• (GFD-2026-32684) [PENIPUAN] Tautan Rekrutmen Nasional Penggerak Literasi Daerah 2026

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “EKO febrianto” pada Kamis (19/2/2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:

    𝐑𝐄𝐊𝐑𝐔𝐓𝐌𝐄𝐍 𝐍𝐀𝐒𝐈𝐎𝐍𝐀𝐋 𝐏𝐄𝐍𝐆𝐆𝐄𝐑𝐀𝐊 𝐋𝐈𝐓𝐄𝐑𝐀𝐒𝐈 𝐃𝐀𝐄𝐑𝐀𝐇 𝟐𝟎𝟐6

    Telah dibuka kesempatan bagi Anda yang memiliki semangat berkontribusi untuk menjadi Penggerak Literasi Daerah (PLD). Jika Anda seorang kepala sekolah, guru atau pengawas sekolah, inilah kesempatan Anda untuk berkontribusi dalam mengembangkan literasi dan kualitas pendidikan di daerah Anda!

    𝙈𝙚𝙣𝙜𝙖𝙥𝙖 𝘼𝙣𝙙𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙜𝙖𝙗𝙪𝙣𝙜?

    🚀 Dapatkan pelatihan profesional bersertifikat.

    🤝 Bangun kolaborasi dengan sekolah-sekolah dan Dinas

    💼 Nikmati fasilitas komisi, tunjangan performa, dan tunjangan prestasi.

    🏆 Raih sertifikat, piagam, serta plakat penghargaan sebagai apresiasi.

    📚 Terlibat dalam penerbitan buku tunggal dan antologi.

    🌐 Bergabung dalam Forum PLD Nasional.

    Hingga Jumat (6/3/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 500 tanda suka, 20-an komentar, serta dibagikan ulang belasan kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “cara mendaftar penggerak literasi daerah” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke akun Instagram Startup Pengembang Program Literasi Sekolah Nasional “nyalanesia”, isinya informasi tentang pembukaan rekrutmen Sosialisator Program Literasi Nasional angkatan ke-8.

    “Pendaftaran Sosialisator Program Literasi (SPL) Nasional dibuka hingga Jumat (13/2/2026) dengan mengakses laman penggerakliterasi.id”, tulis akun Instagram “nyalanesia” pada Januari 2026.

    Sebagai informasi, dilansir dari laman penggerakliterasi.id, Penggerak Literasi Daerah (PLD) adalah program bentukan Nyalanesia untuk menyeleksi, melatih, dan memberdayakan pendidik (guru/kepala sekolah/pengawas) serta pegiat literasi guna mengembangkan budaya literasi di daerah. PLD bertugas mensosialisasikan program Sekolah Literasi Nasional, mendampingi sekolah dalam berkarya, serta membangun ekosistem pendidikan yang mandiri.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran rekrutmen nasional penggerak literasi daerah 2026” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content)

    Rujukan

  • (GFD-2026-32686) [SALAH] Video "Wanita asal Filipina Terserang Rudal di Dubai”

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Akun TikTok “Jabarekspres” pada Senin, (02/03/2026) mengunggah video [arsip] memperlihatkan seorang wanita yang sedang melakukan siaran langsung, lalu tiba-tiba terdengar dan terlihat ledakan di sekitarnya. Peristiwa itu diklaim sebagai seorang wanita asal Filipina yang terkena serangan rudal di Dubai. Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Viral di media sosial, seorang wanita asal Filipina yang sedang live streaming di Dubai dikabarkan terkena hantaman rudal di tengah memanasnya situasi Perang di Timur Tengah. Video tersebut bikin ngeri dan bikin banyak orang khawatir dengan kondisi kawasan Selat Hormuz dan Arab Saudi, bahkan sampai dikaitkan dengan isu WW3 serta berbagai spekulasi lainnya. Semoga situasi segera mereda dan tidak ada lagi kabar mengerikan seperti ini


    #TimurTengah #Dubai #SelatHormuz #ArabSaudi #PerangDunia #WW3 #BeritaViral #Iran #Amerika #Trump #BOP

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 20 juta kali, disukai oleh lebih dari 700 ribu akun, memperoleh sekitar 11 ribu komentar, serta dibagikan ulang sebanyak 136 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan melakukan pencarian gambar serupa menggunakan fitur Search Image di TikTok pada cuplikan yang beredar. Hasil penelusuran mengarah pada video yang diunggah akun TikTok thedisastersdude pada April 2024. Dalam keterangan unggahan tersebut dijelaskan bahwa video itu merupakan rekaman peristiwa ledakan besar di Kota Beirut, Lebanon, pada tahun 2020.

    Berdasarkan pemberitaan CNBC Indonesia, ledakan di Beirut tersebut menewaskan sedikitnya 135 orang dan melukai lebih dari 4.000 orang. Insiden dahsyat yang kekuatannya setara gempa bumi itu terjadi akibat meledaknya amonium nitrat yang disimpan di salah satu gudang Pelabuhan Beirut. Fakta ini menunjukkan bahwa video yang beredar bukanlah peristiwa terbaru dan tidak memiliki keterkaitan dengan kejadian di Dubai saat ini, sehingga klaim yang menyertainya tidak sesuai dengan konteks sebenarnya.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa rekaman tersebut merupakan peristiwa ledakan di Beirut, Lebanon, pada tahun 2020. Dengan demikian, video dengan klaim “wanita asal Filipina Terserang rudal di Dubai” merupakan konteks yang salah (False Context).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32695) Cek Fakta: Tidak Benar Jurnalis CNN Indonesia Ditahan karena Ungkap Kasus MBG

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia ditahan karena mengungkap kasus MBG. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 5 Maret 2026.
    Dalam postingannya terdapat foto dengan narasi sebagai berikut:
    "Valencia Jurnalis CNN membongkar Keracunan MBG di Depan Presiden, Kini Di Tahan Karena Di Anggap Membuka AIB Negara"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Aksi nekat Valencia Jurnalis CNN membongkar  kerancunan MBG dan dalangnya.. Naas, kini dia malah ditahan oleh aparat kepolisian karena membongkar kejahatan public sama saja membongkar Aib NEGARA.."
    Lalu benarkah postingan jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia ditahan karena mengungkap kasus MBG?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari CNN Indonesia. Bantahan itu disampaikan dalam akun Instagram resminya, @cnnindonesia yang sudah bercentang biru atau terverifikasi pada 5 Maret 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Kemarin sebuah cerita beredar katanya jurnalis CNN Indonesia ditangkap karena mengungkap kasus MBG. Cerita itu terdengar dramatis. Terdengar seperti sesuatu yang mungkin saja terjadi.
    Tapi satu hal: Itu tidak benar.
    Tapi ada yang lebih menarik dari itu. Cerita yang tidak nyata, tetap dipercaya, tetap dibagikan dan menyebar begitu cepat.
    Karena di era media sosial sebuah cerita sering lebih dulu dipercaya. Emosi bergerak lebih cepat daripada verifikasi.
    Di titik itulah jurnalisme, bukan saat cerita ramai, bukan saat emosi memuncak.
    Tapi saat semua orang sudah merasa yakin padahal belum ada yang benar-benar memeriksa.
    Jurnalisme ada bukan untuk ikut mempercayai, bukan untuk ikut menyebarkan. Tapi untuk bertanya: "Benarkah ini terjadi?"
    Karena kepercayaan publik tidak boleh dibangun di atas asumsi melainkan pada fakta yang sudah diuji."

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia ditahan karena mengungkap kasus MBG adalah tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32696) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Token dan Subsidi Listrik Gratis dari PLN

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran token dan subsidi listrik gratis dari PLN. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Maret 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "TOKEN dan SUBSIDI LISTRIK GRATIS DARI PROGRAM PEMERINTAH
    Pemerintah menghadirkan program Token dan subsidi Listrik Gratis sebagai bentuk dukungan untuk masyarakat Indonesia.
    Manfaatkan kesempatan ini sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
    Segera daftarkan diri anda dan claim voucher token dan subsidi listrik GRATIS dari Pemerintah melalui PLN
    Pastikan selalu mengakses informasi dari sumber resmi
    Waspada terhadap penipuan dan hoaks
    Tidak dipungut biaya apa pun
    Silahkan daftar dan claim token dan subsidi PLN"
    Unggahan disertai menu daftar. Jika menu daftar diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs tertentu. Situs ini meminta sejumlah identitas, seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran token dan subsidi listrik gratis dari PLN? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran token dan subsidi listrik gratis dari PLN. Penelusuran mengarah pada artikel Liputan6.com berjudul "Viral Pembagian Token Listrik Gratis, Simak Penjelasan PLN" yang dimuat pada 23 September 2025.
    Pada artikel ini, PLN mengingatkan masyarakat supaya tidak mudah tergiur tawaran promo token listrik gratis. Pasalnya, ini merupakan hoaks yang menjadi modus kejahatan siber.
    Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, PLN tidak pernah membuat dan menyelenggarakan promo token listrik gratis seperti yang beredar di media sosial.
    "PLN memastikan tidak pernah memberikan promo dimaksud," kata Gregorius, saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa 23 September 2025.
    Dia menegaskan, informasi promo pembagian token listrik gratis yang beredar adalah hoaks dan indikasi scam.
    PLN mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi termasuk promosi yang bukan resmi bersumber dari PLN sehingga terhindar dari upaya penipuan.
    "Informasi tentang promo resmi dari PLN dapat dilihat pada aplikasi PLN Mobile," kata Gregorius.
    Penelusuran juga mengarah pada unggahan dari PLN melalui akun Instagram resminya @pln_id. Dalam unggahannya PLN meminta masyarakat hati-hati karena sekarang lagi banyak akun-akun tidak resmi yang menyebarkan hoaks promo listrik gratis.
    "Hati-hati ya Electrizen, sekarang lagi banyak akun-akun tidak resmi yang menyebarkan HOAX promo listrik gratis. PLN hanya informasi promo resmi via media sosial korporat milik PLN atau aplikasi PLN Mobile," tulis PLN dikutip pada Jumat (6/3/2026).
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan token dan subsidi listrik gratis dari PLN, tidak benar.

    Rujukan