• (GFD-2026-32702) [SALAH] BMKG Prediksi Potensi Tsunami dan Megathrust 8,7 SR di Seluruh Indonesia

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “Chika Permada” pada Sabtu (14/2/2026) mengunggah foto [arsip] yang dilengkapi narasi berikut:

    “BMKG MENGHIMBAU GEMPA MEGATRUST

    TINGGAL MENUNGGU WAKTU SAJA DI TAHUN 2026”.

    Pengunggah juga menambahkan narasi sebagai berikut:

    “2026 BMKG: Gempa Megathrust di Indonesia Berpotensi Terjadi, Bisa Picu Gempa 8,7 M hingga Tsunami

    Imbauan Resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

    BMKG mengingatkan bahwa wilayah Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik yang memiliki

    potensi gempa bumi besar, termasuk gempa megathrust”.

    Hingga Jumat (6/3/2026), unggahan tersebut telah disukai 1.200 akun, menuai 444 komentar dan dibagikan ulang 276 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “BMKG prediksi gempa megathrust 2026” ke mesin pencari Google. Hasilnya menunjukkan klarifikasi dari BMKG melalui akun Instagram dan X resmi BMKG. Kedua klarifikasi tersebut menjelaskan bahwa BMKG tidak pernah menyampaikan prediksi waktu pasti terjadinya gempa bumi. Pihak BMKG juga menjelaskan apabila ada informasi mengenai potensi sumber gempa dan aktivitas seismik, informasi tersebut akan disampaikan secara resmi dan berbasis data.

    Hasil pencarian juga menunjukkan beberapa artikel yang menyanggah klaim, antara lain:

    • news.detik.com “BMKG Tegaskan Kabar Prediksi Gempa Megathrust di 2026 Hoax” yang tayang Rabu (25/2/2026), dan

    • liputan6.com “Cek Fakta: Hoaks BMKG Prediksi Gempa Megathrust Akan Terjadi di Seluruh Indonesia pada 2026” tayang pada Kamis (26/2/2026).

    Kesimpulan

    BMKG tidak pernah menyampaikan prediksi waktu pasti terjadinya gempa bumi. Jadi, unggahan berisi narasi “BMKG prediksi potensi tsunami dan megathrust 8,7 SR di seluruh Indonesia” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32703) [SALAH] Prabowo Bakal Hentikan MBG Usai Idulfitri

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “Putii Sgh” pada Jumat (27/2/2026) mengunggah foto [arsip] yang dilengkapi narasi:

    “Persiden prabowo akan Menghenti kan makanan bergisi/MBG secara resmi setelah hari raya idul fitri”.

    Hingga Jumat (6/3/2026), unggahan tersebut telah disukai 1.500 akun, menuai 2.000 komentar dan dibagikan ulang 95 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Prabowo hentikan MBG setelah idulfitri” ke mesin pencari Google. Hasilnya mengarah ke beberapa artikel yang membantah klaim, yakni:

    • kompas.com “Kepala BGN Bantah Isu Penghentian MBG Usai Idul Fitri, Justru Akan Diperluas” yang tayang Selasa (3/3/2026), dan

    • tvonenews.com “Isu Program MBG Dihentikan Usai Lebaran 2026 Berhembus, Kepala BGN: Tidak Ada Rencana Penghentian Seperti yang Beredar” yang juga tayang pada Selasa (3/3/2026). 

    Melansir dari kedua artikel tersebut, tidak pernah ada rencana pemberhentian program MBG. Justru, setelah Idulfitri, direncanakan jumlah SPPG akan ditambah hingga berjumlah 25.000 unit di berbagai daerah.

    Kesimpulan

    Tidak pernah ada rencana pemberhentian program MBG dan setelah Idulfitri jumlah SPPG justru akan ditambah. Jadi, unggahan berisi narasi “Prabowo bakal hentikan MBG usai Idulfitri” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32704) [SALAH] Benyamin Netanyahu Meninggal Dunia Imbas Serangan Balas Dendam Iran

    Sumber: Threads
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Akun Threads “wali_magang” pada Senin (03/03/2026) mengunggah informasi [arsip] yang menyebutkan perdana menteri Israel, Benyamin Netanyahu meninggal dunia imbas serangan balas dendam Iran. Unggahan itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    KABAR TERBARU

    BENYAMIN NETANYAWIT di kabarkan meninggal dunia dalam serangkaian serangan balas dendam iran tadi malam jam 01:00 Waktu sekitar hal ini sangat amat saya tunggu berita nya, amin…

    Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah disukai oleh 5.000 akun, dan mendapatkan 548 interaksi komentar, dan 107 dibagikan ulang.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim yang menyebut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meninggal dunia pada 2 Maret 2026. Penelusuran dilakukan dengan memeriksa pemberitaan media nasional dan internasional serta aktivitas resmi yang bersangkutan.

    Hasilnya, tidak ditemukan laporan dari media arus utama yang mengabarkan kematian Netanyahu. Ketiadaan pemberitaan tersebut menjadi indikator penting, mengingat wafatnya seorang kepala pemerintahan terlebih di tengah situasi konflik geopolitik umumnya akan dilaporkan secara luas dan cepat oleh berbagai kantor berita global.

    Sebagai konteks, situasi kawasan Timur Tengah memang tengah memanas menyusul laporan meninggalnya Ali Khamenei pada Sabtu (28/02/2026) akibat serangan rudal Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim meluncurkan rudal balistik ke sejumlah target strategis Israel pada Senin (02/03/2026), termasuk kantor Netanyahu. Klaim tersebut turut diberitakan media internasional, salah satunya The Economic Times.

    Meski demikian, hingga Selasa (03/03/2026), Netanyahu masih tercatat aktif melalui akun Instagram resminya. Pada unggahan Senin (02/03/2026), ia terlihat menghadiri rapat bersama Menteri Pertahanan Israel, Kepala Staf IDF, dan Direktur Mossad. Sehari kemudian, Selasa (03/03/2026), ia juga membagikan dokumentasi saat meninjau lokasi yang diklaim menjadi sasaran serangan Iran.

    Kesimpulan

    Hingga Selasa (03/03/2026), tidak ada laporan dari media kredibel yang mengonfirmasi kabar tersebut, dan Netanyahu masih terlihat aktif melalui unggahan resminya. Dengan demikian, unggahan berisi klaim “Benyamin Netanyahu meninggal dunia imbas serangan balas dendam Iran” merupakan konten palsu (Fabricated Content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32705) [SALAH] Video "Iran Kirimkan Ribuan Rudal ke Israel Melewati Langit Lebanon"

    Sumber: Threads
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Akun Threads “acehmarket.id” pada Selasa, (03/03/2026) mengunggah video [arsip] yang memperlihatkan benda berwarna biru melintas di langit. Unggahan tersebut mengklaim bahwa objek itu merupakan rudal yang menuju Israel melalui wilayah Lebanon. Dalam video terlihat momen tersebut direkam oleh sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian. Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Iran dengan blokade ekonomi berhasil menciptakan kembang api melintasi 2000 km langit. Indonesia dengan BoP dan MBG, berhasil order ompreng buat tangkis rudal.

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 9 ribu akun, 159 interaksi komentar, 324 dibagikan ulang, dan 272 disebar luaskan.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan melakukan pencarian gambar serupa melalui fitur Google Search Image. Hasil penelusuran mengarah pada unggahan serupa di akun TikTok @varla4074 [arsip] yang telah dipublikasikan pada tahun 2025 dengan klaim yang sama, yakni dikaitkan dengan peristiwa konflik Iran–Israel.

    Namun, setelah diamati lebih saksama, khususnya pada detik ke-00:39, objek di langit tersebut terlihat membentuk pola tertentu menyerupai formasi ikan. Pola yang rapi dan terkoordinasi ini lebih identik dengan pertunjukan drone (drone light show) daripada lintasan rudal. 

    Selain itu, dalam video tampak kerumunan warga berdiri rapat sambil mengangkat ponsel untuk merekam. Situasi seperti “lautan ponsel” tersebut tidak lazim terjadi saat peringatan atau serangan rudal sungguhan, karena dalam kondisi darurat masyarakat umumnya diarahkan untuk segera mencari perlindungan, bukan berkumpul di ruang terbuka. Temuan ini mengindikasikan bahwa video tersebut tidak berkaitan dengan serangan rudal sebagaimana diklaim.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa objek di langit tersebut merupakan formasi drone yang membentuk pola tertentu, bukan rudal. Selain itu, situasi kerumunan warga yang merekam di ruang terbuka juga tidak sesuai dengan kondisi saat peringatan serangan rudal. Dengan demikian, video dengan klaim “Iran kirimkan ribuan rudal ke Israel melewati langit Lebanon” merupakan konten yang menyesatkan (Misleading Content).

    Rujukan