• (GFD-2026-35110) [SALAH] Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi Sabah-Sarawak

    Sumber: YouTube
    Tanggal publish: 08/06/2026

    Berita

    Kanal YouTube “KajianOnline” pada Selasa (26/5/2026) mengunggah video [arsip] berisi narasi: 

    “Pemerintah Sabah & Sarawak Resmi Jadikan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Resmi Negara Sabah & Sarawak! Raja Malaysia Kaget!”.

    Pengunggah juga menuliskan judul:

    “MALAM INI SABAH & SARAWAK RESMI JADIKAN BAHASA INDONESIA BAHASA RESMI NEGARA SABAH SARAWAK MANDIRI!”.

    Hingga Senin (8/6/2026), unggahan tersebut telah disukai 2.200-an akun serta menuai 730-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Sabah dan Sarawak menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi” ke mesin pencari Google. Tidak ditemukan sumber yang mendukung klaim. 

    Hasil pencarian mengarah ke artikel Tempo.coKeliru, Video Pisah dari Malaysia, Sabah dan Sarawak Resmi Gabung Dengan Indonesia”, tayang Rabu (3/8/2022). Dalam laporan tersebut, tertulis bahwa wilayah Sabah dan Sarawak sampai saat ini masih menjadi bagian dari Federasi Malaysia.

    TurnBackHoax lalu mencari tahu konteks asli foto yang digunakan dalam foto sampul (thumbnail) dengan memanfaatkan Google Lens. Diketahui, foto tersebut merupakan hasil suntingan dari sejumlah dokumentasi, yakni:

    • MalaysiakiniGovt to launch several policies to face global challenges - PM”, tayang Senin (5/6/2023), dan

    • CNN Indonesia “Profil Sultan Ibrahim Raja Baru Malaysia yang Blak-Blakan soal Politik”, tayang Kamis (1/2/2024)

    Lebih lanjut, isi dari video berdurasi 13 menit 43 detik tersebut hanya menjelaskan isu Sabah dan Sarawak yang memutuskan untuk keluar dari Federasi Malaysia. Namun, dalam video tersebut juga ditampilkan potongan video sidang parlemen Malaysia yang membantah klaim tersebut.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Bahasa Indonesia jadi bahasa resmi Sabah-Sarawak” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-35111) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan Kerja Dinas Perhubungan

    Sumber: tiktok.com
    Tanggal publish: 08/06/2026

    Berita

    Akun TikTok “LOKER ID” pada Senin (27/4/2026) mengunggah video [arsip] disertai narasi:

    DIBUTUHKAN SEGERA 1500 KARYAWAN BARU DINAS PERHUBUNGAN

    GAJI 3jt -12juta PERBULAN

    uang lembur 120.00

    Penempatan sesuai domisili masing-masing

    PRIA/WANITA

    Ijazah Minimal Tamatan SMA/SMK/NON SKILL

    Tersedia berbagai macam posisi

    PENDAFTARAN SILAHKAN KLIK LINK DIBIO

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam bio akun TikTok “LOKER ID”. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “cara melamar kerja dinas perhubungan” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan kapanlagi.com “Cara Daftar Dishub: Panduan Lengkap Melamar Kerja di Dinas Perhubungan” yang tayang November 2025.

    Diketahui, ada dua cara untuk melamar lowongan di Dinas Perhubungan (Dishub), yakni

    • Mendaftar lowongan kerja melalui laman Dishub setempat.

    • Melamar melalui sistem CASN (Calon Aparatur Sipil Negara) dengan mengakses laman sscasn.bkn.go.id.

    Dilansir dari laman nusantara.kemenhub.go.id, saat ini tidak ditemukan adanya informasi lowongan pekerjaan yang dibuka.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran lowongan kerja Dinas Perhubungan” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-35112) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan Kerja Hyundai

    Sumber: tiktok.com
    Tanggal publish: 08/06/2026

    Berita

    Akun TikTok “LOKER ID” pada Jumat (17/4/2026) mengunggah video [arsip] disertai narasi:

    lowongan kerja PT Hyundai Indonesia, info lebih lanjut cek link website yang ada di bio profil

    Hingga Senin (8/6/2026) unggahan tersebut telah ditonton 3.400-an kali, mendapat 30-an tanda suka, serta dibagikan ulang lebih dari 20 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam bio akun TikTok “LOKER ID”. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “penipuan lowongan pekerjaan hyundai” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke unggahan akun Instagram resmi Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) Career “hmmi.career”. Dalam unggahannya pada Selasa (22/5/2026), perusahaan menegaskan informasi rekrutmen hanya disampaikan melalui akun resmi sebagai berikut:

    Dalam laman bit.ly/m/HMMICareerCenter, calon pelamar diarahkan ke laman glints.com dan id.jobstreet.com. Diketahui, saat ini perusahaan memang sedang membuka lowongan pekerjaan untuk beberapa posisi di berbagai kantor cabang di Indonesia. Calon pelamar diharuskan membuat akun terlebih dahulu sebelum melamar pekerjaan dalam laman id.jobstreet.com dan glints.com.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran lowongan kerja Hyundai” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-35113) Cek Fakta: Menyesatkan Indonesia Tinggalkan Dolar dan Beralih ke Yuan

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/06/2026

    Berita



    Murianews, Kudus – Tim Cek Fakta Murianews.com menemukan adanya narasi yang menyebutkan Indonesia telah meninggalkan dolar Amerika Serikat dan beralih ke Yuan China.



    Narasi itu salah satunya beredar di platform media sosial TikTok pada 7 Mei 2026 lalu.



    ”Dunia sedang berubah… dan Indonesia mulai ikut mengubah arah permainan!



    Transaksi non-dolar makin besar, kerja sama Rupiah–Yuan makin kuat, bahkan wacana ’dedolarisasi’ makin panas dibahas,” tulis akun tersebut.



    Ada juga akun lain di TikTok yang menghembuskan narasi serupa pada 2 Juni 2026.



    ”RI Tak Percaya Lagi Dengan Dollar AS! Usai Rupiah Anjlok, Kini Purbaya Cabut Dari Dollar AS dan Ganti Pilih Yuan,” demikian narasi yang disebarkan.



    Narasi dalam video itu juga mengaitkan pelemahan rupiah dengan langkah pemerintah menerbitkan Panda Bond dalam mata uang yuan China.



    Potongan narasi tersebut kemudian digunakan untuk menyimpulkan bahwa Indonesia mulai meninggalkan dolar AS dan beralih ke Yuan.



    Sejak beredar, sejumlah warganet mempercayai klaim tersebut saat menanggalkan komentarnya.



    Namun, benarkah Indonesia telah beralih dari dolar AS ke yuan China setelah rupiah anjlok? Simak penelusurannya di halaman berikut.

    Hasil Cek Fakta





    Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri narasi yang menyebutkan Indonesia tinggalkan dolar AS dan beralih ke yuan dengan memasukkan kata kunci ”Indonesia beralih ke yuan”.



    Hasilnya, tidak terdapat informasi dari sumber maupun media kredibel yang membenarkan narasi tersebut.



    Pada konferensi pers di Kompleks Istana Merdeka, 5 Mei 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang menyinggung penerbitan Panda Bond di China.



    Saat itu, Purbaya mengatakan Pemerintah telah menerbitkan Panda Bond di China dengan bunga yang lebih rendah, sehingga tidak lagi terlalu bergantung pada dolar.



    Penerbitan Panda Bond sendiri merupakan strategi diversifikasi pembiayaan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih kokoh karena tidak bergantung pada satu sumber tertentu.



    Sebagai catatan, realisasi pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp257,4 triliun per 31 Maret 2026. Nilai tersebut terdiri atas pembiayaan utang sebesar Rp258,7 triliun dan pembiayaan non-utang Rp1,3 triliun.



    ”Kita tetap diversifikasi supaya nggak tergantung pada pembiayaan Amerika Serikat atau negara-negara Barat,” begitu keterangan Purbaya, seperti dikutip dari Antara.



    Dalam artikel tersebut, Tim Cek Fakta Murianews.com tidak menemukan pernyataan yang menyebut Indonesia akan meninggalkan dolar AS atau mengganti dolar dengan yuan sebagai mata uang acuan.



    Bank Indonesia, dalam siaran persnya, Senin (13/4/2026) lalu, juga menyebutkan telah memperluas implementasi Local Currency Transaction (LCT) dengan berbagai negara mitra. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.



    Meski demikian, Bank Indonesia menyampaikan nilai transaksi LCT  hingga akhir 2025 tercatat mencapai USD25,72 miliar atau meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2024.



    Selain itu, Bank Indonesia juga menyampaikan cadangan devisa Indonesia masih dihitung dalam USD.

    Kesimpulan





    Dengan begitu, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com narasi yang menyebutkan Indonesia telah meninggalkan dolar AS dan beralih ke yuan China merupakan disinformasi dengan kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.



    Dalam penelusuran disebutkan, Pemerintah tidak pernah menyatakan telah meninggalkan dolar AS dan beralih ke yuan China. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang sempat menyinggung penerbitan Panda Bond di China.



    Namun, Penerbitan Panda Bond sendiri merupakan strategi diversifikasi pembiayaan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih kokoh karena tidak bergantung pada satu sumber tertentu.



    Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com terkait narasi Indonesia tinggalkan dolar dan beralih ke yuan. (Dok. Murianews.com)