• (GFD-2020-5302) [SALAH] “IBUKOTA TERKEPUNG”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 19/10/2020

    Berita

    “IBUKOTA TERKEPUNG
    PENGAMAT SENIOR MENGATAKAN BILA SAMPAI TERJADI TERUS DALAM BEBERAPA HARI KE DEPAN..
    BISA DI PASTIKAN INSHA ALLAH TERJADI PEMAKZULAN PRESIDEN…
    GAZPOOL”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di Facebook postingan 3 gambar yang memperlihatkan ribuan orang dengan klaim Ibu Kota sedang terkepung. Postingan ini diunggah pada 6 Oktober 2020 sudah disukai sebanyak 1.9K, 414 komentar, dibagikan 1.5K.

    Setelah ditelusuri menggunakan mesin pencari Yandex, telah ditemukan foto yang sama pada cnbcindonesia.com dengan judul artikel “Alert! Protes Omnibus Law, Buruh akan Mogok Nasional 3 hari” artikel ini dibuat pada 28 September 2020. Dan ditemukan kembali gambar yang sama pada turnbackhoax.id yang menerangkan gambar tersebut dimuat di artikel berjudul “Lautan Massa Buruh Tolak Omnibus Law Kepung DPR” yang dimuat di situs CNBC Indonesia pada 25 August 2020.

    Penelusuran terhadap gambar ke dua dilakukan penelusuran pada akun instagram @info_jawa_barat tanggal 6 Oktober 2020. Pada akun itu terdapat video yang serupa dengan gambar postingan di Facebook. Pada postingan video terdapat keterangan

    “Mogok besar-besaran terjadi di PT Pratama Abadi Industri JX, Sukalarang – Sukabumi. Ribuan butuh tumpah ruah di halaman pabrik, sambil berorasi menolak RUU Cipta Kerja.”

    Terakhir gambar ke 3 yang ditelusuri melalui google lens, hasilnya terdapat foto serupa pada kumparan.com dengan judul “Buruh di Sukalarang, Sukabumi, Mulai Mogok Kerja” pada 8 Oktober 2020. Foto di artikel itu terdapat keterangan aksi tolak Omnibus Law di PT Pratama Abadi Industri Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Selasa (6/11/2020).

    Dengan demikian tiga foto yang diklaim adalah situasi “IBUKOTA TERKEPUNG” p

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).

    Klaim Ibu Kota terkepung adalah tidak benar. Faktanya, ketiga foto tersebut diambil dari konteks waktu dan lokasi yang berbeda-beda.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5303) [SALAH] “Demo lagi hari ini, Ibu Susi Pudjiastuti pimpin orasi buruh dan mahasiswa”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 19/10/2020

    Berita

    Akun Rose Rose Islam (fb.com/mishti.mishtiputul) membagikan video Youtube berjudul “BERITA TERKINI~ MANTAAP! SUSI PUDJIASTUTI SIAP PIMPIN ORASI BURUH DAN MAHASISWA |VIRAL HARI INI NEWS” yang diunggah kanal Youtube OFFICIAL NEWS UPDATE pada 17 Oktober 2020 dengan narasi sebagai berikut:

    “Bu susie ,,ayooo cepat tenggelam kan”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim bahwa Susi Pudjiastuti memimpin orasi buruh dan mahasiswa pada 17 Oktober 2020 adalah klaim yang salah.

    Faktanya, bukan orasi 17 Oktober 2020. Orasi Susi Pudjiasti di video itu direkam pada 17 Januari 2018 ketika Susi menemui nelayan yang berunjuk rasa terkait larangan alat tangkap cantrang di depan Istana Merdeka, Jakarta, saat Susi masih menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

    Dilansir dari Tempo.co, cuplikan yang memperlihatkan Susi yang sedang berpidato di hadapan massa memang terlihat pada detik ke-28 hingga ke-53. Ketika itu, Susi berkata, “Bapak dan Ibu semua yang hadir hari ini, saya ingin Anda-Anda menguasai Indonesia, bukan asing. Asing diapain? Hidup nelayan Indonesia!”

    Namun, pidato Susi dalam cuplikan itu tidak terkait dengan demo UU Cipta Kerja. Tempo menemukan jejak digital video utuh yang memuat pidato Susi tersebut. Video yang identik pernah diunggah oleh kanal Youtube Viva.co.id pada 17 Januari 2018, saat Susi masih menjabat sebagai menteri. Video ini berjudul “Nelayan Histeris Dengar Orasi Menteri Susi Pudjiastuti”. Video tersebut merupakan video ketika Susi menemui para nelayan yang berunjuk rasa terkait larangan alat tangkap cantrang di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Januari 2018.

    Susi menemui nelayan setelah menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Susi naik ke mobil komando dan mengumumkan bahwa kapal dengan alat tangkap cantrang boleh melaut lagi, dengan syarat ada pengukuran ulang kapal dan tidak ada penambahan kapal.

    Terkait narasi dalam video unggahan kanal Official News Update, itu berasal dari berita Suara.com yang dimuat pada 16 Oktober 2020 dengan judul “Pimpinan DPR Cek Draf UU Cipta Kerja Secara Random, Susi ‘Tepuk Jidat’”. Narasi ini dibacakan pada menit 3:13 hingga menit 5:46. Namun, dalam berita tersebut, tidak terdapat pula pernyataan Susi. Berita ini hanya menyoroti cuitan Susi di Twitter yang berisi emotikon tepuk jidat terkait berita yang memuat pernyataan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Dalam berita ini, Azis mengakui bahwa dirinya hanya memeriksa secara acak naskah UU Cipta Kerja yang diterimanya.

    Narasi selanjutnya dalam video unggahan kanal Official News Update bersumber dari berita Tempo.co pada 16 Oktober 2020 yang berjudul “BEM SI Demo Hari Ini, Transjakarta Tutup 16 Halte dan Modifikasi Rute 6 Koridor”. Narasi ini dibacakan pada menit 5:52 hingga video berakhir. Berita ini pun sama sekali tidak terkait dengan Susi. Berita itu berisi rencana PT Transjakarta menutup 16 halte busnya pada 16 Oktober 2020 untuk mengantisipasi demo Omnibus Law UU Cipta Kerja oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Ke-16 halte yang ditutup itu berada di sekitar Monas dan Istana Negara, tempat demo akan berlangsung.

    Kesimpulan

    Bukan orasi 17 Oktober 2020. Orasi Susi Pudjiasti di video itu direkam pada 17 Januari 2018 ketika Susi menemui nelayan yang berunjuk rasa terkait larangan alat tangkap cantrang di depan Istana Merdeka, Jakarta, saat Susi masih menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5410) [SALAH] Video “pendaratan pesawat rombongan imam besar”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 18/10/2020

    Berita

    Akun Satrya Ulus (fb.com/aliusman131) mengunggah sebuah video yang memperlihatkan sebuah pesawat bertuliskan FPI pada bagian ekor pesawat dengan narasi sebagai berikut:

    “BERAKING NEWS…. IMAM BESAR AKAN SEGERA PULANG KATA Dwisithi Satiti…. apakah ini benar ini pendaratan pesawat rombongan imam besar… Sekedar tanya…”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya video pendaratan pesawat rombongan imam besar bertuliskan FPI pada bagian ekor pesawat adalah klaim yang salah.

    Faktanya, video itu adalah video animasi. Video itu merupakan video yang dibuat dengan video game simulasi penerbangan Microsoft Flight Simulator X dan sudah beredar sejak tahun 2017.

    Pada 26 Desember 2017, kanal Youtube AMF Channel mengunggah video yang sama dengan judul “Pesawat Pribadi Habib Rizieq & Jet Tempur Laskar FPI | FSX Indonesia”

    Microsoft Flight Simulator X (disingkat FSX) adalah video game simulasi penerbangan tahun 2006 yang awalnya dikembangkan oleh Aces Game Studio dan diterbitkan oleh Microsoft Game Studios untuk Microsoft Windows. Ini adalah sekuel dari Microsoft Flight Simulator 2004 dan angsuran kesepuluh dari seri Microsoft Flight Simulator, yang pertama kali dirilis pada tahun 1982.

    Flight Simulator X menandai versi kesepuluh dari jajaran simulator penerbangan yang populer. Secara resmi dirilis ke pasar AS pada 17 Oktober 2006. Menurut situs Web Microsoft untuk game tersebut, edisi standar menampilkan segala sesuatu mulai dari navaids hingga GPS dan saluran udara.

    Ini juga mencakup 18 pesawat, 28 kota terperinci, dan lebih dari 24.000 bandara dengan versi deluxe yang menampilkan 24 pesawat, dan 38 kota. Pemain dapat menerbangkan apa saja mulai dari glider kecil atau pesawat eksperimental ringan hingga jet jumbo.

    Kesimpulan

    Video animasi. Video itu merupakan video yang dibuat dengan video game simulasi penerbangan Microsoft Flight Simulator X dan sudah beredar sejak tahun 2017.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5411) [SALAH] “TERNYATA SUDAH 10 hari PENDEMO tidak ada yang kena COVID 19”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 18/10/2020

    Berita

    Akun Sugiamto As (fb.com/astutik.suhartinii) mengunggah postingan berisi klaim sebagai berikut:

    “HAMPIR 1 TAHUN KITA DI DIBODOHI SI PENTOLO JOKOWI DENGAN CORONA . TERNYATA SUDAH 10 hari PENDEMO tidak ada yang kena COVID 19”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa tidak ada peserta aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja beberapa waktu lalu yang positif COVID19 adalah klaim yang salah.

    Faktanya, sejumlah pedemo dan aparat keamanan dalam sejumlah unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja beberapa waktu lalu, tercatat positif covid-19.

    Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menjabarkan ada 21 dari 253 demonstran yang telah diamankan kepolisian berstatus reaktif di Sumatra Utara. Kemudian ada 34 dari 1.192 demonstran reaktif di DKI Jakarta.

    Aksi demo buruh tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Semarang jadi klaster baru penyebaran Covid-19. Sebanyak 11 buruh terkonfirmasi positif setelah merujuk hasil swab PCR.

    “Total 11 demonstran yang positif Covid-19. 10 buruh positif corona ini yang menularkan ke satu orang yang diketahui kontak erat langsung. Mereka semua sudah berada di rumah dinas Wali Kota Semarang untuk karantina mandiri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam dalam keterangannya, Jumat (16/10/2020).

    Tidak hanya demonstran, sejumlah aparat kepolisian yang ikut dalam pengamanan unjuk rasa, juga terkonfirmasi positif covd-19. Dalam laporan yang diungkap Kapolres Metro Bekasi, Jawa Barat, Kombes Hendra Gunawan, terdapat 8 personel.

    Selain itu, pasca unjuk rasa tolak undang-undang cipta kerja, sedikitnya 8 polisi di wilayah hukum Polres Metro Bekasi dinyatakan positif covid-19.

    Kesimpulan

    Faktanya, sejumlah pedemo dan aparat keamanan dalam sejumlah unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja beberapa waktu lalu, tercatat positif covid-19.

    Rujukan