• (GFD-2024-17335) [HOAKS] Muncul Api dari Dalam Tanah Setelah Gempa Tuban

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/03/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Gempa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada 22 Maret 2024 disebut menyebabkan fenomena semburan api dari dalam Bumi.

    Beredar video semburan api keluar dari tanah di area ladang. Narasi video menyebutkan, fenomena itu adalah bahaya besar bagi Indonesia.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.

    Narasi kemunculan semburan api setelah gempa Tuban dibagikan oleh akun Facebook ini dan video YouTube ini, pada 23 Maret 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Darurat!! Indonesia dalam bahaya besar Setelah Gempa Di Tuban Tiba-tiba muncul api dari dalam bumi

    Bagian awal video berdurasi 8 menit 30 detik itu menunjukkan beberapa orang berdiri mengelilingi sepetak tanah. Kobaran api membakar daun kering di atas petak tanah tersebut.

    Pada minutasi 5:18, video itu menampilkan laki-laki tua bernama Mbah Sukri, warga Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

    Mbah Sukri menceritakan pengalamannya menemukan kobaran api tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video itu menggunakan teknik reverse image search dengan Google Lens.

    Hasilnya, video yang mirip telah diunggah oleh kanal YouTube ini pada 25 Juli 2023, dengan judul "VIRAL..! BUMI SUDAH BOCOR? API TIBA-TIBA KELUAR DI GRESIK JAWA TIMUR".

    Deskripsi video menyebutkan, semburan api muncul dari sebuah titik di Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

    Video itu sama-sama menampilkan sosok Mbah Sukri, tetapi direkam dari sudut lain.

    Penemuan kobaran api di Gresik itu juga diberitakan oleh Zona Surabaya (Pikiran Rakyat Network), pada 26 Juli 2023, dengan judul "Ditemukan Api Abadi Terbesar di Gresik, Keluar dari Perut Bumi dan Keluarkan Bau Gas Menyengat".

    Artikel itu menyebutkan, komunitas Majapahit Study Club (MSC) menemukan semburan api dari tanah di Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi soal kemunculan semburan api setelah gempa Tuban pada 22 Maret 2024 adalah hoaks.

    Video penemuan kobaran api yang muncul dari dalam tanah di sebuah desa di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, telah diunggah pada 25 Juli 2023.

    Rujukan

  • (GFD-2024-17336) [KLARIFIKASI] Paket Beras Bergambar Puan Dibagikan Jelang Lebaran 2022, Bukan Kampanye Pemilu

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/03/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi bahwa kenaikan harga beras dipicu pembelian besar-besaran, salah satunya oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk keperluan kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

    Narasi itu disertai foto seorang politikus PDI-P berdiri di dekat tumpukan beras. Namun, setelah ditelusuri, foto itu dibagikan dengan konteks keliru. Gambar tersebut diambil pada 2022.

    Sebagai konteks, harga beras pasca-Pemilu 2024 relatif tinggi dan cenderung terus meningkat.

    Dikutip dari Kompas.id, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional Bank Indonesia menunjukkan, harga beras rata-rata secara keseluruhan, dari semua provinsi dan jenis beras, mencapai Rp 15.650 per kilogram, pada Jumat, 23 Februari 2024.

    Bahkan di sejumlah daerah dan jenis beras tertentu, harganya sudah menembus Rp 18.000 per kilogram.

    Foto tumpukan beras yang diklaim diborong PDI-P untuk kampanye Pemilu 2024 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan foto Ketua DPC PDI-P Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau Hendi, berdiri dekat tumpukan beras bergambar Ketua DPP PDI-P Puan Maharani.

    Gambar itu diberikan keterangan demikian:

    Harga beras naik karena terjadi pembelian besar2an untuk keperluan kampanye kemarin. Ini dilakukan oleh semua pihak termasuk PDIP. Jadi ada baiknya beras kampanye yg masih belum dibagikan utk segera dibagikan apapun hasil pemilu dari ini.

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook gambar yang diklaim sebagai tumpukan beras yang diborong PDI-P untuk kampanye Pemilu 2024

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com dengan teknik reverse image search, gambar tersebut identik dengan foto di laman Detik.com ini.

    Dalam gambar itu, Hendi menunjukkan beras bergambar Puan Maharani yang akan dibagikan di Kota Semarang menjelang Lebaran tahun 2022.

    Seperti diberitakan Detik.com, pada Rabu (27/4/2022), sebanyak 11.400 paket beras premium dalam kemasan plastik bergambar Puan dibagikan di Kota Semarang. Tiap satu paket berisi 5 kilogram beras.

    Hendi menjelaskan, beras dari Puan itu langsung disalurkan oleh KomandanTe atau pengampu teritori PDI-P Kota Semarang, sesuai dengan wilayah masing-masing, kepada warga yang membutuhkan.

    Oleh sebab itu, dapat dipastikan foto tersebut tidak terkait dengan kampanye Pemilu 2024.

    Dikutip dari Kompas.id, saat ini harga beras di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

    Kuota impor beras pada 2024 yang telah ditambah dari 1,6 juta ton menjadi 3,6 juta ton belum bisa meredam gejolak harga.

    Presiden Joko Widodo menyatakan cuaca sebagai penyebab kenaikan harga beras. Fenomena iklim El Nino membuat negara-negara di Asia Tenggara mengalami penurunan produksi beras.

    Kesimpulan

    Foto politikus PDI-P berdiri di dekat tumpukan karung beras disebarkan dengan narasi keliru. Beras tersebut tidak ada kaitannya dengan kampanye Pemilu 2024.

    Paket bantuan beras bergambar Puan Maharani itu dibagikan di Kota Semarang menjelang Lebaran tahun 2022.

    Rujukan

  • (GFD-2024-17081) [KLARIFIKASI] Pesan Berantai Berisi Nominal THR Bukan dari Perusahaan Ojek Online

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/03/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar pesan berantai soal nominal tunjangan hari raya (THR) ojek online (ojol) yang mengatasnamakan Gojek Indonesia.

    Besaran THR yang dijanjikan yakni Rp 1,2 juta untuk mitra sampingan dan Rp 1,8 juta untuk mitra penuh waktu.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu keliru dan perlu diluruskan.

    Pesan berantai soal nominal THR yang akan diterima mitra Gojek ditemukan di akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang disebarkan salah satu akun pada Rabu (20/3/2024):

    Gojek Tokopedia telah menyepakati peraturan pemerintah (PP) no. 14 tahun 2024 tentang Tunjangan Hari Raya (THR).

    Bahwa untuk Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2024 akan dibayarkan kepada seluruh mitra yang aktif dalam 9 bulan terakhir, selambatnya tanggal 02 April 2024

    Besaran THR mitra akan disesuaikan dengan ketentuan gojek terbaru, sebagai berikut:1. Mitra sampingan sebesar Rp. 1.200.000,.2. Mitra full time sebesar Rp 1.800.000,.

    Demikian yang kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.Selalu patuhi rambu-rambu lalu lintas dan tetap SEMANGAT.

    Salam,Gojek Indonesia

    akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, Rabu (20/3/2024), berisi pesan berantai soal nominal THR yang akan diterima mitra Gojek.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk untuk menanyakan kebenaran pesan yang beredar.

    Pesan tersebut dipastikan bukan bersumber dari pihak Gojek Indonesia.

    Pesan tersebut beredar setelah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menerbitkan Surat Edaran (SE) Menaker Nomor M/2/HK.04/III/2024 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2024 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

    Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI-JSK) Kemenaker Indah Anggoro Putri mengimbau perusahaan memberikan THR kepada mitra ojol.

    "Ojek online termasuk yang kami imbau untuk dibayarkan. Walaupun hubungan kerjanya adalah kemitraan tapi masuk dalam kategori pekerja waktu tertentu PKWT. Jadi ikut dalam coverage SE THR ini," kata Indah dikutip dari pemberitaan Kompas.com sebelumnya.

    Di sisi lain, SVP Corporate Affairs Gojek Rubi W Purnomo menghormati imbauan Kemnaker dan menghormati peraturan dan regulasi yang berlaku.

    Rubi mengatakan, mitra Gojek tidak termasuk dalam PKWT atau PKWTT.

    "Hubungan perusahaan aplikator dan pengemudi adalah hubungan kemitraan, bukan termasuk dalam bentuk hubungan kerja seperti perjanjian kerja dengan waktu tertentu (PKWT), perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT), dan hubungan kerja lainnya," kata Rubi dikutip dari Harian Kompas.

    Soal hubungan kerja berbasis kemitraan tersebut, Gojek mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua, serta Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

    Gojek tidak memberikan THR kepada mitra pengemudinya.

    Kendati demikian, sebagai pengganti THR, Gojek mengadakan Program Swadaya Mudik atau potongan harga untuk barang persiapan Lebaran, Bazar Swadaya yang menyediakan sembako murah, serta Mega Kopdar atau halalbihalal dengan hadiah menarik bagi mitra pengemudi.

    Program swadaya pengganti THR ini telah dilakukan sejak 2016, sebagai insentif selama Ramadhan berlangsung.

    Kesimpulan

    Pesan berantai berisi nominal THR ojol bukan bersumber dari Gojek Indonesia.

    Mitra Gojek tidak termasuk dalam PKWT atau PKWTT, sehingga perusahaan tidak memiliki kewajiban memberikan THR sesuai SE Kemnaker.

    Sebagai pengganti THR, Gojek menawarkan program swadaya mudik, bazar, dan kegiatan halalbihalal selama Ramadhan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-17337) [KLARIFIKASI] Video Ledakan di Jembatan Crimea, Bukan Runtuhnya Jembatan Baltimore

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/03/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menampilkan sudut pandang lain dari runtuhnya Jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat (AS).

    Dalam video, tampak ledakan disertai kobaran api dan kepulan asap terjadi di atas jembatan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut keliru. Jembatan dalam video bukan berlokasi di Baltimore.

    Video yang diklaim memperlihatkan ledakan di Jembatan Baltimore dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Rabu (27/3/2024)

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Alternate angle on Francis Scott Key bridge shows a large explosion.

    (Sisi lain dari jembatan Francis Scott Key menunjukkan ledakan besar).

    Screenshot Konteks keliru, video yang dibagikan adalah ledakan di Jembatan Crime pada 2022

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video itu menggunakan teknik reverse image search dengan Google Lens.

    Hasilnya, video serupa diunggah oleh akun X (Twitter) ini pada 8 Oktober 2022.

    Takarir atau caption video menyebutkan, ledakan terjadi pada sebuah jembatan di Crimea, wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia.

    Kemudian, Kompas.com menelusuri pemberitaan tentang ledakan di Jembatan Crimea dan menemukan video serupa diunggah oleh kanal YouTube The Guardian, pada 8 Oktober 2022.

    Berikut deskripsi yang dicantumkan:

    Rekaman CCTV menunjukkan saat jembatan yang menghubungkan Crimea dan Rusia dihantam ledakan besar pada Sabtu (8 Oktober 2022) pagi.

    Dikutip dari Kompas.id, Jembatan Crimea atau Jembatan Kerch menghubungkan Rusia dengan Semenanjung Crimea, yang diresmikan pada 2018.

    Jembatan Crimea adalah wilayah yang sebetulnya “abu-abu” karena secara de facto menjadi wilayah pendudukan Rusia sejak invasi Februari-Maret 2014, namun secara de jure masih diakui dunia internasional sebagai wilayah Ukraina.

    Rusia menyebut ledakan di Jembatan Crimea dipicu oleh bom truk, tanpa mengatakan siapa yang merencanakannya.

    Pelaku peledakan jembatan tersebut belum jelas, sebab, hampir tak mungkin truk pembawa bahan peledak mampu melewati sensor X-ray di pintu jembatan.

    Sementara, militer Ukraina sudah lama memiliki kemampuan menarget jembatan itu dengan roket, namun menahan diri karena tindakan itu berisiko memantik amarah Rusia.

    Adapun Jembatan Francis Scott Key ambruk setelah kapal kontainer menabrak tiang penyangga, pada Selasa (26/3/2024).

    Kecelakaan itu menyebabkan Pelabuhan Baltimore, pelabuhan kargo internasional terbesar kesembilan di AS, ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa sebuah video menampilkan sudut pandang lain dari peristiwa runtuhnya Jembatan Francis Scott Key di Baltimore, AS, merupakan narasi keliru.

    Video tersebut memperlihatkan ledakan di Jembatan Kerch, yang menghubungkan wilayah Crimea dengan Rusia, pada 8 Oktober 2022.

    Rujukan