• (GFD-2026-32991) CEK FAKTA: Hoaks, Vladimir Putin Umumkan Benjamin Netanyahu Tewas Akibat Serangan Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/03/2026

    Berita

    Beredar narasi di media sosial yang mengklaim Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meninggal dunia akibat serangan udara Iran ke Tel Aviv.

    Klaim tersebut disebarkan melalui sejumlah unggahan di Facebook yang menampilkan tangkapan layar akun media sosial X dengan foto profil Vladimir Putin. Dalam unggahan itu, terdapat pernyataan berbahasa Inggris:

    “Netanyahu was killed in an airstrike. We are saddened to hear the news of Netanyahu’s death. May his soul rest in peace.”

    Narasi tersebut kemudian memicu spekulasi luas di kalangan warganet, terlebih karena situasi konflik di kawasan Timur Tengah yang sedang memanas.

    https://web.facebook.com/intrikdotid/posts/pfbid0GVLDn7v3hk3qV3TjyDPbbSKiuhmzC4X4jQVa37AzNRXLDFENasZf6DZWTTd2E6bpl?rdid=yZrhfgSbRF3VamjV#

    Lantas, benarkah Vladimir Putin mengumumkan kematian Benjamin Netanyahu melalui media sosial X?

    Hasil Cek Fakta

    Penelusuran Fakta

    Tim Cek Fakta menelusuri klaim tersebut dan menemukan bahwa informasi tersebut tidak benar.

    Berdasarkan laporan BBC, juru bicara Kremlin pernah menegaskan bahwa Vladimir Putin tidak memiliki akun media sosial pribadi.
    Sumber: Putin's mysterious Facebook 'superfans' on a mission | BBC

    Hal itu berarti unggahan yang beredar di media sosial X tersebut bukan berasal dari akun resmi Putin, melainkan dari akun tiruan.

    Penelusuran lebih lanjut menemukan bahwa narasi tersebut berasal dari akun X bernama @MrputinSpoof, yang kini telah ditangguhkan. Akun tersebut bukan akun resmi. 
    Sumber: Arsip https://perma.cc/2ESD-CPXN

    Dalam deskripsinya, akun tersebut menyebut dirinya sebagai “halaman penggemar/komentar”. Bahkan, kata “spoof” yang digunakan pada nama akun merujuk pada arti parodi atau tiruan humor, sebagaimana dijelaskan dalam kamus Merriam-Webster.

    Selain itu, hingga saat ini tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah Rusia maupun sumber kredibel lainnya yang menyebut bahwa Putin mengumumkan kematian Netanyahu.
    Sumber: Did Putin post that Netanyahu died in airstrike? Don't fall for rumor | Snopes

    Adapun kabar mengenai kematian Benjamin Netanyahu sendiri memang sempat beredar, namun masih bersifat spekulatif dan belum dikonfirmasi secara resmi.

    Salah satu sumber kabar tersebut berasal dari media Iran, Tasnim News Agency, yang melaporkan kemungkinan Netanyahu mengalami cedera atau meninggal dunia setelah serangan balasan Iran ke wilayah Israel pada Maret 2026.

    Namun demikian, informasi tersebut belum dapat diverifikasi dan tidak didukung oleh pernyataan resmi dari pihak berwenang.

    Dalam situasi konflik atau perang, penyebaran informasi yang tidak akurat memang kerap terjadi. Seperti dikatakan oleh sastrawan Yunani kuno Aeschylus, “korban pertama dari perang adalah kebenaran.”

    Kesimpulan

    Kesimpulan

    Klaim bahwa Vladimir Putin mengumumkan kematian Benjamin Netanyahu melalui media sosial X adalah tidak benar.

    Putin tidak memiliki akun media sosial pribadi, sehingga unggahan tersebut berasal dari akun tiruan atau parodi yang mengatasnamakan dirinya.

    Selain itu, kabar kematian Netanyahu hingga saat ini juga belum terkonfirmasi secara resmi. Klaim tersebut tergolong hoaks atau informasi menyesatkan.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32992) [PARODI] Prabowo Potong dan Alihkan Gaji Pejabat untuk Program MBG

    Sumber: Mixed
    Tanggal publish: 18/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “Aep Albantani” pada Minggu (22/2/2026) membagikan foto [arsip] dengan narasi:

    “Berita terviral Indonesia

    “Presiden Perintahkan Potong 70% Gaji dan Tunjangan Seluruh Pejabat Indonesia, Supaya Bisa Dialihkan Untuk Program MBG,” Misalnya.”

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan klaim serupa dalam unggahan akun Instagram “nalsalipadang” [arsip].

    Per Rabu (18/3/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 245 tanda suka, menuai 279 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 41 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Prabowo potong dan alihkan gaji pejabat untuk program MBG” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah artikel dan berita yang tidak saling berkaitan, antara lain:

    • Artikel turnbackhoax.id “[SALAH] Prabowo Terima Usulan Menkeu untuk Hentikan MBG”, tayang Jumat (20/2/2026). Artikel ini menyebut bahwa klaim Presiden Prabowo menerima usulan Menteri Keuangan untuk menghentikan MBG adalah hoaks.

    • Berita kompas.com “Prabowo: Isu Gaji ASN Dipotong Akibat Efisiensi, Itu Tidak Benar”, tayang Jumat (14/2/2025). Berita ini melaporkan bahwa Presiden Prabowo menegaskan narasi yang menyebut gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dipotong akibat efisiensi anggaran sama sekali tidak benar.

    Di sisi lain, menukil berita detik.com “Prabowo Naikkan Gaji ASN hingga Pejabat Negara, Intip Besarannya”, tayang Jumat (19/9/2025). Berita ini melaporkan bahwa Presiden Prabowo berkomitmen untuk menaikkan gaji ASN, TNI/Polri, dan pejabat negara. Komitmen ini tercantum dalam lampiran Perpres Nomor 79 Tahun 2025, khususnya pada poin keenam dari “8 Program Hasil Terbaik Cepat”.

    Kesimpulan

    Faktanya, Presiden Prabowo justru berkomitmen untuk menaikkan gaji pejabat negara yang tercantum dalam lampiran Perpres Nomor 79 Tahun 2025, khususnya pada poin keenam dari “8 Program Hasil Terbaik Cepat”. Unggahan foto berisi klaim “Prabowo potong dan alihkan gaji pejabat negara untuk program MBG” merupakan konten parodi (satire/parody content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32993) Hoaks Foto Prosesi Upacara Pemakaman Nasional Netanyahu

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial Facebook unggahan mengklaim prosesi kenegaraan upacara pemakaman nasional untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dilakukan dengan penghormatan militer.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan dalam grup Facebook bernama “Purbaya Yudhi Sadewa (Fanbase)” oleh akun pengguna “Bravo Aceh” (arsip) pada Senin (16/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar utama prosesi pemakaman dengan penghormatan militer di mana wajah seseorang di dalam peti mati terbuka terlihat seperti wajah Netanyahu.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “👉UPACARA PEMAKAMAN NASIONAL UNTUK BENJAMIN NETANYAHU DILAKSANAKAN DENGAN PENGHORMATAN MILITER🔥🔥🔥Prosesi kenegaraan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan unsur militer, sebagai bentuk penghormatan terakhir atas peran dan pengaruhnya dalam politik Israel. Upacara berlangsung dengan protokol kenegaraan yang ketat serta pengawalan pasukan kehormatan militer,” begitu keterangan dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menambahkan tagar #BenjaminNetanyahu #Netanyahu #Israel #PemakamanNasional #PenghormatanMiliter #BeritaDunia #PolitikDunia #MiddleEast #IsraelNews #GlobalNews #BreakingNews #Geopolitik #BeritaInternasional #FaktaDunia #ViralNews #foto #sorotanpublik #jangkauanluas #Bravo

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (16/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 7 likes, 6 komentar, dan 1 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi ketidakpercayaan masyarakat yang menyebut informasi tersebut untuk mengelabui Iran.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Sambil Ngopi, Netanyahu Bantah Rumor Kematiannya di Media Sosial

    Periksa Fakta Upacara Pemakaman Netanyahu. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Netanyahu wafat dan dimakamkan. Hasil penelusuran mengarahkan pada informasi bahwa gambar tersebut menampilkan rekayasa foto yang menggambarkan pemakaman fiktif Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

    Gambar tersebut telah dimanipulasi secara digital dan bukan merupakan peristiwa nyata. Gambar yang diunggah juga terlihat sebagai gambar rekayasa yang merupakan hasil penggabungan antara foto Benjamin Netanyahu dengan adegan pemakaman militer tradisional. Manipulasi semacam ini sering digunakan untuk mengekspresikan opini politik atau sentimen tertentu di media sosial.

    Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar dan menemukan beberapa kejanggalan. Gambar utama pada unggahan menampilkan wajah seseorang di dalam peti mati terbuka, terlihat seperti gambar yang diganti atau ditumpangkan dengan wajah Netanyahu. Pencahayaan dan gaya wajah yang ditumpangkan tidak serasi dengan gambar latar belakang, menunjukkan adanya penyuntingan. Gambar militer dalam unggahan terlihat seperti beberapa gambar yang disunting dan disatukan. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs AIorNOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut merupakan deepfake atau gambar yang dimanipulasi yang sangat realistis, dibuat dengan tujuan meniru konten asli.

    Melansir YouTube Kompas.com dalam laporan “Bantah Netanyahu Tewas, Media Israel Ungkap Agenda PM Israel Tiga Hari Terakhir”, bahwa spekulasi mengenai kondisi Benjamin Netanyahu yang tewas atau terluka parah mendapat bantahan dari Israel. Media Israel The Jerusalem Post membantah keras klaim tersebut dan menyebutnya sebagai spekulasi tanpa dasar. Mereka juga merilis agenda PM Netanyahu selama tiga hari terakhir untuk menepis spekulasi yang berembus.

    Dalam laman Kompas.com, Kantor Berita Tasnim, media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, melaporkan adanya spekulasi mengenai kemungkinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas atau terluka parah. Dalam laporan berjudul "Speculation Swirls About Netanyahu's Possible Death, Injury" yang dirilis Selasa (10/3/2026), dikatakan bahwa sejumlah indikator diklaim memperkuat dugaan tersebut. Meski demikian, laporan itu tidak menyertakan bukti konkret maupun konfirmasi resmi.

    Pihak Israel memaparkan sejumlah bukti aktivitas publik Netanyahu untuk mematahkan rumor tersebut yaitu sebagai berikut:

    7 Maret 2026: Kantor Perdana Menteri mengeluarkan pernyataan resmi.6 Maret 2026: Portal resmi pemerintah mencatat kehadiran Netanyahu di lokasi terdampak serangan di Beersheba.5 Maret 2026: Adanya laporan kredibel mengenai panggilan telepon dengan Presiden Emmanuel Macron.

    The Jerusalem

    Pos

    Dalam rangkuman Tirto berjudul “Sambil Ngopi, Netanyahu Bantah Rumor Kematiannya di Media Sosial,” Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengunggah sebuah video yang memperlihatkan dirinya tengah menikmati secangkir kopi sambil berbincang santai dengan ajudannya pada Minggu. Video tersebut muncul setelah beredar rumor di media pemerintah Iran yang kemudian menyebar luas di ruang digital bahwa Netanyahu tewas atau mengalami luka-luka.

    Reuters memverifikasi lokasi video tersebut melalui pencocokan dengan citra arsip kafe yang menunjukkan kesamaan interior. Sementara itu, tanggal pengambilan video dikonfirmasi melalui sejumlah unggahan foto dan video kunjungan Netanyahu yang dipublikasikan oleh pihak kafe pada hari yang sama.

    Spekulasi mengenai kondisi Benjamin Netanyahu ini pertama kali mencuat setelah media Iran, termasuk Tasnim News Agency pada 10 Maret 2026, menerbitkan laporan yang menyebut ia kemungkinan tewas atau terluka akibat serangan balasan Iran.

    Laporan tersebut tidak disertai bukti visual maupun konfirmasi resmi, namun cepat menyebar karena beberapa situasi yang dianggap “tidak biasa” oleh publik dan media internasional.

    Baca juga:Video Netanyahu 6 Fingers Viral, Benarkah Netanyahu Meninggal?

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim adanya upacara pemakaman Netanyahu dengan penghormatan militer adalah tidak benar. Konten tersebut masuk dalam kategori Altered Photo atau foto (gambar) yang telah dimanipulasi.

    Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar merupakan deepfake dan terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Media Israel The Jerusalem Post membantah keras klaim tersebut dan menyebutnya sebagai spekulasi tanpa dasar. Laporan itu tidak menyertakan bukti konkret maupun konfirmasi resmi.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32994) Cek Fakta: Hoaks Artikel Habiburokhman Sebut Jokowi Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel Habiburokhman menyebut Jokowi terlibat penyiraman air keras pada Andrie Yunus. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 16 Maret 2026.
    Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel berjudul:
    "Habiburrokhman: Presiden Jokowi Terlibat Penyiraman Air Keras Ke Aktivis Andrie Yunus, Polisi, TNI Arahan Jokowi, Jokowi Yang Mengatur"
    Lalu benarkah postingan artikel Habiburokhman menyebut Jokowi terlibat penyiraman air keras pada Andrie Yunus?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Kesamaan terdapat foto yang dipakai dan tanggal artikel diunggah yakni 14 Maret 2026 pukul 17:18 WIB.
    Namun dalam artikel asli yang diunggah Kompas.TV berjudul "Habiburokhman Hubungi Kapolda Minta Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras Segera Ditangkap"
    Dalam artikel asli Habiburokhman sama sekali tidak membahas keterlibatan mantan Presiden Jokowi. Ketua Komisi III DPR RI itu hanya meminta Kapolda Metro Jaya untuk bergerak cepat mengusut kasus tersebut.
    Ia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban, pasca-insiden peristiwa penyiraman air keras.
    "Terhadap Andrie Yunus juga harus dilakukan pengawalan maksimal agar beliau benar-benar aman dari ancaman kekerasan susulan," ujarnya.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan artikel Habiburokhman menyebut Jokowi terlibat penyiraman air keras pada Andrie Yunus adalah hoaks. Faktanya judul dalam artikel merupakan hasil suntingan.

    Rujukan