• (GFD-2026-32646) [SALAH] Purbaya Ingin Ganti Program MBG Jadi Sekolah Gratis

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 04/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “Yayan Kurniawan Repvblik” pada Kamis (26/2/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “PURBAYA MAU GANTI MBG DENGAN SEKOLAH GRATIS. LUHUT MENOLAK. Rakyat Bertanya: Anak Kenyang Sehari Atau Anak Pintar Seumur Hidup? 

    Sekolah Gratis = Masa Depan

    MBG Tanpa Arah = Proyek Musiman

    Kalau Pendidikan Masih Mahal, Buat Apa Bangga Bagi-Bagi Makan? Yang Ditolak Bukan Ide Uang Rakyat, Tapi Ancaman Buat Kepentingan Lama. BAGAIMANA TANGGAPAN KALIAN??”

    Unggahan disertai takarir: 

    “Sekolah Gratis vs MBG: Mana Prioritas untuk Masa Depan Anak Bangsa?”

    Per Rabu (4/3/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 1.800-an tanda suka, menuai 622 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 167 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Purbaya ingin ganti program MBG jadi sekolah gratis” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah artikel dan berita, antara lain:

    • Artikel turnbackhoax.id “[SALAH] Purbaya Bakal Transfer Anggaran MBG ke Rekening Orang Tua Siswa”, tayang Sabtu (21/2/2026). Artikel ini menyebut bahwa klaim Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya mengusulkan pergantian program MBG menjadi bantuan uang tunai adalah hoaks. 

    • Berita kompas.com “Menkeu Bakal Alihkan Anggaran MBG ke Bantuan Beras 10 Kg Jika Tak Terserap”, tayang Jumat (19/9/2025). Berita ini melaporkan bahwa Menkeu Purbaya akan mengalihkan anggaran program MBG ke program lain jika tidak terserap dengan baik, termasuk mengalihkan anggaran ke program bantuan pangan beras 10 kg.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Purbaya ingin ganti program MBG jadi sekolah gratis”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Unggahan video berisi klaim “Menkeu Purbaya ingin ganti program MBG jadi sekolah gratis” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32647) [SALAH] BGN Bakal Pidanakan Orang Tua Pengunggah Foto Menu MBG

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 04/03/2026

    Berita

    Beredar unggahan gambar [arsip] dari akun Facebook “Iwan Tarapandjang” pada Sabtu (28/2/2026) yang menampilkan tangkapan layar dari kompas.com dengan narasi sebagai berikut:

    BGN; Orang tua yang memposting menu MBG dimedsos,bisa kami pidanakan,dengan undang undang ITE

    Hingga Rabu (4/3/2026) unggahan tersebut telah disukai sebanyak 4 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Cek Fakta liputan6.com.

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kebenaran klaim dengan menghubungi Kepala BGN, Dadan Hindayana. Dia menyebut postingan tersebut tidak benar.

    Penelusuran dilanjutkan dengan memasukkan gambar tersebut ke mesin pencarian gambar Google Lens. Hasilnya ditemukan unggahan artikel dari akun Facebook "Kompas.com" pada Rabu (18/2/2026) yang menampilkan gambar serupa namun dengan narasi "BGN: Insentif Rp 6 Juta Per Hari untuk SPPG Lebih Efisien Dibanding Bangun Sendiri".

    Dalam artikel tersebut sama sekali tidak membahas larangan untuk mengunggah menu MBG di medsos. Artikel itu memuat penjelasan Kepala BGN Dadan Hindayana soal insentif Rp6 juta per hari pada yayasan SPPG atau dapur MBG.

    Di sisi lain, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mempersilakan warga masyarakat untuk mengunggah gambar ataupun video menu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi anak-anak mereka ke media sosial.

    Meski demikian, Nanik menyarankan agar pengunggah gambar maupun video di media sosial itu mencantumkan keterangan yang lengkap tentang menu MBG yang diunggahnya itu.

    Kesimpulan

    Faktanya unggahan tersebut merupakan manipulasi dari artikel kompas.com dengan judul asli “BGN: Insentif Rp 6 Juta Per Hari untuk SPPG Lebih Efisien Dibanding Bangun Sendiri”. Unggahan berisi klaim "BGN bakal pidanakan orang tua pengunggah foto menu MBG" merupakan konten yang dimanipulasi (manipulated content).
    (Ditulis oleh Pekik Jalu Utomo)

    Rujukan

  • (GFD-2026-32648) Cek Fakta: Hoaks Kapolri Sebut Barang Bukti Sabu Kadang Hilang Sendiri karena Cuaca Panas

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebut barang bukti sabu terkadang hilang sendiri karena cuaca panas. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 2 Maret 2026.
    Dalam postingannya terdapat foto Kapolri Listyo Sigit Prabowo dengan narasi sebagai berikut:
    "Polri klarifikasi barang bukti sabu hilang 30 KG meleleh karena cuaca panas"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Polri klarifikasi BB S4BU 'HILANG 30KG KARENA CUACA PANAS'
    Kapolri Listyo Sigit Prabowo Menjelaskan, S4bu Yang Selama Ini Di Publis Sebagai Hasil Barang Bukti Dari Tangkapan, Terkadang Suka Hilang Sendiri. ada beberapa faktor terjadinya, Biasanya karena faktor cuaca extrim yang membuat S4bu tersebut terurai menjadi udara. Hilangnya pun tidak main-main kadang sampai 5 hingga 6 ton. APAKAH SEMUA BISA DI PERCAYA ?"
    Lalu benarkah postingan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebut barang bukti sabu terkadang hilang sendiri karena cuaca panas?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari Polri. Bantahan itu disampaikan dalam unggahan di akun Instagram, @divisihumaspolri yang sudah bercentang biru atau terverifikasi pada 3 Maret 2026.
    "Telah beredar di media sosial dengan foto Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan narasi "Polri klarifikasi barang bukti sabu hilang 30 Kg meleleh karena cuaca panas.
    Faktanya informasi dalam unggahan ini tidak benar dan menyesatkan. Kapolri juga tidak pernah menyatakan barang bukti narkotikan jenis sabu "hilang karena cuaca panas" atau "terurai menjadi udara". Setiap barang bukti narkotika dicatat, diamankan, diuji secara forensik sesuai prosedur hukum yang ketat, termasuk pengawasan berlapis hingga proses pemusnahan resmi."
    Divisi Humas Polri juga menambahkan dalam unggahan tersebut:
    "Sobat Polri, beredar unggahan di media sosial yang menampilkan foto Listyo Sigit Prabowo dengan narasi bahwa barang bukti sabu hilang karena cuaca panas. Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan. Kapolri tidak pernah menyampaikan pernyataan seperti itu. Setiap barang bukti narkotika dicatat, diamankan, serta diuji secara forensik sesuai prosedur hukum yang ketat, dengan pengawasan berlapis hingga proses pemusnahan resmi. Mari lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi. Pastikan kebenarannya sebelum menyebarkannya kembali."
    Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir juga membantah postingan yang beredar di masyarakat.
    "Ini hoaks. Mari kita menjaga ruang digital yang sehat dan produktif serta konstruktif bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara" ujarnya.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebut barang bukti sabu terkadang hilang sendiri karena cuaca panas adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32649) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Rekrutmen Pegawai Koperasi Merah Putih 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran rekrutmen pegawai Koperasi Merah Putih 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 Maret 2026.
    Klaim link pendaftaran rekrutmen pegawai Koperasi Merah Putih 2026 berupa tulisan sebagai berikut.
    "REKRUTMEN PEGAWAI KOPERASI DESA MERAH PUTIH RESMI DI BUKA TAHUN 2026
    Pemerintah Membuka Rekrutmen Pegawai Koperasi Desa Merah putih Tahun 2026 Persyaratan :
    Laki-laki dan perempuan
    Berusia Minimal 20 tahun
    Bersedia Ditempatkan di Daerah masing-masing
    Memiliki Ijazah Minimal SMA
    Sehat Jasmani dan rohani
    Bersedia Digaji Minimal 5 - 8 Juta
    Untuk info cara pendaftaran dan penempatannya ada di bawah dan bio profil 👇👇
    https://daftarsekarangjg.eliiyi.com/
    🚫 𝙋𝙚𝙣𝙙𝙖𝙛𝙩𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙜𝙧𝙖𝙩𝙞𝙨 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙨𝙚𝙡𝙪𝙧𝙪𝙝 𝙄𝙣𝙙𝙤𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖 🚫"
    Unggahan klaim menyertakan menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut.
    "https://daftarsekarangjg.eliiyi.com/?fbclid=IwY2xjawQUtdZleHRuA2FlbQIxMABicmlkETFpRkxXcmVSYm92V2NrT2t5c3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHrAm0qidskM4ML8W66Evs105opfeJykDv7sUIt7ORdpZ3uph_hG5LQVWbYJf_aem_IkE4kgD7OG-adXR4kSMDBA"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir pendaftaran dengan meminta sejumlah data pribadi, seperti nama sesuai e-KTP, alamat lengkap dan nomor Telegram.
    Benarkah klaim link pendaftaran rekrutmen pegawai Koperasi Merah Putih 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran rekrutmen pegawai Koperasi Merah Putih 2026, penelusuran mengarah pada pernyataan Kementerian Koperasi melalui akun Instagram resminya @kemenkop.
    Berikut isinya:
    "Halo, SobatKop! ?
    Hati-hati terhadap informasi palsu ya! ? Baru-baru ini beredar informasi hoaks terkait rekrutmen Pegawai Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di media sosial.
    Kami tegaskan bahwa informasi tersebut TIDAK BENAR. Pastikan SobatKop selalu mendapatkan informasi yang valid dari sumber resmi kami.
    Segala informasi resmi terkait Kementerian Koperasi dapat diakses melalui:? Media Sosial : @kemenkop? Website : kop.go.id
    Tetap waspada dan jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya, ya!"
    Selain itu, dalam website Kemenkop, informasi perekrutan pegawai Koperasi Desa Merah Putih pada 2025 sudah berakhir sejak September 2025.
     
     
    Sumber: 
    https://kop.go.id/read/pengumuman-bisnis-asisten-kdkmp https://www.instagram.com/p/DI3FjXXzoNU/
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran rekrutmen pegawai Koperasi Merah Putih 2026 tidak benar.
    Baru-baru ini beredar informasi hoaks terkait rekrutmen Pegawai Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di media sosial.