• (GFD-2026-33890) Keliru, Laki-laki Tak Perlu Mendapatkan Vaksin HPV

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    tirto.id - Mengutip Antara Gorontalo, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan mulai tahun 2027 anak laki-laki usia 11 tahun akan mendapatkan vaksin Human Papilomavirus (HPV) untuk menekan angka kanker rahim (serviks) di Indonesia.



    Budi menerangkan, walaupun laki-laki tidak bisa menderita kanker serviks, mereka berisiko menjadi pembawa (carrier) dan menularkan virus HPV penyebab kanker serviks ke pasangan seksualnya.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    "Pada 2027 kita akan mulai ke laki-laki usia 11 tahun. Meskipun mereka tidak bisa menderita kanker serviks, tetapi bisa transmitting the disease (membawa penyakitnya ke pasangan). Mereka mungkin tidak akan kena kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa. Oleh karena itu, kita mau mengakselerasi pencegahan kanker serviks dengan kampanye vaksin HPV yang masif," katanya pada peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, 4 Februari 2026.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Bersamaan dengan rencana itu, beredar sebuah klaim di media sosial yang mempertanyakan efektivitas vaksin HPV bagi laki-laki. Unggahan tersebut disebarkan oleh pengguna Facebook bernama “Suara Rakyat Keadilan” (arsip) pada 24 April 2026.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Pengunggah melampirkan video yang menampilkan Siti Fadilah Supari, eks Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes) periode 2004-2009. Dalam video itu, ia mempertanyakan alasan pemberian vaksin HPV pada anak perempuan usia 12 tahun dan laki-laki, serta menyinggung dugaan adanya kepentingan bisnis dan risiko kemandulan sementara akibat vaksinasi.

    “Tapi pada akhir-akhir ini, kira-kira 1 dekade ini, penelitian berlanjut pada laki-laki. Nah laki-laki kan nggak punya serviks, laki-laki kan enggak punya rahim. Kenapa disamakan? Kenapa disuntik? HPV pada perempuan, orang sudah mengeruk keuntungan 800 miliar USD. Nah kemudian melompatlah ke laki-laki,” tutur Siti Fadilah di dalam video.

    Siti Fadilah menduga adanya kepentingan bisnis di balik perluasan vaksinasi HPV. Ia menyebut vaksin HPV awalnya ditujukan bagi perempuan untuk mencegah kanker serviks, namun kemudian diberikan pula kepada laki-laki meski tidak memiliki serviks. Menurutnya, perluasan sasaran vaksinasi tersebut berkaitan dengan keuntungan industri, dengan menyatakan bahwa isu kepentingan bisnis “sangat nyata” dalam pemberian vaksin HPV.

    Hingga artikel ini ditulis pada Kamis (30/04/2026), unggahan tersebut sudah memperoleh empat tanda suka dan 11 kali dibagikan.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Tidak Benar Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan

    Periksa Fakta Vaksin HPV u Laki-Laki. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Perlu diketahui, mengutip Tirto, vaksin HPV adalah vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus HPV. Virus tersebut dapat menginfeksi manusia pada sel epitel di kulit dan membran mukosa (salah satunya adalah daerah kelamin), dan dapat menyebabkan keganasan atau kanker.

    Virus HPV dapat menyerang laki-laki dan perempuan. Penularannya terutama melalui kontak atau hubungan seksual.

    Di area genital, kanker akibat HPV dapat muncul pada leher rahim, vulva, vagina, dan penis. Sementara di luar area genital, kanker juga bisa berkembang pada mulut serta saluran pernapasan bagian atas. Di antara berbagai jenis tersebut, kanker leher rahim merupakan kanker yang paling sering dikaitkan dengan infeksi HPV.

    Kembali ke klaim, unggahan tersebut menyatakan bahwa laki-laki tidak membutuhkan vaksin HPV karena tidak mempunyai rahim. Namun, melansir Centers for Disease Control and Prevention United States (CDC), HPV tidak hanya berkaitan dengan kanker serviks pada perempuan, tetapi juga dapat menyebabkan kanker penis pada laki-laki, kanker anus pada laki-laki dan perempuan, serta kanker orofaring atau kanker di bagian belakang tenggorokan, termasuk pangkal lidah dan amandel.

    Hal ini juga disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro, dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.

    “Pada laki-laki, vaksin HPV dapat membantu mencegah beberapa penyakit berikut: Kanker penis, kanker anus, kanker orofaring, kanker mulut dan tenggorokan, kutil kelamin,” papar Wilson.

    Wilson menambahkan, vaksin HPV direkomendasikan tidak hanya untuk perempuan, tetapi juga laki-laki sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit terkait HPV dan untuk mengurangi penularan virus sebab laki-laki dapat menjadi pembawa (carrier) virus HPV.

    “Laki-laki dapat menjadi pembawa (carrier) virus HPV dan menularkannya kepada pasangan, meskipun seringkali mereka tidak memiliki gejala sama sekali. HPV menular melalui kontak seksual, termasuk hubungan vaginal, anal, maupun oral,” jelasnya.

    Wilson memaparkan infeksi HPV pada laki-laki sering tanpa gejala, seseorang bisa menularkan virus tanpa menyadarinya. Inilah sebabnya vaksinasi pada laki-laki penting, bukan hanya untuk melindungi dirinya sendiri, tetapi juga membantu memutus rantai penularan ke pasangan.

    Penelitian oleh Rodríguez-Álvarez dan kawan-kawan (2018) juga menunjukkan, prevalensi infeksi HPV pada laki-laki tergolong tinggi. Dari meta-analisis terhadap 18.106 laki-laki, sekitar 49 persen terdeteksi membawa HPV jenis apa pun, sementara 35 persen lainnya terinfeksi HPV berisiko tinggi yang berkaitan dengan perkembangan kanker. Temuan tersebut menegaskan bahwa laki-laki juga dapat terinfeksi HPV dan berpotensi berperan dalam penularan virus.

    “Vaksin HPV bukan hanya “vaksin kanker serviks”, tetapi sebenarnya adalah vaksin untuk mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan berbagai kanker pada pria dan wanita,” tutur Wilson.

    Baca juga:Biaya Vaksin HPV di Puskesmas dan Fakta-Fakta Pentingnya

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan bahwa laki-laki tidak memerlukan vaksin HPV karena tidak memiliki rahim adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Vaksin HPV tidak hanya ditujukan untuk mencegah kanker serviks pada perempuan, tetapi juga melindungi laki-laki dari berbagai penyakit terkait infeksi HPV, seperti kanker penis, kanker anus, kanker orofaring, serta kutil kelamin. Selain itu, laki-laki dapat menjadi pembawa virus HPV tanpa gejala dan menularkannya kepada pasangan seksual.

    Penelitian menunjukkan prevalensi infeksi HPV pada laki-laki cukup tinggi, sehingga vaksinasi pada laki-laki berperan penting dalam melindungi diri sendiri sekaligus membantu memutus rantai penularan virus.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33892) [SALAH] Singapura Serang Kapal Perang RI yang Patroli di Selat Malaka

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan [arsip] dari akun YouTube “Kajian Online” pada Sabtu (25/4/2026) berisi narasi:

    “SINGAPURA SERANG KAPAL PERANG RI SAAT PATROLI DI SELAT MALAKA! PRESIDEN PRABOWO MURKA‼️”

    Hingga Kamis (30/4/2026) unggahan ini telah mendapatkan 1,100 tanda suka, menuai 851 komentar, dan ditonton ulang lebih dari 57 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) terlebih dahulu menyimak video berdurasi 13 menit 35 detik tersebut dari awal hingga akhir. Setelah disimak isi video hanya membahas tentang 2 kapal kargo pembawa minyak mentah yang dipesan Pertamina dari Singapura diminta putar balik oleh pihak trader, tidak ada informasi penyerangan yang terjadi kepada kapal perang Indonesia

    Dilansir dari pemberitaan inilah.com “Dua Kapal Kargo Minyak dari Singapura Tujuan RI Mendadak Balik Arah, Pemerintah Perlu Jajaki Negara Lain” yang terbit Sabtu (4/4/2026), dijelaskan bahwa pada Maret 2026 Indonesia membeli minyak mentah melalui trader di Singapura. Pengiriman dilakukan menggunakan dua kapal tanker, namun pihak trader secara sepihak membatalkan pengiriman ketika kapal hampir tiba di Indonesia. Meski demikian, setelah dilakukan komunikasi dan negosiasi, dua kapal tersebut pada akhirnya tetap melanjutkan pengiriman dan berhasil tiba di Indonesia. 

    Peristiwa ini berkaitan dengan dinamika perdagangan minyak dan faktor harga di pasar global, bukan tindakan militer. Hingga saat ini, tidak ditemukan laporan dari media kredibel yang menyebutkan adanya serangan dari Singapura terhadap kapal perang Indonesia di wilayah Selat Malaka.

    Kesimpulan

    Tidak ada kabar penyerangan Singapura terhadap kapal perang Indonesia, isi video hanya membahas tentang kendala pengiriman dua kapal tanker pembawa minyak mentah yang diimpor Indonesia melalui trader di Singapura bulan Maret 2026 lalu. Unggahan berisi klaim Singapura menyerang kapal perang Indonesia di Selat Malaka” adalah konten menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33893) [SALAH] Ribuan Helikopter Turki Diterbangkan Membantu Ira

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Mazlan Sagiman” pada Sabtu, (4/4/2026) mengunggah video [arsip] yang memperlihatkan helikopter diterbangkan untuk membantu iran. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    PERANG IRAN VS AMERIKA 

    RIBUAN HELIKOPTER TURKI. SUDAH BERANGKAT KE IRAN.

    TURKI BERSAMA IRAN

     🇬🇶 ✅

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memverifikasi video yang beredar dengan menggunakan fitur pencarian gambar serupa melalui Google Image Search. Hasil penelusuran mengarah pada unggahan saluran YouTube “Radmir_Groham” yang dipublikasikan pada Sabtu, (09/11/2024), dengan disertai keterangan bahwa video tersebut direkam di Korea.

    Menurut laporan Yuyongwon TV, kegiatan penerbangan tersebut merupakan bagian dari persiapan parade udara dalam rangka memperingati Hari Angkatan Bersenjata. Dengan demikian, video yang beredar sebenarnya memperlihatkan sesi latihan Angkatan Udara untuk mendukung acara tersebut.

    Namun, pada hari pelaksanaan peringatan, parade helikopter yang direncanakan tidak jadi digelar secara penuh dan dibatasi akibat kondisi cuaca buruk, seperti hujan dan angin kencang.

    Kesimpulan

    Video tersebut merupakan rekaman latihan Angkatan Udara Korea dalam rangka persiapan parade Hari Angkatan Bersenjata. Dengan demikian, unggahan video dengan klaim “ribuan helikopter Turki diterbangkan membantu Iran” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33894) [SALAH] Video "AS dan Israel Invasi Darat ke Iran"

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Carlos Mend” pada Kamis, (09/04/2026) mengunggah video [arsip] yang memperlihatkan AS dan Israel melakukan invasi darat ke Iran. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Sebagian pasukan AS Israel memasuki

    Kota Iran yang sudah hancur di bom pesawat siluman B2 

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 18 ribu kali, mendapat 492 reaksi, menuai 76 interaksi komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 9 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari Kompas.com 

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak ada satu pun media kredibel yang memuat visual maupun laporan terkait klaim invasi darat besar-besaran oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Hingga saat ini, konflik yang terjadi masih didominasi oleh serangan udara yang menargetkan fasilitas strategis, bukan operasi militer darat berskala penuh. 

    Meski terdapat laporan mengenai pengerahan ribuan personel Marinir AS ke kawasan sekitar, tidak ada konfirmasi resmi bahwa pasukan tersebut telah memasuki atau menduduki wilayah Iran. Laporan yang ada hanya menunjukkan adanya serangan militer yang bersifat terbatas, seperti serangan udara terhadap target strategis, bukan operasi darat skala penuh.

    Selain itu, tim pemeriksa fakta juga melakukan pengecekan terhadap keaslian video menggunakan Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas sebesar 99,5%.

    Kesimpulan

    Sejauh ini, laporan yang ada hanya menunjukkan adanya serangan militer yang bersifat terbatas, seperti serangan udara terhadap target strategis, bukan operasi darat skala penuh, video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas sebesar 99,5%. Dengan demikian, unggahan video dengan klaim “AS dan Israel invasi darat ke Iran” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan