• (GFD-2025-27773) Hoaks Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/07/2025

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial, narasi yang menyebut induk organisasi sepak bola dunia (FIFA) mencoret Iran dari daftar negara peserta Piala Dunia 2026, karena alasan konflik.

    ADVERTISEMENT

    Narasi yang sama mengatakan FIFA secara resmi menunjuk Indonesia sebagai negara pengganti Iran untuk berlaga di Piala Dunia 2026.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Sebagai konteks, Tim Sepak Bola Iran sudah lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai perwakilan AFC. Iran lolos ke FIFA World Cup 2026 setelah menjadi juara Grup A ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, dengan total poin 23. Sementara, Indonesia yang berada di posisi ke-3 Grup C masih harus menjalani kualifikasi ronde 4 untuk memastikan diri bisa tampil di Piala Dunia 2026.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Klaim yang menyebut FIFA mencoret Iran dari Piala Dunia 2026, dan menunjuk Indonesia sebagai penggantinya diunggah oleh akun Facebook bernama “Rudiansa”(arsip) pada Sabtu (21/6/2025).

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “INDONESIA GANTIKAN IRAN. Resmi FIFA blacklist Iran di piala dunia karena alasan konflik. FIFA mengumumkan Indonesia sebagai pengganti. Dengan alasan penonton terbanyak selama kualifikasi.. tapi PSSI menolak nya. Dengan alasan timnas Indonesia tidak butuh belas kasihan Karena timnas Indonesia masih mampu bersaing,” tulis keterangan teks salah satu unggahan tersebut pada Sabtu (21/6/2025).

    Periksa Fakta Hoaks Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026.

    ADVERTISEMENT

    Sepanjang Sabtu (21/6/2025) hingga Senin (7/7/2025) atau selama 16 hari tersebar di Facebook, salah satu unggahan tersebut telah memperoleh 11,2 ribu tanda suka, 570 komentar dan telah dibagikan sebanyak 100 kali.

    Kami juga menemukan unggahan serupa dari akun “Galeri Timnas”(arsip) pada Minggu (6/7/2025)

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut? Benarkah FIFA mencoret Iran dari Piala Dunia 2026 dan menunjuk Indonesia sebagai penggantinya?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto menelusuri situs resmi FIFA dan tidak menemukan informasi maupun pernyataan resmi yang membenarkan klaim bahwa FIFA telah mencoret Iran dari Piala Dunia 2026 dan menunjuk Indonesia sebagai penggantinya.

    Pada kolomFIFA Registration Ban List yang tersedia di situs FIFA per Senin (7/7/2025), nama Iran tidak tercantum sebagai negara yang dikenai larangan tampil atau hukuman dari FIFA. Selain itu, tidak terdapat keputusan atau pengumuman di laman resmi FIFA yang menyatakan Indonesia ditunjuk untuk menggantikan Iran dalam ajang Piala Dunia 2026.

    Kami juga menelusuri situs resmi dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Hasilnya, tidak ada juga keterangan resmi yang membenarkan klaim bahwa FIFA resmi menunjuk Indonesia untuk menggantikan Iran dalam ajang Piala Dunia 2026.

    Seperti diberitakan oleh Bein Sports, isu mengenai kemungkinan pencoretan Iran dari Piala Dunia 2026 berakar dari hubungan diplomatik yang tegang antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Perlu diketahui, AS merupakan salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, bersama dengan Kanada dan Meksiko.

    Iran termasuk dalam daftar blacklist negara yang warganya dilarang memasuki wilayah AS. Selain Iran, sejumlah negara lain seperti Afghanistan, Bhutan, Kuba, Libya, Korea Utara, Somalia, Sudan, Suriah, Yaman, dan Venezuela juga dikabarkan masuk dalam daftar tersebut.

    Pada akhir Juni lalu, The Guardian pernah mengonfirmasi terkait isu ini ke FIFA. Kepada media itu, FIFA tak memberikan tanggapan spesifik dan kemungkinan masih mempertimbangkan berbagai opsi sebelum pengundian grup, yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Desember.

    Sementara itu, kepada media asal Malaysia, Scoop, Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, menyatakan bahwa AFC belum menerima informasi resmi dari FIFA terkait kemungkinan pelarangan Iran tampil di Piala Dunia. Menurutnya, jika keputusan seperti itu benar adanya, tentu sudah diumumkan secara resmi oleh FIFA.

    “Dari sudut pandang AFC, kami sangat percaya bahwa politik seharusnya tidak mencampuri urusan olahraga,” ujar Windsor dikutip dari Scoop, Kamis (26/6/2025).

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta yang dilakukan, tidak ditemukan keterangan resmi yang membenarkan klaim bahwa FIFA mencoret Iran dari Piala Dunia 2026 dan menunjuk Indonesia sebagai penggantinya.

    Hingga Senin, (7/7/2025), atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari FIFA yang menyatakan bahwa Iran didiskualifikasi atau dilarang tampil di Piala Dunia 2026, maupun keputusan yang menyebut Indonesia akan menggantikan posisi Iran akibat konflik tersebut.

    Jadi, informasi yang menyebut bahwa FIFA mencoret Iran dari Piala Dunia 2026 dan menunjuk Indonesia sebagai penggantinya bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27772) Apa Benar Wali Kota Boston Michelle Wu Keturunan Indonesia?

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/07/2025

    Berita

    tirto.id - Belum lama ini, di jagat maya, berseliweran narasi soal sosok Wali Kota Boston, Michelle Wu, yang disebut sebagai keturunan Indonesia dan berasal dari Yogyakarta. Narasi ini salah satunya disebarkan akun Facebook “Simthud Duror Almubarok” (arsip) dalam bentuk video sepanjang 2 menit 52 detik.

    ADVERTISEMENT

    Video tersebut memperlihatkan kumpulan footage Wu, salah satunya saat memberikan pidato dengan mengenakan pakaian berwarna merah. Video juga disertai suara narator yang menguraikan soal kebijakan-kebijakan progresif Wu.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Wu dikatakan sebagai Wali Kota Boston perempuan dan keturunan Asia pertama. Meski memperoleh banyak dukungan, Wu disebut banyak menghadapi unjuk rasa di depan rumahnya, sampai mendapat ejekan rasis di media sosial.
    #inline3 img{margin: 20px auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “*Walikota Boston USA, Seorang perempuan asal Yogyakarta.* 👍👍👍 *_INI BARU HEIBAAAAT!_* *Umur 37 th, Asli orang Indonesia boleh ikut bangga.*,” begitu bunyi takarir yang dibubuhkan akun pengunggah.
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:20px auto;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Wali Kota Boston. foto/hotline periksa fakta tirto

    Sejak beredar pada Rabu (26/3/2025) sampai Senin (7/7/2025), unggahan ini sudah dilihat sebanyak 736 kali, mendapatkan 4 tanda suka dan 1 komentar. Seorang warganet yang berkomentar itu melontarkan stiker bertuliskan “the best”.

    ADVERTISEMENT

    Akun Facebook lain seperti “Budiman Hadisantoso” juga terlihat membagikan video senada, tapi dengan klaim bahwa Wu berasal dari Banyuwangi.

    Lantas, bagaimana faktanya?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Riset Tirto menelusuri klaim yang berlalu-lalang lewat pencarian Google. Dengan kata kunci “Wali Kota Boston keturunan Indonesia”, kami menemukan klip yang sama persis disiarkan media VOA Indonesia di situs resminya.

    Video itu diunggah pada 3 Juni 2022 dan diberi judul “Michelle Wu, Perempuan Keturunan Taiwan Wali Kota Boston”. Meski memiliki keturunan Asia, jika disimak dari awal hingga akhir, dalam video aslinya tak ada keterangan soal Wu berasal dari Indonesia.

    “Sejak 2021, Michelle Wu mencetak rekor sebagai perempuan, minoritas dan keturunan Asia pertama yang memimpin kota Boston, Massachusetts. Jelang setahun memangku jabatan, pengacara dan politisi usia 37 tahun ini telah meluncurkan sejumlah inisiatif dan perombakan,” begitu bunyi keterangan videonya.

    Tirto tidak menjumpai adanya keterangan resmi atau pemberitaan dari media kredibel yang memuat informasi soal keturunan Wu dari Indonesia. Narasi ini bahkan sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Seperti diwartakan NPR, kemenangan Wu pada pemilihan wali kota tahun 2021 mengakhiri 199 tahun berturut-turut dominasi pemimpin kota laki-laki kulit putih. Wu, yang orang tuanya berimigrasi ke AS dari Taiwan, diketahui pindah ke Boston dari Chicago, dan kuliah di Universitas Harvard dan Sekolah Hukum Harvard.

    Ia telah mengalahkan sesama Anggota Dewan Kota Demokrat, Annissa Essaibi George, yang menggambarkan dirinya sebagai orang Amerika keturunan Arab-Polandia generasi pertama yang lahir dan dibesarkan di kota tersebut.

    “Persaingan antara kedua kandidat itu menandai titik balik dalam politik Boston, yang memiliki sejarah ketegangan rasial yang menegangkan dan desegregasi paksa. Hal ini juga mencerminkan kota yang semakin beragam di mana penduduk kulit hitam, Latin, dan Asia kini menjadi lebih dari setengah populasi dan kelompok kulit putih terus menyusut,” mengutip NPR.

    Dalam platform kampanyenya, Wu tercatat memulai kariernya di bidang pelayanan publik dengan magang di Balai Kota untuk Wali Kota Tom Menino dan merupakan alumni Rappaport Fellows Program di bidang Hukum dan Kebijakan Publik.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa klaim Wali Kota Boston, Michelle Wu, memiliki keturunan Indonesia bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Video serupa disiarkan media VOA Indonesia di situs resminya pada 3 Juni 2022, judulnya yakni “Michelle Wu, Perempuan Keturunan Taiwan Wali Kota Boston”. Meski memiliki keturunan Asia, dalam video aslinya tak ada keterangan soal Wu berasal dari Indonesia.

    Ia merupakan perempuan keturunan Taiwan dan orang tuanya berimigrasi ke AS dari Taiwan. Wu pindah ke Boston dari Chicago dan kuliah di Universitas Harvard dan Sekolah Hukum Harvard.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27771) Hoaks! Tom Lembong bebas dari dakwaan korupsi impor gula pada akhir Juni 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/07/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Beredar unggahan di sosial media TikTok dan X menarasikan Menteri Perdagangan periode 2015–2016 Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong dinyatakan bebas dari dakwaan kasus impor gula pada akhir Juni 2025.

    Unggahan tersebut juga memperlihatkan potongan video petugas yang sedang membuka borgol pada kedua tangan Tom Lembong, serta pertemuannya dengan Anies Baswedan di ruang sidang.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Momen borgol Tom Lembong dilepas

    #bebaskanTomLembong”

    Alhamdulillah Tom Lembong bebas

    Menyala gak ttom lembong minta hadirkan Jokowi

    Pak Tom bebas

    Dua tokoh anti korupsi yang selalu di cari cari kesalahannya yg pada akhirnya penyidik yg bermasalah”

    Namun, benarkah Tom Lembong telah bebas dari dakwaan korupsi impor gula pada akhir Juni 2025?

    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berdasarkan penelusuran ANTARA, dengan menggunakan perangkat Google Lens ditemukan video serupa dengan konteks yang berbeda berjudul “HARU BANGET! ABAH ANIES MEMELUK TOM LEMBONG” yang dirilis oleh kanal Youtube Aksanation.

    Dalam video tersebut memperlihatkan momen saat mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir di persidangan Tom Lembong pada Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2025) untuk memberikan dukungan sebagai teman baiknya.

    Tom Lembong masih menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (1/7/2025). Baca selengkapnya di sini.

    Jaksa juga menuntut Tom Lembong dengan pidana penjara selama 7 tahun serta denda Rp750 juta yang apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti (subsider) dengan pidana kurungan selama 6 bulan pada Jumat (4/7/2025).

    Jaksa menyatakan Tom Lembong terbukti secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dengan pihak-pihak lainnya, termasuk mantan Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Charles Sitorus yang juga menjadi terdakwa dalam perkara itu.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Kasus dugaan korupsi impor gula yang menyeret Tom Lembong bermula saat Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka pada 29 Oktober 2024, atas penerbitan persetujuan impor gula kristal mentah tahun 2015–2016 yang diduga merugikan negara sebesar Rp578,1 miliar.

    Ia diduga menerbitkan izin kepada 10 perusahaan tanpa melalui rapat koordinasi antarkementerian dan tanpa rekomendasi dari Kemenperin, padahal perusahaan-perusahaan tersebut merupakan pabrik gula rafinasi yang secara aturan tidak berwenang mengolah gula kristal mentah menjadi gula kristal putih.

    Tom mengajukan gugatan praperadilan pada 25 November 2024, namun ditolak oleh pengadilan (sumber). Sidang perdana digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 6 Maret 2025, dan proses berlanjut dengan pemeriksaan saksi mulai 20 Maret 2025, meski sempat tertunda pada Mei 2025 karena kondisi kesehatan terdakwa (sumber). Hingga Juli 2025, persidangan masih berlangsung dengan agenda pemeriksaan lanjutan dan pembelaan.

    Tom Lembong didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Klaim : Tom Lembong bebas dari dakwaan korupsi impor gula pada akhir Juni 2025

    Rating : Hoaks

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Baca juga : Soal tuntutan 7 tahun penjara, istri Tom Lembong: Ini belum akhir

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27770) Hoaks! Foto Ronaldo hadiri pemakaman Diogo Jota

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/07/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menampilkan foto Cristiano Ronaldo sedang menghadiri pemakaman rekannya pesepak bola Tim Nasional Portugal Diogo Jota.

    Jota dilaporkan tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Spanyol, pada Kamis (3/7/2025) dini hari. Berdasarkan informasi dari berbagai media setempat, penyerang Liverpool tersebut sedang bepergian bersama sang adik, Andre Silva (26), yang juga berprofesi sebagai pesepak bola. Namun naas kendaraan mereka keluar jalur di jalan A-52, wilayah Provinsi Zamora dan mengalami kecelakaan tragis. Diogo Jota maupun sang adik meninggal dunia di lokasi kejadian.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “I still can’t believe you’re gone, Diogo. We shared the field, the fight, and the dream.

    You were more than a teammate — you were family. Rest in peace, my friend.

    #RIPJota #CristianoRonaldo #Brotherhood #FootballFamily #LegendsNeverDie #TillWeMeetAgain”

    Namun, benarkah Ronaldo hadiri pemakaman mendiang Diogo Jota?

    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Menurut penelusuran ANTARA, tidak ditemukan sumber resmi yang merilis kehadiran Ronaldo di pemakaman mendiang Diogo Jota. Ronaldo memilih untuk tidak menghadiri pemakaman Diogo Jota. Keputusan tersebut diambil demi menjaga kekhidmatan dan ketenangan prosesi perpisahan.

    Absennya Ronaldo memunculkan tanda tanya di kalangan publik. Sebagai kapten tim nasional Portugal, banyak yang berharap kehadirannya dalam momen duka tersebut, mengingat peran penting dan kedekatannya dengan rekan-rekan satu tim.

    Menurut media asal Inggris, Mirror, Ronaldo merasa kehadirannya justru bisa mengganggu jalannya upacara pemakaman. Jota dimakamkan di sebuah kota kecil di Portugal yakni Gondomar.

    Kehadiran figur seterkenal Ronaldo dikhawatirkan dapat mengalihkan perhatian dan mengganggu suasana sakral dalam prosesi perpisahan untuk Diogo Jota dan adiknya, Andre Silva.

    Meskipun begitu Ronaldo menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya Jota, yang telah menjadi rekan satu tim dan bagian dari keluarga besar sepak bola Portugal.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    “Tidak masuk akal. Baru saja kita bersama di Tim Nasional, dan sekarang kamu sudah menikah. Kepada keluargamu, istrimu, dan anak-anakmu, aku menyampaikan belasungkawa dan mendoakan agar kalian semua diberi kekuatan di dunia ini,” kata Ronaldo.

    Insiden tragis ini terjadi hanya dua pekan setelah Jota menikahi kekasihnya, Rute Cardoso. Upacara pernikahan mereka berlangsung di Porto, Portugal, pada pertengahan Juni, menandai momen bahagia yang kini berubah menjadi duka mendalam.

    “Aku tahu kamu akan selalu bersama mereka. Beristirahatlah dengan tenang, Diogo dan Andre. Kami semua akan merindukanmu,” kata Ronaldo. Baca selengkapnya di sini.

    Pemakaman Diogo Jota dan adiknya, Andre Silva, di Gondomar, Portugal, dihadiri pemain dan pelatih ternama. Hampir seluruh skuad Liverpool hadir, termasuk Van Dijk, Robertson, Arne Slot, serta mantan pemain Henderson dan Milner. Dari Timnas Portugal tampak Ruben Dias, Bernardo Silva, Bruno Fernandes, Diogo Dalot, Ruben Neves, dan Joao Cancelo.

    Ruben Neves bahkan membantu mengangkat peti jenazah rekannya ke peristirahatan terakhir. Sehari sebelumnya, prosesi penghormatan juga digelar di Capela de Ressureicao, dihadiri Presiden Marcelo Rebelo de Sousa dan PM Luis Montenegro. Baca selengkapnya di sini.

    Dengan demikian, klaim bahwa Cristiano Ronaldo menghadiri pemakaman Diogo Jota adalah tidak benar. Tidak ada bukti resmi maupun dokumentasi yang mendukung pernyataan tersebut. Ronaldo secara sadar memilih untuk tidak hadir demi menjaga suasana khidmat.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Ronaldo hadiri pemakaman mendiang Diogo Jota

    Rating: Hoaks

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan