• (GFD-2024-20704) Hoaks Suporter di Spanyol Dipukul Polisi Karena Dukung Palestina

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/06/2024

    Berita

    tirto.id - Konflik berkepanjangan di wilayah Timur Tengah antara Israel-Palestina masih berlanjut. Terbaru, Israel diketahui menyerang kompleks pengungsian warga sipil Palestina di Rafah, Gaza pada Minggu (26/5/2024) dengan puluhan korban jiwa dan luka-luka dari kalangan sipil.

    Serangan Israel ini pun turut memantik perhatian masyarakat dunia. Di media sosial, masyarakat ramai menggunakan slogan “All Eyes on Rafah”sebagai seruan ajakan untuk mendukung Palestina, sekaligus memprotes Israel yang terus melanjutkan serangan darat ke kota Rafah yang dipadati pengungsi.

    Sementara itu, di platform media sosial Facebook, pembahasan mengenai konflik Israel-Palestina juga terus mendapat perhatian, meski muncul juga sejumlah misinformasi. Tirto menemukan sejumlah hoaks terkait konflik ini dalam beberapa pekan terakhir, tak terkecuali soal narasi dukungan yang dilakukan masyarakat dan tokoh publik ke Palestina.

    Baru-baru ini misalnya, beredar klaim dalam bentuk video yang menarasikan bahwa suporter sepak bola di Spanyol menjadi korban kekerasan dari oknum aparat kepolisian setempat karena menyatakan dukungan kepada Palestina.

    Video berdurasi sekitar 50 detik tersebut memperlihatkan seseorang suporter sepak bola yang tengah berlari di dalam stadion karena dikejar sejumlah orang yang diklaim sebagai polisi. Suporter tersebut pada akhirnya tertangkap dan terlihat diborgol dan dipukuli oleh beberapa anggota kepolisian tersebut.

    Setelah itu, terlihat sejumlah penonton yang berada di stadion mulai masuk ke dalam lapangan untuk menyelamatkan suporter itu dan menyerang sejumlah anggota kepolisian. Narasi yang tersebar di media sosial menyebut, seorang suporter sepak bola tersebut ditangkap pihak kepolisian karena menyatakan dukungan ke Palestina.

    “Di salah satu stadion, Spanyol, seorang pendukung perjuangan Palestina ditangkap polisi lalu dipukuli, tapi lihatlah bagaimana bnyaknya penonton turun membelanya,” bunyi keterangan salah satu akun pada Kamis (6/6/2024)

    Narasi tersebut disebarkan oleh sejumlah akun Facebook, di antaranya “Uud Mara”,“Romza Ajwa Fuja Najwa”,“Riza Ital”, dan “Bismillah Donny Z”, dalam periode Kamis (6/6/2024) hingga Senin (10/6/2024).

    Sepanjang Kamis (6/6/2024) hingga Jumat (21/6/2024), atau selama 15 hari tersebar di Facebook, salah satu unggahan tersebut telah memperoleh empat tanda suka, satu komentar dan telah 98 kali diputar.

    Lantas, benarkah informasi yang menyebut bahwa suporter sepak bola di Spanyol dipukuli pihak kepolisian karena menyatakan dukungan ke Palestina?

    Hasil Cek Fakta

    Pertama-tama, Tim Riset Tirto melakukan penelusuran dengan mengambil salah satu tangkapan layar momen dalam video tersebut lalu menelusurinya dengan menggunakan teknik reverse image search dari Google Images.

    Hasil penelusuran mengarahkan kami ke unggahan video identik di platform YouTube dengan judul “Police Brutality On A Soccer Fan!” yang diunggah pada Kamis (26/5/2011). Tidak ada keterangan apapun terkait konteks video tersebut, namun dilihat dari keterangan waktu unggahan, video tersebut merupakan video lama yang tidak terkait dengan konflik Israel-Palestina baru-baru ini.

    Penelusuran juga mengarahkan kami ke laman media pemeriksa fakta Misbar.com. Dalam salah satu artikel periksa fakta berjudul “This Video Does Not Depict Teenager Running Onto Field with Pro-Palestine Poster”, disebut bahwa video tersebut pertama kali diunggah pada tahun 2009 lalu di kanal Youtube “Nuno Moreira”.

    Konteks asli video tersebut adalah seorang suporter klub sepak bola Benfica asal Portugal yang berlari ke lapangan dengan membawa spanduk dukungan untuk wasit. Suporter tersebut lantas ditangkap oleh sejumlah orang yang merupakan penjaga keamanan stadion.

    Setelah itu, diperkirakan sekitar 3.000 pendukung Benfica menyerbu lapangan untuk melindungi suporter tersebut. Secara keseluruhan, konteks asli video tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan narasi dukungan kepada Palestina maupun terkait konflik Israel-Palestina secara keseluruhan.

    Bantahan terkait narasi ini juga ditemukan di X yang disampaikan oleh pemilik akun @CelsoACaccamo. Berdasarkan keterangan dalam profil akun tersebut, pemilik akun tersebut adalah Celso Alvarez Cáccamo, seorang akademisi asal Spanyol yang juga seorang profesor di Universidade da Corunha.

    Serupa, ia menyebut, video yang diklaim suporter sepak bola yang menjadi korban kekerasan oleh pihak kepolisian, karena menyatakan dukungan ke Palestina, adalah video lama dari suporter Benfica yang menyatakan dukungannya ke wasit. Ia menyebut, video tersebut tidak ada hubungannya dengan Palestina.

    “Video ini sudah tersebar bertahun-tahun dan tidak ada hubungannya dengan Palestina. Itu terjadi pada pertandingan Benfica di Swiss beberapa tahun yang lalu, Pria itu menghindari keamanan dan memasuki lapangan sambil menunjukkan pesan dukungan kepada wasit," tulisnya pada Kamis (6/6/2024).

    Perlu diketahui, Spanyol memang salah satu dari negara yang mengakui Palestina sebagai negara pada Selasa (28/5/2024), beserta Norwegia dan Irlandia, seperti dilansir dari Reuters.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan keterangan resmi yang membenarkan narasi dalam video bahwa suporter sepak bola di Spanyol dipukul pihak kepolisian karena menyatakan dukungan ke Palestina.

    Konteks asli video tersebut adalah seorang suporter klub sepak bola Benfica asal Portugal, yang berlari ke lapangan dengan membawa spanduk dukungan untuk wasit.

    Jadi, informasi yang menyebutkan bahwa konteks dalam video tersebut adalah suporter sepak bola di Spanyol dipukul pihak kepolisian karena menyatakan dukungan ke Palestina bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Rujukan

  • (GFD-2024-20705) Hoaks Video Sule Promosikan Situs Judi Online

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/06/2024

    Berita

    tirto.id - Judi daring (judi online) masih menjadi permasalahan pelik di Indonesia. Data Pusat Pelaporan dan Transaksi Keuangan (PPATK) membeberkan bahwa nilai transaksi atas judi online atau judol pada semester I 2024 mencapai lebih dari Rp100 triliun. Nilai transaksi tersebut didapat dari rekapitulasi di dalam maupun luar negeri.

    Judol juga diketahui telah merambah berbagai kelompok dan lapisan masyarakat. Di sejumlah media sosial, tersebar iklan yang dibuat oleh situs judol untuk mempengaruhi masyarakat, bahkan ada yang mencatut nama tokoh publik, termasuk artis hingga politisi, yang sebenarnya tidak bekerja sama dengan situs-situs ini.

    Sebelumnya, Tirto telah melakukan pemeriksaan fakta terhadap iklan judi online yang mencatut nama sejumlah artis seperti Komeng dan Raffi Ahmad. Baru-baru ini, nama artis Entis Sutisna, atau yang akrab disapa Sule, juga dicatut untuk mempromosikan salah satu situs judi online.

    Narasi tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Skater 16 BLACK” pada Sabtu (18/5/2024) dalam bentuk video berdurasi sekitar 44 detik. Video tersebut memperlihatkan potongan wawancara antara Sule dan presenter Najwa Shihab dalam program Mata Najwa.

    Berikut adalah cuplikan potongan transkrip pembicaraan antara Sule dan Najwa Shihab dalam video tersebut:

    “Najwa Shihab : Kang Sule, apa tujuan anda untuk membuat situs legal ini

    Sule : Tujuan utama saya adalah membuat permainan ini lebih menghibur. Idol 129 sudah mendapatkan lisensi centang biru dan merupakan situs online pertama yang legal di Indonesia.

    Najwa Shihab : Apa keuntungan bermain di situs legal ini Kang Sule?

    Sule : Keuntungan bermain di situs Idol 129 sudah dipastikan mendapatkan scatter berwarna hitam yang ada di PG Soft. Khusus member baru cukup dua kali deposit pasti muncul perkalian Rp.5.000 dan Rp.10.000 di layar HP kalian.“

    Sepanjang Sabtu (18/5/2024) hingga Jumat (21/6/2024) atau sekitar 34 hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh 1,6 ribu tanda suka, 729 komentar dan telah dilihat sebanyak 1,1 juta kali.

    Lantas, benarkah Sule mempromosikan salah satu situs judi online?

    Hasil Cek Fakta

    Saat menyaksikan keseluruhan video berdurasi 44 detik tersebut, Tirto mendapati kejanggalan dari gerak mulut Sule dan Najwa Shihab dalam video dan percakapan yang dikeluarkan. Terlihat ada ketidaksinkronan antara gerak mulut Sule dan Najwa Shihab dengan kata-kata yang dikeluarkannya.

    Berdasarkan informasi yang tertera di video seperti keterangan judul program “Mata Najwa” dan “Politik Jenaka” kami melakukan penelusuran untuk mengetahui asal usul dan konteks video aslinya dengan memasukan kata kunci “Mata Najwa Politik Jenaka Sule” ke platform pencarian video YouTube.

    Hasilnya, kami menemukan bahwa konteks asli video tersebut berasal dari potongan program Mata Najwa berjudul “Politik Jenaka”, yang diunggah pada Rabu (19/10/2016). Dalam acara tersebut, Najwa Shihab sebagai pembawa acara program Mata Najwa memang melakukan wawancara terhadap Sule.

    Setelah itu, kami melakukan pengamatan dengan menonton video tersebut secara utuh dalam video ini. Kami menemukan, potongan percakapan yang digunakan untuk dipotong dalam promosi judi online tersebut terdiri dari potongan beberapa momen, mulai dari menit 2:43 hingga 9:44 (akhir video).

    Namun, berdasarkan pengamatan kami, setelah menonton secara utuh potongan wawancara antara Najwa Shihab dan Sule dalam video asli tersebut, tidak ada satupun percakapan yang sesuai dengan yang disertakan dalam unggahan promosi situs judi online oleh Sule.

    Hal-hal ini menimbulkan kecurigaan kami terkait penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menyunting isi video tersebut.

    Kami mencoba memindai keseluruhan video dengan perangkat Hive Moderation. Hasilnya pemindaian menunjukkan hasil bahwa 92,9 persen kemungkinan video mengandung konten buatan AI atau deepfake. Artinya, kemungkinan besar video Sule promosi situs judi online tersebut adalah hasil pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mengubah konten video.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan, video Sule mempromosikan judi online adalah hasil suntingan manipulasi dari cuplikan program Mata Najwa yang tayang pada Rabu (19/10/2016).

    Hasil pemindaian menggunakan perangkat pemeriksa deepfake (pemanfaatan kecerdasan buatan untuk membuat konten menipu), Hive Moderation menunjukkan adanya indikasi bahwa 92,9 persen konten tersebut adalah hasil manipulasi AI.

    Jadi, video yang berisi Sule mempromosikan judi online tersebut bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Rujukan

  • (GFD-2024-20603) [SALAH] Pisang Asal Somalia Mengandung Cacing Helicobacter

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 20/06/2024

    Berita

    Beredar sebuah pesan berantai dalam bentuk video berdurasi 2 menit yang memperihatkan buah pisang berwarna kuning degan bintik kecoklatan yang diduga mengandung penyakit helicobacter. Pisang yang di klaim import dari Somalia tersebut didalamnya terdapat cacing ketika dibelah dagingnya. Disebutkan pula orang yang memakan pisang mengandung cacing ini akan meninggal dunia dalam waktu 12 jam.

    NARASI:
    Astagfirullahperhatikan jgn bl pisang yg kulitnya sdh seperti dlm vudio ini bintik2 hutam jgn dibeli teliti sebelum dibeli.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut pernah beredar luas pada tahun 2021, dan merupakan informasi yang tidak benar.

    Dilansir dari Kompas.com, pada 1 November 2021, pihak berwenang Abu Dhabi membantah pisang Somalia yang disebut terkontaminasi cacing ini. Menurut informasi yang diterbitkan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) pada 2019, pengekspor pisang terbesar secara global antara lain Ekuador, Filipina, Guatemala, dan Kolombia.

    Di Afrika, eksportir terbesar yaitu Kamerun dan Pantai Gading, ditujukan untuk pasar Eropa, tetapi tidak disebutkan Somalia dalam dokumen tersebut. Negara Afrika merupakan pengekspor pisang regional utama sampai pecahnya perang saudara Somalia pada 1991. Sejak itu, dan selama bertahun-tahun, hanya memasok pasar lokal.

    Selain itu, helicobacter sendiri bukan merupakan cacing melainkan adalah jenis dari bakteri. Jenis yang paling terkenal dalam keluarga Helicobacter adalah Helicobacter pylori, yang merupakan sebuah bakteri mikroaerofil Gram-negatif yang biasanya ditemukan di lambung.

    Dengan demikian, Informasi yang menyebutkan bahwa pisang dari Somalia mengandung cacing adalah tidak benar. Sehingga masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Arief Putra Ramadhan.

    Pihak berwenang Abu Dhabi membantah pisang Somalia yang disebut terkontaminasi cacing ini. Selain itu, helicobacter sendiri bukan merupakan cacing melainkan adalah jenis dari bakteri.

    Rujukan

  • (GFD-2024-20605) [SALAH] Iptu Rudiana Ditetapkan Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 20/06/2024

    Berita

    Mengerikan!! Bukti penyiksaan sadis kasus vina cirebon,iptu rudiana resmi ditetapkan sebagai tersangka.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Kompas.

    Beredar unggahan yang mengklaim, Inspektur Satu (Iptu) Rudiana telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita di Cirebon, Jawa Barat. Rudiana merupakan ayah dari Muhammad Rizky atau Eki, korban lain dalam kasus pembunuhan yang terjadi pada 2016 silam.

    Namun, setelah menyimak video sampai tuntas, tidak ditemukan informasi yang valid mengenai penetapan Rudiana sebagai tersangka. Narator lebih banyak membahas soal pemeriksaan Rudiana oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri secara tertutup.

    Mengutip dari Tribunnews, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, Komisaris Besar Jules Abraham Abast mengatakan, Rudiana diperiksa oleh tim pengawas internal dan eksternal Propam Polri.

    Kendati begitu, Jules tidak memberikan kepastian terkait waktu pemeriksaan Rudiana. Ia juga mengaku belum mengetahui hasil pemeriksaan tersebut. Sebelumnya, Rudiana telah diperiksa oleh Polda Jawa Barat. Jules menyebutkan, Rudiana diperiksa sebagai pelapor sekaligus orangtua korban. Namun, Jules tidak merinci hasil pemeriksaan.

    Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan jika narasi mengenai lptu Rudiana ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Vina adalah tidak benar. Klaim pada judul video yang disebarkan di media sosial tidak selaras dengan isinya.

    Kesimpulan

    lptu Rudiana ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Vina adalah tidak benar. Klaim pada judul video yang disebarkan di media sosial tidak selaras dengan isinya.

    Rujukan