(GFD-2026-32491) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Cetak Kupon Program Undian Gebyar BCA
Sumber:Tanggal publish: 23/02/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link cetak kupon program undian Gebyar BCA, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 21 Februari 2026.
Unggahan link cetak kupon program undian Gebyar BCA, berupa tulisan sebagai berikut.
"Khusus Nasabah Bank BCA yang sudah menggunakan BCAmobile, myBCA, KlikBCA, Program undian Gebyar BCA Berlimpah hadiah kini hadir lagi jangan lewatkan Kesempatan memenangkan hadiah menarik di bawah ini.
𝐏𝐞𝐧𝐝𝐚𝐟𝐭𝐚𝐫𝐚𝐧 : 𝐆𝐫𝐚𝐭𝐢𝐬√
𝐆𝐞𝐛𝐲𝐚𝐫 𝐁𝐂𝐀 𝐁𝐞𝐫𝐥𝐢𝐦𝐩𝐚𝐡 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡
• 3 Unit Mobil Mercedes benz
• 5 Unit Mobil Pajero Sport
• 5 Unit Mobil Fortuner
• 5 Unit Mobil CR-V Turbo
• 10 Unit Mobil Brio
• 30 Unit Motor Yamaha Nmax
• 40 Unit iPhone 15Promax
• 20 Unit Paket Haji & Umroh
• Emas & Logam Mulia
• Uang Tunai Rp.10juta - Rp.100juta
𝐌𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐡𝐚𝐝𝐢𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐚𝐫𝐢𝐤 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚.!!
#𝐆𝐞𝐛𝐲𝐚𝐫𝐁𝐂𝐀
#𝐁𝐂𝐀𝐦𝐨𝐛𝐢𝐥𝐞
#𝐦𝐲𝐁𝐂𝐀
#𝐊𝐥𝐢𝐤𝐁𝐂𝐀"
Dalam unggahan tersebut terdapat menu daftar sekarang, jika diklik akan muncul link berikut.
https://kejutanby.pages.dev/bca/login
Link tersebut akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dengan meminta sejumlah informasi pribadi, seperti nama, isi saldo rekening dan nomor telepon.
Benarkah klaim link cetak kupon program undian Gebyar BCA? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link cetak kupon program undian Gebyar BCA, dengan membuka website resmi Bank BCA, BCA.co.id. Penelusuran mengarah pada tulisan berjudul "Hati-Hati Modus Penipuan Mengatasnamakan Program Gebyar Hadiah BCA" yang dimuat situs resmi BCA bca.co.id, tulisan tersebut menyebutkan Program Gebyar Hadiah BCA tidak pernah meminta nasabah untuk mendaftar mencetak kupon undian atau menukar poin. Apalagi diminta mengisi data-data pribadi, itu sudah pasti penipuan.
Semua nasabah yang memiliki Tahapan BCA, Tahapan Gold BCA, dan/atau Tahapan Xpresi BCA secara otomatis sudah dapat mengikuti program Gebyar Hadiah BCA dengan mengumpulkan poin yang bisa didapatkan dari menabung atau melakukan transaksi.
Dalam Program Gebyar Hadiah BCA, poin dapat dikumpulkan dengan menabung ataupun bertransaksi melalui aplikasi myBCA dan BCA mobile. Setiap transaksi yang memenuhi kriteria tertentu akan menambah poin. Untuk detail lebih lanjut tentang bagaimana cara mengumpulkan Poin Gebyar Hadiah BCA.
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran gebyar undian BCA, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Awas Penipuan Pembagian Hadiah Mencatut BCA, Simak Cara Hindarinya Agar Tak Jadi Korban" yang dimuat Liputan6.com, dalam artikel tersebut EVP Corporate Communication and Social Responsibility Hera F. Haryn, mengatakan, informasi yang menawarkan undian dengan sejumlah hadiah mewah mengatasnamakan BCA telah beredar di media sosial adalah tidak benar dan merupakan penipuan.
"Sehubungan beredarnya informasi di akun media sosial yang mengatasnamakan BCA atau menggunakan foto jajaran Direksi dan Komisaris BCA lalu menawarkan undian dengan sejumlah hadiah mewah, dapat kami pastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan aksi penipuan," kata Hera, saat berbincang dengan Liputan6.com, dikutip Minggu (9/3/2025).
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link cetak kupon program undian Gebyar BCA tidak benar.
Program Gebyar Hadiah BCA tidak pernah meminta nasabah untuk mendaftar mencetak kupon undian atau menukar poin. Apalagi diminta mengisi data-data pribadi, itu sudah pasti penipuan.
Rujukan
(GFD-2026-32446) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Internet Gratis Selama Ramadan
Sumber:Tanggal publish: 22/02/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran internet gratis selama bulan Ramadan. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 20 Februari 2026.
Berikut isi unggahannya:
"“Program Khusus! Internet Gratis selama bulan ramadhan untuk Pendaftar Baru.”
Kesempatan terbatas bagi masyarakat—cukup daftar, verifikasi, dan nikmati internet stabil tanpa membayar selama bulan Ramadhan"
Unggahan menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:
"INTERNET GRATIS AKTIF RAMADHAN 2026
Pemerintah Umumkan Internet Gratis Untuk Rakyat Jelang Ramadhan 2026"
Unggahan disertai menu daftar. Saat menu tersebut diklik, mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran internet gratis selama bulan Ramadan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran internet gratis selama bulan Ramadan. Penelusuran mengarah artikel berita Liputan6.com berjudul "Cara Daftar Internet Rakyat, Akses Internet 5G Unlimited Rp 100 Ribu per Bulan" yang dimuat pada 25 November 2025.
Artikel ini menjelaskan cara mendaftar Internet Rakyatm yakni calon pengguna harus mengakses situs resmi internet rakyat melalui internetrakyat.id atau internetrakyat.id/register.
Pada halaman ini akan ditampilkan bagian kolom formulir data yang wajib diisi seperti data diri, nomor telepon, lokasi hingga tempat tinggal.
Paket internet rakyat ini mencakup beberapa keuntungan, seperti, layanan 5G FWA, kecepatan hingga 100 Mbps dan frekuensi 1,4GHz, modem gratis tanpa biaya sewa, layanan gratis untuk bulan pertama, dan tanpa biaya pemasangan.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran internet gratis selama Ramadan, tidak benar.
(GFD-2026-32463) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan Alat Pertanian untuk Petani Milenial
Sumber:Tanggal publish: 22/02/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan alat pertanian untuk petani milenial dari Kementerian Pertanian (Kementan). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada Minggu 12 Februari 2026.
Berikut isi unggahannya:
"� Program Bantuan Untuk Petani Milenial di seluruh indonesia
Dukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat melalui bantuan ini.
� Kriteria penerima:
Petani pemula
Kelompok tani
Pekerja yang membutuhkan dukungan usaha
� Segera manfaatkan kesempatan ini!
� Berlaku sampai bulan Desember.
� Bersama kita tingkatkan produksi Pertanian Indonesia!
�LINK DAFTAR ADA DI BIO PROFIL"
Unggahan menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:
"KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
KABAR GEMBIRA!!!!
BANTUAN PEMERINTAH UNTUK PETANIAN SELURUH PETANI INDONESIA.
1000 Mesin QUICK
5000 Tangki Semprot Mesin
50000 Pupuk Siap Pakai
100000 Obat/Racun Hama
Bantuan ini Diberikan Oleh Kementan Bertujuan Untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Pertanian Dan Mengurangi Biaya Penggeluran Petani.
Pendaftaran Dilaksanakan Secara Online Bertujuan Bantuan Tepat Sasaran"
Link pendaftaran pada bio profil saat diklik mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama dan nomor Telegram aktif.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran bantuan alat pertanian untuk petani milenial dari Kementerian Pertanian? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan alat pertanian untuk petani milenial dari Kementerian Pertanian. Penelusuran mengarah ke unggahan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementrian Pertanian melalui akun Instagram resminya @pspkementan.
Ditjen PSP Kementan mengimbau seluruh petani, untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan).
"Jangan mudah percaya pada oknum yang menjanjikan bantuan dengan imbalan tertentu. Laporkan jika menemukan indikasi penipuan! Bersama kita jaga integritas dan transparansi dalam pembangunan pertanian," tulis Ditjen PSP yang dikutip pada Minggu 22 Februari 2026.
Kementan menyampaikan, seluruh pengadaan alsintan dilakukan melalui e-Catalog LKPP. Pengajuan bantuan dilakukan secara online melalui e-Proposal, sesuai Permentan No. 41 Tahun 2014. Terdapat 3 tahapan yaitu: perencanaan, pengadaan, dan pemanfaatan.
Para petani diimbau:
1. Jangan bagikan data pribadi atau identitas kelompok tani kepada pihak yang tidak jelas. Bantuan resmi tidak pernah meminta informasi tanpa proses resmi.
2. Pelajari kriteria penerima bantuan (CPCL) langsung da Petunjuk Teknis (Juknis) yang bisa diunduh di psp.pertanian.go.id.
3. Selalu verifikasi informasi ke Dinas Pertanian setempat atau hubungi akun resmi PSP Kementan jika menemukan informasi yang meragukan di lapangan.
4. Laporkan akun atau pihak yang melakukan penipuan agar segera ditindaklanjuti dan tidak menipu korban lainnya.
Penelusuran juga mengarah ke Infografis dari Antara mengenai cara mendapatkan bantuan. Berikut langkahnya:
1. Petani/kelompok tani membuat proposal pengajuan bantuan alat dan mesin pertanian.
2. Serahkan proposal kepada dinas pertanian kabupaten/kota dengan datang langsung ke kantor.
3. Petugas mengecek kelengkapan proposal dan dokumen pendukung, seperti identitas anggota kelompok tani.
4. Jika proposal/dokumen belum lengkap, maka proposal dikembalikan untuk dilengkapi. Jika lengkap, proposal diteruskan ke Kementan.
5. Kelompok tani yang dapatkan bantuan akan melakukan serah terima dan menandatangani dokumen pertanggung jawaban.
Keterangan:
Informasi terkait periode pendaftaran bantuan dapat ditanyakan ke dinas pertanian setempat.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan alat pertanian untuk petani milenial dari Kementerian Pertanian, tidak benar.
Rujukan
(GFD-2026-32464) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Bansos Ramadhan 2026
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 22/02/2026
Berita
Beredar unggahan tautan [arsip] dari akun Facebook “kabar bantuan bansos” pada Senin (9/2/2026). Unggahan beserta narasi :
“"Ayo daftarkan segera BANSOS RAMADHAN"
Menjelang Ramadhan pemerintah membuka pendaftaran penerima bansos
(DAFTAR SEBELUM DI TUTUP)”
Hingga Minggu (22/2/2026) unggahan telah mendapatkan 589 tanda suka, 135 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 9 kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan mengunjungi tautan tersebut. Diketahui tautan yang dibagikan akun Facebook “kabar bantuan bansos” tidak mengarah ke laman resmi pengecekan bansos Kementerian Sosial di cekbansos.kemensos.go.id. Sebaliknya, tautan tersebut mengarahkan ke sebuah laman yang meminta pengunjung untuk mengisi data pribadi. Informasi yang diminta meliputi nama lengkap sesuai KTP, nomor telegram aktif, asal provinsi dan jenis kelamin.
Dilansir dari kompas.com, menjelang Ramadhan 1447 H yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan Februari 2026, pemerintah menyalurkan bantuan sosial tahap pertama tahun 2026 melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Penyaluran ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat rentan menjelang bulan puasa dan Idul Fitri. Program bantuan rutin dari Kementerian Sosial tersebut diperuntukkan bagi keluarga miskin dan rentan, dengan kelompok prioritas meliputi ibu hamil, balita, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu.
Kesimpulan
Rujukan
- https://cekbansos.kemensos.go.id/
- https://www.kompas.com/jawa-barat/read/2026/02/12/111500288/bansos-pkh-dan-bpnt-cair-jelang-puasa-ramadhan-2026-ini-sasaran-utama
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid035VCZT2Ax9queLxwZbjXekRWDcF1UyHSqwUg5G3H3aV18nb6ZALKkvMZshCX7tbZ4l&id=61587449433231
- https://archive.ph/wip/wvloV
.png)