• (GFD-2026-32486) [PENIPUAN] Video "Prabowo Bagikan Undangan BLT Kesra Melalui Facebook"

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 23/02/2026

    Berita

    Akun Facebook “Sifa Angelia” pada Selasa (17/2/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “BAPAK IBU YANG BELUM DAPAT BANSOS JAWAB HADIR AKAN ADA UNDANGAN BLT KESRA”

    Unggahan disertai takarir: 

    “bapak ibu yang belum dapat bantuan jawab hadir akan ada undangan blt kesra

    I will share this invitation for ladies and gentlemen who are respon…”

    Per Senin (23/2/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 859 tanda suka, menuai 1.800 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 32 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis video konten menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,8 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “Prabowo bagikan undangan BLT Kesra melalui Facebook” ke mesin pencarian Google. Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim.

    Menukil artikel kompas.com “Cara Daftar BLT Kesra 2025 Online lewat HP, Berikut Langkah-langkahnya”, tayang Rabu (26/11/2025). Artikel ini menyebut bahwa masyarakat bisa mendaftar sebagai penerima bantuan langsung tunai kesejahteraan rakyat (BLT Kesra) 2025 secara online melalui fitur “Usul” di aplikasi Cek Bansos.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,8 persen. Unggahan video berisi klaim “Presiden Prabowo bagikan undangan BLT Kesra melalui Facebook” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32488) [SALAH] Video "Kopi Saset Mengandung Obat Berbahaya"

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 23/02/2026

    Berita

    Akun Instagram “sulham1208” pada Minggu (11/12/2025) mengunggah video [arsip] dengan narasi:

    “Hati hati dengan minuman ini ternyata bercampur obat”

    Per Senin (23/2/2026) video itu sudah ditonton 652 ribu kali, disukai 8.578 kali, dibagikan 10 ribu kali dan menuai 883 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “kopi saset mengandung obat berbahaya” ke mesin pencari Google,  ditemukan artikel bantahan dari cekfakta.tempo.co dengan judul artikel “Menyesatkan, Video dengan Klaim Kopi Saset Mengandung Obat Berbahaya untuk Kurangi Jumlah Penduduk” yang tayang pada Kamis (4/1/2024).


    Dilansir dari cekfakta.tempo.co, PT Sari Incofood Corporation melalui kuasa hukumnya merilis pernyataan resmi bahwa video yang menyebutkan kopi saset Indocafe Coffeemix 3 in 1 mengandung obat berbahaya adalah keliru. Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa produk tersebut diproduksi dengan pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan nomor registrasi MD 667002017010.


    Video dan klaim tersebut telah muncul sejak November 2023 dan telah dibantah produsennya. Namun, kini kembali beredar di Indonesia dengan tambahan narasi tujuan penyebaran kopi tersebut untuk mengurangi jumlah penduduk, padahal klaim itu keliru.

    Kesimpulan

    Faktanya, PT Sari Incofood Corporation melalui kuasa hukumnya merilis pernyataan resmi bahwa video yang menyebutkan kopi saset Indocafe Coffeemix 3 in 1 mengandung obat berbahaya adalah keliru. Unggahan berisi narasi “kopi saset mengandung obat berbahaya” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32489) [PENIPUAN] Tautan Lowongan Kerja PT Paragon Tahun 2026

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 23/02/2026

    Berita

    Akun TikTok “daus raja loker” pada Minggu (17/02/2026) membagikan unggahan [arsip] berisi informasi lowongan kerja di PT Paragon tahun 2026.

    Berikut narasi lengkapnya:

    “ PT Paragon Technology and Innovation lagi buka 6 POSISI SEKALIGUS!

    Daftar sekarang! Link ada di bio profil Siapa cepat dia dapat!

    Per Senin (23/02/2026), unggahan sudah dilihat 924 kali, disukai 7 pengguna, dan dibagikan ulang sebanyak 3 kali ".

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan pendaftaran dalam bio profil. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi PT Paragon (https://www.paragon-innovation.com/). Warganet justru diminta menuliskan nama lengkap, usia, jenis kelamin, dan nomor handphone yang terhubung dengan akun Telegram.

    TurnBackHoax kemudian menelusuri informasi lowongan kerja di laman karir PT Paragon (https://www.paragon-innovation.com/career). Dari laman tersebut ada beberapa posisi yang dibuka, tetapi berbeda dengan yang diunggah oleh akun TikTok “daus raja loker”. Adapun lowongan kerja yang tersedia yaitu hanya untuk posisi Management Trainee (MT), antara lain sebagai berikut

    • MT CEO Office

    • MT Enterprise Transformation and Risk Management

    • MT ParagonCorp Malaysia

    • MT Corporate Data and Analytics

    • MT Corporate Affairs

    • MT Human Resources

    • MT Technology

    Kesimpulan

    Pendaftaran lowongan kerja di PT Paragon hanya melalui laman (https://www.paragon-innovation.com/career). Unggahan berisi tautan “lowongan kerja PT Paragon Tahun 2026” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32490) [PENIPUAN] Bantuan Dana untuk Masyarakat Non Muslim 2026

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 23/02/2026

    Berita

    Akun Facebook “Pdt. Samuel Akihary” pada Selasa, (27/01/2026) mengunggah video [arsip] yang menginformasikan adanya bantuan untuk masyarakat non muslim. Unggahan itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Bantuan Dana untuk masyarakat non muslim sebesar Rp200 juta - 2 milyar hingga semester pertama 2025/2026. Bantuan ini bertujuan untuk menunjang operasional untuk masyarakat non muslim dan gereja, termasuk pengembangan dan manajemen administrasi operasional di berbagai wilayah.

    Bantuan tersebut disalurkan kepada umat non muslim dan gereja, tapekong.pura dan lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau. Inisiatif ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah dalam mendukung kebebasan beragama di seluruh Indonesia.

    Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 273 ribu tayangan, 2.080 reaksi, menuai 218 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 17 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim mengenai bantuan yayasan yang disebut disalurkan melalui Kementerian Agama dengan menggunakan fitur Google Reverse Image Search terhadap gambar yang beredar dalam unggahan. Hasil penelusuran mengarah pada akun Facebook bernama Pdt Norman Ambarita M.Th. yang mencantumkan keterangan pada bagian bio terkait penyaluran bantuan untuk umat Nasrani melalui Kementerian Agama.

    Untuk memastikan kebenaran klaim tersebut, tim kemudian memeriksa informasi resmi melalui akun Instagram terverifikasi Kementerian Agama RI, yaitu @kemenag_ri dan @kemenagbimaskristen. Hasilnya ditemukan unggahan resmi yang mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap surat atau informasi palsu yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag RI.

    Dalam unggahan yang dikutip pada Rabu (18/2/2026), Kementerian Agama menegaskan bahwa beredarnya surat terkait penyaluran “Bantuan Dana DAP (Direct Aid Program)” yang mencatut kerja sama dengan Australia adalah tidak benar atau hoaks. Kemenag juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi bantuan yang tidak bersumber dari kanal resmi pemerintah.

    Selanjutnya, tim juga menelusuri cuplikan presenter televisi yang muncul dalam unggahan tersebut. Hasil pencarian mengarah pada sebuah video yang diunggah melalui YouTube Shorts @bayotonga16. Video tersebut diketahui telah dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dalam versi aslinya, presenter tersebut tidak membahas dana bantuan sebagaimana diklaim, melainkan memberitakan peristiwa banjir yang terjadi di Batang Toru, Sumatera Selatan.

    Kesimpulan

    Kemenag telah membantah informasi tersebut secara resmi, sementara video presenter yang disertakan dalam unggahan terbukti dimanipulasi dengan teknologi AI dan tidak membahas dana bantuan, melainkan berita banjir di Batang Toru. Dengan demikian, video dengan klaim “bantuan dana untuk masyarakat non muslim 2026” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan