• (GFD-2026-32403) [SALAH] Foto "Mahfud MD Tunjukkan Ijazah Palsu Jokowi di Persidangan"

    Sumber: TIKTOK.COM
    Tanggal publish: 20/02/2026

    Berita

    Akun Tiktok “didin6013” pada Sabtu (7/2/2026) mengunggah gambar [arsip] dengan narasi:

    “Profesor, Dr.Mahfud Md Turun Panggung - Mereka Marah Dipersidangan Setelah Menemukan Fakta Bahwa Ijazah Palsu Pak Jokowi Ternyata Baru, Hasil Cetakan Pada Tanggal 15 Desember 2025, Sejak 2 Bulan Yang Lalu......

    Terungkap : Alasan Licik Polisi Polda Metro Jaya - Mengapa Roy Suryo Dkk Dilarang Memegang, Dilarang Memotret, Dilarang Meraba, Dilarang Menerawang - Bukti Saat Gelar Perkara Khusus Di Markas Polda Metro Jaya, Pada Hari Senin, Tanggal 15 Desember 2025, Karena Kertasnya Masih Baru, Dan Aromanya Masih Bau Tinta Printer, Sejak 2 Bulan Yang Lalu“.

    Per Kamis (19/2/2026) video itu dilihat 539 ribu kali, disukai 5.210 kali, dibagikan ulang 1.104 kali dan menuai 1.410 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Mahfud MD tunjukkan ijazah palsu Jokowi di persidangan” ke mesin pencari Google. Tidak ditemukan sumber informasi kredibel yang membenarkan klaim tersebut.


    TurnBackHoax melakukan penelusuran lanjutan dengan mengunggah video tersebut ke situs pendeteksi Artificial Intelligence (AI), hivemoderation.com. Hasilnya, foto  tersebut diketahui hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) dengan probabilitas 99,9 persen.


    Sementara saat ini, sidang kasus dugaan ijazah palsu Jokowi masih berlanjut di Pengadilan Negeri Surakarta.

    Kesimpulan

    Faktanya, foto dalam unggahan merupakan hasil rekayasa artificial intelligence (AI) dengan probabilitas 99,9 persen. Unggahan video berisi narasi "Mahfud MD tunjukkan ijazah palsu Jokowi di persidangan" merupakan konten palsu (fabricated content)

    Rujukan

  • (GFD-2026-32404) [SALAH] BPJS Kesehatan (PBI JK) Dicabut karena Efisiensi Anggaran untuk MBG

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/02/2026

    Berita

    Akun Facebook “Devi Isma Ayu” pada Senin (2/2/2026) mengunggah foto [arsip] akun BPJS yang tidak aktif yang disertai narasi berikut:

    “Yang punya bpjs kesehatan (pbi jk) silahkan dicek. Barangkali tiba tiba dinonaktifkan sama kaya punya saya.
    Padahal tanggal 20 januari kemarin baru dipakai buat SC, tanggal 29 januari daftarin bpjs anak, eh tgl 30 januarinya tiba tiba bpjs mama dan bapanya dinonaktifkan. Katanya karena efisiensi anggaran buat di alihkan ke MBG makanya banyak peserta bpjs pbi yang tiba tiba dicabut kepesertaannya, apa iya?? #bpjskesehatan”.

    Hingga Jumat (20/2/2026) unggahan tersebut telah dibagikan ulang tiga kali dan dikomentari 79 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “BPJS PBI dinonaktifkan” ke mesin pencari Google. Hasilnya mengarah ke beberapa artikel, yakni:

    • medanaktual.com “BPJS PBI Dinonaktifkan? Ini Penyebab dan Cara Mengaktifkannya Kembali” yang tayang Sabtu (14/2/2026). Artikel ini menjelaskan bahwa penonaktifan BPJS PBI dilakukan Kementerian Sosial untuk memperbarui data supaya masyarakat yang mendapatkan bantuan merupakan masyarakat yang tepat sasaran. Di sini juga dijelaskan bagi masyarakat yang masih tergolong miskin atau rentan miskin masih bisa mengajukan reaktivasi. 

    • antaranews.com “Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan” yang tayang Rabu (4/2/2026). Melansir dari artikel ini, penonaktifan BPJS PBI per 1 Februari 2026 berlandaskan Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026. 

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “efisiensi anggaran MBG Dari BPJS PBI” ke mesin pencari Google. Hasilnya mengarah ke beberapa artikel yang membantah narasi tersebut, antara lain:

    • sumbar.suara.com “CEK FAKTA: BPJS Kesehatan PBI Dicabut karena MBG, Benarkah?” yang tayang Kamis (12/2/2026), dan

    antaranews.com “Hoaks! BPJS Kesehatan PBI dicabut karena efisiensi anggaran untuk MBG” yang tayang Rabu (11/2/2026).

    Kesimpulan

    Penonaktifan sejumlah peserta BPJS PBI dilakukan untuk memperbarui data supaya masyarakat yang mendapatkan bantuan merupakan masyarakat yang tepat sasaran. Jadi, unggahan berisi klaim “BPJS Kesehatan (PBI JK) dicabut karena efisiensi anggaran untuk dialihkan ke MBG” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32405) [SALAH] BPS Sebut Rata-Rata Gaji Rakyat Indonesia Rp78,6 Juta

    Sumber: X
    Tanggal publish: 20/02/2026

    Berita

    Akun X “B3doel__” pada Selasa (10/2/2025) mengunggah foto [arsip] yang bertuliskan:

    “BPS. Sebut : Rata Rata Gaji Rakyat indonesia Rp 78,6 juta
    Netizen: Data Dari Mana??”.

    Hingga Jumat (20/2/2026) unggahan tersebut telah disukai hampir 20 ribu akun dan dibagikan ulang sebanyak 5.800 kali. 

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “survei BPS rata-rata gaji rakyat Indonesia” ke mesin pencari Google. Hasilnya mengarah ke publikasi survei di laman resmi BPS berjudul “Rata-Rata Upah/Gaji (Rupiah)” yang terakhir diperbarui pada Jumat (7/11/2025). 

    Survei tersebut menunjukkan rata-rata upah/gaji rakyat Indonesia pada Februari 2025 adalah Rp3.094.818, sedangkan pada Agustus 2025 adalah Rp3.331.012. Lebih lanjut, pada Februari 2024 yaitu Rp3.040.719 dan pada Agustus 2024 yaitu Rp3.267.618.

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “BPS rilis rata-rata gaji Indonesia Rp78,6 juta” ke mesin pencari Google. Hasilnya mengarah ke beberapa artikel yang membantah klaim tersebut, antara lain:

    • Facebook Badan Pusat Statistik yang tayang pada Rabu (11/2/2026), dan

      liputan6.com “Cek Fakta: Hoaks BPS Rilis Rata Rata Gaji Rakyat Indonesia Rp 78,6 Juta” yang tayang Kamis (12/2/2026).

    Kesimpulan

    Tidak ada survei resmi BPS yang menyatakan bahwa rata-rata gaji rakyat Indonesia mencapai Rp78,6 juta. Jadi, unggahan berisi klaim “BPS Sebut Rata-Rata Gaji Rakyat Indonesia Rp78,6 Juta” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32406) Cek Fakta: Tidak Benar Video Ahok Umumkan Bagi-Bagi Bantuan Dana Selama Ramadan

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengumumkan akan memberikan bantuan dana selama bulan Ramadan. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 16 Februari 2026.
    Dalam unggahan video terdapat tulisan:
    "BAGI BAGI BANTUAN SELAMA BULAN RAMADHAN"
    Postingan turut memuat pernyataan Ahok, berikut isinya:
    "Tidak terasa satu tahun berlalu begitu cepat karena sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan bagi umat muslim, uang yang kita simpan akan menjadi warisan, tapi uang yang kita sedekahkan di bulan ramadan ini akan menjadi pembela di akhirat.
    Saya akan membantu meringankan beban perekonomian di bulan Ramadan ini dengan memberi tunjangan dana tunai agar kebutuhan selama bulan Ramadan terpenuhi dan menyambut hari raya dengan layak bagi keluarga yang menerima bantuan ini.
    Begitu data kalian masuk di Whatsapp, akan langsung saya transfer. Tidak ada yang direkayasa dalam program ini. Langsung menghubungi saya bagi yang membutuhkan, namun kalau tidak percaya tidak usah di komentar jangan cari masalah. Akan saya buktikan kebenarannya. Mungkin ini saja yang saya sampaikan kalau ada yang salah mohon maaf, salam."
    Sedangkan caption pada unggahannya yakni:
    "Program tunjangan dana bantuan modal usaha selama bulan Ramadhan"
    Terdapat link kirim pesan dalam postingan yang beredar tersebut.
    Lalu benarkah klaim video Ahok umumkan bantuan dana selama bulan Ramadan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Ahok umumkan bantuan dana selama bulan Ramadan. Penelusuran menemukan klaim video identik dengan unggahan Ahok melalui akun Instagram resminya @basukibtp bersama dengan Bank Permata @permatabank pada 24 September 2025.
    Dalam ungahannya, Ahok memberikan kata pengantar bahwa dia akan menjadi salah satu narasumber di Wealth Wisdom 2025 - Resilient Wealth, Confident Future dalam sesi “Resilient in Growth, Stronger Foundation yang digelar pada 7 Oktober 2025 di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place.
    Berikut pernyataan Ahok:
    "Hai saya Basuki Tjahaja Purnama biasa dipanggil Ahok, kita tentu tahu masa depan selalu ada peluang tapi ada juga ketidaktentuan. Tapi dalam ketidaktentuan ini pun selalu ada peluang kan. Oleh karena itu, saya sangat senang diundang menjadi salah satu narasumber di Wealth Wisdom yang diadakan oleh Permata Bank di tahun 2025 ini.
    Tentu di sini kita belajar bareng bagaimana mendapatkan inspirasi , tapi kita harapkan kita nanti memiliki mindset yang holistik dalam mengelola keuangan kita. Jadi kita bicara tentang masa depan kita bukan hanya bicara keuangan kan tapi kita juga bicara tentang ada wisdom itu untuk hidup ini.
    Mari bergabung di acara Wealth Wisdom Permata Bank di hari Selasa 7 Oktober 2025 ini di hotel The Ritz Carlton Jakarta, Pasific Place. Saya tunggu kita ketemu di sana untuk saling berbagi, saling belajar, semua jadi murid semua jadi guru, salam"
    Dalam unggahan ini, mantan komisaris utama Pertamina ini tidak menyebut sama sekali mengenai bantuan dana selama bulan Ramadan. Video klaim tersebut merupakan hasil editan.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Ahok mengumumkan akan memberikan bantuan dana selama bulan Ramadan, tidak benar.