• (GFD-2026-33886) [PENIPUAN] Kardinal Suharyo Umumkan Dana Bantuan untuk Umat Katolik di Timor Leste

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Program Bantuan DAP” pada Selasa (21/4/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “KABAR BAIK UNTUK MASYARAKAT TIMOR LESTE PEMERINTAH INDONESIA MENYALURKAN BANTUAN DAP SEBESAR 35 RIBU DOLAR UNTUK MASYARAKAT TIMOR LESTE BANTUAN INI DITUJUKAN UNTUK MEMBANTU KEBUTUHAN MASYARAKAT SERTA MENDUKUNG PEMULIHAN EKONOMI DAN PEMBANGUNAN GEREJA JIKA BERMINAT UNTUK MENERIMA BANTUAN SILAKAN HUBUNGI KAMI SEKARANG”

    Unggahan disertai takarir:

    “Bantuan 35 RIBU DOLAR dari Indonesia untuk Timor Leste! Langsung disalurkan ke masyarakat!

    BANTUAN $35.000 USD UNTUK TIMOR LESTE Kesempatan bagi masyarakat Timor Leste untuk menerima bantuan: 

    ⛪ Pembangunan gereja

    🏠 Kebutuhan hidup

    📢 Program melalui jaringan Gereja Katolik Indonesia

    💫 Wujud nyata kepedulian dan kebersamaan”

    Per Kamis (30/4/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 561 tanda suka, menuai 62 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 20 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis konten menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 98,8 persen.

    TurnBackHoax lalu menelusuri tangkapan layar konten menggunakan Yandex Image. Hasil penelusuran mengarah ke video di akun TikTok “komsoskaj” milik Keuskupan Agung Jakarta. Konteks asli video yang tayang Senin (7/2/2025) itu adalah momen Kardinal Suharyo membahas mengenai kesempurnaan doa.

    Terakhir, TurnBackHoax memasukkan kata kunci “Kardinal Suharyo umumkan dana bantuan untuk umat Katolik di Timor Leste” ke mesin pencarian Google. Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Sebagai informasi tambahan, klaim yang mencatut bantuan Direct Aid Program (DAP) juga telah berulang kali muncul dan dibantah. Salah satunya pada artikel turnbackhoax.id “[PENIPUAN] Bantuan Untuk Umat Hindu di Bali”, tayang Senin (20/4/2026).

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 98,8 persen. Unggahan video berisi klaim “Kardinal Suharyo umumkan dana bantuan untuk umat Katolik di Timor Leste” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-34142) Tidak Benar, Menag Larang Kurban Mandiri & Sarankan ke BAZNAS

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA menyarankan agar masyarakat menyetor uang akikah atau kurban ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau pemerintah, daripada repot-repot memotong kambing sendiri.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Mans Kreasi” (arsip) pada Selasa (28/04/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Nasaruddin mengenakan jas dan peci, dikelilingi beberapa orang.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Breaking News. Menteri Agama menyarankan agar masyarakat menyetor uang akikah atau kurban ke Baznas atau dikelola pemerintah daripada repot-repot memotong kambing sendiri,” begitu narasi tertulis dalam gambar unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (30/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 891 likes, 2,4 ribu komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan kritik masyarakat terhadap saran tersebut. Beberapa komentar mengatakan lebih baik memotong kurban sendiri dan mengatakan akikah itu acara keluarga, bukan acara pemerintah.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Bandung Siapkan 200 Petugas Pantau Peternakan & Kesehatan Kurban

    Periksa Fakta Kurban Dikelola Pemerintah. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan ke Instagram resmi @kemenag.kalteng yang menyatakan bahwa beredar video yang menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar melarang penyembelihan hewan kurban adalah tidak benar. Faktanya, Kementerian Agama menegaskan tidak ada larangan berkurban. Ibadah kurban tetap bisa dilakukan seperti biasa, baik secara mandiri maupun bersama.

    Adapun yang disampaikan Menag adalah gagasan agar pengelolaan kurban bisa lebih tertata dan memberi manfaat lebih luas, misalnya melalui lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

    Melansir laman Pos Sindo, foto Menteri Agama Nasaruddin Umar yang beredar diambil dalam acara penetapan awal 1 Ramadhan 1447 Hijriah usai memimpin Sidang Isbat 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).

    “Indonesia sudah berpengalaman berbeda tapi tetap utuh dalam sebuah persatuan yang sangat indah,” begitu pernyataan Nasaruddin usai memimpin Sidang Isbat merespons adanya potensi perbedaan dimulainya waktu berpuasa di antara organisasi keagamaan.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Menag sarankan kurban dan akikah ke Baznas” pada mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman BAZNAS. Akikah dan kurban merupakan ibadah yang berdiri sendiri, namun dianggap serupa karena sama-sama menyembelih hewan ternak. Dalam pelaksanaannya, daging hewan yang disembelih tersebut dapat dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan kaum fakir miskin sebagai bentuk kebaikan dan berbagi rezeki.

    Melansir laman Instagram @kemenag_ri, beredar narasi lain yang mengklaim Menag sebutkan "Lebaran Kurban, gak boleh nyembelih hewan, suruh ganti uang". Kemenag menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan sama sekali tidak berdasar. Kementerian Agama tidak pernah mengeluarkan kebijakan demikian.

    Dalam rilis Kementerian Agama RI Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar menegaskan bahwa klaim yang menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar melarang penyembelihan hewan kurban serta meminta untuk menggantinya dengan uang adalah tidak benar.

    Menurut Thobib, Menag tidak pernah melarang warga menyembelih hewan kurban. Menag menyampaikan gagasannya terkait pengelolaan ibadah penyembelihan hewan kurban yang lebih tertata agar memberi manfaat lebih luas bagi umat, bukan untuk mengganti atau menghapus praktik ibadahnya. Menag tidak pernah mengatakan masyarakat tidak boleh menyembelih hewan kurban sendiri.

    Dalam gagasan tersebut, terdapat opsi kemudahan bagi masyarakat yang ingin menyerahkan pelaksanaan ibadah penyembelihan hewan kurban kepada lembaga profesional, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau lembaga resmi lainnya.

    “Pernyataan Menag harus dipahami secara utuh, bahwa yang dibicarakan adalah gagasan awal pengelolaan agar lebih tertata dan memberi manfaat luas. Itu bukan berarti mengganti praktik ibadah yang sudah berjalan,” begitu pernyataan Thobib, Selasa (28/4/2026).

    “Tidak ada pernyataan Menag yang melarang praktik penyembelihan hewan kurban. Kementerian Agama memastikan praktik ibadah tetap berjalan seperti biasa,” begitu tambah Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama.

    Dengan demikian narasi yang menyebutkan Menag sarankan masyarakat menyetor akikah dan kurban ke BAZNAS atau dikelola pemerintah daripada repot-repot memotong kambing sendiri adalah narasi yang disampaikan secara tidak utuh sehingga dapat menyebabkan kesalahpahaman, kebingungan, atau konflik.

    Kemenag meminta masyarakat selalu mengecek ulang atau cross-check terhadap setiap informasi yang beredar dengan mengunjungi situs web resmi Kemenag.go.id.

    Baca juga:Program Kurban 2026 Dompet Dhuafa: Terjangkau & Global

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan Menag sarankan masyarakat menyetor akikah dan kurban ke BAZNAS atau dikelola pemerintah daripada repot-repot memotong kambing sendiri adalah informasi dengan konteks yang hilang (missing context).

    Gambar asli dalam unggahan yang beredar adalah saat Menteri Agama Nasaruddin Umar hadir dalam acara penetapan awal 1 Ramadhan 1447 Hijriah usai memimpin Sidang Isbat 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).

    Menag tidak pernah melarang warga menyembelih hewan kurban sendiri. Menag menyampaikan pengelolaan ibadah penyembelihan hewan kurban agar terlaksana lebih tertata dan dapat memberi manfaat lebih luas bagi umat. Dalam pelaksanaannya dapat diserahkan kepada lembaga profesional, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau lembaga resmi lainnya.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33887) [SALAH] Nadiem Tidak Pernah Kunjungan Kampus selama Jadi Mendikbudristek

    Sumber: youtube.com
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] yang diunggah di kanal YouTube Anhar Gonggong Official pada Minggu (7/9/2025) dengan judul “

    SAKSIKAN DI YOUTUBE ANHAR GONGGONG | NADIEM MAKARIM MERUSAK PENDIDIKAN DAN MASA DEPAN #kemendikbud”

    Pada detik ke 0:05 sampai 0:56, pria di video itu menyampaikan:

    “Saya mendengar informasi juga, salah sa, Menteri Nadim itu tidak pernah datang ke salah satu kampus manapun. Nah, you bayangkan masa Menteri Pendidikan tidak pernah datang ke kampus. Lalu ke mana perginya? Kalau dia pergi melakukan peninjauan ke mana perginya? Kan seharusnya sumber untuk mendapatkan informasi terbaik, ya universitas, ee dosennya semua tanda kutip qualified semua untuk memberikan informasi kan, tapi tidak, menurut salah seorang yang duduk di pemerintahan juga ngomong pada saya bahwa Nadim itu gak pernah ke kampus. Lah, saya bilang dia dapat dia dapat informasi apa tuh dari mana kan aneh.” (Arsip Transkrip)


    Per Kamis (30/4/2026) unggahan video itu sudah ditonton 1.282 kali dan dibagikan 56 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim berkunjung ke kampus” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran membuktikan bahwa Nadiem Makarim selama menjabat sebagai Mendikbudristek) aktif melakukan kunjungan ke berbagai universitas di Indonesia.

    Berikut sejumlah unggahan yang memberitakan kunjungan Nadiem ke beberapa universitas:

    1. Universitas Borneo Tarakan: Menteri Mendikbudristek, Nadiem Makarim berkunjung ke Laboratorium Teknik Komputer

    2. Universitas Jambi: Dialog Sivitas Akademika Universitas Jambi dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia

    3. Unisa Yogyakarta: Mendikbud Ristek berkunjung ke Klinik Fisioterapi UNISA Yogyakarta

    4. Universitas Sumatera Utara:  Nadiem Makarim Berkunjung ke USU, Jelaskan Program MBKM kepada Mahasiswa dan Rektor

    5. Universitas Negeri Manado: Nadiem Anwar Makarim berkunjung ke Universitas Negeri Manado (Unima) di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut)

    Kesimpulan

    Faktanya, Nadiem Makarim selama menjabat sebagai Mendikbudristek aktif melakukan kunjungan ke berbagai universitas di Indonesia. Jadi, video berisi klaim “Nadiem Makarim tidak pernah kunjungan ke kampus selama jadi Mendikbudristek” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33888) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI)

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    Akun Instagram “updatejob.idn” pada Senin (6/4/2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:

    REKRUTMEN NASIONAL

    30.000 SPPI

    (SARJANA PENGGERAK PEMBANGUNAN INDONESIA)

    UNTUK 80.000 KOPERASI DESA MERAH PUTIH.

    Hingga Kamis (30/4/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 360-an tanda suka, serta dibagikan ulang lebih dari 100 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “penipuan pendaftaran lowongan sarjana penggerak pembangunan indonesia” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke unggahan akun Instagram resmi Kementerian Koperasi Republik Indonesia “kemenkop”.

    Kementerian Koperasi lewat akun Instagram tersebut pada Senin (16/3/2026) mengunggah foto yang serupa dengan unggahan akun Instagram “updatejob.idn”.

    “Pastikan informasi yang diterima benar-benar berasal dari kanal resmi yang terpercaya, dan jangan terburu-buru membagikannya sebelum dicek kebenarannya. SobatKop menemukan informasi yang mencurigakan atau diduga tidak benar, segera laporkan melalui Call Center 1500-587,” tulis kementerian dalam narasi unggahan.

    Sebagai informasi, dilansir kompas.com, SPPI adalah inisatif Kementerian Pertahanan untuk menciptakan pemimpin muda yang akan ditugaskan mengawasi program makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pendaftaran SPPI masih ditunda karena pemerintah tengah berkoordinasi dengan lintas kementerian/lembaga. Jadwal rekrutmen akan dimulai Juni 2026.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia ” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan