily Round Table di Jakarta, Rabu (28/1), dikutip Detikfinance.
Pemerintah melalui Danantara ingin mengkonsolidasikan BUMN agar kinerjanya lebih efisien. Dari 1.000 lebih BUMN dan anak-anaknya yang beroperasi saat ini akan dipangkas menjadi hanya 300-an. Dengan demikian meskipun BUMN mengalami kerugian, narasi bahwa hal ini akan mengakibatkan krisis moneter di tahun 2030 tidak didukung oleh data otoritatif dan data ilmiah.
Melansir laman Instgram @ppid.kemenkeu, informasi yang beredar mengenai Menkeu Purbaya yang menyatakan bahwa Indonesia berpotensi mengalami krisis moneter dan pada tahun 2030 terancam bangkrut, karena pendapatan APBN sudah tidak ada, serta anggaran hanya didapat dari hutang semua adalah tidak benar.
Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Purbaya. Adapun laporan terkait informasi keuangan negara dapat dilakukan melalui contact center Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, WhatsApp 0813-1000-4134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, menu ‘Hubungi Kami, dan live chat pada situs web www.kemenkeu.go.id.
Baca juga:Purbaya Beberkan Data Ekonomi ke Prabowo, Tepis Isu Resesi
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa Purbaya mengatakan Indonesia terancam mengalami kebangkrutan dan krisis moneter pada tahun 2030 adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa justru meyakini ekonomi Indonesia akan memasuki fase ekspansi yang sehat dalam tujuh hingga sepuluh tahun ke depan atau setidaknya sampai dengan 2033.
Adapun klaim BUMN rugi dan akan mengakibatkan krisis moneter pada 2030 tidak didukung oleh data otoritatif dan data ilmiah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa justru meyakini ekonomi Indonesia akan memasuki fase ekspansi yang sehat dalam tujuh hingga sepuluh tahun ke depan atau setidaknya sampai dengan 2033.
Adapun klaim BUMN rugi dan akan mengakibatkan krisis moneter pada 2030 tidak didukung oleh data otoritatif dan data ilmiah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.threads.com/@iswanto9970/post/DV3AIPMj0Me/indonesia-terancam-bangkrut-dengan-hutang-menumpuk-tidak-ada-pemasukan-yang-ada
- https://archive.ph/sJpki
- https://tirto.id/keliru-kabar-purbaya-gagal-jadi-gubernur-bank-indonesia-hszK
- https://www.youtube.com/watch?v=MPBASi93Yhk&t=7s
- https://www.metrotvnews.com/read/kewCjOP5-purbaya-optimistis-ekonomi-indonesia-bakal-terus-menguat-hingga-2030#:~:text=Purbaya%20Optimistis%20Ekonomi%20Indonesia%20Bakal%20Terus%20Menguat%20hingga%202030,-Husen%20Miftahudin%20%E2%80%A2&text=Jakarta:%20Menteri%20Keuangan%20(Menkeu),ke%20bawah%2C%22%20kata%20dia.
- https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260129064732-92-1322223/bos-danantara-ungkap-potensi-kerugian-bumn-tembus-rp50-t
- https://www.instagram.com/p/DV7U0uOEzEH/?igsh=MTBoY2V5bzBpd3R4Mw%3D%3D
- https://www.kemenkeu.go.id/home
- https://tirto.id/purbaya-beberkan-data-ekonomi-ke-prabowo-tepis-isu-resesi-hsCD
(GFD-2026-33024) Keliru, Kabar Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 16/03/2026
Berita
tirto.id - Beredar di media sosial Facebook unggahan yang mengklaim Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa pernah didepak oleh DPR dan gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena tidak sanggup membayar kursinya yang dijual 900 miliar oleh anggota dewan.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Murshid 2” (arsip) pada Kamis (12/02/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya Yudhi Sadewa bersama Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, dengan latar belakang gambar yang menampilkan gedung MPR RI dan tumpukan uang kertas rupiah. Ini memperkuat narasi finansial dan politik yang diangkat pada unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta Geger! Purbaya Dulu Pernah di Depak Oleh DPR. Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia Karena Kursinya Dijual 900 M Oleh Anggota Dewan! Mentri Purbaya Dikabarkan Pernah Melamar Jadi Gubernur BI Namun Usahanya Kandas Karena Nggak Sanggup Bayar. Netizen: Wow Proyek DPR Luar Biasa yaa, Untuk Jual Kursi Empuk Doang?” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan seribu tanda suka, 228 komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya dari masyarakat terhadap informasi tersebut. Beberapa komentar tampak menyudutkan DPR dan mengklaim memiliki kekayaan karena menjual jabatan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya dulu pernah didepak DPR. foto/Hotline periksa fakta tirto
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Murshid 2” (arsip) pada Kamis (12/02/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya Yudhi Sadewa bersama Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, dengan latar belakang gambar yang menampilkan gedung MPR RI dan tumpukan uang kertas rupiah. Ini memperkuat narasi finansial dan politik yang diangkat pada unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta Geger! Purbaya Dulu Pernah di Depak Oleh DPR. Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia Karena Kursinya Dijual 900 M Oleh Anggota Dewan! Mentri Purbaya Dikabarkan Pernah Melamar Jadi Gubernur BI Namun Usahanya Kandas Karena Nggak Sanggup Bayar. Netizen: Wow Proyek DPR Luar Biasa yaa, Untuk Jual Kursi Empuk Doang?” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan seribu tanda suka, 228 komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya dari masyarakat terhadap informasi tersebut. Beberapa komentar tampak menyudutkan DPR dan mengklaim memiliki kekayaan karena menjual jabatan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya dulu pernah didepak DPR. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Purbaya pernah gagal jadi gubernur BI karena didepak oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar. Gambar tersebut menampilkan Purbaya dan Puan Maharani. Tirto menemukan kejanggalan visual pada gambar tersebut. Wajah Purabaya dan Puan terlihat tidak proporsional, ekspresi wajah terlihat kaku, tidak natural, dan mata tidak fokus. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya gagal jadi gubernur Bank Indonesia” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas bahwa Purbaya pernah diklaim gagal untuk maju sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari 2026. Alasannya, Purbaya mengaku tidak sanggup membayar Rp900 miliar. Menurut Kompas, narasi tersebut adalah tidak benar.
Melansir Instagram Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan, melalui akun tersebut Kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Puan Maharani karena tidak bisa menyediakan uang Rp900 miliar merupakan berita tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 8 September 2025, dan Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga:Defisit APBN Melonjak 342% di Februari, Ini Penjelasan Purbaya
Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar. Gambar tersebut menampilkan Purbaya dan Puan Maharani. Tirto menemukan kejanggalan visual pada gambar tersebut. Wajah Purabaya dan Puan terlihat tidak proporsional, ekspresi wajah terlihat kaku, tidak natural, dan mata tidak fokus. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya gagal jadi gubernur Bank Indonesia” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas bahwa Purbaya pernah diklaim gagal untuk maju sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari 2026. Alasannya, Purbaya mengaku tidak sanggup membayar Rp900 miliar. Menurut Kompas, narasi tersebut adalah tidak benar.
Melansir Instagram Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan, melalui akun tersebut Kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Puan Maharani karena tidak bisa menyediakan uang Rp900 miliar merupakan berita tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 8 September 2025, dan Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga:Defisit APBN Melonjak 342% di Februari, Ini Penjelasan Purbaya
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa Purbaya gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena didepak DPR RI adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029. Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029. Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://web.facebook.com/murshidd2/posts/pfbid0qinBA4g398ZNPj62ATqb2WDJB7BedJi73vufpztRD4a7GmADejbP7hfqbMjG117Gl?_rdc=1&_rdr#
- https://archive.ph/UYNU0
- https://tirto.id/purbaya-curhat-dimaki-maki-di-tiktok-imbas-rupiah-jeblok-hssm
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/03/02/155900882/infografik--hoaks-purbaya-gagal-jadi-gubernur-bi-karena-tolak-bayar-rp
- https://www.instagram.com/p/DUoeOsWk2-z/
- https://tirto.id/defisit-apbn-melonjak-342-di-februari-ini-penjelasan-purbaya-hsrR
(GFD-2026-33039) Keliru, Kabar Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 16/03/2026
Berita
tirto.id - Beredar di media sosial Facebook unggahan yang mengklaim Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa pernah didepak oleh DPR dan gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena tidak sanggup membayar kursinya yang dijual 900 miliar oleh anggota dewan.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Murshid 2” (arsip) pada Kamis (12/02/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya Yudhi Sadewa bersama Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, dengan latar belakang gambar yang menampilkan gedung MPR RI dan tumpukan uang kertas rupiah. Ini memperkuat narasi finansial dan politik yang diangkat pada unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta Geger! Purbaya Dulu Pernah di Depak Oleh DPR. Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia Karena Kursinya Dijual 900 M Oleh Anggota Dewan! Mentri Purbaya Dikabarkan Pernah Melamar Jadi Gubernur BI Namun Usahanya Kandas Karena Nggak Sanggup Bayar. Netizen: Wow Proyek DPR Luar Biasa yaa, Untuk Jual Kursi Empuk Doang?” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan seribu tanda suka, 228 komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya dari masyarakat terhadap informasi tersebut. Beberapa komentar tampak menyudutkan DPR dan mengklaim memiliki kekayaan karena menjual jabatan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya dulu pernah didepak DPR. foto/Hotline periksa fakta tirto
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Murshid 2” (arsip) pada Kamis (12/02/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya Yudhi Sadewa bersama Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, dengan latar belakang gambar yang menampilkan gedung MPR RI dan tumpukan uang kertas rupiah. Ini memperkuat narasi finansial dan politik yang diangkat pada unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta Geger! Purbaya Dulu Pernah di Depak Oleh DPR. Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia Karena Kursinya Dijual 900 M Oleh Anggota Dewan! Mentri Purbaya Dikabarkan Pernah Melamar Jadi Gubernur BI Namun Usahanya Kandas Karena Nggak Sanggup Bayar. Netizen: Wow Proyek DPR Luar Biasa yaa, Untuk Jual Kursi Empuk Doang?” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan seribu tanda suka, 228 komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya dari masyarakat terhadap informasi tersebut. Beberapa komentar tampak menyudutkan DPR dan mengklaim memiliki kekayaan karena menjual jabatan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya dulu pernah didepak DPR. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Purbaya pernah gagal jadi gubernur BI karena didepak oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar. Gambar tersebut menampilkan Purbaya dan Puan Maharani. Tirto menemukan kejanggalan visual pada gambar tersebut. Wajah Purabaya dan Puan terlihat tidak proporsional, ekspresi wajah terlihat kaku, tidak natural, dan mata tidak fokus. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya gagal jadi gubernur Bank Indonesia” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas bahwa Purbaya pernah diklaim gagal untuk maju sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari 2026. Alasannya, Purbaya mengaku tidak sanggup membayar Rp900 miliar. Menurut Kompas, narasi tersebut adalah tidak benar.
Melansir Instagram Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan, melalui akun tersebut Kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Puan Maharani karena tidak bisa menyediakan uang Rp900 miliar merupakan berita tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 8 September 2025, dan Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga:Defisit APBN Melonjak 342% di Februari, Ini Penjelasan Purbaya
Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar. Gambar tersebut menampilkan Purbaya dan Puan Maharani. Tirto menemukan kejanggalan visual pada gambar tersebut. Wajah Purabaya dan Puan terlihat tidak proporsional, ekspresi wajah terlihat kaku, tidak natural, dan mata tidak fokus. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya gagal jadi gubernur Bank Indonesia” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas bahwa Purbaya pernah diklaim gagal untuk maju sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari 2026. Alasannya, Purbaya mengaku tidak sanggup membayar Rp900 miliar. Menurut Kompas, narasi tersebut adalah tidak benar.
Melansir Instagram Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan, melalui akun tersebut Kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Puan Maharani karena tidak bisa menyediakan uang Rp900 miliar merupakan berita tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 8 September 2025, dan Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga:Defisit APBN Melonjak 342% di Februari, Ini Penjelasan Purbaya
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa Purbaya gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena didepak DPR RI adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029. Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029. Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://web.facebook.com/murshidd2/posts/pfbid0qinBA4g398ZNPj62ATqb2WDJB7BedJi73vufpztRD4a7GmADejbP7hfqbMjG117Gl?_rdc=1&_rdr#
- https://archive.ph/UYNU0
- https://tirto.id/purbaya-curhat-dimaki-maki-di-tiktok-imbas-rupiah-jeblok-hssm
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/03/02/155900882/infografik--hoaks-purbaya-gagal-jadi-gubernur-bi-karena-tolak-bayar-rp
- https://www.instagram.com/p/DUoeOsWk2-z/
- https://tirto.id/defisit-apbn-melonjak-342-di-februari-ini-penjelasan-purbaya-hsrR
(GFD-2026-33058) Keliru, Kabar Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 16/03/2026
Berita
tirto.id - Beredar di media sosial Facebook unggahan yang mengklaim Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa pernah didepak oleh DPR dan gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena tidak sanggup membayar kursinya yang dijual 900 miliar oleh anggota dewan.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Murshid 2” (arsip) pada Kamis (12/02/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya Yudhi Sadewa bersama Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, dengan latar belakang gambar yang menampilkan gedung MPR RI dan tumpukan uang kertas rupiah. Ini memperkuat narasi finansial dan politik yang diangkat pada unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta Geger! Purbaya Dulu Pernah di Depak Oleh DPR. Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia Karena Kursinya Dijual 900 M Oleh Anggota Dewan! Mentri Purbaya Dikabarkan Pernah Melamar Jadi Gubernur BI Namun Usahanya Kandas Karena Nggak Sanggup Bayar. Netizen: Wow Proyek DPR Luar Biasa yaa, Untuk Jual Kursi Empuk Doang?” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan seribu tanda suka, 228 komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya dari masyarakat terhadap informasi tersebut. Beberapa komentar tampak menyudutkan DPR dan mengklaim memiliki kekayaan karena menjual jabatan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya dulu pernah didepak DPR. foto/Hotline periksa fakta tirto
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Murshid 2” (arsip) pada Kamis (12/02/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya Yudhi Sadewa bersama Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, dengan latar belakang gambar yang menampilkan gedung MPR RI dan tumpukan uang kertas rupiah. Ini memperkuat narasi finansial dan politik yang diangkat pada unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta Geger! Purbaya Dulu Pernah di Depak Oleh DPR. Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia Karena Kursinya Dijual 900 M Oleh Anggota Dewan! Mentri Purbaya Dikabarkan Pernah Melamar Jadi Gubernur BI Namun Usahanya Kandas Karena Nggak Sanggup Bayar. Netizen: Wow Proyek DPR Luar Biasa yaa, Untuk Jual Kursi Empuk Doang?” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan seribu tanda suka, 228 komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya dari masyarakat terhadap informasi tersebut. Beberapa komentar tampak menyudutkan DPR dan mengklaim memiliki kekayaan karena menjual jabatan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya dulu pernah didepak DPR. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Purbaya pernah gagal jadi gubernur BI karena didepak oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar. Gambar tersebut menampilkan Purbaya dan Puan Maharani. Tirto menemukan kejanggalan visual pada gambar tersebut. Wajah Purabaya dan Puan terlihat tidak proporsional, ekspresi wajah terlihat kaku, tidak natural, dan mata tidak fokus. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya gagal jadi gubernur Bank Indonesia” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas bahwa Purbaya pernah diklaim gagal untuk maju sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari 2026. Alasannya, Purbaya mengaku tidak sanggup membayar Rp900 miliar. Menurut Kompas, narasi tersebut adalah tidak benar.
Melansir Instagram Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan, melalui akun tersebut Kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Puan Maharani karena tidak bisa menyediakan uang Rp900 miliar merupakan berita tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 8 September 2025, dan Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga:Defisit APBN Melonjak 342% di Februari, Ini Penjelasan Purbaya
Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar. Gambar tersebut menampilkan Purbaya dan Puan Maharani. Tirto menemukan kejanggalan visual pada gambar tersebut. Wajah Purabaya dan Puan terlihat tidak proporsional, ekspresi wajah terlihat kaku, tidak natural, dan mata tidak fokus. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya gagal jadi gubernur Bank Indonesia” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas bahwa Purbaya pernah diklaim gagal untuk maju sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari 2026. Alasannya, Purbaya mengaku tidak sanggup membayar Rp900 miliar. Menurut Kompas, narasi tersebut adalah tidak benar.
Melansir Instagram Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan, melalui akun tersebut Kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Puan Maharani karena tidak bisa menyediakan uang Rp900 miliar merupakan berita tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 8 September 2025, dan Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga:Defisit APBN Melonjak 342% di Februari, Ini Penjelasan Purbaya
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa Purbaya gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena didepak DPR RI adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029. Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029. Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://web.facebook.com/murshidd2/posts/pfbid0qinBA4g398ZNPj62ATqb2WDJB7BedJi73vufpztRD4a7GmADejbP7hfqbMjG117Gl?_rdc=1&_rdr#
- https://archive.ph/UYNU0
- https://tirto.id/purbaya-curhat-dimaki-maki-di-tiktok-imbas-rupiah-jeblok-hssm
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/03/02/155900882/infografik--hoaks-purbaya-gagal-jadi-gubernur-bi-karena-tolak-bayar-rp
- https://www.instagram.com/p/DUoeOsWk2-z/
- https://tirto.id/defisit-apbn-melonjak-342-di-februari-ini-penjelasan-purbaya-hsrR
Halaman: 560/8135



