• (GFD-2026-31891) Hoaks Video Kader PDIP Mengaku Butuh PKI

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/01/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video yang menampilkan sejumlah orang berpakaian merah dengan atribut dan bendera PDI Perjuangan (PDIP) beredar di media sosial. Video tersebut diklaim memperlihatkan kader PDIP yang mengaku “butuh PKI”. Unggahan ini beredar melalui akun Facebook "Ade Kurniawan" (arsip) pada Senin (24/11/2025).

    ADVERTISEMENT

    Dalam video itu, terlihat beberapa orang meneriakkan yel-yel secara bersama-sama. Ucapan mereka kemudian dilengkapi dengan transkrip audio yang memunculkan klaim seolah-olah mereka mengatakan “butuh PKI”.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Pada bagian bawah unggahan, turut disertakan video lain yang menampilkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sedang berbicara, namun tanpa disertai audio.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Gila kader pdip ini mengaku butuh PKI,” tulis pengunggah di videonya.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta PDI bilang butuh PKI. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hingga Kamis (22/01/2026), unggahan tersebut telah ditonton sekitar 359 ribu kali, memperoleh kurang lebih 2,6 ribu tanda reaksi, 2 ribu komentar, serta dibagikan sebanyak 1,1 ribu kali. Video dengan narasi serupa juga ditemukan beredar di Facebook melalui beberapa unggahan lainnya, antara lain ini, ini, ini, dan ini.

    ADVERTISEMENT

    Kolom komentar menunjukkan adanya respons beragam dari masyarakat. Sejumlah pengguna mempercayai klaim tersebut dan melontarkan komentar negatif terhadap PDI Perjuangan, serta menyatakan penolakan keras terhadap PKI.

    Namun, tidak sedikit pula warganet yang meragukan kebenaran transkrip dalam video. Mereka menilai ucapan dalam video telah disalahartikan dan tidak sesuai dengan terjemahan yang ditampilkan.

    Lantas, benarkah dalam video tersebut Kader PDIP mengatakan butuh PKI?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto memulai penelusuran dengan mencari versi video yang sama namun memiliki kualitas visual dan audio yang lebih baik. Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan sebuah video serupa yang diunggah oleh akun YouTube @Deny Cagur pada 27 Juni 2020. Video tersebut diunggah dengan judul “Aku PDI Perjuangan, Aku Dudu PKI”. Dalam video ini, tampak jelas sekelompok orang mengenakan atribut dan bendera PDI Perjuangan.

    Berbeda dengan video yang beredar di Facebook, unggahan di YouTube tersebut tidak menampilkan transkrip teks. Oleh karena itu, kami mendengarkan secara langsung yel-yel yang diteriakkan dalam video untuk memastikan ucapan yang sebenarnya.

    Dari hasil pendengaran yang lebih jelas, yel-yel yang diucapkan adalah sebagai berikut:

    “Aku PDI Perjuangan, Aku dudu PKI! HTI J*****, Khilafah Keluar Dari Indonesia!”

    Temuan ini menunjukkan bahwa transkrip yang ditampilkan pada video viral di Facebook tidak sesuai dengan ucapan asli dalam video. Frasa yang diklaim sebagai “aku butuh PKI” ternyata merupakan “aku dudu PKI”.

    Untuk memastikan makna kata tersebut, Tirto merujuk pada Kawruh Basa. Dalam bahasa Jawa, kata dudu berarti “bukan” dan digunakan untuk menyatakan penolakan, bantahan, atau ketidaksesuaian terhadap suatu pernyataan. Dengan demikian, kalimat “aku dudu PKI” bermakna “aku bukan PKI”.

    Penelusuran lebih lanjut melalui mesin pencari juga menunjukkan bahwa video ini telah beredar sejak 2020 dan berulang kali dimunculkan kembali dengan narasi serupa, yakni klaim bahwa kader PDIP mengaku “butuh PKI”. Klaim tersebut telah dibantah sebelumnya, dengan bukti bahwa kata dudu disalahartikan atau dipelintir menjadi butuh.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebut video tersebut memperlihatkan kader PDI Perjuangan mengaku “butuh PKI” adalah tidak benar. Narasi yang beredar di media sosial muncul akibat kesalahan penafsiran terhadap ucapan dalam video, sehingga bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Hingga penelusuran dilakukan, tidak ditemukan bukti yang mendukung klaim tersebut. Ucapan yang terdengar dalam video adalah “aku dudu PKI”, yang dalam bahasa Jawa berarti “aku bukan PKI”, sehingga justru menunjukkan penolakan terhadap PKI, bukan pengakuan atau dukungan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31892) Hoaks Bantuan Langsung Tunai Rp5 Juta untuk UMKM 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/01/2026

    Berita

    tirto.id - Di media sosial beredar unggahan menyertakan tautan, yang diklaim dapat digunakan untuk mengajukan bantuan senilai Rp5 juta bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tahun 2026 tanpa BPUM BRI.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama “bantuan_umkm_2026” (arsip), pada 20 Januari 2026. Di dalam unggahan, pengunggah menyebutkan beberapa cara untuk mendapatkan bansos UMKM 2026, antara lain mendaftar secara daring di eform.bri.co.id/bpum, melengkapi syarat berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Induk Berusaha (NIB), dan tidak sedang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, terdapat modal yang harus disediakan sebesar Rp1,2 juta. Unggahan tersebut juga memasukkan tautan Pusatstudijatim.id.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Kabar gembira bulan ini, Kemensos membuka bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta per-KK (Kartu Keluarga). Bantuan modal usaha akan dikirim langsung ke alamat rumah yang membutuhkan dan untuk cara daftar silakan langsung klik profil TikTok,” begitu ucap narator di dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Hingga artikel ini ditulis pada Kamis (22/01/2026), unggahan tersebut sudah mendapatkan 11 tanda suka, satu komentar, dan satu kali dibagikan.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim?

    Baca juga:Menkop Teten Pastikan 2023 Tidak Ada Lagi BLT Buat UMKM

    ADVERTISEMENT

    periksa fakta Program BLT UMKM 2026. tirto.id/Fuad

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama Tirto membuka tautan eform.bri.co.id/bpum yang diklaim sebagai situs tempat mendaftar bantuan.

    Saat tautan eform.bri.co.id/bpum dibuka, laman tersebut tidak memuat formulir pendaftaran bantuan langsung tunai (BLT) maupun pengajuan bantuan UMKM. Situs tersebut justru berisi pemberitahuan terkait pengecekan status penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2022 melalui BRI. Demikian penggalan isi informasi dari tautan dari BRI tersebut:

    “Dengan ini diberitahukan bahwa saat ini belum terdapat informasi lebih lanjut dari Pemerintah terkait pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2022 melalui BRI, sehingga nasabah belum dapat melakukan reservasi pencairan bantuan di kantor BRI terdekat.”

    Tirto lantas membuka tautan Pusatstudijatim.id yang juga dilampirkan dalam unggahan. Pada bagian atas laman tersebut, terdapat keterangan bahwa Pusatstudijatim.id merupakan blog media independen yang menyajikan informasi seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik.

    Setelah mengecek situs, Tirto kemudian membuka akun TikTok pengunggah sebagaimana arahan pengunggah di video. Namun, tidak terdapat petunjuk apa pun yang mengarah kepada pendaftaran BLT untuk UMKM.

    Mengutip pernyataan resmi Kementerian UMKM Republik Indonesia lewat akun Instagram resmi @kementrianumkm, pemerintah menegaskan bahwa informasi mengenai bantuan langsung tunai (BLT) UMKM senilai Rp5 juta untuk seluruh pelaku UMKM tidak benar dan terindikasi penipuan. Kementerian UMKM menyatakan tidak ada program BLT UMKM baik dari Kementerian UMKM maupun dari pemerintah sebagaimana klaim yang beredar di media sosial.

    Kementerian UMKM juga mengingatkan bahwa saat ini banyak beredar informasi palsu dengan modus meminta masyarakat mengisi data pribadi melalui formulir atau tautan tidak resmi, serta menjanjikan bantuan, hibah, atau program pemerintah yang sebenarnya tidak ada.

    Masyarakat diminta untuk berhati-hati dan bijak dalam membagikan data pribadi. Informasi resmi terkait program dan kebijakan UMKM hanya disampaikan melalui kanal media sosial resmi Kementerian UMKM dan situs umkm.go.id.

    Baca juga:APINDO Nilai Penghapusan BLT UMKM Sudah Tepat, Ini Alasannya

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim mengenai adanya BLT UMKM senilai Rp5 juta yang beredar di media sosial adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Pemerintah lewat akun resmi Kementerian UMKM telah menegaskan bahwa tidak ada program BLT UMKM sebagaimana diklaim dalam unggahan tersebut, sementara tautan yang disertakan tidak menyediakan pendaftaran bantuan apa pun.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31896) Hoaks Bantuan Langsung Tunai Rp5 Juta untuk UMKM 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/01/2026

    Berita

    tirto.id - Di media sosial beredar unggahan menyertakan tautan, yang diklaim dapat digunakan untuk mengajukan bantuan senilai Rp5 juta bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tahun 2026 tanpa BPUM BRI.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama “bantuan_umkm_2026” (arsip), pada 20 Januari 2026. Di dalam unggahan, pengunggah menyebutkan beberapa cara untuk mendapatkan bansos UMKM 2026, antara lain mendaftar secara daring di eform.bri.co.id/bpum, melengkapi syarat berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Induk Berusaha (NIB), dan tidak sedang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, terdapat modal yang harus disediakan sebesar Rp1,2 juta. Unggahan tersebut juga memasukkan tautan Pusatstudijatim.id.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Kabar gembira bulan ini, Kemensos membuka bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta per-KK (Kartu Keluarga). Bantuan modal usaha akan dikirim langsung ke alamat rumah yang membutuhkan dan untuk cara daftar silakan langsung klik profil TikTok,” begitu ucap narator di dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Hingga artikel ini ditulis pada Kamis (22/01/2026), unggahan tersebut sudah mendapatkan 11 tanda suka, satu komentar, dan satu kali dibagikan.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim?

    Baca juga:Menkop Teten Pastikan 2023 Tidak Ada Lagi BLT Buat UMKM

    ADVERTISEMENT

    periksa fakta Program BLT UMKM 2026. tirto.id/Fuad

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama Tirto membuka tautan eform.bri.co.id/bpum yang diklaim sebagai situs tempat mendaftar bantuan.

    Saat tautan eform.bri.co.id/bpum dibuka, laman tersebut tidak memuat formulir pendaftaran bantuan langsung tunai (BLT) maupun pengajuan bantuan UMKM. Situs tersebut justru berisi pemberitahuan terkait pengecekan status penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2022 melalui BRI. Demikian penggalan isi informasi dari tautan dari BRI tersebut:

    “Dengan ini diberitahukan bahwa saat ini belum terdapat informasi lebih lanjut dari Pemerintah terkait pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2022 melalui BRI, sehingga nasabah belum dapat melakukan reservasi pencairan bantuan di kantor BRI terdekat.”

    Tirto lantas membuka tautan Pusatstudijatim.id yang juga dilampirkan dalam unggahan. Pada bagian atas laman tersebut, terdapat keterangan bahwa Pusatstudijatim.id merupakan blog media independen yang menyajikan informasi seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik.

    Setelah mengecek situs, Tirto kemudian membuka akun TikTok pengunggah sebagaimana arahan pengunggah di video. Namun, tidak terdapat petunjuk apa pun yang mengarah kepada pendaftaran BLT untuk UMKM.

    Mengutip pernyataan resmi Kementerian UMKM Republik Indonesia lewat akun Instagram resmi @kementrianumkm, pemerintah menegaskan bahwa informasi mengenai bantuan langsung tunai (BLT) UMKM senilai Rp5 juta untuk seluruh pelaku UMKM tidak benar dan terindikasi penipuan. Kementerian UMKM menyatakan tidak ada program BLT UMKM baik dari Kementerian UMKM maupun dari pemerintah sebagaimana klaim yang beredar di media sosial.

    Kementerian UMKM juga mengingatkan bahwa saat ini banyak beredar informasi palsu dengan modus meminta masyarakat mengisi data pribadi melalui formulir atau tautan tidak resmi, serta menjanjikan bantuan, hibah, atau program pemerintah yang sebenarnya tidak ada.

    Masyarakat diminta untuk berhati-hati dan bijak dalam membagikan data pribadi. Informasi resmi terkait program dan kebijakan UMKM hanya disampaikan melalui kanal media sosial resmi Kementerian UMKM dan situs umkm.go.id.

    Baca juga:APINDO Nilai Penghapusan BLT UMKM Sudah Tepat, Ini Alasannya

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim mengenai adanya BLT UMKM senilai Rp5 juta yang beredar di media sosial adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Pemerintah lewat akun resmi Kementerian UMKM telah menegaskan bahwa tidak ada program BLT UMKM sebagaimana diklaim dalam unggahan tersebut, sementara tautan yang disertakan tidak menyediakan pendaftaran bantuan apa pun.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31910) Hoaks Video Kader PDIP Mengaku Butuh PKI

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/01/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video yang menampilkan sejumlah orang berpakaian merah dengan atribut dan bendera PDI Perjuangan (PDIP) beredar di media sosial. Video tersebut diklaim memperlihatkan kader PDIP yang mengaku “butuh PKI”. Unggahan ini beredar melalui akun Facebook "Ade Kurniawan" (arsip) pada Senin (24/11/2025).

    ADVERTISEMENT

    Dalam video itu, terlihat beberapa orang meneriakkan yel-yel secara bersama-sama. Ucapan mereka kemudian dilengkapi dengan transkrip audio yang memunculkan klaim seolah-olah mereka mengatakan “butuh PKI”.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Pada bagian bawah unggahan, turut disertakan video lain yang menampilkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sedang berbicara, namun tanpa disertai audio.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Gila kader pdip ini mengaku butuh PKI,” tulis pengunggah di videonya.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta PDI bilang butuh PKI. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hingga Kamis (22/01/2026), unggahan tersebut telah ditonton sekitar 359 ribu kali, memperoleh kurang lebih 2,6 ribu tanda reaksi, 2 ribu komentar, serta dibagikan sebanyak 1,1 ribu kali. Video dengan narasi serupa juga ditemukan beredar di Facebook melalui beberapa unggahan lainnya, antara lain ini, ini, ini, dan ini.

    ADVERTISEMENT

    Kolom komentar menunjukkan adanya respons beragam dari masyarakat. Sejumlah pengguna mempercayai klaim tersebut dan melontarkan komentar negatif terhadap PDI Perjuangan, serta menyatakan penolakan keras terhadap PKI.

    Namun, tidak sedikit pula warganet yang meragukan kebenaran transkrip dalam video. Mereka menilai ucapan dalam video telah disalahartikan dan tidak sesuai dengan terjemahan yang ditampilkan.

    Lantas, benarkah dalam video tersebut Kader PDIP mengatakan butuh PKI?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto memulai penelusuran dengan mencari versi video yang sama namun memiliki kualitas visual dan audio yang lebih baik. Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan sebuah video serupa yang diunggah oleh akun YouTube @Deny Cagur pada 27 Juni 2020. Video tersebut diunggah dengan judul “Aku PDI Perjuangan, Aku Dudu PKI”. Dalam video ini, tampak jelas sekelompok orang mengenakan atribut dan bendera PDI Perjuangan.

    Berbeda dengan video yang beredar di Facebook, unggahan di YouTube tersebut tidak menampilkan transkrip teks. Oleh karena itu, kami mendengarkan secara langsung yel-yel yang diteriakkan dalam video untuk memastikan ucapan yang sebenarnya.

    Dari hasil pendengaran yang lebih jelas, yel-yel yang diucapkan adalah sebagai berikut:

    “Aku PDI Perjuangan, Aku dudu PKI! HTI J*****, Khilafah Keluar Dari Indonesia!”

    Temuan ini menunjukkan bahwa transkrip yang ditampilkan pada video viral di Facebook tidak sesuai dengan ucapan asli dalam video. Frasa yang diklaim sebagai “aku butuh PKI” ternyata merupakan “aku dudu PKI”.

    Untuk memastikan makna kata tersebut, Tirto merujuk pada Kawruh Basa. Dalam bahasa Jawa, kata dudu berarti “bukan” dan digunakan untuk menyatakan penolakan, bantahan, atau ketidaksesuaian terhadap suatu pernyataan. Dengan demikian, kalimat “aku dudu PKI” bermakna “aku bukan PKI”.

    Penelusuran lebih lanjut melalui mesin pencari juga menunjukkan bahwa video ini telah beredar sejak 2020 dan berulang kali dimunculkan kembali dengan narasi serupa, yakni klaim bahwa kader PDIP mengaku “butuh PKI”. Klaim tersebut telah dibantah sebelumnya, dengan bukti bahwa kata dudu disalahartikan atau dipelintir menjadi butuh.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebut video tersebut memperlihatkan kader PDI Perjuangan mengaku “butuh PKI” adalah tidak benar. Narasi yang beredar di media sosial muncul akibat kesalahan penafsiran terhadap ucapan dalam video, sehingga bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Hingga penelusuran dilakukan, tidak ditemukan bukti yang mendukung klaim tersebut. Ucapan yang terdengar dalam video adalah “aku dudu PKI”, yang dalam bahasa Jawa berarti “aku bukan PKI”, sehingga justru menunjukkan penolakan terhadap PKI, bukan pengakuan atau dukungan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan