(GFD-2026-34155) Hoaks, Video Trump Tertidur dan Pingsan Saat Rapat
Sumber:Tanggal publish: 08/05/2026
Berita
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Fery” (arsip) Sabtu (25/04/2026). Cuplikan video tersebut menampilkan gambar Trump tengah duduk di kursinya dengan meja Resolute di depannya, sedangkan di belakangnya berdiri para pejabat tinggi pemerintahannya.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“BREAKING: Kebanyakan Begadang. Trump tertidur saat acara langsung tentang keterjangkauan layanan kesehatan membenturkan kepalanya ke meja Resolute dengan sangat keras hingga membuat dirinya pingsan,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menambahkan keterangan waktu dan tempat kejadian tersebut, “Trump tertangkap kamera terlihat mengantuk, sedikit tertidur saat rapat bersama jajaran kabinet 23/04/2026 di Gedung Putih.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (08/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 826 likes, 156 komentar, 124 kali dibagikan, dan 79 ribu kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi kepercayaan dan gurauan masyarakat terhadap informasi tersebut.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Threads @lisuver.alert dan X @PaulleyTicks yang menampilkan video dan klaim yang sama terkait Trump yang tertidur saat rapat.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Update Perang Iran vs AS: Trump Umumkan Setop Operasi di Hormuz
Periksa fakta Trump Ketiduran. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Gambar yang beredar berasal dari video yang diedit oleh seorang seniman grafis yang mengatakan bahwa karya palsunya adalah parodi. Gambar tersebut menyebar luas di berbagai platform, diperkuat oleh unggahan tokoh publik terkemuka, termasuk mantan anggota Kongres Partai Republik Adam Kinzinger dan Rick Wilson, salah satu pendiri Lincoln Project, sebuah organisasi yang dibangun oleh mantan anggota Partai Republik yang menentang Trump.
Beberapa unggahan yang dibagikan termasuk dari jurnalis independen Aaron Rupar tampaknya menunjukkan Trump menutup matanya di berbagai titik selama acara Gedung Putih pada 23 April yang mengumumkan kesepakatan harga obat dengan produsen farmasi Regeneron. Namun, gambar yang menyebar di berbagai platform itu palsu.
Video yang menggambarkan Trump tertidur dalam rapat dengan wajahnya menempel di meja diunggah ke X oleh akun @PaulleyTicks, akun Facebook dan Instagram Tom Adelsbach, seorang seniman grafis dan satiris.
Adelsbach mengatakan kepada AFP bahwa ia membuat video palsu yang gambarnya diambil tersebut, menggunakan perangkat lunak pengeditan Adobe yang dikombinasikan dengan program AI.
"Of course it's meant to be parody," begitu keterangan Adelsbach pada April 24.
Melansir laman C-SPAN, pada 23 April 2026 Trump memang menghadiri rapat. Adapun pidato Trump tentang keterjangkauan perawatan kesehatan dan Iran, Trump mengumumkan kesepakatan dengan raksasa farmasi Regeneron untuk menurunkan harga obat.
Di video itu, memang ada momen Trump memejamkan mata, salah satunya bisa dilihat pada menit 26:05. Namun, tidak ada momen Trump tertidur di meja dengan lidah menjulur keluar.
Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada gestur Trump saat mengantuk, menjulurkan lidah dan ekspresi wajah orang di belakang nya yang tampak tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa video tersebut memiliki probabilitas 83 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.
Dengan demikian, video yang mengklaim Trump tertidur bahkan pingsan saat rapat adalah tidak benar dan tidak didukung oleh informasi kredibel.
Baca juga:Trump Sinyalkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Dunia Turun
Kesimpulan
Hasil analisis menunjukkan bahwa video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Pada 23 April 2026, Trump memang menghadiri rapat. Di video itu tidak ada momen Trump tertidur di meja dengan lidah menjulur keluar.
Video yang menggambarkan Trump tertidur dalam rapat dengan wajahnya menempel pada meja dibuat oleh Tom Adelsbach, seorang seniman grafis dan satiris yang menyatakan bahwa ia membuat video palsu yang gambarnya diambil menggunakan perangkat lunak pengeditan Adobe yang dikombinasikan dengan program AI.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1498616921793257
- https://archive.today/5SMb6
- https://www.threads.com/@lisuver.alert/post/DXgiIVTE1cG/video-terkini-presiden-donald-trump-tertidur-saat-acara-langsung-tentang
- https://x.com/PaulleyTicks/status/2047433174490464564?s=20
- https://tirto.id/update-perang-iran-vs-as-trump-umumkan-setop-operasi-di-hormuz-hvFB
- https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.A8WU9CQ
- https://perma.cc/2BL3-DQZS
- https://perma.cc/8L57-6J3A
- https://perma.cc/3ELN-UVES
- https://newrepublic.com/post/209453/trump-falls-asleep-white-house-health-care-event
- https://x.com/atrupar/status/2047399062786216060?s=20
- https://www.youtube.com/watch?v=1CtxlTZzElc
- https://www.facebook.com/reel/1442267527096377
- https://www.instagram.com/p/DXfWNgjDw1X/
- https://www.c-span.org/program/white-house-event/president-trump-remarks-on-health-care-affordability-and-iran/677998
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://tirto.id/trump-sinyalkan-damai-dengan-iran-harga-minyak-dunia-turun-hvCb
(GFD-2026-34156) [PENIPUAN] Pendaftaran CPNS Bea Cukai 2026
Sumber: TIKTOK.COMTanggal publish: 08/05/2026
Berita
Beredar video [arsip] dari akun Tiktok “INFO CPNS 2026” pada Sabtu (2/5/2026) dengan narasi:
PENDAFTARAN CPNS BEA CUKAI 2026 RESMI DIBUKA
PERSYARATAN:
1. Laki-Laki & Perempuan
2. Lulusan SMA/perguruan tinggi/D3/S1-S3
3. Usia Min 18 Tahun Maks 45 Tahun
4. Sehat Jasmani Rohani & Berkelakuan Baik
5. Penempatan Daerah Masing-Masing Domisili Peserta
PENDAFTARAN GRATIS TIDAK ADA BIAYA APAPUN SILAHKAN KLIK WEB DI BIO YANG INGIN MENDAFTAR CPNS 2026
Hingga Jumat (8/5/2026) video itu sudah dilihat sebanyak 6.009, disukai 51 kali, menuai 2 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 62 kali oleh pengguna Tiktok lainnya.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi sscasn.bkn.go.id atau kanal resmi Kementerian Keuangan kemenkeu.go.id.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan yang mengarah ke nomor Whatsapp, nomor mengarahkan untuk mengisi formulir yang meminta pengisian nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram aktif. Ketika diteruskan, pelamar diminta untuk memasukkan kode verifikasi untuk masuk ke akun Telegram.
TurnBackHoax kemudian menggunakan kata kunci "Pendaftaran CPNS Bea Cukai 2026" ke mesin pencarian Google. Ditemukan informasi bantahan pada akun resmi Instagram Kementerian Keuangan ppid.kemenkeu. Kemenkeu membantah bahwa ada pembukaan pendaftaran CPNS Bea Cukai Kementerian Keuangan pada tanggal 27 April sampai dengan 29 Mei tahun 2026, yang tayang pada Selasa (5/5/2026).
Kesimpulan
Rujukan
(GFD-2026-34157) Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Pendamping Lokal Desa dari Kemendesa 2026
Sumber:Tanggal publish: 08/05/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran pendamping lokal desa dari Kemendesa pada 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 6 Mei 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Rekrutmen Pendamping Lokal Desa (PLD Kemendesa) 2026 kerja seluruh Indonesia sesuai Domisili Pendaftaran gratis tidak Memungut biyaya apapun
Halo, sahabat karir! Apakah kamu sedang mencari > pekerjaan yang menantang, bermanfaat, dan berdampak positif bagi masyarakat? Jika ya, maka kamu harus tahu tentang Pendamping Lokal Desa (PLD)! PLD adalah program dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi 9.374 (Kemendesa) yang bertujuan untuk memberdayakan desa-desa di Indonesia melalui pendampingan, fasilitasi, dan advokasi."
Postingan menyertakan poster, berikut isinya:
"KEMENDES
REKRUTMENT PENDAMPING DESA
PETUGAS_PENGAWAS & PKK
PETUGAS_PENYULUHAN & KESEHATAN
Gaji 7juta - 9juta/Bulan
MASUKKAN LAMARAN & AKAN DI SELEKSI DI DAERAH MASING - MASING
PENDAFTARAN GRATISS
INFO Link Di BIO
Via Telegram"
Unggahan disertai menu daftar. Jika diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran pendamping lokal desa dari Kemendesa 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pendaftaran pendamping lokal desa dari Kemendesa 2026. Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Antara berjudul "Mendes Yandri tegaskan belum ada rekrutmen pendamping desa" yang tayang pada 3 Februari 2026.
Dalam artikel ini, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan pihaknya belum menyelenggarakan rekrutmen tenaga pendamping profesional desa atau pendamping desa.
"Jadi, kami tegaskan di forum terhormat ini belum ada rekrutmen terhadap pendamping desa," kata Yandri dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa 3 Februari.
Hal tersebut disampaikan Yandri menanggapi pertanyaan mengenai rekrutmen pendamping desa yang disampaikan oleh anggota Komisi V DPR RI di rapat tersebut. Dia menambahkan, penegasan yang diberikan juga diharapkan dapat mencegah terjadinya penipuan terkait rekrutmen pendamping desa.
"Penipuan melalui medsos (media sosial) banyak sekali sekarang, yang gaji Rp17 juta, Rp15 juta, akhirnya banyak yang tertipu," kata dia.
Dia menambahkan, saat ini, yang dilakukan oleh Kemendes PDT adalah evaluasi terhadap kinerja pendamping desa. Dari total 34.000 pendamping desa, Mendes Yandri mengatakan sekitar 8.000 pendamping desa telah dievaluasi.
"Nanti akan kita isi kalau nanti ada biaya dari Kemenkeu (Kementerian Keuangan) kami ajukan," ujar Yandri.
Ke depan, kata dia, rekrutmen pendamping desa pun akan dilakukan oleh pihak perguruan tinggi. "Yang merekrut itu bukan Kemendes, melainkan perguruan tinggi. Jadi, ini adil dan transparan, pakai CAT dan sebagainya," kata Yandri.
Penelusuran juga mengarah pada unggahan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui akun Instagram resminya @kemendespdt.
"Kami mengingatkan seluruh masyarakat untuk berhati-hati terhadap akun-akun palsu yang mengatasnamakan Kementerian Desa dan PDT," demikian tulis Kemendes PDT yang dikutip pada 8 Mei 2026.
Kemendes menyatakan, akun-akun ini sering digunakan untuk penipuan, penyebaran informasi hoaks, dan tindakan merugikan lainnya. Pastikan hanya mengikuti akun resmi kami yang terverifikasi. Selain itu, jangan mudah percaya dengan permintaan data pribadi atau transfer uang.
"Hati-hati penipuan, kami memperingatkan sobat desa untuk selalu waspada terkait info rekrutmen pendamping desa yang ada, selain dari website resmi Kemendes PDT itu hoax."
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran pendamping lokal desa dari Kemendesa 2026, tidak benar dan merupakan hoaks.
Rujukan
(GFD-2026-34172) Tidak Benar, Vaksin TBC Mengandung Nanobots
Sumber:Tanggal publish: 08/05/2026
Berita
Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Edward Fautngil” (arsip) pada Rabu (28/05/2025). Unggahan video berdurasi 1 menit 29 detik tersebut menampilkan beberapa potongan video yang disatukan. Video utama memperlihatkan seorang pendeta laki-laki berambut putih seolah-olah tengah berbicara terkait vaksin TBC tersebut, dan di bagian bawah ditambahkan video lain yang menampilkan gambar perempuan berhijab.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Sekarang kan ada vaksin TBC, sodara. Lah kok tiba-tiba di RW ini kok ada penyakit TBC? Aneh nggak? Pernah nggak sodara berpikir, eh keluar penyakit TBC? Katanya, katanya, sodara. Padahal itu supaya vaksinnya bisa dimasukkan pada orang. Saya katakan, jangan mau vaksin TBC. Dalamnya itu bukan obat TBC, bukan, sodara. Ada nanobotnya di dalam. Anak-anak sekolah sekarang sudah mulai diberitahu, siap-siap untuk menerima vaksin TBC. Kemudian yang di luar negeri, orang divaksin bisa berubah jadi autis. Bayangkan, sodara.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Orang dewasa divaksin jadi autis.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Wong negara-negara lain menolak kok Indonesia dijadikan kelinci percobaan kok mau. Terang-terangan lho. Bill Gates mengatakan Indonesia menjadi kelinci percobaan. Maka saya dalam grup siap-siap untuk terima vaksin, menyehatkan, biar cepet, cepet modar, sodara.” Begitu narasi yang diucapkan dalam video.
Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (07/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 78 likes, 9 komentar, 16 kali dibagikan, dan 894 tayangan. Unggahan serupa juga ditemui pada akun Facebook berikut ini (arsip).
Lantas, benarkah vaksin TBC mengandung nanobots?
Baca juga:Tidak Benar, Vaksin COVID Sebabkan Kematian Mendadak
Periksa Fakta Vaksin TBC. foto/hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Sebagai informasi, sebagaimana dirujuk dari laman UNAIR, nanobot atau nanorobot adalah mesin mikroskopis berukuran 1 hingga 100 nanometer yang dirancang untuk melakukan tugas medis spesifik di tingkat seluler atau molekuler di dalam tubuh manusia. Teknologi ini berpotensi merevolusi pengobatan melalui pengantaran obat terarah, penghancuran sel kanker, hingga regenerasi jaringan.
Menurut dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro, nanobot adalah teknologi yang masih dalam tahap penelitian dan belum digunakan secara luas di dunia medis, apalagi dimasukkan ke dalam vaksin. Vaksin TBC (baik yang lama seperti BCG maupun kandidat baru seperti M72) isinya bukan mesin kecil, tetapi komponen biologis seperti: bagian kecil dari bakteri TBC (yang sudah dilemahkan atau dimodifikasi), bahan tambahan (adjuvan) untuk membantu sistem imun bekerja lebih baik. Artinya, vaksin ini bertujuan melatih tubuh melawan penyakit, bukan memasukkan “alat” ke dalam tubuh.
Kemudian Tirto mengetikkan kata kunci “Vaksin TBC mengandung nanobots” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarahkan ke laman Tempo.co yang menyatakan bahwa klaim vaksin TBC berisi elemen nanobots adalah keliru. Narasi yang disebarkan tersebut tidak berdasarkan fakta dan bukti ilmiah.
Kandidat vaksin TBC baru yang dibiayai oleh Bill Gates adalah M72/AS01E. Menurut Aliansi Vaksin (GAVI) dan ScienceDirect, vaksin ini dibangun berdasarkan protein fusi bernama M72 yang menggabungkan fragmen dari dua protein yang terdapat pada Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TB. Untuk meningkatkan respons imun tubuh, vaksin ini juga mengandung adjuvan bernama AS01E yang juga digunakan untuk meningkatkan respons imun terhadap vaksin malaria dan vaksin herpes zoster Shingrix. Tidak ada nanobots dalam komposisi bahan vaksin TBC.
Adapun video yang beredar ditemukan pada akun YouTube Lukas Sutrisno pada 17 Mei 2025 berjudul Musuh yang Harus Kita Kalahkan. Potongan video yang menyebar tersebut terdapat pada menit ke-32.29 sampai 36.59. Video tersebut berisi nasihat dan khotbah Lukas kepada jemaatnya.
Melansir laman Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Indonesia resmi memulai uji klinis fase 1 vaksin TBC berbasis inhalasi pertama di dunia. Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus (dr. Benny) menyebut langkah ini sebagai bagian dari program nasional pemberantasan TBC yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Pemberantasan TBC adalah program hasil terbaik cepat dari Presiden Prabowo yang harus segera direalisasikan,” demikian keterangan dr. Benny saat meninjau pelaksanaan uji klinis di RS Islam Jakarta, Kamis (13/11).
Dokter Benny menambahkan, kebutuhan anggaran untuk program pemberantasan TBC secara nasional diperkirakan mencapai Rp10–20 triliun, termasuk dukungan sosial bagi pasien dari keluarga miskin.
“Karena kami bukan hanya mengobati pasien TBC, tapi nanti rumah pasien TBC yang miskin akan dibantu renovasi. Pemberian makanan bergizi dari Kementerian Sosial dan Kementerian Tenaga Kerja juga akan dilibatkan,” jelas dr. Benny.
Pemerintah menargetkan penurunan kasus TBC dari 380 menjadi 65 kasus per 100 ribu penduduk, agar Indonesia sejajar dengan negara maju dalam pengendalian TBC. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan vaksin ini.
“Bukti dukungan kami berupa persetujuan pelaksanaan uji klinis fase 1 yang sudah kami keluarkan dan sampaikan,” begitu keterangan Taruna.
Senada dengan hal tersebut, dr. Wilson kepada Tirto menegaskan, “Indonesia bukan “kelinci percobaan.”
“Dalam dunia medis, uji klinis vaksin dilakukan bertahap (fase 1, 2, 3) dan diawasi ketat oleh badan resmi seperti pemerintah dan BPOM, mengikuti standar internasional. Indonesia dipilih karena: kasus TBC masih tinggi sehingga penelitian di sini justru bertujuan mencari solusi untuk menyelamatkan banyak nyawa,” demikian keterangan dr. Wilson.
Kementerian Kesehatan RI dalam akun Instagram resminya membantah klaim yang menyebutkan bahwa uji klinis vaksin TBC untuk membahayakan masyarakat. Informasi yang mengatakan bahwa uji klinis vaksin TBC M72 bertujuan untuk membunuh masyarakat Indonesia adalah tidak benar.
Proses uji klinis vaksin ini telah melalui tahapan riset yang ketat dan pengawasan untuk memastikan vaksin aman. Indonesia dipilih karena tingginya angka kasus TBC dan vaksin ini bisa menjadi solusi untuk menyelamatkan nyawa.
Dokter Wilson menjelaskan, vaksin tidak membuat orang cepat meninggal. Justru kebalikannya: vaksin dibuat untuk mencegah penyakit berat dan kematian. Penyakit TBC sendiri adalah penyakit serius yang bisa merusak paru-paru dan menyebabkan kematian jika tidak dicegah atau diobati. Efek samping vaksin memang bisa terjadi (disebut KIPI), tetapi biasanya ringan (demam, nyeri di tempat suntikan) sangat jarang yang berat dan selalu diawasi oleh tenaga medis.
Menurut BBC, pelaksanaan program uji klinis vaksin TBC yang disponsori The Gates Foundation memang menimbulkan kecurigaan publik perihal risiko dan dampak kesehatan yang mungkin dialami para pesertanya. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membantah tuduhan perihal "kelinci percobaan" ini dan menyebutkan bahwa vaksin yang diuji secara ilmiah terbukti aman.
“Ini bukan kelinci percobaan. Justru harus nurut karena sudah terbukti bahwa Covid saja turun. Dulu juga banyak yang bilang ke teman-teman, kan. Ada chip-nya, ada apalah itu,” begitu keterangan Budi selepas peluncuran program pemberantasan TBC di kantor Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (09/05), seperti dikutip Tempo.
Dalam laman National Library of Medicine, klaim bahwa vaksin bisa menyebabkan autisme juga sudah dibantah berkali-kali oleh penelitian ilmiah dari berbagai negara. Senada dengan rangkuman Tirto dalam “Salah, Vaksin Sebabkan Autisme,” sejumlah penelitian berskala besar justru membuktikan tidak ada kaitan antara vaksin dengan Autism Spectrum Disorder maupun penyakit lain, sebagaimana diklaim.
KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisas) memang mungkin terjadi, namun umumnya ringan, dapat ditangani, dan tidak menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Sementara KIPI berat sangat jarang ditemukan serta bisa dikendalikan dengan penanganan medis yang tepat.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan vaksin TBC mengandung nanobots dan dapat menyebabkan autisme bahkan kematian adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.
Klaim tersebut adalah isu lama yang sudah diteliti berkali-kali di berbagai negara. Hasilnya konsisten, tidak ada hubungan antara vaksin dan autisme. Penelitian melibatkan jutaan anak dan hasilnya vaksin aman dari sisi ini.
Baca juga:FDA Blokir Riset Soal Keamanan Vaksin Covid-19 & Herpes Zoster
Kesimpulan
Hasil penelitian membuktikan bahwa vaksin M72/AS01E dibangun berdasarkan protein fusi bernama M72 yang menggabungkan fragmen dari dua protein yang terdapat pada Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TB, dan tidak mengandung nanobots.
Kementerian Kesehatan RI membantah klaim tersebut. Proses uji klinis vaksin TBC M72 telah melalui tahapan riset yang ketat dan pengawasan untuk memastikan vaksin aman. Indonesia dipilih karena tingginya angka kasus TBC dan vaksin ini bisa menjadi solusi untuk menyelamatkan nyawa.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/521287547617129
- https://archive.today/1W2Tg
- https://www.facebook.com/reel/1257061802524881
- https://archive.ph/LeIYT
- https://tirto.id/tidak-benar-vaksin-covid-sebabkan-kematian-mendadak-hvyX
- https://ftmm.unair.ac.id/nanobot-sebagai-pendorong-revolusi-industri-4-0-di-bidang-kesehatan/
- https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-vaksin-tbc-berisi-elemen-nanobots-1725613
- https://www.gavi.org/vaccineswork/how-new-vaccines-could-revolutionise-our-relationship-tuberculosis#:~:text=Vaccine%20frontrunner-,While%20there%20are%20at%20least%2020%20TB%20vaccine%20candidates%20for,the%20bacterium%20that%20causes%20TB.
- https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2405844024022242
- https://www.youtube.com/watch?v=iZN4e7HQy1c
- https://kemkes.go.id/id/indonesia-lakukan-uji-klinis-fase-1-vaksin-tbc-inhalasi-pertama-di-dunia
- https://www.instagram.com/reels/DJgDLzFh566/
- https://www.bbc.com/indonesia/articles/cz63jlwll6eo
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2831678/
- https://tirto.id/salah-vaksin-sebabkan-autisme-hfXP
- https://tirto.id/fda-blokir-riset-soal-keamanan-vaksin-covid-19-herpes-zoster-hvBV


.png)

