“Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, berduka, banjir, longsor…
Mohon doanya, untuk saudara2 sesama muslim di sana, dan saudara sebangsa dan setanah air….”
(GFD-2021-6015) [SALAH] Foto Korban Banjir dan Longsor di Tanjungpinang
Sumber: twitter.comTanggal publish: 06/01/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter @indunissy_al mengunggah sebuah gambar yang memperlihatkan beberapa orang tergeletak tidak sadarkan diri disertai dengan narasi berduka atas terjadinya bencana banjir dan longsor di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Berdasarkan hasil penelusuran, gambar tersebut bukan korban banjir di Tanjungpinang melainkan korban kecelakaan mobil yang terjun ke dalam sungai Batang Lupar, Sarawak, Malaysia, Jumat (1/1/2021). Sembilan orang meninggal setelah kendaraan mereka jatuh ke Sungai Batang Lupar.
Adapun banjir dan longsor yang melanda kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (3/1/2021) telah mengakibatkan sebanyak 14 rumah rusak dan memaksa 47 jiwa mengungsi ke lokasi sementara lantaran rumahnya tak bisa ditempati. Terdapat empat lokasi perumahan yang terjadi longsor di antaranya yaitu di perumahan Griya Cendrawasih Kilometer 4 Atas Tanjung Pinang.
Menurut Koordinator Perumahan Griya Cenderawasih, Hendri Yudi tidak ada korban jiwa maupun luka dalam bencana tersebut karena seluruh penghuni rumah langsung menyelamatkan diri. Selaras dengan itu, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Tanjungpinang juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut.
“Tidak ada korban jiwa sepeti yang beredar di media sosial, itu saya yakinkan hoaks,” kata Kepala BPBD Kota Tanjungpinang, Dedy Syufri Yusja, Senin (4/1/2020).
Dedy juga menjelaskan, berdasarkan data yang dikumpulkan, korban terdampak banjir dan longsor di Tanjungpinang mencapai 3.210 jiwa.
Dengan demikian, gambar dalam unggahan akun Twitter @indunissy_al adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang salah.
Berdasarkan hasil penelusuran, gambar tersebut bukan korban banjir di Tanjungpinang melainkan korban kecelakaan mobil yang terjun ke dalam sungai Batang Lupar, Sarawak, Malaysia, Jumat (1/1/2021). Sembilan orang meninggal setelah kendaraan mereka jatuh ke Sungai Batang Lupar.
Adapun banjir dan longsor yang melanda kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (3/1/2021) telah mengakibatkan sebanyak 14 rumah rusak dan memaksa 47 jiwa mengungsi ke lokasi sementara lantaran rumahnya tak bisa ditempati. Terdapat empat lokasi perumahan yang terjadi longsor di antaranya yaitu di perumahan Griya Cendrawasih Kilometer 4 Atas Tanjung Pinang.
Menurut Koordinator Perumahan Griya Cenderawasih, Hendri Yudi tidak ada korban jiwa maupun luka dalam bencana tersebut karena seluruh penghuni rumah langsung menyelamatkan diri. Selaras dengan itu, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Tanjungpinang juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut.
“Tidak ada korban jiwa sepeti yang beredar di media sosial, itu saya yakinkan hoaks,” kata Kepala BPBD Kota Tanjungpinang, Dedy Syufri Yusja, Senin (4/1/2020).
Dedy juga menjelaskan, berdasarkan data yang dikumpulkan, korban terdampak banjir dan longsor di Tanjungpinang mencapai 3.210 jiwa.
Dengan demikian, gambar dalam unggahan akun Twitter @indunissy_al adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).
Faktanya, gambar tersebut bukan korban banjir di Tanjungpinang melainkan korban kecelakaan mobil yang terjun ke dalam sungai Batang Lupar, Sarawak, Malaysia, Jumat (1/1/2021). Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Tanjungpinang juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut.
Faktanya, gambar tersebut bukan korban banjir di Tanjungpinang melainkan korban kecelakaan mobil yang terjun ke dalam sungai Batang Lupar, Sarawak, Malaysia, Jumat (1/1/2021). Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Tanjungpinang juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut.
Rujukan
- https://www.bharian.com.my/berita/nasional/2021/01/771102/9-maut-di-sungai-batang-lupar-mahu-hantar-keluarga-ke-sekolah-tahfiz
- https://batam.suara.com/read/2021/01/04/141229/beredar-kabar-bencana-sebabkan-korban-jiwa-bpbd-tanjungpinang-itu-hoaks
- https://regional.inews.id/berita/banjir-longsor-terjang-tanjungpinang-14-rumah-rusak-parah-puluhan-warga-mengungsi
(GFD-2021-6016) [SALAH] Data Pengurus FPI oleh Intelkam Polda NTB
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 06/01/2021
Berita
“KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH NUSA TENGGARA BARAT
DIREKTORAT INTELKAM
DATA PENGURUS FRONT PEMBELA ISLAM (FPI), TOKOH AFILIASI, SIMPATISAN DAN KONTRA TERHADAP FPI DI WILKUM POLDA NTB.
I. Provinsi NTB
A. Pengurus Organisasi Masyarakat FPI di Provinsi. NTB diresmikan/dilantik pada hari Minggu tanggal 16 Desember Tahun 2018 bertempat di Ponpes Ihya Ulumuddin alamat Dusun Kebon lauq Desa Masbagik Sel. Kec. Masbagik Kab. Lombok Timur
B. Struktur Organisasi pengurus DPD FPI di Prov. NTB sebagai berikut
Imam : TGH ABDUL FATTAH ZEIN
Penasehat: H. MAKMUM MOERAD
Ketua Tanfidzi: HABIEB HARUN MULACELA
Sekertaris: Ustad AMRILLAH .S.Kom
Panglima FPI: H. AHMAD YANI
Ketua HILMI FPI: Ustad BAKAL BAGES
Ketua Mujahidah Pembela Islam: WARDAH AL HABSYI”
Selengkapnya digambar
DAERAH NUSA TENGGARA BARAT
DIREKTORAT INTELKAM
DATA PENGURUS FRONT PEMBELA ISLAM (FPI), TOKOH AFILIASI, SIMPATISAN DAN KONTRA TERHADAP FPI DI WILKUM POLDA NTB.
I. Provinsi NTB
A. Pengurus Organisasi Masyarakat FPI di Provinsi. NTB diresmikan/dilantik pada hari Minggu tanggal 16 Desember Tahun 2018 bertempat di Ponpes Ihya Ulumuddin alamat Dusun Kebon lauq Desa Masbagik Sel. Kec. Masbagik Kab. Lombok Timur
B. Struktur Organisasi pengurus DPD FPI di Prov. NTB sebagai berikut
Imam : TGH ABDUL FATTAH ZEIN
Penasehat: H. MAKMUM MOERAD
Ketua Tanfidzi: HABIEB HARUN MULACELA
Sekertaris: Ustad AMRILLAH .S.Kom
Panglima FPI: H. AHMAD YANI
Ketua HILMI FPI: Ustad BAKAL BAGES
Ketua Mujahidah Pembela Islam: WARDAH AL HABSYI”
Selengkapnya digambar
Hasil Cek Fakta
Beredar pada Whatsapp surat yang di dalamnya terdapat data pengurus FPI, tokoh afiliasi, simpatisan dan kontra terhadap FPI di wilayah hukum Polda NTB yang mencatut Direktorat Intelkam NTB.
Setelah ditelusuri, melansir dari iNewsNTB.id Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menegaskan informasi tersebut adalah hoax dan Dit Intelkam tidak perah menerbitkan data tersebut.
“Jadi, itu hoaks. Sekali lagi, data yang beredar secara masif itu saya pastikan dan nyatakan sebagai data yang tidak benar, itu bukan bersumber dari Dit Intelkam Polda NTB dan saat ini pihak dari cyber crime sedang mendalami berita hoax tersebut,” ucapnya dalam artikel iNewsNTB.id.
Hal yang sama diterangkan oleh Direktur Intelkam Polda NTB Kombes Pol. Drs. Susilo R. Irianto yang menyatakan banyak kejanggalan dalam data yang tersebar tersebut.
Dengan demikian, surat yang di dalamnya berisi informasi data pengurus FPI, tokoh afiliasi, simpatisan dan kontra terhadap FPI di wilayah hukum Polda NTB yang mencatut Direktorat Intelkam NTB tidak benar. Dit Intelkam tidak pernah menerbitkan data tersebut dan Kabid Humas Polda NTB menegaskan informasi tersebut hoax, sehingga masuk dalam imposter content.
Setelah ditelusuri, melansir dari iNewsNTB.id Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menegaskan informasi tersebut adalah hoax dan Dit Intelkam tidak perah menerbitkan data tersebut.
“Jadi, itu hoaks. Sekali lagi, data yang beredar secara masif itu saya pastikan dan nyatakan sebagai data yang tidak benar, itu bukan bersumber dari Dit Intelkam Polda NTB dan saat ini pihak dari cyber crime sedang mendalami berita hoax tersebut,” ucapnya dalam artikel iNewsNTB.id.
Hal yang sama diterangkan oleh Direktur Intelkam Polda NTB Kombes Pol. Drs. Susilo R. Irianto yang menyatakan banyak kejanggalan dalam data yang tersebar tersebut.
Dengan demikian, surat yang di dalamnya berisi informasi data pengurus FPI, tokoh afiliasi, simpatisan dan kontra terhadap FPI di wilayah hukum Polda NTB yang mencatut Direktorat Intelkam NTB tidak benar. Dit Intelkam tidak pernah menerbitkan data tersebut dan Kabid Humas Polda NTB menegaskan informasi tersebut hoax, sehingga masuk dalam imposter content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).
Data tersebut adalah hoax. Faktanya, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto dan Direktorat Intelkam NTB telah memberikan bantahan terhadap surat yang mengatasnamakan pihaknya.
Data tersebut adalah hoax. Faktanya, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto dan Direktorat Intelkam NTB telah memberikan bantahan terhadap surat yang mengatasnamakan pihaknya.
Rujukan
(GFD-2021-6017) [SALAH] Vaksin Bermasalah dan Mengerikan, Disuntik Bisa Menjadi Sakit dan Sekarat
Sumber: facebook.comTanggal publish: 06/01/2021
Berita
Sebuah akun media sosial Facebook mengunggah suatu artikel yang berjudul “240 Warga Israel Positif Covid-19 Usai Terima Vaksin”. Dalam narasinya, akun Facebook raden_mahesa21 ini menyatakan bahwa vaksin yang disuntikkan kepada pasien Covid-19 adalah vaksin yang bermasalah. Akun ini bahkan menambahkan bahwa, suntik vaksin dapat menimbulkan penyakit kepada pasien.
Hasil Cek Fakta
Namun, setelah menelusuri artikel yang dibagikan tersebut, ternyata tidak ada pernyataan bahwa penyuntikan vaksin Pfizer-BioNTech menyebabkan masyarakat Israel terjangkit virus Covid-19. Dalam penjelasannya, artikel itu menyebutkan, dari 1juta pasien yang disuntikkan vaksin, terdapat 240 orang yang masih terjangkit Covid-19. Jadi 240 orang pasien tersebut sebelumnya memang telah terjangkit Covid-19, bukan setelah dilakukannya penyuntikan vaksin.
Melansir dari artikel kompas.com, Infeksi virus Covid-19 ini masih bisa terjadi lantaran vaksin Pfizer-BioNTech yang dipakai Israel butuh waktu untuk melatih sistem kekebalan, agar dapat mengenali dan melawan penyakit. Vaksin corona buatan Amerika Serikat (AS) itu butuh dua suntikan untuk bekerja maksimal. Menurut penelitian, kekebalan terhadap Covid-19 meningkat 8-10 hari setelah suntikan pertama dan itu baru 50 persen. Suntikan kedua diberikan 21 hari setelah suntikan pertama, dan kekebalan 95 persen sesuai yang diklaim Pfizer-BioNTech, dicapai seminggu setelahnya.
Hal terkait penyakit yang timbul akibat suntik vaksin pun keliru. Dari artikel turnbackhoax.id, ditemukan sebuah artikel yang membahas tentang hoaks warga Korea Selatan meninggal akibat suntikkan vaksin. Artikel ini menjelaskan bahwa kematian dari warga Korea itu bukan diakibatkan oleh vaksinasi. Presiden Korea sendiri menjelaskan bahwa meninggalnya beberapa warga Korea bukan disebabkan oleh suntikkan vaksin, namun karena penyebab lain. Hal tersebut pun telah dibuktikan melalui hasil autopsi terhadap jenazah pasien.
Jadi dapat disimpulkan, bahwa postingan raden_mahesa21 tentang vaksin bermasalah adalah tidak sesuai dengan fakta dan masuk ke dalam hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Melansir dari artikel kompas.com, Infeksi virus Covid-19 ini masih bisa terjadi lantaran vaksin Pfizer-BioNTech yang dipakai Israel butuh waktu untuk melatih sistem kekebalan, agar dapat mengenali dan melawan penyakit. Vaksin corona buatan Amerika Serikat (AS) itu butuh dua suntikan untuk bekerja maksimal. Menurut penelitian, kekebalan terhadap Covid-19 meningkat 8-10 hari setelah suntikan pertama dan itu baru 50 persen. Suntikan kedua diberikan 21 hari setelah suntikan pertama, dan kekebalan 95 persen sesuai yang diklaim Pfizer-BioNTech, dicapai seminggu setelahnya.
Hal terkait penyakit yang timbul akibat suntik vaksin pun keliru. Dari artikel turnbackhoax.id, ditemukan sebuah artikel yang membahas tentang hoaks warga Korea Selatan meninggal akibat suntikkan vaksin. Artikel ini menjelaskan bahwa kematian dari warga Korea itu bukan diakibatkan oleh vaksinasi. Presiden Korea sendiri menjelaskan bahwa meninggalnya beberapa warga Korea bukan disebabkan oleh suntikkan vaksin, namun karena penyebab lain. Hal tersebut pun telah dibuktikan melalui hasil autopsi terhadap jenazah pasien.
Jadi dapat disimpulkan, bahwa postingan raden_mahesa21 tentang vaksin bermasalah adalah tidak sesuai dengan fakta dan masuk ke dalam hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Rujukan
(GFD-2021-8440) Keliru, Klaim Ini Video Kemunculan Harimau Jawa di Hutan Jati Blora
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 06/01/2021
Berita
Video yang memperlihatkan seekor harimau melintasi kawasan di hutan jati beredar di media sosial. Menurut klaim yang menyertai video itu, harimau tersebut merupakan harimau Jawa yang menampakkan diri di hutan jati Blora, Jawa Tengah.
Di Youtube, video berdurasi 30 detik itu diunggah oleh kanal Wiro Channel pada 2 Januari 2021. Video ini diberi judul "Harimau Menampakkan Diri di Hutan Jati.!!! Blora. Punyaa..". Dalam keterangannya, kanal ini menulis bahwa harimau Jawa itu muncul di hutan jati di sebuah desa.
"Harimau jawa ini terlihat mengaung ngaung di hutan jati ..yangg kurang jelas juga siapa yang merekam menurut info harimau ini terdapat di hutan jati desa purut ato desa palang besi .." demikian narasi yang ditulis oleh kanal tersebut dalam keterangannya.
Gambar tangkapan layar video unggahan kanal YouTube Wiro Channel dengan klaim yang keliru tentang konteks kemunculan harimau yang terlihat dalam videonya.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Lalu, gambar-gambar itu ditelusuri denganreverse image toolGoogle dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa lokasi kemunculan harimau dalam video tersebut bukanlah di Blora, Jawa Tengah, melainkan di Bhadradri Kothagudem, Telangana, India.
Video yang identik pernah diunggah ke YouTube oleh kanal berita televisi satelit India Prime9 News pada 27 November 2020 dengan judul “Tiger Enters in Bhadradri Kothagudem District | Prime9 News”. Kanal milik agensi berita India Asian News International, ANI News Official, juga pernah menggungah video kemunculan harimau itu pada 14 Desember 2020 dengan judul “Cow severely injured after tiger attack in Telangana”.
Dalam keterangannya, ANI News Official melaporkan bahwa seekor sapi mengalami luka-luka setelah diserang oleh seekor harimau di Telangana pada 14 Desember 2020. Insiden tersebut terjadi di distrik Bhadradri Kothagudem. Berdasarkan jejak kaki yang ditemukan, diduga harimau tersebut kabur ke dalam kawasan hutan. Petugas kehutanan melakukan operasi pencarian untuk menangkap harimau itu.
Kemunculan harimau ini juga pernah diberitakan oleh situs media India Telangana Today dengan judul "Telangana: Tiger sighted near Kothagudem". Menurut berita itu, pada 16 Desember 2020, harimau tersebut dilaporkan melintasi perempatan Regalla di Laxmidevipalli Mandal, dekat Kothagudem. Penduduk desa pun telah memberi tahu petugas kehutanan, yang bergegas ke desa tersebut untuk melancak pergerakan harimau itu.
Menurut sumber yang diwawancarai oleh Telangana Today, harimau tersebut terlihat berada di sekitar 2 kilometer dari gedung kolektorat yang sedang dibangun. Sebelumnya, pada 14 Desember 2020, seekor harimau dilaporkan menyelinap ke Desa Gundlamadugu, Tekulapalli Mandal, Kothagudem, dan menyerang seekor anak sapi. Kemunculan harimau ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga desa.
Harimau Jawa
Dilansir dari Mongabay, harimau Jawa yang dijuluki sebagai harimau loreng ini secara ilmiah telah dinyatakan punah sejak 1980-an. Hal itu juga telah ditegaskan dalam International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) Red List, bahwa Panthera tigris sondaica bersatus "extinct" atau punah.
Pertemuan Conservation on International Trade in Endangered Spesies of Wild Fauna and Flora (CITES) di Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat, pada Desember 1996 juga telah menyatakan bahwa harimau jenis ini benar-benar tidak ditemukan lagi di bumi.
Sebagaimana namanya, harimau Jawa merupakan karnivor terbesar yang pernah menjadi penghuni Pulau Jawa. Hewan ini pernah ditemukan di Jampang Kulon, Sukabumi; Taman Nasional Ujung Kulon; Taman Nasional Meru Betiri; Gunung Pangrango; Yogyakarta; Probolinggo; Blitar; Banyuwangi; dan Tulungagung.
Peneliti Mamalia dan Pengelolaan Satwa Liar Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Gono Semiadi menuturkan suatu jenis satwa dikatakan punah apabila dalam kurun waktu 50 tahun setelah perjumpaan terakhir tidak pernah dilihat lagi di alam liar.
Kini, menurutnya, konsep punah secara ilmiah telah bergeser dari suatu kategori generik yang berlaku umum menjadi suatu konsep yang lebih menekankan pada keyakinan ilmiah. Tentunya, hal ini diputuskan setelah memperhitungkan berbagai pertimbangan.
Meski telah dinyatakan punah, Didik Raharyono, pemerhati harimau Jawa, tetap mencari bukti-bukti keberadaan harimau itu. Kepada Mongabay Indonesia pada 26 Februari 2020, Didik bercerita bahwa dia bersama Peduli Karnivor Jawa terus mendalami kesaksian warga tepi hutan yang pernah “berjumpa” harimau Jawa.
Didik mengatakan, sejak 1997, dia memperkuat analisis tanda kehadiran harimau Jawa melalui taksimetri. Ini dikarenakan hutan Jawa juga dihuni macan tutul Jawa. Selain itu, dilakukan juga metode penjaringan, pengujian, dan penilaian informasi langsung dari para saksi melalui ‘perekaman video’.
“Wilayah penelusuran yang saya lakukan bersama PKJ meliputi Jawa Timur hingga Banten, tapi sifatnya sporadis. Jika ada informasi dari suatu kawasan yang memenuhi kriteria kuat perjumpaan harimau Jawa, akan kami kaji dan dedah lebih lanjut,” ujar Didik.
Bukti yang dimiliki adalah sosok harimau Jawa yang difoto pada September 2018 oleh warga tepi hutan jati di Jawa saat “nyanggong” babi hutan. Untuk perkiraan habitat harimau Jawa, yang relatif aman adalah Ujung Kulon (berdasarkan catatan 1999, 2002, 2009, 2010, dan 2017), sementara di Jawa Timur dan Jawa Tengah tidak ada jaminan.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video kemunculan harimau Jawa di hutan jati Blora, keliru. Video tersebut menunjukkan seekor harimau (tidak diketahui jenisnya) yang muncul di distrik Bhadradri Kothagudem, Telangana, India pada November-Desember 2020.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
Halaman: 7056/8117



