• (GFD-2024-16759) Cek Fakta: Tidak Benar Pendaftaran Promo Berkah Ramadan Gebyar Undian BJB Syariah

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 19/03/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pendaftaran promo berkah Ramadan gebyar undian BJB Syariah, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 18 Maret 2024.
    Klaim pendaftaran promo berkah Ramadan gebyar undian BJB Syariah, berupa tulisan sebagai berikut.
    "Khusus Nasabah Bank Bjb Syariah PROMO BERKAH RAMADHAN
    GEBYAR UNDIAN GRAND PRIZE TABUNGAN Berhadiah dari Bank Bjb Syariah # Hadir lagi, Ayo buruan Daftar agar memenangkan Grand Prize Seperti:
    - Grand Prize Mobil
    -1 Unit Mobil Alphard
    -1 Unit Mobil CR-V Turbo
    -1 Unit Mobil HR-V CVT
    -1 Unit Mobil Xpander
    -1 Unit Mobil Fortuner
    -1 Unit Mobil BR-V
    -1 Unit Mobil BRIO
    -1 Unit Mobil BMW
    -10 Unit Motor Scopy
    -8 Unit Motor Xmax
    -10 Unit TV Led 50 in
    -20 Unit Smarphone promax14
    -10 Paket wisata Singapura
    -10 Paket Umroh Gratis
    Masih banyak keuntungan lainnya... info lebih lanjut tentang pendaftaran ( GEBYAR UNDIAN GRAND PRIZE BANK BJB SYARIAH) silakan klik menu ( Daftar ) yang kami sediakan."
    Unggahan tersebut disertai dengan tautan "gebyarbjbsyariah2024.com" yang mengarah pada halaman situs yang mengarahkan seorang mengisi identitas untuk mengikuti pendaftaran promo berkah Ramadan gebyar undian BJB Syariah.
    Benarkah pendaftaran promo berkah Ramadan gebyar undian BJB Syariah? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pendaftaran promo berkah Ramadan gebyar undian BJB Syariah, dengan cara mengunjungi akun Instagram resmi Bank BJB Syariah @bankbjbsyariah, Instagram tersebut mengunggah konten yang berisi informasi terkait dengan kejahatan cyber dengan iming-iming undian palsu.
    Unggahan tersebut memuat sejumlah informasi modus kejahatan cyber dengan iming-iming undian palsu, yaitu nasabah diminta untuk klik input ke website, nasabah diminta untuk membayar pajak atas hadiah yang diterima dan nasabah diminta uang muka pelepasan hadiah.
    Dalam unggahan tersebut BJB Syariah juga membagikan tips untuk nasabahnya ahar terhindar dari kejahatan cyber.
    Pertama jangan mengklik link yang tidak dikenal, waspadi permintaan biaya untuk hadiah yang dijanjikan, amankan data pribadi, dan Bank BJB Syariah hanya memiliki satu akun Facebook resmi, yakni bank bjb syariah.
    Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Assalamu’alaikum wr.wb, Sobat Maslahah.
    Waspadai jeratan kejahatan cyber dengan iming-iming undian palsu!
    Penting untuk selalu waspada terhadap modus di mana para penjahat cyber membuat penawaran atau mengirimkan pesan-pesan palsu dengan menjanjikan hadiah. Hindari memberikan informasi pribadi atau uang kepada pihak yang tidak dikenal, dan selalu periksa keabsahan tawaran tersebut sebelum bertindak.
    Taklukkan godaan undian palsu, tingkatkan kesadaran cybersecurity!".
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pendaftaran promo berkah Ramadan gebyar undian BJB Syariah tidak benar.
    Informasi tersebut merupakan modus kejahatan siber dengan iming-iming undian palsu, yaitu nasabah diminta untuk klik input ke website, nasabah diminta untuk membayar pajak atas hadiah yang diterima dan nasabah diminta uang muka pelepasan hadiah.

    Rujukan

  • (GFD-2024-16764) [SALAH] Gempa 10,9 Magnitude Guncang Sabang Aceh 14 Maret 2024

    Sumber: youtube.com
    Tanggal publish: 19/03/2024

    Berita

    BENCANA ALAM TERBARU ~ PUNCAK SABANG BERDUKA, BARU SAJA GEMPA MAGNITUDE 10,9 GUNCANG SABANG ACEH

    Hasil Cek Fakta

    Pada 14 Maret 2024 lalu muncul sebuah unggahan video di Youtube memberikan sebuah klaim pada judul mengenai terjadinya gempa berkekuatan magnitude 10,9 guncang Sabang, Aceh.

    Namun, setelah disimak ternyata narator hanya membacakan sebuah artikel yang diunggah oleh Tribratanews yang berjudul “Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Wilayah Sabang, Aceh Hari Ini”. Dalam artikel tersebut tidak dijelaskan bahwa terjadi gempa sebesar 10,9 magnitude.

    Sementara itu, ternyata fenomena tersebut terjadi pada 12 Februari 2024. Gempa 4,2 magnitude tersebut terjadi pada pukul 00.21 WIB. Belum diketahui ada atau tidaknya korban jiwa dan dampak kerusakan dari peristiwa ini.

    Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim yang mengatakan terjadinya gempa sebesar 10,9 magnitude yang mengguncang Sabang, Aceh adalah tidak benar. Faktanya gempa yang terjadi di Aceh Besar, Aceh hanya sebesar 4,2 magnitude.

    Kesimpulan

    Isi video tidak memberikan penjelasan yang sesuai pada klaim jika benar telah terjadi gempa 10,9 magnitude yang menerjang Sabang, Aceh. Gempa yang terjadi di Aceh hanya sebesar 4,2 magnitude.

    Rujukan

  • (GFD-2024-16769) [KLARIFIKASI] Video Massa Bakar Mobil Polisi di Palmerah Terjadi 2019, Bukan 2024

    Sumber: kompas.com
    Tanggal publish: 19/03/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang menampilkan sejumlah orang membakar mobil polisi dan disertai narasi bahwa peristiwa itu terjadi pada Maret 2024.

    Narasi dalam unggahan itu menyatakan, pembakaran mobil polisi terjadi di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat.

    Namun setelah ditelusuri video tersebut merupakan peristiwa pada 2019. Video disebar dengan konteks keliru yang berpotensi menyesatkan.

    Video yang menampilkan sejumlah orang membakar mobil polisi di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan video pada awal Maret 2024 dengan keterangan teks sebagai berikut:

    Sejumlah mobil polisi dibakar massa, ratusan peluru karet milik polisi di jarah massa

    Selain itu, unggahan juga disertai tulisan yang menyinggung isu agama dengan narasi kebencian yang tidak bisa ditampilkan di sini.

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video soal sejumlah mobil polisi dibakar massa di di Jalan Brigjen Katamso,Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut identik dengan yang ada di kanal YouTube Berita Satu ini.

    Video telah diunggah pada 2019.  Dalam keterangannya, video tersebut adalah momen ketika massa membakar dan merusak mobil polisi yang sedang terpakir di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah pada 22 Mei 2019. 

    Massa juga menjarah peluru karet dan peluru tajam yang didapat dari salah satu kendaraan yang dirusak.

    Diberitakan Kompas.id, usai kejadian, polisi menangkap beberapa pelaku pembakaran dan perusakan mobil polisi. 

    Salah satunya adalah Supriatna Jaelani alias Vianz Jinkz. Ia diketahui melakukan penjarahan berbagai benda, termasuk senjata api, dari mobil Brigade Mobil dalam kerusuhan 22 Mei 2019. 

    Kapolres Metro Jakarta Barat saat itu, Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan, perusuh telah mempersiapkan diri dengan senjata untuk menyerang polisi. Perusuh juga mengincar properti milik polisi.

    "Mereka (perusuh) memang mempunyai niat untuk melawan polisi dengan sasaran yang sudah jelas. Sasaran itu adalah polisi dan properti milik kepolisian serta asrama. Hal ini dibuktikan dengan barang bukti berupa benda tajam, bom molotov, dan anak panah yang ternyata mengandung racun maupun korosif," kata Hengki.

    Pembakaran mobil polisi itu tidak ada kaitannya dengan isu agama, ataupun pengaruh komunisme dan Partai Komunis Indonesia seperti yang disampaikan dalam unggahan.

    Kerusuhan itu terjadi setelah massa yang melakukan aksi demonstrasi menolak hasil Pemilu 2019 bentrok dengan aparat keamanan.

    Aksi demonstrasi semula berjalan damai pada 21 Mei 2019 saat berlangsung sejak pukul 10.00. Kerusuhan itu terjadi pada malam hari, setelah massa yang berunjuk rasa secara perlahan membubarkan diri.

    Menurut polisi, ada sekelompok orang di luar massa aksi yang bergerak ke depan Gedung Badan Pengawas Pemilu. Mereka disebut melakukan provokasi terhadap aparat keamanan.

    Polisi kemudian melakukan tindakan balasan sehingga terjadi bentrokan. Akibatnya, bentrokan terus meluas dari Jalan MH Thamrin hingga terjadi pembakaran mobil polisi di Palmerah.

    Kesimpulan

    Video yang menampilkan sejumlah orang membakar mobil polisi di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat terjadi pada 2019, bukan 2024. 

    Para pelaku menjarah peluru karet dan peluru tajam yang didapat dari salah satu kendaraan yang dirusak.

    Rujukan

  • (GFD-2024-16770) CEK FAKTA: Benarkah Makan Siang Gratis Tidak Memperlebar Defisit Anggaran?

    Sumber: kompas.com
    Tanggal publish: 19/03/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah pandangan bahwa program makan siang gratis akan memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    Program andalan pasangan calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, itu dinilai bakal menambah utang negara karena peningkatan anggaran belanja tidak diikuti kenaikan pendapatan negara.

    Menurut Airlangga, pemerintah telah memperhitungkan rencana defisit dalam Rancangan APBN 2025, yakni sekitar 2,48-2,8 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

    "Bujet defisit (APBN 2025) hampir sama dengan tahun ini, 2,48 sampai 2,8 persen," kata Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran itu, pada Senin (26/2/2024), seperti dikutip Kompas.com.

    Lantas, benarkah program yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 400 triliun setahun itu tidak akan memperlebar defisit anggaran?

    Pengelolaan APBN di Indonesia menganut prinsip kebijakan fiskal defisit (ekspansif). Artinya, penerimaan kas negara, baik dari setoran pajak maupun non-pajak, tidak pernah cukup untuk menutupi seluruh kebutuhan belanja pemerintah.

    Kekurangan itu ditutup lewat utang atau pembiayaan, yang bersumber dari penerbitan obligasi atau surat utang negara, pinjaman, dan hibah. Pada awal tahun anggaran, pemerintah dan DPR menetapkan batas besaran defisit serta utang.

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, besaran defisit hanya boleh maksimal 3 persen dari PDB dan utang maksimal 60 persen dari PDB.

    Sebagai contoh, pada APBN 2024, batas defisit sebesar 2,29 persen dari PDB. Dengan demikian, ruang defisit yang ditoleransi ”hanya” Rp 522,8 triliun.

    Adapun pemerintah menetapkan defisit APBN 2025 berada dalam rentang 2,45 persen sampai 2,8 persen dari PDB.

    Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, defisit anggaran dapat mencapai 3 hingga 3,2 persen jika program makan siang gratis diterapkan tanpa realokasi anggaran.

    "Anggaran program makan siang gratis tanpa disertai realokasi anggaran yang signifikan mengambil dari pos-pos belanja lainnya maka dikhawatirkan defisit anggaran bisa 3-3,2 persen terhadap PDB," kata Bhima, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (27/2/2024).

    Bhima mengingatkan agar program tersebut tidak menjadi penghambat dan menyebabkan defisit fiskal melebar.

    Sebab, peningkatan defisit anggaran sebesar 2,8 persen berdampak pada kenaikan kebutuhan penerbitan utang baru yang cukup signifikan.

    "Selain itu, akan membuat ABPN di pandang kurang kredibel kalau tahun pertamanya sudah hampir 3 persen," kata Bhima.

    Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran mengatakan, anggaran negara akan tetap akan mengalami pembengkakan dengan adanya program makan siang gratis.

    "Karena penerimaan pajak dan pengurangan belanja pemerintah belum tentu menutup keseluruhan kebutuhan anggaran program makan siang," kata dia.

    Hasran berpendapat, untuk membiayai anggaran makan siang gratis, kemungkinan pemerintah akan melakukan dua hal. Pertama, menaikkan penerimaan pajak negara.

    Sumber utama penerimaan pajak adalah PPh dan PPN. Berkaca pada 2022, peningkatan PPN sebesar 1 persen akan meningkatkan penerimaan pajak sebesar Rp 100 triliun.

    Hal yang sama berlaku jika pemerintah menaikan rate PPN dari 11 persen menjadi 12 persen pada 2025, sehingga penerimaan pajak akan mencapai sekitar Rp 100 triliun.

    Peningkatan ini belum cukup menutup pengeluaran untuk makan siang gratis sekitar Rp 400 triliun per tahun.

    Menaikkan penerimaan pajak juga dapat dilakukan dengan meningkatkan penerimaan PPh, namun mengharuskan pertumbuhan positif di sektor-sektor manufaktur dan jasa.

    "Karena pertumbuhan Ini akan sulit dipastikan oleh pemerintah, penerimaan PPh juga kemungkinan besar tidak akan mampu menutup anggaran makan siang gratis," ujar Hasran.

    Langkah kedua, yakni realokasi APBN dari beberapa pos pengeluaran pemerintah. Artinya, alokasi APBN beberapa instansi pemerintah akan dikurangi.

    "Pemangkasan belanja pemerintah mungkin terjadi tapi tidak dalam jumlah besar karena pendekatan seperti ini hanya dilakukan ketika indonesia sedang berada dalam masa kontraksi ekonomi, bukan saat ekonomi stabil," terang Hasran.

    Dengan demikian, apabila pemerintah tetap melaksanakan program makan siang gratis dengan biaya Rp 400 triliun per tahun, maka APBN akan mengalami pembengkakan defisit anggaran.

    ***

    Artikel ini merupakan hasil kolaborasi program Panel Ahli Cek Fakta The Conversation Indonesia bersama Kompas.com dan Tempo.co, didukung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan