Jakarta (ANTARA/JACX) – Sejumlah infografis terkait perolehan suara ketiga pasangan calon yang berlaga di Pilkada DKI Jakarta beredar dengan menggunakan logo KPU DKI Jakarta pada bagian atasnya.
Dalam infografis tersebut, ditampilkan perolehan suara masing-masing pasangan calon yakni Ridwan Kamil-Suswono dengan nomor urut 01, Dharma Pongrekun-Kun Wardana dengan nomor urut 02 dan Pramono Anung-Rano Karno dengan nomor urut 03.
Perolehan suara dalam infografik tersebut bervariasi, ada yang mengklaim kemenangan satu putaran paslon 03 dengan suara 50,07 persen. Namun ada juga informasi terkait putaran kedua pada 25 Februari 2025 dengan suara paslon 01 dengan perolehan suara 42,02 persen dan paslon 03 dengan perolehan suara 47,49 persen.
Namun, benarkah KPU telah merilis infografis perhitungan suara Pilkada Jakarta?
(GFD-2024-24433) Cek fakta, KPU rilis infografis perhitungan suara Pilkada Jakarta
Sumber:Tanggal publish: 04/12/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Dalam unggahan di Instagram resminya, KPU DKI Jakarta membantah telah merilis infografis perhitungan Pilkada DKI Jakarta di sini dan di sini. Jadwal rekapitulasi dan penetapan rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara Pilkada 2024 tingkat kecamatan 28 November hingga 3 Desember 2024, lalu tingkat kabupaten/kota pada 29 November 2024 hingga 6 Desember 2024, dan untuk provinsi pada 30 November 2024 hingga 9 Desember 2024.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dalam Instagram resminya, KPU juga merilis jadwal dan tautan untuk menyaksikan live streaming mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten/kota. Dilansir dari ANTARA, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta meminta warga bersabar untuk menunggu proses penghitungan suara Pilkada Jakarta 2024 yang akan selesai pada 16 Desember 2024.
Klaim: KPU telah rilis infografis perhitungan suara Pilkada Jakarta
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dalam Instagram resminya, KPU juga merilis jadwal dan tautan untuk menyaksikan live streaming mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten/kota. Dilansir dari ANTARA, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta meminta warga bersabar untuk menunggu proses penghitungan suara Pilkada Jakarta 2024 yang akan selesai pada 16 Desember 2024.
Klaim: KPU telah rilis infografis perhitungan suara Pilkada Jakarta
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-24432) Cek fakta, legenda bulu tangkis Rudy Hartono meninggal dunia
Sumber:Tanggal publish: 04/12/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah pesan berantai beredar legenda bulu tangkis Indonesia yakni Rudy Hartono meninggal dunia.
Dalam unggahan yang beredar tersebut, tertulis nama Rudi Hartono dan meninggal dunia pada usia 87 tahun pada Senin 2 Desember 2024 pada pukul 08.21 WIB di sebuah rumah sakit kawasan Permata Hijau, Jakarta.
“Telah Berpulang Dengan Damai
Senin, 2 Desember 2024
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
TN. TAN SUI SENG/RUDI HARTONO”
Namun, benarkah Rudy Hartono yang merupakan "Raja All England" meninggal dunia?
Dalam unggahan yang beredar tersebut, tertulis nama Rudi Hartono dan meninggal dunia pada usia 87 tahun pada Senin 2 Desember 2024 pada pukul 08.21 WIB di sebuah rumah sakit kawasan Permata Hijau, Jakarta.
“Telah Berpulang Dengan Damai
Senin, 2 Desember 2024
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
TN. TAN SUI SENG/RUDI HARTONO”
Namun, benarkah Rudy Hartono yang merupakan "Raja All England" meninggal dunia?
Hasil Cek Fakta
Pengamat bulutangkis yang sempat menjabat sebagai Humas PBSI, Broto Happy, mengkonfirmasi kalau Rudy Hartono dalam kondisi sehat-sehat saja.
"Bukan Rudy Hartono Kurniawan sang maestro juara 8 kali All England. Lihat foto, ejaan nama, dan umurnya bukan Mas Rudy pahlawan bulutangkis Indonesia. Umur Pak Rudy 75 tahun. Itu Rudi yang lain," kata Broto.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kabar hoaks soal meninggalnya Rudy Hartono sang legenda bulutangkis Indonesia bukan kali ini saja menyebar. Pada 2018, Rudy Hartono juga sempat diberitakan tutup usia. Padahal Rudy pada tahun 2018 dalam kondisi sehat dan sedang bermain golf.
Rudy Hartono merupakan tunggal putra tersukses di kancah All England dengan raihan delapan gelar.
Klaim: Rudy Hartono Raja All England meninggal dunia
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
"Bukan Rudy Hartono Kurniawan sang maestro juara 8 kali All England. Lihat foto, ejaan nama, dan umurnya bukan Mas Rudy pahlawan bulutangkis Indonesia. Umur Pak Rudy 75 tahun. Itu Rudi yang lain," kata Broto.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kabar hoaks soal meninggalnya Rudy Hartono sang legenda bulutangkis Indonesia bukan kali ini saja menyebar. Pada 2018, Rudy Hartono juga sempat diberitakan tutup usia. Padahal Rudy pada tahun 2018 dalam kondisi sehat dan sedang bermain golf.
Rudy Hartono merupakan tunggal putra tersukses di kancah All England dengan raihan delapan gelar.
Klaim: Rudy Hartono Raja All England meninggal dunia
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
(GFD-2024-24431) [HOAKS] Raffi Ahmad Beri Bantuan Biaya Sekolah serta Renovasi Rumah
Sumber:Tanggal publish: 03/12/2024
Berita
KOMPAS.com- Selebritas Raffi Ahmad diklaim berjanji di media sosial bahwa dia akan memberikan sejumlah bantuan seperti biaya sekolah dan renovasi rumah.
Namun, setelah ditelusuri konten tersebut merupakan hasil manipulasi.
Narasi yang mengeklaim Raffi Ahmad membagikan beberapa bantuan kepada masyarakat dibagikan oleh akun Instagram ini.
Akun tersebut membagikan video Raffi Ahmad menawarkan bantuan yang meliputi biaya sekolah, biaya kuliah, modal usaha, bayar utang, serta renovasi rumah.
Namun, setelah ditelusuri konten tersebut merupakan hasil manipulasi.
Narasi yang mengeklaim Raffi Ahmad membagikan beberapa bantuan kepada masyarakat dibagikan oleh akun Instagram ini.
Akun tersebut membagikan video Raffi Ahmad menawarkan bantuan yang meliputi biaya sekolah, biaya kuliah, modal usaha, bayar utang, serta renovasi rumah.
Hasil Cek Fakta
Setelah dicek, akun Instagram tersebut bukan akun resmi Raffi Ahmad. Intagram milik Raffi yakni @raffinagita1717 yang ditandai dengan centang biru.
Di akun Raffi Ahmad tidak ada konten soal pemberian bantuan seperti dalam unggahan yang beredar.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian mengambil tangkapan layar video tersebut dan menelusurinya menggunakan teknik reverse image search.
Hasilnya, diketahui video itu memanipulasi foto yang ada di laman Detik.com ini.
Di laman Detik.com, foto itu digunakan untuk ilustrasi artikel berjudul "Raffi Ahmad Sempat Tak Percaya pada Pernikahan Sebelum dengan Nagita" yang diunggah pada tahun 2019.
Tim Cek Fakta Kompas.com juga mengecek suara Raffi dengan menggunakan Hive Moderation.
Hasilnya, suara Raffi menjanjikan beberapa bantuan terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dengan probabilitas mencapai 99.5 persen.
Di akun Raffi Ahmad tidak ada konten soal pemberian bantuan seperti dalam unggahan yang beredar.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian mengambil tangkapan layar video tersebut dan menelusurinya menggunakan teknik reverse image search.
Hasilnya, diketahui video itu memanipulasi foto yang ada di laman Detik.com ini.
Di laman Detik.com, foto itu digunakan untuk ilustrasi artikel berjudul "Raffi Ahmad Sempat Tak Percaya pada Pernikahan Sebelum dengan Nagita" yang diunggah pada tahun 2019.
Tim Cek Fakta Kompas.com juga mengecek suara Raffi dengan menggunakan Hive Moderation.
Hasilnya, suara Raffi menjanjikan beberapa bantuan terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dengan probabilitas mencapai 99.5 persen.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim Raffi Ahmad membagikan beberapa bantuan seperti biaya sekolah dan renovasi rumah merupakan hasil manipulasi.
Video tersebut memanipulasi foto Raffi Ahmad yang diunggah di laman Detik.com.
Suara yang digunakan juga hasil manipulasi. Setelah dicek menggunakan Hive Moderation suara Raffi terdeteksi dihasilkan AI generatif.
Video tersebut memanipulasi foto Raffi Ahmad yang diunggah di laman Detik.com.
Suara yang digunakan juga hasil manipulasi. Setelah dicek menggunakan Hive Moderation suara Raffi terdeteksi dihasilkan AI generatif.
Rujukan
(GFD-2024-24430) Sebagian Benar, Klaim Kotak Suara Dibawa Kabur Sehingga Terjadi Kontak Senjata Di Papua Pegunungan
Sumber:Tanggal publish: 04/12/2024
Berita
Sebuah video amatir diunggah oleh akun Facebook ini [ arsip ] dengan klaim situasi bentrokan antara massa karena kotak suara dibawa kabur saat Pilkada Serentak 2024. Massa tampak berlarian ke berbagai arah. Di antara mereka membawa senjata tradisional. Tampak pula aparat TNI Polri berpakaian lengkap dengan senjata berjaga-jaga mengawasi pergerakan massa tersebut.
Suara teriakan massa terdengar riuh. Sesekali terdengar dentuman senjata.
Pengunggah mengklaim bahwa video tersebut adalah kekacauan karena kotak suara Pilkada dibawa kabur hingga terjadi kontak senjata.
Benarkah kotak suara dibawa kabur sehingga terjadi kontak senjata di Papua pegunungan?
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim di atas dengan bantuan mesin pencarian Google dan YouTube. Dari identifikasi sejumlah video peristiwa tersebut memang terjadi di Tolikara, Papua Pegunungan.
Untuk memastikan peristiwa itu, Tempo menghubungi Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo. Ignatius membenarkan ada keributan yang terjadi di Tolikara. Video yang beredar tersebut terjadi di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan pada Rabu, 27 November 2024.
“Itu kejadian di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara. Sempat terjadi keributan antara 2 kubu paslon, tapi tidak sampai jatuh korban,” kata Ignatius saat dihubungi Tempo, Selasa, 3 Desember 2024. Ia juga mengatakan tidak ada kontak tembak saat keributan tersebut.
Dikutip dari Jubi.id, portal berita di Jayapura, selain di Karubaga, Ignatius Benny mengatakan kericuhan atau bentrok antar massa pendukung pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Tolikara terjadi di beberapa tempat antara lain di Distrik Wunim, Distrik Numba, Distrik Kai, Distrik Konda, Distrik Wenam, dan Distrik Kembu.
Berbagai bentrokan itu dipicu perbedaan pendapat tentang pembagian surat suara di antara pendukung para kandidat Pilkada Serentak 2024. Massa pendukung pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Tolikara saling serang menggunakan parang, batu, dan panah.
Komisioner Bawaslu Kabupaten Tolikara, Linda Wanimbo juga mengamini bahwa peristiwa bentrok di Karubaga, Tolikara karena ada kelompok pendukung salah satu paslon yang membawa lari kotak suara.
“Betul, ada yang membawa kotak suara,” kata Linda singkat kepada Tempo. Ia masih merasakan trauma atas peristiwa bentrokan tersebut karena mobil yang ditumpanginya hampir dibakar massa.
Kompas TV melansir bahwa bentrokan dua kelompok massa pendukung calon Bupati dan Wakil Bupati Tolikara terjadi Rabu, 27 November 2024 siang. Peristiwa itu diduga karena perebutan suara yang tidak seimbang antara pasangan calon Nomor Urut 03 dan 04.
Dua massa saling serang dengan batu dan panah, hingga membuat ibu kota Karubaga sempat mencekam. Akibat bentrok, ada dua pendukung salah satu paslon yang terluka.
Untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, personel gabungan TNI-Polri bersama dengan KPU dan Bawaslu turun ke lokasi untuk menenangkan massa.
“Dua kubu yang melakukan upaya untuk merebut kotak suara tersebut menggunakan alat-alat perang. Sehingga kami dari pihak keamanan berusaha untuk menenangkan mereka,” kata Kabid Humas Polda Papua.
Tempo memverifikasi lokasi terjadinya bentrok tersebut dengan membandingkan video dari Facebook, Kompas TV, dan Google Earth. Hasil verifikasi menunjukkan terdapat empat petunjuk yang sama antara video yang terlihat di Kompas TV dengan Google Earth yang direkam pada 2020.
Petunjuk nomor 1 adalah atap bangunan berwarna hijau toska adalah Kodim 1716 Tolikara di Distrik Karubaga. Bangunan nomor 2 beratap biru adalah Masjid Khairul Ummah. Lanskap 3 terlihat sebuah landasan pacu yang diapit dengan dua lajur tanah berumput hijau. Landasan pacu tersebut bagian dari Bandara Tolikara. Keempat adalah ruas jalan yang dibatasi pagar kawat untuk memisahkan dengan lajur tanah berumput.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa kontak senjata karena kotak suara dibawa kabur di Papua pegunungan adalahsebagian benar.
Video tersebut memang benar terjadi di Tolikara, Papua Pegunungan. Namun kontak senjata bermula dari adanya perbedaan pendapat tentang pembagian surat suara di antara pendukung para kandidat Pilkada Serentak 2024, yang kemudian diikuti dengan upaya membawa lari kotak suara.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?mibextid=WC7FNe&v=1789009985205808&rdid=x1sZ6y54dNCIwAu1&_rdc=1&_rdr
- https://mvau.lt/media/0422176f-a10e-4a09-8a64-44f0d1f03cee
- https://jubi.id/polhukam/2024/sejumlah-insiden-terjadi-saat-pemungutan-suara-pilkada-serentak-2024-di-tanah-papua/
- https://www.kompas.tv/nasional/556495/rebutan-suara-pendukung-cabup-saling-serang-batu-dan-panah-di-papua-pegunungan
- https://earth.google.com/web/search/Karubaga,+Kabupaten+Tolikara/@-3.6833983,138.47846098,1533.1928309a,301.36548409d,47.77998409y,-0.00000002h,0.3964105t,-0r/data=CiwiJgokCX8nLEFKajhAEX8nLEFKajjAGfm9wqQj7khAIY4FUGd_rkzAQgIIATIpCicKJQohMWZhekJmZ1FOU3RuY1M2MHZmUVZpY3U1Y1RPb20zZXV4IAE6AwoBMEICCABKCAjtgb7pBhAB /cdn-cgi/l/email-protection#086b6d636e69637c69487c6d657867266b6726616c
Halaman: 492/5962