• (GFD-2021-8746) Keliru, Warga Sipil Afghanistan Dibantai Secara Keji Karena Tidak Mendukung Pemerintahan Taliban

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 31/08/2021

    Berita


    Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pria dengan penutup wajah menodongkan senjata dan menembak beberapa warga sipil beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa warga sipil di Afghanistan yang tidak mendukung pemerintahan Taliban dibantai secara keji.
    Di Facebook, video tersebut dibagikan akun ini pada 20 Agustus 2021. Berikut narasi lengkapnya:
    “Warga sipil yang tidak mendukung Taliban, di bantai secara keji. dalam video merekam sebuah kejadian dimana warga sipil yg ingin meninggalkan Afghanistan di Cegat dan di eksekusi.. bahkan kejadian itu di pertontonkan di depan umum agar warga sipil lainnya takut dan tunduk kepada Taliban..apakah ini yg dinamakan Jihad atas nama Allah..Hanya karena berbeda paham yang notabene kalian masih 1 Agama 1 kepercayaan masih kalian Bunuh kalian bantai. Islam tidak mengajarkan seperti itu. Inilah Iblis sesungguhnya, manusia seperti inilah yg merusak nama Islam. Saya yakin Islam Adalah Agama yg Baik tapi tidak Untuk manusia² yang pola pikirnya sempit seperti ini...tingkah laku dan kelakuan kalian sama seperti Yakjudmakjud penyembah Dajjal…!!!.”
    Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan sebanyak 162 kali dan mendapat 3 komentar.
    Apa benar ini video warga sipil Aganistan dibantai secara keji karena tidak mendukung pemerintahan Taliban?
    Tangkapan layar unggahan video yang diklaim sebagai momen pembantaian warga sipil yang tak mendukung Taliban.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool InVid. Selanjutnya gambar-gambar ditelusuri jejak digitalnya dengan menggunakan reverse image Google dan Yandex.
    Hasilnya, video tersebut merupakan aksi teatrikal yang dilakukan puluhan aktivis di Kabul pada September 2019 untuk memprotes tindakan Taliban atas penculikan dan pembunuhan terhadap etnis Hazara di Jalres, Afghanistan.
    Video yang identik pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Afghan International pada 25 September 2019 dengan judul yang dutulis dalam bahasa Persia yang berarti, “Bagaimana Taliban memblokir penumpang di Jalrez? Internasional Afganistan.”
    Selain kualitas videonya lebih baik, logo yang terdapat pada pojok kiri atas video juga identik. Pada logo tersebut terdapat tulisan: AFGHAN.
    “Bagaimana kelompok Taliban menutup penumpang di Jalriz! Sebuah alegori seniman dipukuli oleh Taliban di Jalrez,” bunyi keterangan video tersebut.
    Sebuah foto yang identik dengan aksi tersebut juga pernah dimuat situs berita berbahasa Persia, etilaatroz.com pada 2019. Foto tersebut diberi keterangan: “Gerakan simbolis sejumlah aktivis sipil di Kabul sehubungan dengan pembunuhan penumpang sipil di Jalrez.”
    Menurut etilaatroz.com, pada hari Senin (16 September), puluhan aktivis masyarakat sipil dari daerah pusat dan penduduk Kabul dalam gerakan simbolis melambangkan penyanderaan dan pembunuhan Hazara di Jalrez. Mereka menyerukan diakhirinya pembunuhan di Jalriz dan untuk keamanan jalan raya Kabul-Provinsi Tengah.
    Dilansir dari situs cek fakta Boomlive.in, pemimpin redaksi Etilaatroz, Zaki Daryabi, dalam percakapan di Twitter mengkonfirmasi bahwa video itu adalah bagian dari teater.
    Daryabi berkata, "Video itu adalah sebuah teater di Kabul. Mereka hanya menunjukkan apa yang terjadi dengan Hazara di distrik Jalrez di Maidan Wardak."
    Menurut cerita di Etilaatroz, penumpang yang bepergian ke dan dari Jalrez yang secara rutin menggunakan jalan raya Kabul-Markazi telah diserang oleh Taliban disertai dengan beberapa pembunuhan dan penculikan.
    "Distrik Jalrez di provinsi Maidan Wardak di jalan raya Kabul-Markazi dikenal sebagai "Jalan Kematian".
    Taliban telah merenggut sekitar 108 nyawa di distrik Jalrez tengah, 60 km dari ibu kota, sejak 2012, ketika jalan itu menjadi tidak aman. Sebagian besar korban adalah warga sipil yang ditembak atau dipenggal oleh Taliban di Jalrez saat bepergian di rute tersebut.
    Puluhan lainnya disandera dan dilecehkan selama tahun-tahun ini," lapor outlet berita. Laporan itu lebih lanjut mengatakan bahwa pada 1 September, "Taliban menyerang puluhan keluarga, menyerang daerah Pitab dan Sarcheshmeh, yang dihuni oleh Hazara, dan mencoba membawa perang dan ketidakamanan ke daerah-daerah ini."
    Hazara yang merupakan populasi utama di daerah Jalrez adalah etnis minoritas di Afghanistan dan mulsim Syiah, yang telah diserang dan dianiaya oleh Taliban dan negara Islam karena etnis dan keyakinan agama mereka.
    Konflik yang meningkat di Afghanistan baru-baru ini juga telah menyebabkan berbagai informasi yang salah beredar di media sosial dengan banyak yang berbagi cerita satir tentang Taliban yang mengenakan topeng sebelum mengambil alih negara itu. Gambar lama beredar dan dihubungkan dengan kejadian baru-baru ini di negara tersebut.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan akta Tempo, video dengan klaim bahwa warga sipil Afghanistan dibantai secara keji karena tidak mendukung pemerintahan Taliban, keliru. Video tersebut merupakan aksi teatrikal yang dilakukan puluhan aktivis di Kabul pada September 2019 untuk memprotes tindakan Taliban atas penculikan dan pembunuhan terhadap etnis Hazara di Jalres, Afghanistan.
    TIM CEK FAKTA TEMPO

    Rujukan

  • (GFD-2021-7496) [SALAH] Wakil Walikota Cirebon bagikan Informasi pembagian Donasi

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 31/08/2021

    Berita

    “Ww: Assalamu’alaikum wr. wb
    Apa betul saat ini saya terhubung dengan Pengurus Mesjid Jami’ Ar- Rayuan

    K: Betul sekali Bu, apa ini ibu Eti?

    Ww: Tujuan saya menghubungi terkait Pembagian donasi untuk rumah Ibadah di Wilayah kota Cirebon

    K: Saya Budianto, Teman mas Sigit, Bu

    Ww: Alhamdulillah…Iya saya Pak, mohon maaf, saat ini saya terhubung dengan bpk siapa 🙏🙏Salam Pak Budianto.

    Apa kabar hari ini

    Lampiran File…”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di media sosial WhatsApp sebuah tangkapan layar berupa percakapan antara Pihak Pengurus Masjid Ar-Rayyan dengan akun yang mengatasnamakan Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati.

    Percakapan tersebut berisi informasi terkait Pembagian donasi yang dilakukan pemerintah daerah Cirebon kepada Rumah Ibadah di wilayah Cirebon.

    Namun informasi tersebut dibantah oleh Eti melalui akun resmi Instagram miliknya. Jika ada pesan Whatsapp mengatasnamakan saya terkait donasi tempat ibadah, mohon untuk diabaikan. Karena itu penipuan dan bukan nomor saya,” tulis Eti pada akun Instagramnya tersebut.

    Eti juga mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati perihal pesan yang mengatasnamakan dirinya. Dan agar masyarakat melaporkan apabila ada kejadian penipuan serupa.

    Dengan demikian informasi yang beredar di Whatsapp terkait Pembagian donasi ke rumah Ibadah oleh Wakil Walikota Cirebon tersebut tidak benar, sehingga informasi tersebut masuk dalam kategori konten tiruan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fachrun Nisa (Universitas Muhammadiyah Luwuk).

    Akun tersebut merupakan akun bodong yang mencatut nama Wakil Walikota Cirebon

    Rujukan

  • (GFD-2021-7497) [SALAH] “Madagaskar keluar dari WHO”

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 31/08/2021

    Berita

    MADAGASKAR KELUAR DARI ORGANISASI KESEHATAN DUNIA ATAS Skandal COVID-19JANGAN PERCAYA “WHO”. PENGENDALINYA DAN PENDANANYA ADALAH YAHUDI TUJUANNYA DEPOPULASI PENGHAPUSAN MANUSIA KULIT BERWARNA (ASIA & AFRIKA)… dst”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di media sosial WhatsApp sebuah pesan berantai di antaranya berisi bahwa Madagaskar memutuskan keluar dari WHO.

    Pernyataan tersebut diklaim disampaikan oleh Presiden Madagaskar Andry Ranoelina pada saat wawancara bersama France24.

    Setelah dilakukan penelusuran, faktanya pesan berantai yang berisi informasi yang mengklaim bahwa Madagaskar telah keluar dari WHO sebagaimana pernyataan Presiden Andry tersebut tidak benar. Bahkan pernyataan tersebut tidak ditemukan dimuat pada Allafrica.com dan juga sampai saat ini Madagaskar masih menjadi anggota WHO.

    Dengan demikian informasi yang beredar di WhatsApp terkait Madagaskar yang keluar dari WHO tersebut tidak benar, sehingga informasi tersebut masuk dalam kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fachrun Nisa (Universitas Muhammadiyah Luwuk).

    Informasi tersebut merupakan hoaks lama yang muncul kembali.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7499) [SALAH] Munarman Kritis Total, nasibnya memilukan

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 31/08/2021

    Berita

    “TAK TEGA MELIHATNYA

    MUNARMAN KERITIS TOTAL NASIB NYA SEKARANG DI PENJAR4 SUNGGUH MEMILUKAN,”

    Hasil Cek Fakta

    Tengah beredar di media sosial YouTube sebuah video yang diunggah oleh akun youtube Pena Istana. Dalam video tersebut diklaim bahwa keadaan Munarman mantan Sekretaris Umum FPI kritis.

    Setelah dilakukan penelusuran oleh tim seputartangsel.com faktanya informasi pada video yang beredar tersebut tidak benar.

    Informasi tersebut juga dibantah oleh Aziz Yazid selaku pengacara Munarman. Menurut Aziz, saat ini Munarman yang berada di Rutan Mabes Polri tidak dapat ditemui sebagai dampak dari adanya PPKM level 4.

    Dengan demikian informasi yang beredar di YouTube terkait kondisi Munarman yang sedang kritis tersebut tidak benar, sehingga informasi tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fachrun Nisa (Universitas Muhammadiyah Luwuk).

    Informasi tersebut telah dibantah oleh Aziz Yazid selaku pengacara Munarman.

    Rujukan