• (GFD-2026-32935) Keliru, Pernyataan China Akan Lindungi Iran Jika AS Menyerang

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial unggahan yang mengklaim China akan melindungi Iran dari amukan Amerika. Unggahan tersebut mengklaim bahwa Beijing melayangkan peringatan keras kepada Washington dan menyatakan siap melindungi Iran jika Amerika Serikat berani melakukan serangan.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Cerita Kita” (arsip) pada Minggu (01/03/2026). Dalam unggahan menampilkan gambar 4 tokoh pemimpin dunia, bagian bawah gambar menunjukkan Vladimir Putin, Xi Jinping, Ali Khamenei, dan Kim Jong Un berdiri bersama.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “China memperingatkan Amerika Serikat soal Iran, China mengatakan akan melindungi Iran jika AS menyerangnya,” begitu narasi tertulis dalam gambar pada unggahan tersebut.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam keterangan unggahan dituliskan, menurut BRICS News, ini adalah langkah berani yang menantang "SANG NAGA", Serta upaya menggalang solidaritas BRICS di tengah bayang-bayang badai konflik global yang kian mendekat, sekaligus mempertahankan Poros dunia multipolar dari dominasi unipolar.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (05/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 13 ribu likes, 900 komentar, dan 196 kali dibagikan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian masyarakat mempercayai informasi tersebut, dan yang lainnya menyebutkan bahwa China hanya membantu Iran.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Threads “bogoyunior” (arsip) pada Selasa (03/03/2026). Unggahan tersebut memiliki klaim serupa yaitu China memberikan peringatan keras kepada AS, menyatakan kesiapannya untuk melindungi Iran jika Amerika Serikat melakukan serangan. Pengunggah juga menambahkan gambar kobaran api akibat ledakan dengan keterangan “Iran menghancurkan pangkalan udara AS di Riyadh, Arab Saudi”.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim yang menyebutkan China akan lindungi Iran jika AS menyerang?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Video Viral Eks Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Masih Hidup

    Periksa Fakta China Akan Bantu Iran. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarahkan kami pada laporan YouTube Kompas.Dalam laporan tersebut di menit 4:06, Nicole Grajewski, Peneliti di Carnegie Endowment for International Peace, menyatakan bahwa China mendukung Iran secara diplomatik dan terfokus pada bidang ekonomi. Adapun gambar tersebut terlihat seperti rekayasa digital atau hasil edit karena mereka tidak pernah melakukan sesi foto bersama dalam formasi seperti itu.

    “Hubungan Iran dengan China terutama lebih berfokus pada ekonomi. China merupakan salah satu investor terbesar dalam investasi asing langsung di Iran. Mereka memiliki cukup banyak investasi di pelabuhan-pelabuhan Iran,” begitu menurut Nicole Grajewski dalam laporan Kompas.

    Lebih lanjut, laporan tersebut juga menyatakan bahwa China melalui Fu Cong, perwakilannya untuk PBB mengutuk keras serangan AS terhadap Iran dan pengeboman fasilitas nuklir di bawah perlindungan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

    “Masyarakat internasional harus menegakkan keadilan dan melakukan upaya konkret untuk mendinginkan situasi dan memulihkan perdamaian dan stabilitas,” begitu keterangan Fu Cong.

    Namun, terkait dukungan militer China terhadap Iran masih belum ada keterangan jelas. Adapun laporan terkait adanya pesawat angkut China terbang ke Teheran masih belum terkonfirmasi.

    Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “China akan lindungi Iran jika AS menyerang” di mesin pencarian Google. Hasilnya, mengarah pada laman CNBC Indonesia “China Bela Iran, Sebut Punya Hak Lawan Perang AS-Israel”. Di situ, Menteri Luar Negeri China Wang Yi, menyatakan sikap China secara terbuka dengan menyatakan dukungannya kepada Iran untuk membela kedaulatan dan hak bela diri di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

    Dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin (02/03/2026), Wang menegaskan bahwa Beijing mendukung Teheran dalam membela diri dari serangan Amerika dan Israel. Wang juga menegaskan bahwa China telah mendesak AS dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer guna mencegah konflik meluas di kawasan.

    "China menghargai persahabatan tradisional antara China dan Iran, mendukung Iran dalam membela kedaulatan, keamanan, integritas teritorial, dan martabat nasionalnya, serta mendukung Iran dalam melindungi hak dan kepentingannya yang sah," begitu keterangan Wang, dikutip media pemerintah China, CCTV, Selasa (3/3/2026).

    Tirto, dalam artikel "Daftar Sekutu Iran & Sikap Mereka Terhadap Serangan AS-Israel" melaporkan bahwa Pemerintah China saat ini memilih untuk tidak ikut dalam peperangan di kawasan Teluk.

    Meski China dan Iran memiliki hubungan kemitraan strategis yang telah berkembang selama bertahun‑tahun, Beijing memilih untuk tidak memberikan dukungan militer kepada Iran setelah serangan besar yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

    Sikap ini mencerminkan batasan nyata dalam hubungan kedua negara, di mana dukungan China lebih bersifat diplomatik dan politis, bukan bermotif aliansi pertahanan atau keterlibatan militer langsung.

    Dalam konflik ini, China mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya pelanggaran terhadap kedaulatan dan hukum internasional, serta menyerukan penghentian operasi militer dan solusi melalui dialog, namun tidak mengirimkan senjata, pasukan, atau bentuk dukungan militer yang bisa memperluas konflik secara langsung.

    “China menyerukan penghentian segera operasi militer untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan hilangnya kendali atas konflik,” ujar Menteri Luar Negeri China Wang Yi kepada Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

    Analis menekankan bahwa memberikan bantuan militer langsung kepada Iran akan sangat berisiko dan berpotensi merusak hubungan China-AS, mengancam stabilitas global, serta bertentangan dengan kepentingan ekonomi China.

    Senada dengan hal tersebut, dalam rilis Sindonews International, China Membantah Memberikan Dukungan Militer kepada Iran dan hanya mengutuk AS dan Israel. China hanya memberikan dukungan politik dan ekonomi, serta berpendapat bahwa nuklir harus diselesaikan dengan jalur politik dan diplomatik.

    China tidak pernah menyatakan ataupun bersumpah akan melindungi Iran. China terus menyerukan gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan. Kementerian Luar Negeri China juga membantah memasok senjata atau membantu Iran secara militer. Dikatakan, bahwa dukungannya hanya sebatas dukungan politik dan moral.

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (05/03/2026), tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim bahwa China menyatakan ataupun bersumpah akan melindungi Iran jika Amerika Serikat menyerangnya.

    Baca juga:Daftar Sekutu Iran & Sikap Mereka Terhadap Serangan AS-Israel

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa China akan lindungi Iran jika AS menyerangnya adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menegaskan bahwa Beijing mendukung Iran dalam membela kedaulatan, keamanan, dan martabat nasionalnya. China mendukung Iran secara ekonomi, utamanya sebagai salah satu investor terbesar di Iran dan mengecam serangan AS terhadap Iran secara diplomatik. China mendesak AS dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer guna mencegah konflik meluas.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32680) Cek fakta, foto PM Israel Netanyahu terkena serangan Iran pada 3 Maret

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di platform X menarasikan serangan udara telah berhasil dan target telah dieliminasi, serta menyebut hari itu sebagai kemenangan bagi dunia.

    Unggahan tersebut menampilkan foto yang diklaim memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berada di antara reruntuhan, dikelilingi tiga orang yang mengenakan rompi dan helm kerja.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Airstrike was successful. The target has been eliminated. Today marks a victory for the world.”

    Namun, benarkah foto PM Israel Netanyahu terkena serangan Iran tersebut?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ada informasi resmi yang menyatakan Netanyahu terkena serangan Iran.

    Pemeriksaan menggunakan alat deteksi AI Hive Moderation juga mengindikasikan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,7 persen sebagai hasil kecerdasan buatan, terlihat dari kejanggalan pada tekstur kulit, detail tangan atau sarung tangan, serta logo dan patch pada rompi yang tidak jelas.



    Sebelumnya, Netanyahu di media sosial resminya menyebut “Operasi Singa Mengaum” Israel yang memasuki hari ketiga agresi negeri itu ke Iran.

    Dengan demikian, foto PM Israel Netanyahu terkena serangan Iran pada 3 Maret merupakan suntingan.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Foto PM Israel Netanyahu terkena serangan Iran pada 3 Maret

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32681) Hoaks! Kapolri klarifikasi barang bukti sabu 30 kg menguap akibat cuaca ekstrem

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan gambar Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo dan menarasikan bahwa Polri mengklarifikasi barang bukti sabu seberat 30 kilogram hilang karena terurai atau meleleh akibat cuaca ekstrem.

    Unggahan tersebut juga memuat kutipan yang menyebut cuaca ekstrem dapat membuat sabu terurai hingga lenyap ke udara, bahkan disebut dapat mencapai lima hingga enam ton.

    Narasi yang disertakan berbunyi bahwa barang bukti sabu dapat menghilang dengan sendirinya karena pengaruh cuaca, sehingga memicu pertanyaan publik terkait pengawasan barang bukti narkotika.

    Unggahan tersebut disertai narasi:

    “BARANG BUKTI SABU 30KG HILANG MELELEH GARA GARA CUACA EXTREME

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pernyataan mengejutkan datang dari pimpinan Polri, Listyo Sigit Prabowo. Ia mengungkapkan bahwa barang bukti s4bu yang selama ini dipublikasikan sebagai hasil tangkapan aparat, dalam kondisi tertentu bisa menghilang dengan sendirinya.

    Menurutnya, faktor cuaca ekstrem disebut-sebut menjadi penyebab utama. S4bu yang disimpan sebagai barang sitaan dapat mengalami penguraian hingga lenyap ke udara.

    Ironisnya, jumlah yang hilang bukan dalam skala kecil—bahkan bisa mencapai 5 sampai 6 ton.

    Pernyataan ini sontak memicu tanda tanya publik. Di tengah perang melawan n4rk0ba, transparansi dan pengawasan terhadap barang bukti kembali menjadi sorotan tajam.”

    Namun, benarkah Kapolri klarifikasi barang bukti sabu 30 kg menguap akibat cuaca ekstrem?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Divisi Humas Polri memastikan narasi yang menyebut Polri mengklarifikasi hilangnya barang bukti sabu 30 kilogram akibat cuaca panas atau cuaca ekstrem merupakan hoaks.

    “Ini berita hoaks,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, dilansir dari ANTARA.

    Penelusuran ANTARA melalui mesin pencari dengan kata kunci “barang bukti sabu meleleh” atau “barang bukti sabu menguap” juga tidak menemukan pernyataan resmi dari pihak kepolisian yang menyebut barang bukti sabu hilang atau terurai karena cuaca.

    Polri juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.

    Dengan demikian, narasi yang menyebut barang bukti sabu 30 kilogram menguap akibat cuaca ekstrem tidak berdasar.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Kapolri klarifikasi barang bukti sabu 30 kg menguap akibat cuaca ekstrem

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32682) Hoaks! Mahfud ancam bubarkan DPR RI karena lindungi Jokowi

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube mengklaim bahwa mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD akan membubarkan DPR RI jika lembaga tersebut melindungi Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam isu dugaan pemalsuan ijazah.

    Berikut narasi judul dalam unggahan tersebut:

    “Temukan DPR RI lindungi JKW, nekat Mahfud langsung ancam bubarkan DPR RI”

    Namun, benarkan Mahfud akan bubarkan DPR RI jika melindungi Jokowi?

    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi Mahfud MD yang menyebut akan membubarkan DPR RI.

    Dalam video yang beredar, Mahfud justru menyampaikan bahwa polemik terkait dugaan pemalsuan ijazah Jokowi tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan.

    Ia menegaskan bahwa jika tuduhan tersebut terbukti benar, maka hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Sebaliknya, jika tuduhan tersebut tidak benar, negara harus memulihkan nama baik pihak yang dituduh.

    Mahfud juga menegaskan bahwa DPR merupakan lembaga konstitusional penting dalam sistem demokrasi Indonesia. Menurutnya, meskipun DPR kerap dikritik, keberadaan lembaga tersebut tetap lebih baik daripada dibubarkan.

    Ia menyatakan kritik terhadap DPR dan partai politik seharusnya disampaikan melalui mekanisme demokrasi, bukan dengan menghapus lembaga tersebut. Mahfud bahkan menyebut tanpa DPR, kekuasaan eksekutif berpotensi menjadi absolut.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Selain itu, secara hukum DPR tidak dapat dibubarkan sembarangan tanpa amandemen Undang-Undang Dasar 1945.

    Dengan demikian, klaim bahwa Mahfud MD mengancam akan membubarkan DPR RI karena melindungi Jokowi merupakan informasi yang tidak benar atau menyesatkan.

    Klaim: Mahfud MD ancam bubarkan DPR RI karena melindungi Jokowi

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan