• (GFD-2026-33549) [SALAH] Video “Ledakan Bom Nuklir AS ke Iran”

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 17/04/2026

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun TikTok “zianfi” pada Minggu (12/4/2026) yang memperlihatkan ledakan bom.

    Unggahan disertai narasi:

    “LEDAKAN BOM NUKLIR AS KE IRAN

    Dampak Ledakan bom Negara Indonesia bakal kena radiasinya, terutama negara Iran, peradaban hancur dan rusak, Itu yang ditakutkan para pengamat politik disaat Donald sudah terdesak dan mau dimakzulkan oleh Parlemen AS”

    Hingga Jumat (17/4/2026), konten itu mendapat lebih dari 5.400-an tanda suka, 100-an interaksi komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 300 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “ledakan bom nuklir AS ke Iran”. Hasilnya, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax kemudian melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan video serupa dari kanal YouTube “metaballstudios” yang tayang pada Mei 2024.

    Diketahui, video tersebut merupakan visualisasi ledakan dan kehancuran di Hiroshima (Jepang) yang diakibatkan oleh granat, ranjau, rudal hingga bom atom.

    Terkait masalah AS dan Iran, dilansir dari laporan detik.com, konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan AS-Israel sejak akhir Februari 2026. Hingga saat ini, berdasarkan pemberitaan bbc.com, perundingan damai antara Iran dan AS pada Sabtu (11/4/2026) gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.

    Kesimpulan

    Konteks asli dokumentasi adalah visualisasi ledakan dan kehancuran di Hiroshima (Jepang) yang diakibatkan granat, ranjau, rudal hingga bom atom. Jadi, unggahan video berisi klaim “ledakan bom nuklir AS ke Iran” itu merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33550) Cek Fakta: Klarifikasi BMKG Sebut Tahun 2026 Bakal Jadi Musim Kemarau Terparah dalam 30 Tahun Terakhir di Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim BMKG sebut tahun 2026 bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir di Indonesia. Postingan itu beredar sejak pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 13 April 2026.
    Dalam postingannya terdapat narasi sebagai berikut:
    "BMKG Ingatkan kemarau tahun 2026 di Indonesia bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Sekadar info saja Suhu. Jika benar kemarau panjang dn parah maka kita sebagai petani harus siap siap cari alternativ lain untuk bertani yg bisa tolerir panas dn kemarau."
    Lalu benarkah postingan yang mengklaim BMKG sebut tahun 2026 bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir di Indonesia?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan klarifikasi dari BMKG. Klarifikasi itu disampaikan oleh Direktur Perubahan Iklim BMKG Fachri Rajab dalam artikel Liputan6.com berjudul "BMKG: Kemarau 2026 Bakal Lebih Kering Dibandingkan Rata-Rata Selama 30 Tahun Terakhir" yang tayang pada 14 April 2026.
    "Bila dibandingkan dengan rata-ratanya selama 30 tahun, musim kemarau tahun ini relatif lebih kering. Namun perlu digarisbawahi, maksudnya adalah lebih kering dari rata-rata, bukan musim kemarau terparah sepanjang 30 tahun," ujar Fachri.
    "Fachri meluruskan informasi di ruang publik belakangan ini yang menyebutkan kemarau 2026 sebagai yang paling ekstrem, bahkan sejumlah pihak menamai dengan sebutan yang terkesan sangat mengerikan Kemarau Godzila atau El-Nino Godzila.
    "BMKG tidak menggunakan istilah tersebut dan menilai fenomena yang digambarkan itu tidak sepenuhnya benar, cenderung berlebihan untuk disampaikan kepada publik," katanya menambahkan.
    Fachri melanjutkan, jika dibandingkan tahun per tahun, kemarau tahun 1997 dan 2015 masih jauh lebih dahsyat, tetapi kondisi tahun ini diprediksi memang lebih kering dibandingkan tahun 2023.
    Penjelasan serupa juga disampaikan BMKG dalam akun Instagram resminya, @infobmkg pada 16 April 2026.
    "Beredar informasi yang menyebutkan bahwa BMKG mengingatkan kemarau 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir. Informasi tersebut 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝘁𝗲𝗽𝗮𝘁.
    Faktanya, BMKG menyampaikan bahwa 𝗰𝘂𝗿𝗮𝗵 𝗵𝘂𝗷𝗮𝗻 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗺𝘂𝘀𝗶𝗺 𝗸𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝘂 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗱𝗶𝗽𝗿𝗲𝗱𝗶𝗸𝘀𝗶 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗱𝗮 𝗱𝗶 𝗯𝗮𝘄𝗮𝗵 𝗻𝗼𝗿𝗺𝗮𝗹, yaitu 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗿𝗲𝗻𝗱𝗮𝗵 𝗱𝗶𝗯𝗮𝗻𝗱𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗿𝗮𝘁𝗮-𝗿𝗮𝘁𝗮 𝗸𝗹𝗶𝗺𝗮𝘁𝗼𝗹𝗼𝗴𝗶𝘀 𝟯𝟬 𝘁𝗮𝗵𝘂𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿.
    Sebagai perbandingan, musim kemarau yang telah terjadi pada tahun 1997, 2005, 2015 atau 2019 lebih kering bila dibandingkan dengan prediksi musim kemarau tahun 2026.
    Artinya, kondisi ini 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝘀𝗲𝗿𝘁𝗮-𝗺𝗲𝗿𝘁𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗿𝘁𝗶 𝗸𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝘂 𝗽𝗮𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗽𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝟯𝟬 𝘁𝗮𝗵𝘂𝗻, melainkan menunjukkan adanya potensi curah hujan yang lebih sedikit dari biasanya."

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan yang mengklaim BMKG sebut tahun 2026 bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir di Indonesia adalah tidak benar. BMKG telah memberikan klarifikasinya pada klaim tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33551) Cek Fakta: Hoaks Dana Bantuan DAP dari China untuk Umat Hindu di Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran dana bantuan Direct Aid Program (DAP) dari China untuk umat Hindu di Indonesia. Informasi tersebut diunggah salah satu akun TikTok, pada 30 Maret 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Om Swastyastu 🙏
    Kabar baik untuk umat Hindu di Indonesia!
    Program bantuan D.A.P dari China telah resmi dibuka dengan nominal bantuan mulai dari 150 juta hingga 2 milyar 💰Program ini bertujuan untuk:
    ✨ Membantu modal usaha pribadi
    ✨ Mendukung pembangunan pura & kegiatan umat
    📌 Kuota terbatas & seleksi berjalan cepat!
    Jangan sampai ketinggalan kesempatan emas ini
    Segera daftar sekarang dan manfaatkan bantuan ini sebaik mungkin 🙏🔥"
    Postingan menyertakan poster, berikut isinya:
    "Om Swastyastu
    BANTUAN D.A.P DARI CHINA UNTUK UMAT HINDU DI INDONESIA
    BANTUAN 150 JUTA HINGGA 2 MILIYAR
    70 % UNTUK MODAL PRIBADI
    30 % UNTUK PEMBANGUNAN PURA/UMAT
    Penanggung Jawab:Prof. Dr.Drs. I Nengah Duija, M.Si
    TELAH MEMBUKA PENDAFTARAN UNTUK BANTUAN!
    SEGERA GUNAKAN KESEMPATAN INI"
    Akun ini mengarahkan kepada warganet yang bertanya di kolom komentar bahwa untuk info pendaftaran hubungi penanggung jawab, kontak nya ada di bio profil.
    Lalu benarkah link pendaftaran dana bantuan DAP dari China untuk umat Hindu di Indonesia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran dana bantuan DAP dari China untuk umat Hindu di Indonesia. Penelusuran mengarah pada unggahan bersama di media sosial Kementerian Agama (Kemenag) dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian RI (Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI) melalui akun Instagram @bimashinduri.
    Dalam unggahannya, Ditjen Bimas Hindu meminta masyarakat berhati-hati dan waspada terhadap hoaks di berbagai medsos dengan mengatasnamakan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag (Dirjen Bimas Hindu) I Nengah Duija.
    "Kalau Sahabat menemukan postingan terkait “bantuan” dari Ditjen Bimas Hindu atau Dirjen Bimas Hindu, selain di akun resmi kami dan web ? bimashindu.kemenag.go.id, please jangan mudah percaya yaa!?," tulis Bimas Hindu.
    Bimas Hindu juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui website resmi. "Yuk laporkan postingan #hoaks, lawan hoaks, jaga keharmonisan, dan sebarkan kebenaran," demikian Bimas Hindu.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran dana bantuan DAP dari China untuk umat Hindu di Indonesia, tidak benar.
  • (GFD-2026-33552) Keliru, Anies Baswedan Tawarkan Kuota Haji Gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta pada periode 2017–2022, menawarkan kuota haji gratis dan bantuan tunai. Dalam unggahan disebutkan bahwa pendaftaran dapat dilakukan melalui nomor WhatsApp pribadinya.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “H. Anies Baswedan, SE” (arsip) pada Sabtu (11/04/2026). Unggahan tersebut menampilkan dua cuplikan video, yaitu gambar Anies di sebelah kiri dan suasana jamaah haji di sebelah kanan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Panggilan Allah tidak pernah salah alamat. Kesempatan emas bagi Bapak Ibu yang memiliki kerinduan mendalam untuk bersujud di depan Ka'bah, namun terhalang biaya. Kami membuka kuota haji secara gratis sebagai wujud syukur dan ikhtiar membantu sesama umat muslim. Semoga ini menjadi jalan pembuka bagi doa-doa yang selama ini dipanjatkan di sujud malam. Silakan untuk mendaftarkan diri dengan menghubungi WhatsApp saya. Jangan sampai kesempatan ini terlewatkan. Ini bukan rekayasa. Saya siap bertanggung jawab, atau kalau tidak mau bisa diganti dengan bantuan tunai. Mungkin ini saja salam akal sehat saya Anies Baswedan. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Begitu narasi yang diucapkan Anies dalam unggahan.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Namun, ditemukan keterangan tertulis dalam video dan caption yang ditulis pengunggah. Dalam gambar video dituliskan “RI 1 2029 H. Anies Rasyid Baswedan, bantuan kuota haji gratis.” Adapun yang tertulis dalam caption: “🔥Tunjangan dana bantuan modal usaha 🔥
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Program resmi dan berizin real juga amanah. Pencairan langsung diproses. Langsung menghubungi (WhatsApp) untuk keterangan lebih lanjut.”

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (17/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 45 likes, 13 komentar, 1 kali dibagikan, dan 1,8 ribu kali ditayangkan.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:348 Petugas Haji Berangkat Hari Ini, Kemenhaj: Jaga Wajah Negara

    Periksa Fakta Kuota Haji Gratis Anies. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Akun tersebut menggunakan foto profil dengan gambar Anies Baswedan, hanya memiliki 7 pengikut, dan sering membagikan unggahan yang menawarkan bantuan uang. Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukan akun resmi Anies. Adapun akun resmi milik Anies bernama “Anies Baswedan” dengan 2,4 juta pengikut dan centang biru.

    Lebih lanjut, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya mengarah pada laman YouTube “Anies Baswedan” yang menunjukkan video identik dengan unggahan yang beredar.

    Dalam video asli tersebut, Anies menyampaikan terkait ajakan kumpul akbar di JIS, Sabtu, 10 Februari 2024 dan tidak mengatakan terkait bantuan kuota haji ataupun bantuan lainnya.

    “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya menerima banyak kabar dan banyak sekali pesan yang masuk terkait acara Digis pada hari Sabtu 10 Februari ini,” begitu narasi yang disampaikan Anies pada video asli.

    Acara tersebut merupakan kampanye terakhir pasangan Anies dan Muhaimin Iskandar di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

    Kemudian, Tirto menonton video yang diunggah di Facebook dari awal hingga akhir. Tirto menemukan kejanggalan pada audio yang diklaim sebagai suara Anies. Suara Anies cenderung datar layaknya robot, dengan intonasi dan gestur yang tidak alami, minim penekanan emosi, serta ritme bicara yang terlalu konsisten.

    Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Tirto menduga konten suara dibuat oleh akal imitasi (AI). Untuk memastikannya, kami menggunakan Hive Moderation. Berdasarkan hasil pengecekan, probabilitas penggunaan AI pada audio tersebut terdeteksi tinggi, yakni 98 persen, yang mengindikasikan bahwa suara dalam konten tersebut kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa, bukan suara asli Anies Baswedan.

    Senada dengan hal tersebut, Kompas melaporkan bahwa video Anies menawarkan bantuan berupa kuota haji gratis merupakan konten hasil manipulasi. Suara Anies dalam video terdeteksi dihasilkan oleh AI.

    Dengan demikian, video yang beredar yang mengklaim Anies menawarkan kuota haji gratis dan bantuan tunai dengan cara mendaftar melalui nomor WhatsApp adalah tidak benar dan terindikasi sebagai penipuan.

    Baca juga:Polri Bentuk Satgas Haji 2026, Cegah Penipuan dan Dokumen Palsu

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Anies menawarkan kuota haji gratis dan bantuan tunai resmi dengan mendaftar melalui nomor WhatsApp pribadinya adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Audio yang digunakan di dalam video bukan merupakan suara asli Anies, melainkan dibuat menggunakan AI.

    Video asli tersebut merupakan kampanye pasangan Anies dan Muhaimin Iskandar di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Anies menyampaikan ajakan kumpul akbar di JIS pada Sabtu, 10 Februari 2024, dan tidak mengatakan terkait bantuan kuota haji ataupun bantuan lainnya.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan