(diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)
“Warna apa yang kamu lihat?”
NARASI DALAM GAMBAR:
“Tes: Jika otak kiri dominan bekeria, maka kamu akan melihat sepatu ini berwarna abu-abu dan hijau. Namun jika otak kanan yang dominan, sepatu ini akan terlihat warna pink dan putih.”
(GFD-2022-8923) [SALAH] Tes Warna Sepatu untuk Menentukan Sisi Otak yang Dominan
Sumber: Instagram.comTanggal publish: 05/01/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Instagram dengan nama pengguna “sekolahnesiaa” mengunggah sebuah tes viral yang menyatakan bahwa warna sepatu yang dilihat akan menentukan sisi otak yang dominan. Dalam unggahan tersebut, disebutkan jika seseorang melihat warna abu-abu dan hijau pada sepatu, maka sisi otak kiri yang dominan. Sedangkan, jika seseorang melihat warna pink dan putih, makan sisi otak kananlah yang dominan.
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa perbedaan warna sepatu yang dilihat oleh beberapa orang dapat menentukan sisi otak yang dominan. Melansir dari Reuters, seorang Profesor dari Departemen Psikologi dan Neurosains Universitas Illinois, Amerika Serikat, Kara Federmeier menjelaskan bahwa perbedaan warna sepatu yang dilihat disebabkan oleh perbedaan kondisi pencahayaan, sudut foto tersebut ketika dilihat, serta sistem persepsi visual masing-masing orang yang berbeda.
Lebih lanjut, Federmeier juga menyatakan bahwa meskipun ada beberapa fungsi otak yang cenderung lebih sering terjadi di salah satu sisi, namun kedua sisi otak akan selalu menjalin koneksi agar dapat berfungsi dengan baik. Sangat kecil kemungkinan hanya salah satu sisi otak yang bekerja sendiri untuk memproses informasi yang masuk.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Instagram dengan nama pengguna “sekolahnesiaa” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa perbedaan warna sepatu yang dilihat oleh beberapa orang dapat menentukan sisi otak yang dominan. Melansir dari Reuters, seorang Profesor dari Departemen Psikologi dan Neurosains Universitas Illinois, Amerika Serikat, Kara Federmeier menjelaskan bahwa perbedaan warna sepatu yang dilihat disebabkan oleh perbedaan kondisi pencahayaan, sudut foto tersebut ketika dilihat, serta sistem persepsi visual masing-masing orang yang berbeda.
Lebih lanjut, Federmeier juga menyatakan bahwa meskipun ada beberapa fungsi otak yang cenderung lebih sering terjadi di salah satu sisi, namun kedua sisi otak akan selalu menjalin koneksi agar dapat berfungsi dengan baik. Sangat kecil kemungkinan hanya salah satu sisi otak yang bekerja sendiri untuk memproses informasi yang masuk.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Instagram dengan nama pengguna “sekolahnesiaa” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini.
Faktanya, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa perbedaan warna sepatu yang dilihat oleh beberapa orang dapat menentukan sisi otak yang dominan.
Faktanya, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa perbedaan warna sepatu yang dilihat oleh beberapa orang dapat menentukan sisi otak yang dominan.
Rujukan
(GFD-2022-8924) [SALAH] “Berita Duka, SeIamat JaIan Untuk SeIamanya Inul Daratista”
Sumber: ArtikelTanggal publish: 05/01/2022
Berita
Beredar artikel berjudul “Berita Duka, SeIamat JaIan Untuk SeIamanya Inul Daratista, InnaIiIahi WainnaiIIaihirojiun Kabar Dukа MеnуеIіmutі …” yang tayang di situs seputarberita[dot]xyz. Artikel juga memuat foto sebuah mobil berwarna putih dalam kondisi terbalik di jalan raya.
inul daratista meninggal
inul daratista meninggal
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya artikel yang mengklaim bahwa Inul Daratista meninggal dunia merupakan klaim yang menyesatkan.
Faktanya, klaim di artikel itu tidak benar. Selain Inul Daratista belum meninggal, foto di artikel itu adalah foto kecelakaan pada tahun 2018 yang tidak ada kaitannya dengan Inul Daratista.
Pada 5 Januari 2022, Inul Daratista melalui akun instagram terverifikasi miliknya masih mengunggah foto dirinya dengan narasi “Hello Netizen sayang selamat pagi selamat berjulit jgn lupa sruput teh hangat dan roti manis bikin Hoax nya nambah sy makin sehat semoga kita smua diparingi sehat nggih amin”
Isi artikel dalam portal itu mengambil cuplikan berita berjudul “Innalilahi.. Yuni Sarah Tewas Terseret Truk Tangki Minyak” yang tayang di Sindonews.com pada 12 Oktober 2016. Artikel itu kerap didaur ulang dalam beberapa hoaks artis meninggal lainnya yang sudah diperiksa faktanya dalam artikel berjudul “[SALAH] Artikel “Berita Duka, SeIamat JaIan Untuk SeIamanya Akang Sulle” dan juga [SALAH] “Kabar Duka Cita Innalilahi…!! ARIEL NOAH sampaikan berita Meninggal Dunia, Akibat Kecelakaan Maut?”
Selain itu, foto mobil berwarna putih di artikel itu adalah foto kecelakaan pada tahun 2018 yang salah satu dimuat di artikel berita berjudul “Mobil Kecelakaan di Wijaya Jaksel Hingga Terbalik” yang terbit di situs Detikcom pada 15 April 2018.
Faktanya, klaim di artikel itu tidak benar. Selain Inul Daratista belum meninggal, foto di artikel itu adalah foto kecelakaan pada tahun 2018 yang tidak ada kaitannya dengan Inul Daratista.
Pada 5 Januari 2022, Inul Daratista melalui akun instagram terverifikasi miliknya masih mengunggah foto dirinya dengan narasi “Hello Netizen sayang selamat pagi selamat berjulit jgn lupa sruput teh hangat dan roti manis bikin Hoax nya nambah sy makin sehat semoga kita smua diparingi sehat nggih amin”
Isi artikel dalam portal itu mengambil cuplikan berita berjudul “Innalilahi.. Yuni Sarah Tewas Terseret Truk Tangki Minyak” yang tayang di Sindonews.com pada 12 Oktober 2016. Artikel itu kerap didaur ulang dalam beberapa hoaks artis meninggal lainnya yang sudah diperiksa faktanya dalam artikel berjudul “[SALAH] Artikel “Berita Duka, SeIamat JaIan Untuk SeIamanya Akang Sulle” dan juga [SALAH] “Kabar Duka Cita Innalilahi…!! ARIEL NOAH sampaikan berita Meninggal Dunia, Akibat Kecelakaan Maut?”
Selain itu, foto mobil berwarna putih di artikel itu adalah foto kecelakaan pada tahun 2018 yang salah satu dimuat di artikel berita berjudul “Mobil Kecelakaan di Wijaya Jaksel Hingga Terbalik” yang terbit di situs Detikcom pada 15 April 2018.
Kesimpulan
Klaim di artikel itu tidak benar. Selain Inul Daratista belum meninggal, foto di artikel itu adalah foto kecelakaan pada tahun 2018 yang tidak ada kaitannya dengan Inul Daratista.
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/CYVA3JpvpN3/
- https://turnbackhoax.id/2021/12/08/salah-artikel-berita-duka-seiamat-jaian-untuk-seiamanya-?-salah-satu-personil-wali-band-innaiiiahi-wainnaiiiaihirojiun-kabar-dukа-mеnуеiіmutі/
- https://turnbackhoax.id/2021/09/05/salah-kabar-duka-cita-innalilahi-ariel-noah-sampaikan-berita-meninggal-dunia-akibat-kecelakaan-maut/
- https://daerah.sindonews.com/berita/1146744/190/innalilahi-yuni-sarah-tewas-terseret-truk-tangki-minyak
- https://news.detik.com/berita/d-3971960/mobil-kecelakaan-di-wijaya-jaksel-hingga-terbalik
(GFD-2022-8925) Keliru, Foto dengan Klaim Vaksin Bisa Mengubah Warna Darah
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 05/01/2022
Berita
Sebuah foto yang memperlihatkan dua kantong darah dengan warna berbeda beredar di media sosial Facebook. Foto itu diunggah akun ini di Facebook pada 21 September 2021.
Pada foto itu dua kantong darah yang berbeda warnanya itu diberi keterangan tambahan, “darah orang yang sudah di vaksin” untuk keterangan kantong darah yang berwarna merah gelap dan “darah orang yang belum divaksin” untuk keterangan foto pada kantong darah berwarna merah.
Unggahan foto dengan klaim Vaksin Bisa Mengubah Warna Darah
Hasil Cek Fakta
Untuk menguji klaim tersebut, Tempo mula-mula menelusuri informasi dampak vaksin terhadap darah pada sumber kredibel. Hasilnya diketahui vaksin tidak berdampak terhadap perubahan warnah darah. Informasi ini sempat beredar ada Oktober 2021Menurut Dr. Pampee Young, kepala petugas medis layanan biomedis di Palang Merah Amerika Serikat seperti dikutip dari USA TODAY, tidak ada substansi klaim bahwa vaksin COVID-19 mengubah warna darah.
Palang Merah Amerika Serikat, memeriksa semua unit yang disumbangkan dan pihaknya belum melihat bahwa unit darah yang divaksinasi COVID-19 mengubah warna darah.
Young mengatakan pada sel darah merah mengandung molekul yang disebut hemoglobin, yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan memberi warna merah pada sel, Tingkat oksigen dalam sel darahlah menentukan warna merah pada darah. Ketika darah meninggalkan jantung, darah itu kaya oksigen dan berwarna merah cerah. Darah yang kembali ke jantung memiliki lebih sedikit oksigen, menghasilkan warna yang lebih gelap.
Dr. PJ Utz, profesor imunologi dan reumatologi Universitas Stanford di Amerika Serikat, seperti dilansir AFP mengatakan tidak ada sama sekali hubungan vaksinasi dengan warna darah. Warna pada darah sebenarnya ditentukan oleh seberapa banyak oksigen dalam darah, dan itu adalah hal yang sangat bervariasi,"Jika Anda menyumbangkan 15 kantong darah, Anda akan melihat berbagai warna merah sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan sama sekali dengan sampel darah itu."
Dan Milner, kepala petugas medis di American Society for Clinical Pathology, juga mengatakan hal yang sama bahwa variasi warna darah berasal dari tingkat oksigenasi, yang berubah berdasarkan "tingkat penggunaan jaringan yang berbeda, jika mereka (pasien) memiliki lebih banyak otot, lebih banyak lemak, apakah darah itu berasal dari lengan yang dominan atau tidak."
Kesimpulan
Dari hasil pemeriksaan fakta TEMPO, klaim vaksin bisa mengubah warna darah, Keliru. Perubahan warna pada darah tidak berhubungan sama sekali dengan vaksin. Dr. Pampee Young, kepala petugas medis layanan biomedis di Palang Merah Amerika Serikat mengatakan belum ada temuan vaksin bisa mengubah warna darah.
Perubahan warna pada darah sesungguhnya dipengaruhi sel darah merah yang mengandung molekul hemoglobin mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan memberi warna merah pada sel. Tingkat oksigen dalam sel darahlah menentukan warna merah pada darah. Ketika darah meninggalkan jantung, darah itu kaya oksigen dan berwarna merah cerah. Darah yang kembali ke jantung memiliki lebih sedikit oksigen, menghasilkan warna yang lebih gelap.
TIM CEKFAKTA TEMPO
Rujukan
(GFD-2022-8929) [SALAH] Gambar Anies membaca buku “101 cara ngeles”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 05/01/2022
Berita
Akun Facebook Satria Pamungkas pada 28 Desember 2021 memposting sebuah gambar Anies yang sedang membaca buku. Cover buku bewarna hitam tersebut bertuliskan “101 cara ngeles”.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, pada akun Instagram resmi Anies Baswedan ditemukan gambar Anies sedang duduk membaca buku dalam postingan yang diunggah 21 November 2020. Jika dibandingkan dengan gambar di Facebook terdapat kesamaan pada pakaian yang digunakan Anies dan ruangan. Namun pada gambar di Instagram Anies buku yang dibaca memiliki cover “HOW DEMOCRACIES DIE”.
Gambar Anies yang sedang membaca buku bercover “101 cara ngeles” merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Melansir dari turnbackhoax.id pada bulan Oktober hoaks tersebut telah diperiksa faktanya.
Dengan demikian gambar postingan di Facebook telah disunting pada bagian cover buku. Cover asli bertuliskan “HOW DEMOCRACIES DIE” bukan “101 cara ngeles”, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten parodi.
Gambar Anies yang sedang membaca buku bercover “101 cara ngeles” merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Melansir dari turnbackhoax.id pada bulan Oktober hoaks tersebut telah diperiksa faktanya.
Dengan demikian gambar postingan di Facebook telah disunting pada bagian cover buku. Cover asli bertuliskan “HOW DEMOCRACIES DIE” bukan “101 cara ngeles”, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten parodi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Gambar tersebut telah disunting pada bagian cover buku. Faktanya, cover yang asli bertuliskan “HOW DEMOCRACIES DIE” bukan “101 cara ngeles” dan merupakan hoaks lama yang kembali beredar.
Gambar tersebut telah disunting pada bagian cover buku. Faktanya, cover yang asli bertuliskan “HOW DEMOCRACIES DIE” bukan “101 cara ngeles” dan merupakan hoaks lama yang kembali beredar.
Rujukan
Halaman: 6319/7990



