KOMPAS.com - Beredar tangkapan layar berita Kompas TV mengenai seorang turis asal Meksiko menembak polisi hingga tewas.
Narasi yang beredar menyebutkan, turis tersebut kesal lantaran dimintai uang tambahan saat ditilang.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar tersebut tidak benar atau hoaks.
Informasi mengenai turis asal Meksiko menembak polisi saat ditilang, disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut judul artikel dari tangkapan layar Kompas TV yang beredar:
Diduga Kesal Dimintai uang Tambahan Saat Ditilang Turis Asal Mexico Menembak Anggota Polisi Hingga Tewas Ditempat Menurut Saksi Di tkp Pelaku Menggunakan Senjata "Desert Eagle"
"Sumber KOMPAS TV," tulis salah satu akun Facebook, pada Rabu (19/6/2024).
(GFD-2024-20664) [HOAKS] Turis Meksiko Tembak Polisi Saat Ditilang
Sumber:Tanggal publish: 21/06/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Pada tangkapan layar tertera tanggal terbit artikel, yakni 13 Juni 2024 pukul 08.46 WIB.
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek indeks berita di situs web Kompas TV dan tidak menemukan berita semacam itu.
Sementara, foto yang dipakai pada tangkapan layar pernah dipakai di artikel Viva.co, 28 Februari 2023.
Artikel itu membahas soal satuan tugas yang dibentuk untuk menangani pelanggaran lalu lintas, termasuk yang dilakukan oleh wisatawan mancanegara.
Kepada Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan memastikan, informasi soal turis Meksiko menembak polisi adalah hoaks.
Tangkapan layar yang beredar merupakan suntingan dari logo Kompas TV, gambar polisi menilang wisatawan asing, dan teks yang ditambahkan pada judul.
"Kami sangat menyesalkan adanya oknum yang tidak bertanggung jawab membuat berita seperti itu dan meresahkan masyarakat dan menyudutkan Polri dalam pemberitaan tersebut," kata Jansen, dikutip dari Antara, Jumat (21/6/2024).
Tangkapan layar yang beredar sengaja memakai logo Kompas TV untuk menarik perhatian publik. Kepolisian Denpasar dan Polda Bali masih melacak pelaku pembuat hoaks tersebut.
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek indeks berita di situs web Kompas TV dan tidak menemukan berita semacam itu.
Sementara, foto yang dipakai pada tangkapan layar pernah dipakai di artikel Viva.co, 28 Februari 2023.
Artikel itu membahas soal satuan tugas yang dibentuk untuk menangani pelanggaran lalu lintas, termasuk yang dilakukan oleh wisatawan mancanegara.
Kepada Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan memastikan, informasi soal turis Meksiko menembak polisi adalah hoaks.
Tangkapan layar yang beredar merupakan suntingan dari logo Kompas TV, gambar polisi menilang wisatawan asing, dan teks yang ditambahkan pada judul.
"Kami sangat menyesalkan adanya oknum yang tidak bertanggung jawab membuat berita seperti itu dan meresahkan masyarakat dan menyudutkan Polri dalam pemberitaan tersebut," kata Jansen, dikutip dari Antara, Jumat (21/6/2024).
Tangkapan layar yang beredar sengaja memakai logo Kompas TV untuk menarik perhatian publik. Kepolisian Denpasar dan Polda Bali masih melacak pelaku pembuat hoaks tersebut.
Kesimpulan
Narasi mengenai turis asal Meksiko menembak polisi saat ditilang adalah hoaks. Polda Bali memastikan tidak ada insiden penembakan.
Sementara, tangkapan layar yang beredar merupakan hasil suntingan dengan mencatut logo Kompas TV.
Sementara, tangkapan layar yang beredar merupakan hasil suntingan dengan mencatut logo Kompas TV.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=122111545460342136&set=a.122107786442342136
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=122117174990325547&set=a.122101124948325547
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=2360045294188019&set=gm.10169601165190112&idorvanity=252113145111
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1018944263234208&set=a.104122981383012
- https://www.kompas.tv/terbaru?idx_date=13&idx_month=6&idx_year=2024&idx_program=ALL&page=13
- https://lens.google.com/search?ep=gsbubb&hl=en-ID&re=df&p=AbrfA8qqlDREqW8yI1ZA46OH7czjkj9c8VFvZw9iQ3Sc0rjEh2rcw7TQUmATXDy4kdMZhhaDJrGtxmhSG3v1vft2aH1iLgO7I5bp9dv4MvE6DmkcLwS5Ac4CfDvAO68OQWr2MsLakrjs9Zexl85mMsmTuOXwsbjYbfDgJ-aCKhNuFep7fMGU9LIQMxskmDaPk6lr1-mCvRYO9YCFdsA0F87bBHMZ0VmhFRuE9jMr7Fgufkqk62YQToj2S624Sg2KIM2QcRmwA8jJVBiC7IPXkxm_8NLlO_e8w3OhLxKsln6wiexzbuFoqNDYzl7-xgq8fBU%3D#lns=W251bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLDEsIkVrY0tKR1l5T0dJNE1tWmhMV1E0WkRRdE5HRXhaaTA1TVRKaUxUSXpZV1UyT0dJd1kyTTBOQklmV1RGUWFWTkZSVEpyWTAxYWMwWldkMUYzZG5veE4waEhSSEkyVVVGNGF3PT0iLG51bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLFtudWxsLG51bGwsW251bGwsWzAsMCwxMDAwMDAsMTAwMDAwXV1dXQ==
- https://www.viva.co.id/berita/nasional/1579328-turis-asing-kerap-berulah-dan-viral-di-bali-pemprov-bentuk-satgas
- https://m.antaranews.com/amp/berita/4153497/polda-bali-sebut-informasi-wna-mexico-tembak-polisi-hingga-tewas-hoaks
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20665) [HOAKS] Huruf Y Akan Dihapus dari Alfabet
Sumber:Tanggal publish: 21/06/2024
Berita
KOMPAS.com - Tersiar kabar yang menyatakan bahwa huruf ke-26 dari alfabet Latin atau huruf Y akan dihapus. Kabar ini beredar luas di internet, terutama media sosial.
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Informasi mengenai huruf Y akan dihapus dari alfabet disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Pengguna Facebook menyertakan tangkapan layar judul artikel berikut:
Huruf "Y" akan dihapus dari Alfabet
Pada bagian bawahnya tertera penerbit artikel Detik Edu pada 23 Mei 2022 pukul 10.30 WIB.
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Informasi mengenai huruf Y akan dihapus dari alfabet disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Pengguna Facebook menyertakan tangkapan layar judul artikel berikut:
Huruf "Y" akan dihapus dari Alfabet
Pada bagian bawahnya tertera penerbit artikel Detik Edu pada 23 Mei 2022 pukul 10.30 WIB.
Hasil Cek Fakta
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Prof E Aminudin Aziz, membantah adanya penghapusan huruf Y dari alfabet.
"Setidaknya, kami di Badan Bahasa tidak pernah membahas berita terkait isu yang menyebutkan tentang akan dihilangkannya huruf Y dari alfabet," kata Aminudin pada Senin (3/6/2024) seperti diwartakan oleh Kompas.com.
Aminudin mengatakan, menghilangkan atau mengganti huruf dalam alfabet bukanlah proses sederhana.
Apalagi jika huruf-huruf tersebut masih banyak digunakan untuk menyusun kata yang memiliki makna.
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek indeks berita Detik.com dan tidak menemukan artikel yang diunggah Detik Edu pada 23 Mei 2022 pukul 10.30 WIB.
"Setidaknya, kami di Badan Bahasa tidak pernah membahas berita terkait isu yang menyebutkan tentang akan dihilangkannya huruf Y dari alfabet," kata Aminudin pada Senin (3/6/2024) seperti diwartakan oleh Kompas.com.
Aminudin mengatakan, menghilangkan atau mengganti huruf dalam alfabet bukanlah proses sederhana.
Apalagi jika huruf-huruf tersebut masih banyak digunakan untuk menyusun kata yang memiliki makna.
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek indeks berita Detik.com dan tidak menemukan artikel yang diunggah Detik Edu pada 23 Mei 2022 pukul 10.30 WIB.
Kesimpulan
Narasi mengenai huruf Y akan dihapus dari alfabet adalah hoaks.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Ristek memastikan tidak ada pembahasan mengenai penghapusan huruf dalam alfabet Latin.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Ristek memastikan tidak ada pembahasan mengenai penghapusan huruf dalam alfabet Latin.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=7906922756034189&set=a.409140982479108
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=10224147148136332&set=a.1079101427654
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1768368686906347&set=gm.3731056533806215&idorvanity=2785663055012239
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=782960207153914&set=gm.1487300251994499&idorvanity=1159958088062052
- https://www.kompas.com/tren/read/2024/06/04/083000365/benarkah-huruf-y-akan-dihapus-dari-alfabet-ini-kata-badan-bahasa?page=all#google_vignette
- https://news.detik.com/indeks/14?date=05/23/2022
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20686) [HOAKS] Presiden dan Kapolri Tetapkan 4 Polisi Tersangka Kasus Pembunuhan Vina
Sumber:Tanggal publish: 21/06/2024
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video mengeklaim Presiden Joko Widodo dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menetapkan empat polisi sebagai tersangka kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon pada 2016.
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Video yang mengeklaim Presiden Jokowi dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menetapkan empat polisi sebagai tersangka pembunuhan Vina dan Eki muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video berdurasi 8 menit 3 detik pada 13 Juni 2024 dengan keterangan:
Terbongkar Pel4ku Vina&Eki Jendral Berpangkat Bintang 3, Presiden dan J.Sigit Tetapkan 4 Polisi
Kemudian, pada awal video terdapat klip yang menampilkan Listyo Sigit sedang melakukan konferensi pers didampingi oleh beberapa polisi.
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Video yang mengeklaim Presiden Jokowi dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menetapkan empat polisi sebagai tersangka pembunuhan Vina dan Eki muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video berdurasi 8 menit 3 detik pada 13 Juni 2024 dengan keterangan:
Terbongkar Pel4ku Vina&Eki Jendral Berpangkat Bintang 3, Presiden dan J.Sigit Tetapkan 4 Polisi
Kemudian, pada awal video terdapat klip yang menampilkan Listyo Sigit sedang melakukan konferensi pers didampingi oleh beberapa polisi.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri klip yang menampilkan Listyo Sigit sedang melakukan konferensi pers didampingi oleh beberapa polisi.
Hasilnya, video tersebut identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas TV ini yang diunggah pada 9 Agustus 2022.
Dalam keterangannya, video itu adalah momen ketika Listyo mengumumkan mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Brigadir J tewas akibat luka tembak di rumah dinas Sambo, kawasan Duren Tiga, Jakarta, pada 8 Juli 2022.
Sambo ditetapkan menjadi tersangka karena memerintahkan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E untuk membunuh Brigadir J.
Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid yang menyatakan Jokowi dan Listyo Sigit menetapkan empat orang polisi sebagai tersangka kasus pembunuhan Vina dan Eki.
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, polisi menetapkan 11 tersangka dalam kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon.
Namun, kemudian polisi merevisi jumlah tersangka menjadi sembilan orang dan menyebut bahwa dua tersangka lain atas nama Dani dan Andi tidak dapat ditetapkan menjadi tersangka karena polisi tidak punya bukti kuat untuk menjerat mereka.
Sembilan orang yang ditetapkan menjadi tersangka yakni Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadhani, Sudirman, Rivaldi Aditya Wardana, Saka Tatal, dan Pegi Setiawan.
Hasilnya, video tersebut identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas TV ini yang diunggah pada 9 Agustus 2022.
Dalam keterangannya, video itu adalah momen ketika Listyo mengumumkan mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Brigadir J tewas akibat luka tembak di rumah dinas Sambo, kawasan Duren Tiga, Jakarta, pada 8 Juli 2022.
Sambo ditetapkan menjadi tersangka karena memerintahkan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E untuk membunuh Brigadir J.
Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid yang menyatakan Jokowi dan Listyo Sigit menetapkan empat orang polisi sebagai tersangka kasus pembunuhan Vina dan Eki.
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, polisi menetapkan 11 tersangka dalam kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon.
Namun, kemudian polisi merevisi jumlah tersangka menjadi sembilan orang dan menyebut bahwa dua tersangka lain atas nama Dani dan Andi tidak dapat ditetapkan menjadi tersangka karena polisi tidak punya bukti kuat untuk menjerat mereka.
Sembilan orang yang ditetapkan menjadi tersangka yakni Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadhani, Sudirman, Rivaldi Aditya Wardana, Saka Tatal, dan Pegi Setiawan.
Kesimpulan
Unggahan video yang mengeklaim Presiden Jokowi dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menetapkan empat polisi sebagai tersangka pembunuhan Vina dan Eki tidak benar atau hoaks.
Video yang beredar merupakan momen ketika Listyo Sigit mengumumkan mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J pada tahun 2022.
Video yang beredar merupakan momen ketika Listyo Sigit mengumumkan mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J pada tahun 2022.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?mibextid=oFDknk&v=819710726423775&rdid=YUh8r7dOYekra8CV
- https://www.youtube.com/watch?v=JSWEhyphYuQ
- https://nasional.kompas.com/read/2024/06/20/21111591/hapus-2-dpo-kasus-vina-cirebon-polri-akui-tak-punya-bukti-kuat
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-20687) [HOAKS] Gebyar Undian Mengatasnamakan Bank Lampung
Sumber:Tanggal publish: 21/06/2024
Berita
KOMPAS.com - Tersiar informasi mengenai gebyar undian berhadiah dari Bank Lampung. Sebagai syarat mengikuti undian, nasabah diminta untuk mendaftar melalui link atau tautan.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Tawaran undian berhadiah disebarkan oleh sejumlah akun dengan nama pengguna dan foto profil yang meniru Bank Lampung.
Misalnya, akun dengan nama BankLampung, Undian Bpd Lampung, Promo Bank Lampung, Bank Lampung, dan BPD Bank Lampung.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun, pada 6 Juni 2024:
Khusus Untuk Nasabah Bank Lampung Yang Sudah Terdaftar Di Mobile Banking/Internet Banking, Program Grend Prize Bank Lampung Berhadiah Hadir Lagi, Ayo Buruan Daftar Menangkan Hadiah Nya Utama nya-2: Unit Mobil XPander-5 : Unit Mobile Innova-2 : Unit Mobile Toyota Fortuner10: Unit Gunung-6:Unit Sepada motor Honda Vario-6: paket umroh gratis-10 : Unit TV Led-15 : Unit Leptop-15: Unit Lemari es-20 : Unit Specker Prolytron-20 : Unit Ac Prolytron-6 : Unit Handphone AppleMasih Banyak Keuntungan Lainnya... Info Lebih Lanjut Tentang Pendaftaran ( Grand Prize Undian Bank Lampung ) Silakan Klik Menu (Daftar) Yang Telah Kami Sediahkan.
Sejumlah aku menyertakan tautan dengan alamat berikut:
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, 6 Juni 2024, mengenai gebyar undian berhadiah dari Bank Lampung.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Tawaran undian berhadiah disebarkan oleh sejumlah akun dengan nama pengguna dan foto profil yang meniru Bank Lampung.
Misalnya, akun dengan nama BankLampung, Undian Bpd Lampung, Promo Bank Lampung, Bank Lampung, dan BPD Bank Lampung.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun, pada 6 Juni 2024:
Khusus Untuk Nasabah Bank Lampung Yang Sudah Terdaftar Di Mobile Banking/Internet Banking, Program Grend Prize Bank Lampung Berhadiah Hadir Lagi, Ayo Buruan Daftar Menangkan Hadiah Nya Utama nya-2: Unit Mobil XPander-5 : Unit Mobile Innova-2 : Unit Mobile Toyota Fortuner10: Unit Gunung-6:Unit Sepada motor Honda Vario-6: paket umroh gratis-10 : Unit TV Led-15 : Unit Leptop-15: Unit Lemari es-20 : Unit Specker Prolytron-20 : Unit Ac Prolytron-6 : Unit Handphone AppleMasih Banyak Keuntungan Lainnya... Info Lebih Lanjut Tentang Pendaftaran ( Grand Prize Undian Bank Lampung ) Silakan Klik Menu (Daftar) Yang Telah Kami Sediahkan.
Sejumlah aku menyertakan tautan dengan alamat berikut:
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, 6 Juni 2024, mengenai gebyar undian berhadiah dari Bank Lampung.
Hasil Cek Fakta
Akun-akun Facebook yang menawarkan undian berhadiah bukanlah akun asli milik Bank Lampung.
Akun dan Halaman Facebook Bank Lampung dapat dilihat di sini dan di sini.
Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan bantuan URL Scan untuk mengetahui sumber tautan.
Ketiga tautan yang disertakan tidak mengarah ke situs resmi Bank Lampung. Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini, di sini, dan di sini.
Situs resmi Bank Lampung yakni www.banklampung.co.id.
Melalui akun Instagramnya, Bank Lampung mengimbau kepada nasabah untuk berhati-hati terhadap penipuan di media sosial mengatasnamakan Bank Lampung.
"Bank Lampung tidak pernah memberikan link mendaftar untuk mendapatkan hadiah undian, selalu waspada dan jangan sampai terjebak!" dikutip dari unggahan di akun @bpd_lampung, Jumat (21/6/2024).
Jangan membuka tautan mencurigakan karena berisiko terjerat phishing.
Akun dan Halaman Facebook Bank Lampung dapat dilihat di sini dan di sini.
Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan bantuan URL Scan untuk mengetahui sumber tautan.
Ketiga tautan yang disertakan tidak mengarah ke situs resmi Bank Lampung. Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini, di sini, dan di sini.
Situs resmi Bank Lampung yakni www.banklampung.co.id.
Melalui akun Instagramnya, Bank Lampung mengimbau kepada nasabah untuk berhati-hati terhadap penipuan di media sosial mengatasnamakan Bank Lampung.
"Bank Lampung tidak pernah memberikan link mendaftar untuk mendapatkan hadiah undian, selalu waspada dan jangan sampai terjebak!" dikutip dari unggahan di akun @bpd_lampung, Jumat (21/6/2024).
Jangan membuka tautan mencurigakan karena berisiko terjerat phishing.
Kesimpulan
Gebyar undian berhadiah dari Bank Lampung yang beredar di Facebook merupakan hoaks.
Akun-akun Facebook yang menawarkan undian berhadiah bukan akun asli Bank Lampung.
Tautan yang disebarkan sebagai syarat mendaftar undian tidak mengarah ke situs resmi Bank Lampung.
Akun-akun Facebook yang menawarkan undian berhadiah bukan akun asli Bank Lampung.
Tautan yang disebarkan sebagai syarat mendaftar undian tidak mengarah ke situs resmi Bank Lampung.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0g8scFhCZEix8fS81M5jhZBKaz6zfToJ8NXtxRjRf5AgkDypvhB9kaeSzYnm3jmiVl&id=61560554973702
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0NvUUeuQv5q7n7mEJr4xRpNCebJwFcnU5pFWrqKW1eyJ6Z1VNBbCRdB4WoJv36cmzl&id=61556763652979
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02J8KFBVCn6Wfug7zr24Fhf444JH8oFRGKnvnUULqjkkPmvsrWKH5VdUjfpmj2U4k6l&id=61556306471823
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0RHeDTTMr7hBEssSGxrttudSN81yddhwFooNtGg4yZpPpfPh5A22AR7p8g75h8pFjl&id=61556113216004
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0s2DYFKKg9EJQKR9kc27EP3LG18MoG4yoHzsHAMWwmb6n7rGqhfj6drN4DACgcmVVl&id=61556604630201
- https://www.facebook.com/bpdlampung
- https://www.facebook.com/profile.php?id=100070309804120
- https://urlscan.io/result/9d495771-ba2b-4ae4-b123-b8918cf557cb/
- https://urlscan.io/result/56afccf8-c128-4668-934c-91be87a0b94a/
- https://urlscan.io/result/d35a91f0-cfa6-4fed-b5ba-08f1f6fd5695/
- https://www.banklampung.co.id/
- https://www.instagram.com/p/C3XokWQvr4e/
- https://www.instagram.com/p/C3XokWQvr4e/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 3390/7963





