KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan dengan narasi yang menyebut pesepak bola Jepang, Ayase Ueda resmi bergabung dengan tim nasional Indonesia.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut adalah hoaks.
Unggahan yang mengeklaim Ayase Ueda resmi bergabung dengan timnas Indonesia muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini,ini,ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Ayase Ueda sedang melaukan konferensi pers menggunakan jersei warna merah dan putih.
Salah satu akun menulis keterangan:
PELATIH TIMNAS JEPANG NGAMOK STRIKER ANDALAN (AYASSE UEDA) RESMI GABUNG TIMNAS INDONESIA JEPANG KEHILANGAN SAMURAI BIRU YA
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang mengeklaim Ayase Ueda resmi memperkuat timnas Indonesia
(GFD-2024-24441) [HOAKS] Ayase Ueda Resmi Bergabung dengan Timnas Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 04/12/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri klip yang menampilkan Ayase Ueda sedang melakukan konferensi pers.
Hasilnya, video tersebut identik dengan unggahan di kanal YouTube Feyenoord ini.
Video itu adalah momen ketika Ayase Ueda melakukan konferensi pers untuk pertama kali setelah bergabung dengan klub asal Belanda, Feyenoord pada 2023.
Dalam video itu, Ayase Ueda menjawab beberapa pertanyaan wartawan. Salah satunya, terkait bagaimana ia beradaptasi dengan gaya bermain Feyenoord yang dianggap berbeda dengan klub Ayase Ueda sebelumnya, Cercle Brugge.
Ayase Ueda juga mengatakan biaya transfer dari Cercle Brugge yang tinggi bukan tekanan baginya.
Selain itu, ia juga menjawab pertanyaan soal perasaannya bisa bermain di Liga Champions bersama Feyenoord.
Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid Ayase Ueda akan memperkuat timnas Indonesia. Ia merupakan pemain timnas senior Jepang
Dikutip dari Transfermarkt, Ayase Ueda telah mencatatkan 30 kali penampilan bersama Samurai Biru dengan torehan 14 gol sejak debutnya pada 2019.
Hasilnya, video tersebut identik dengan unggahan di kanal YouTube Feyenoord ini.
Video itu adalah momen ketika Ayase Ueda melakukan konferensi pers untuk pertama kali setelah bergabung dengan klub asal Belanda, Feyenoord pada 2023.
Dalam video itu, Ayase Ueda menjawab beberapa pertanyaan wartawan. Salah satunya, terkait bagaimana ia beradaptasi dengan gaya bermain Feyenoord yang dianggap berbeda dengan klub Ayase Ueda sebelumnya, Cercle Brugge.
Ayase Ueda juga mengatakan biaya transfer dari Cercle Brugge yang tinggi bukan tekanan baginya.
Selain itu, ia juga menjawab pertanyaan soal perasaannya bisa bermain di Liga Champions bersama Feyenoord.
Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid Ayase Ueda akan memperkuat timnas Indonesia. Ia merupakan pemain timnas senior Jepang
Dikutip dari Transfermarkt, Ayase Ueda telah mencatatkan 30 kali penampilan bersama Samurai Biru dengan torehan 14 gol sejak debutnya pada 2019.
Kesimpulan
Unggahan yang mengeklaim Ayase Ueda resmi bergabung dengan timnas Indonesia tidak benar atau hoaks.
Video yang beredar adalah momen ketika Ayase Ueda melakukan konferensi pers untuk pertama kali setelah bergabung dengan Feyenoord pada 2023.
Ayase Ueda merupakan pemain timnas senior Jepang, ia telah mencatatkan 30 penampilan sejak debutnya pada 2019.
Video yang beredar adalah momen ketika Ayase Ueda melakukan konferensi pers untuk pertama kali setelah bergabung dengan Feyenoord pada 2023.
Ayase Ueda merupakan pemain timnas senior Jepang, ia telah mencatatkan 30 penampilan sejak debutnya pada 2019.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/579541804435294
- https://www.facebook.com/reel/2271739456543167
- https://www.facebook.com/reel/1089583795882564
- https://www.facebook.com/reel/439755382296133
- https://www.youtube.com/watch?v=RdgVTYCtNKg&ab_channel=Feyenoord
- https://www.transfermarkt.co.id/ayase-ueda/profil/spieler/589128
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24440) [HOAKS] Manfaat Air Hujan untuk Kesuburan dan Peluang Kehamilan
Sumber:Tanggal publish: 04/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar narasi yang menyebutkan mandi air hujan dan minum air hujan dapat meningkatkan kesuburan dan peluang kehamilan.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi mengenai manfaat air hujan untuk kesuburan dan kehamilan disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Pengguna Facebook menyebutkan sejumlah zat dalam air hujan, seperti hidrogen peroksida, nitrogen, dan pH bebas garam.
Berikut penggalan narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (2/12/2024):
Air Hujan Untuk Kesuburan Kandungan
Anda mendambakan keturunan dan ingin mencobanya? Silakan ikuti langkah-langkah berikut:
Tunggulah hujan berlangsung minimal 10 menit lamanya (Jangan lakukan di hujan pertama setelah kemarau),
Lalu berdiri hujan-hujanan di alam terbuka menghadap kiblat dan air hujan yang turun langsung mengenai tubuh hingga benar-benar membasahi seluruh tubuh. (sangat dianjurkan untuk tetap menutup aurat)
Sementara anda hujan-hujanan, taruhlah wadah untuk menampung air hujan murni, air hujan murni adalah air hujan yang turun langsung dari langit tanpa perantara genting maupun talang.
Minumlah air hujan yang berhasil ditampung dengan terlebih dahulu berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar diberikan keturunan. Minumlah air hujan secukupnya, tidak terlalu sedikit dan jangan berlebihan.
Lakukan teknik ini sampai hujan berhenti atau anda sudah merasa kedinginan.
Dalam pemanfaatan sehari-hari, dapat juga di pindahkan air hujan tersebut ke dalam tempat air, botol atau gelas. Agar menjadi lebih bersih dan lebih berkhasiat bisa endapkan selama 24 jam.
Setelah 24 jam, ambil setengah bagian air paling atas dan sisa airnya dibuang. Boleh langsung digunakan untuk mandi dan minum tanpa direbus atau bisa direbus sampai mendidih (seperti memasak air minum).
Cobalah minum secara rutin sampai sekitar 20 liter dan rasakan manfaatnya untuk tubuh anda.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi mengenai manfaat air hujan untuk kesuburan dan kehamilan disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Pengguna Facebook menyebutkan sejumlah zat dalam air hujan, seperti hidrogen peroksida, nitrogen, dan pH bebas garam.
Berikut penggalan narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (2/12/2024):
Air Hujan Untuk Kesuburan Kandungan
Anda mendambakan keturunan dan ingin mencobanya? Silakan ikuti langkah-langkah berikut:
Tunggulah hujan berlangsung minimal 10 menit lamanya (Jangan lakukan di hujan pertama setelah kemarau),
Lalu berdiri hujan-hujanan di alam terbuka menghadap kiblat dan air hujan yang turun langsung mengenai tubuh hingga benar-benar membasahi seluruh tubuh. (sangat dianjurkan untuk tetap menutup aurat)
Sementara anda hujan-hujanan, taruhlah wadah untuk menampung air hujan murni, air hujan murni adalah air hujan yang turun langsung dari langit tanpa perantara genting maupun talang.
Minumlah air hujan yang berhasil ditampung dengan terlebih dahulu berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar diberikan keturunan. Minumlah air hujan secukupnya, tidak terlalu sedikit dan jangan berlebihan.
Lakukan teknik ini sampai hujan berhenti atau anda sudah merasa kedinginan.
Dalam pemanfaatan sehari-hari, dapat juga di pindahkan air hujan tersebut ke dalam tempat air, botol atau gelas. Agar menjadi lebih bersih dan lebih berkhasiat bisa endapkan selama 24 jam.
Setelah 24 jam, ambil setengah bagian air paling atas dan sisa airnya dibuang. Boleh langsung digunakan untuk mandi dan minum tanpa direbus atau bisa direbus sampai mendidih (seperti memasak air minum).
Cobalah minum secara rutin sampai sekitar 20 liter dan rasakan manfaatnya untuk tubuh anda.
Hasil Cek Fakta
Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes), air hujan mengandung sejumlah zat yang bersifat kimiawi.
Misalnya, uap air atau H2O, asan nitrat, karbon berupa silika dan fly ash dalam bentuk abu ringan. asam sulfat, dan garam.
Sementara pH air hujan normal sekitar 6, sementara hujan asam memiliki pH sekitar 5,7 ke bawah.
Sehingga, kandungan air hujan yang disebutkan dalam narasi tidak benar.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) Rumah Sakit Pondok Indah, Yassin Yanuar Mohammad membantah narasi air hujan dapat meningkatkan kesuburan dan peluang kehamilan.
"Secara ilmiah dan saintifik kita tidak punya data dan dasar ilmiahnya. Sehingga secara medis dan ilmiah itu tidak punya dasar kebenaran," kata Yassin saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/12/2024).
Ia menegaskan, tidak ada kaitan antara mandi hujan atau minum air hujan dengan peluang kehamilan atau kesuburan dari pasangan suami istri.
Proses reproduksi manusia melibatkan bertemunya sel telur dan sel sperma.
Menurut Yassin, tingkat keberhasilan kehamilan dipengaruhi oleh kondisi kesehatan antara laki-laki dan perempuan.
"Kesehatan secara umum, tidak hanya fisik tetapi mental juga, turunannya akan memengaruhi kesehatan reproduksi," kata Yassin.
Misalnya, uap air atau H2O, asan nitrat, karbon berupa silika dan fly ash dalam bentuk abu ringan. asam sulfat, dan garam.
Sementara pH air hujan normal sekitar 6, sementara hujan asam memiliki pH sekitar 5,7 ke bawah.
Sehingga, kandungan air hujan yang disebutkan dalam narasi tidak benar.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) Rumah Sakit Pondok Indah, Yassin Yanuar Mohammad membantah narasi air hujan dapat meningkatkan kesuburan dan peluang kehamilan.
"Secara ilmiah dan saintifik kita tidak punya data dan dasar ilmiahnya. Sehingga secara medis dan ilmiah itu tidak punya dasar kebenaran," kata Yassin saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/12/2024).
Ia menegaskan, tidak ada kaitan antara mandi hujan atau minum air hujan dengan peluang kehamilan atau kesuburan dari pasangan suami istri.
Proses reproduksi manusia melibatkan bertemunya sel telur dan sel sperma.
Menurut Yassin, tingkat keberhasilan kehamilan dipengaruhi oleh kondisi kesehatan antara laki-laki dan perempuan.
"Kesehatan secara umum, tidak hanya fisik tetapi mental juga, turunannya akan memengaruhi kesehatan reproduksi," kata Yassin.
Kesimpulan
Narasi yang menyebutkan mandi air hujan dan minum air hujan dapat meningkatkan kesuburan dan peluang kehamilan merupakan hoaks.
Secara medis dan ilmiah tidak ada bukti bahwa air hujan berpengaruh pada tingkat keberhasilan kehamilan.
Secara medis dan ilmiah tidak ada bukti bahwa air hujan berpengaruh pada tingkat keberhasilan kehamilan.
Rujukan
- https://www.facebook.com/obatalamiindonesia/posts/pfbid02PN1eoG2rMJTbktWsJkzcTDqfBSLFB6TvTi2WstmwMVKb4VvUSzhMRrFH2Dw2jgxQl
- https://www.facebook.com/didik.paryono.397/posts/pfbid022La9qWJU1sawbBG3K2xtMgUDh5fexFVzFPkVv58fRUmUcfXCHeLm6jhVCg812C5al
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0xav7ub7dmnRbuqAFvLZifpjYGkZ8z5MPuPSXbaaLJ67iWRdJ2eHPyELZHCnrwxFNl&id=61553161718105
- https://pusatkrisis.kemkes.go.id/kandungan-zat-kimia-yang-terdapat-pada-air-hujan
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24439) [KLARIFIKASI] Uji Coba AI Yesus di Swiss Bukan untuk Pengakuan Dosa
Sumber:Tanggal publish: 04/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Sebuah gereja di Kota Lucerne, Swiss dikabarkan memasang instalasi yang memadukan hologram yang didukung dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Gereja bernama Saint Peter tersebut menggunakan AI menyerupai Yesus di bilik pengakuan dosa.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang beredar disebarkan dengan konteks keliru.
Informasi mengenai penggunaan AI Yesus untuk pengakuan dosa disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 22 November 2024:
Gereja St.Peter di Lucerne memperkenalkan hologram Yesus yang didukung AI untuk pengakuan dosa.
akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, 22 November 2024, mengenai instalasi hologram Yesus dilengkapi dengan AI di Gereja St. Peter, Kota Lucerne, Swiss sebagai pengganti imam di ruang pengakuan dosa.
Gereja bernama Saint Peter tersebut menggunakan AI menyerupai Yesus di bilik pengakuan dosa.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang beredar disebarkan dengan konteks keliru.
Informasi mengenai penggunaan AI Yesus untuk pengakuan dosa disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 22 November 2024:
Gereja St.Peter di Lucerne memperkenalkan hologram Yesus yang didukung AI untuk pengakuan dosa.
akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, 22 November 2024, mengenai instalasi hologram Yesus dilengkapi dengan AI di Gereja St. Peter, Kota Lucerne, Swiss sebagai pengganti imam di ruang pengakuan dosa.
Hasil Cek Fakta
Terdapat sebuah instalasi di gereja Saint Peter, dengan sebuah monitor menampilkan animasi Yesus yang duduk di sisi pembatas ruang pengakuan dosa.
Model AI yang digunakan dilatih untuk menjawab dan mendiskusikan tentang agama dan kitab suci dengan pengunjung.
Instalasi yang disebut "Deus in Machina" itu, diluncurkan pada Agustus 2024 sebagai inisiatif terbaru dalam bentuk realitas imersif oleh peneliti universitas setempat.
Contoh AI Yesus dapat dilihat di video DW berikut.
Dilansir The Guardian, instalasi AI Yesus memang dibuat menyerupai ruang pengakuan dosa, tetapi itu bukanlah ruang pengakuan dosa asli seperti yang ada di dalam gereja.
Seorang teolog yang berafiliasi dengan gereja St Peter bernama Marco Schmid menegaskan, instalasi tersebut adalah sebuah eksperimen dan bukan tempat pengakuan dosa yang sesungguhnya.
Orang-orang disarankan untuk tidak mengungkapkan informasi pribadi apa pun.
Seorang profesor teologi Universitas Loyola Marymount, Thomas Rausch mengatakan, instalasi itu sama sekali bukan pengganti atau setara dengan sakramen rekonsiliasi Katolik.
Dikutip dari USA Today, Rausch mengungkapkan, hukum kanon Gereja Katolik 965 dan 966 menyatakan bahwa hanya seorang imam yang boleh mendengar pengakuan dosa.
Gagasan tentang pengakuan dosa virtual telah dibahas selama berabad-abad dan selalu ditolak oleh Vatikan.
Model AI yang digunakan dilatih untuk menjawab dan mendiskusikan tentang agama dan kitab suci dengan pengunjung.
Instalasi yang disebut "Deus in Machina" itu, diluncurkan pada Agustus 2024 sebagai inisiatif terbaru dalam bentuk realitas imersif oleh peneliti universitas setempat.
Contoh AI Yesus dapat dilihat di video DW berikut.
Dilansir The Guardian, instalasi AI Yesus memang dibuat menyerupai ruang pengakuan dosa, tetapi itu bukanlah ruang pengakuan dosa asli seperti yang ada di dalam gereja.
Seorang teolog yang berafiliasi dengan gereja St Peter bernama Marco Schmid menegaskan, instalasi tersebut adalah sebuah eksperimen dan bukan tempat pengakuan dosa yang sesungguhnya.
Orang-orang disarankan untuk tidak mengungkapkan informasi pribadi apa pun.
Seorang profesor teologi Universitas Loyola Marymount, Thomas Rausch mengatakan, instalasi itu sama sekali bukan pengganti atau setara dengan sakramen rekonsiliasi Katolik.
Dikutip dari USA Today, Rausch mengungkapkan, hukum kanon Gereja Katolik 965 dan 966 menyatakan bahwa hanya seorang imam yang boleh mendengar pengakuan dosa.
Gagasan tentang pengakuan dosa virtual telah dibahas selama berabad-abad dan selalu ditolak oleh Vatikan.
Kesimpulan
Instalasi hologram Yesus dilengkapi dengan AI di Gereja St. Peter, Kota Lucerne, Swiss tidak dimaksudkan sebagai pengganti imam di ruang pengakuan dosa.
Meski menyerupai tempat pengakuan dosa, tetapi itu bukanlah ruang sakral sungguhan. Instalasi tersebut dipasang agar pengunjung dapat berdiskusi seputar agama dengan AI.
Pihak gereja mengimbau agar pengunjung tidak memberikan data pribadi saat mengobrol dengan AI Yesus.
Meski menyerupai tempat pengakuan dosa, tetapi itu bukanlah ruang sakral sungguhan. Instalasi tersebut dipasang agar pengunjung dapat berdiskusi seputar agama dengan AI.
Pihak gereja mengimbau agar pengunjung tidak memberikan data pribadi saat mengobrol dengan AI Yesus.
Rujukan
- https://www.facebook.com/100080190712717/videos/2025354374578862
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=980689307426601&set=a.605873504908185
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=122129661728440553&set=a.122105651558440553
- https://www.dw.com/en/switzerlands-ai-jesus-answers-questions-of-faith/video-70737962
- https://www.theguardian.com/technology/2024/nov/21/deus-in-machina-swiss-church-installs-ai-powered-jesus
- https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2024/11/27/ai-jesus-confession-fact-check/76598775007/
- https://www.vatican.va/archive/cod-iuris-canonici/eng/documents/cic_lib4-cann959-997_en.html#:~:text=965%20A%20priest%20alone%20is,to%20whom%20he%20imparts%20absolution.
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-24438) [KLARIFIKASI] Foto Ini Bukan Kecelakaan Beruntun di Puncak, Bogor
Sumber:Tanggal publish: 04/12/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar foto kecelakaan yang melibatkan belasan mobil di sebuah jalan raya. Narasi foto menyebutkan, kecelakaan tersebut terjadi di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat pada awal Desember 2024.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut perlu diluruskan.
Foto yang diklaim kecelakaan beruntun di daerah Puncak, Bogor, dibagikan oleh akun Facebook ini pada Minggu (1/12/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
Innalilahi, Kecelakaan Tabrakan Beruntun Di Puncak, Polisi Bantah Pengemudi BMW Pegawai KPK
Screenshot Foto ini bukan kecelakaan beruntun di Puncak, Bogor
Narasi itu disertai tautan menuju sebuah artikel tentang kecelakaan beruntun di Puncak.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut perlu diluruskan.
Foto yang diklaim kecelakaan beruntun di daerah Puncak, Bogor, dibagikan oleh akun Facebook ini pada Minggu (1/12/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
Innalilahi, Kecelakaan Tabrakan Beruntun Di Puncak, Polisi Bantah Pengemudi BMW Pegawai KPK
Screenshot Foto ini bukan kecelakaan beruntun di Puncak, Bogor
Narasi itu disertai tautan menuju sebuah artikel tentang kecelakaan beruntun di Puncak.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto yang dibagikan akun Facebook tersebut menggunakan Google Lens.
Hasilnya, foto yang sama ditemukan di laman Shutterstock. Menurut keterangan foto, kecelakaan tersebut terjadi di Veria, Yunani, pada 5 Oktober 2014.
Sementara itu, isi artikel yang dibagikan di Facebook identik dengan berita Tempo.co berjudul "Kecelakaan Tabrakan Beruntun di Puncak, Polisi Bantah Pengemudi BMW Pegawai KPK ".
Artikel tersebut memberitakan kecelakaan di Puncak, Bogor, pada Minggu, 3 Oktober 2021.
Mobil BMW dengan pelat nomor B 115 HEP yang dikemudikan AM menabrak empat sepeda motor dan satu mobil di Cisarua.
Enam orang terluka dalam peristiwa itu. Polisi membantah pengemudi berinisial AM itu merupakan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Polisi memastikan AM merupakan pegawai swasta. Kecelakaan terjadi karena pengemudi kurang konsentrasi saat berkendara pada dini hari.
Adapun Tempo.co menggunakan foto kecelakaan di Veria, Yunani sebagai gambar ilustrasi pada berita kecelakaan beruntun di Puncak.
Foto itu juga beberapa kali digunakan dalam konten hoaks dengan narasi kecelakaan terjadi di Indonesia, terutama di Puncak.
Hasilnya, foto yang sama ditemukan di laman Shutterstock. Menurut keterangan foto, kecelakaan tersebut terjadi di Veria, Yunani, pada 5 Oktober 2014.
Sementara itu, isi artikel yang dibagikan di Facebook identik dengan berita Tempo.co berjudul "Kecelakaan Tabrakan Beruntun di Puncak, Polisi Bantah Pengemudi BMW Pegawai KPK ".
Artikel tersebut memberitakan kecelakaan di Puncak, Bogor, pada Minggu, 3 Oktober 2021.
Mobil BMW dengan pelat nomor B 115 HEP yang dikemudikan AM menabrak empat sepeda motor dan satu mobil di Cisarua.
Enam orang terluka dalam peristiwa itu. Polisi membantah pengemudi berinisial AM itu merupakan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Polisi memastikan AM merupakan pegawai swasta. Kecelakaan terjadi karena pengemudi kurang konsentrasi saat berkendara pada dini hari.
Adapun Tempo.co menggunakan foto kecelakaan di Veria, Yunani sebagai gambar ilustrasi pada berita kecelakaan beruntun di Puncak.
Foto itu juga beberapa kali digunakan dalam konten hoaks dengan narasi kecelakaan terjadi di Indonesia, terutama di Puncak.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto yang diklaim kecelakaan beruntun di daerah Puncak, Bogor, perlu diluruskan.
Foto itu dibagikan dengan konteks keliru. Peristiwa dalam foto adalah kecelakaan yang terjadi di Veria, Yunani, pada 5 Oktober 2014, bukan di Puncak, Bogor.
Foto itu dibagikan dengan konteks keliru. Peristiwa dalam foto adalah kecelakaan yang terjadi di Veria, Yunani, pada 5 Oktober 2014, bukan di Puncak, Bogor.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02z6iin5PAuz5Cxk8nzTdSogj7khRQwNkG6gPDyZK9ZL5fNHzhJeNBTdpe2ZurSaVil&id=61558467789057
- https://www.shutterstock.com/id/image-photo/veria-greece-october-5-2014-large-221586943
- https://www.tempo.co/arsip/kecelakaan-tabrakan-beruntun-di-puncak-polisi-bantah-pengemudi-bmw-pegawai-kpk--467873
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 490/5962