• (GFD-2026-31448) Keliru: Salju Turun di Indonesia pada 18 Januari 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/01/2026

    Berita

    SEJUMLAH akun media sosial membagikan video dengan klaim Indonesia akan turun salju pada 18 Januari 2026. Selain di TikTok [arsip], konten itu disebarkan di Facebook oleh akun satu dan dua.

    Konten-konten itu memuat narasi bahwa Indonesia akan turun salju pada 2026, walaupun Indonesia adalah negara tropis. Unggahan itu menambahkan penjelasan bahwa penurunan suhu drastis di antartika akibat pemanasan global membuat udara dingin terbawa angin hingga ke Indonesia.  



    Namun, benarkah Indonesia akan turun salju pada 18 Januari 2026?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten itu dengan wawancara ahli, pencarian gambar terbalik dan pemberitaan media kredibel. Hasilnya, tidak benar Indonesia akan turun salju pada 18 Januari 2026.

    Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ida Pramuwardhani mengatakan kondisi atmosfer di wilayah tropis seperti Indonesia, tidak mendukung terjadinya salju di sebagian besar wilayah, terutama di dataran rendah.   

    Secara ilmiah, kata Ida, salju dapat terbentuk dan mencapai permukaan pada suhu yang sangat rendah yakni di bawah 0°C. “Sementara Indonesia merupakan wilayah tropis-maritim dengan suhu permukaan yang umumnya hangat, sekitar 20–30°C,”  kata Ida Pramuwardhani kepada Tempo, Senin, 5 Januari 2026.

    Dengan suhu tersebut, atmosfer Indonesia pada umumnya tidak memungkinkan terjadinya salju secara luas. Terkecuali di wilayah dengan ketinggian ekstrim seperti Pegunungan Jayawijaya atau Puncak Jaya di Papua. Di wilayah itu, salju atau juga yang disebut gletser pernah terbentuk. Namun fenomena tersebut terjadi karena faktor ketinggian wilayah.

    Saat ini, Ida menambahkan, Indonesia sedang berada pada musim hujan dengan beberapa wilayah berpotensi mengalami cuaca ekstrem. Dalam kondisi tertentu, dapat muncul fenomena hujan es yang kerap disalahartikan sebagai salju. Padahal, hujan es dapat turun dari awan Cumulonimbus saat terjadi cuaca ekstrim.

    Ahli Klimatologi dan Perubahan Iklim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin, menyatakan hal yang sama. Tidak ada indikasi salju akan turun di Indonesia pada 18 Januari 2026. 

    Menurut Erma, dari data prediksi beberapa model global yang sudah diperiksa, akan terjadi sistem tekanan rendah (low pressure system) dari tanggal 11 hingga 20 Januari 2026. Tanggal 18 Januari masuk dalam periode ini.

    Sistem tekanan rendah kemungkinan terbentuk di dua wilayah yakni di Selat Laut Arafura dekat Papua dan di bagian utara dekat Laut Filipina. Kondisi ini membuat intensitas hujan akan meningkat di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur. 

    “Intinya dinamika cuaca yang bisa terjadi hanya seperti itu saja, tidak sampai turun salju. Saya kira itu bagian dari informasi yang tidak benar dan perlu diluruskan,” kata Erma.

    Tempo memverifikasi video-video di atas dengan pencarian gambar terbalik Google. Hasilnya sebagai berikut:



    Klip ini pada 27 Mei 2025 pernah diunggah oleh akun TikTok @a.itiktok1. Akun YouTube Saya Briani putri mengunggah ulang video tersebut pada 29 Mei 2025. Pada konten tersebut, presenter menjelaskan tentang prediksi salju akan turun di Indonesia pada 2026. Namun pemilik akun TikTok @a.itiktok1 telah mencantumkan penjelasan bahwa konten tersebut dibuat dengan akal imitasi (AI). 

    “Ini ai ya guys ! tapi kalo beneran turun salju, bakalan ngapain nih kalian,” tulis pemilik akun.

    Konten-konten yang diunggah akun tersebut sebagian besar hasil buatan akal imitasi. Pemilik akun membaginya ke dalam beberapa kategori yaitu Fact News dan Breaking News Fake News.



    Pada bagian video tersebut, muncul Klip yang memperlihatkan kawasan Tugu Yogya dikelilingi salju. Video ini pernah diunggah oleh akun Instagram @brillianfairiandi pada 17 Januari 2025. Tidak hanya Yogya, beberapa kota di Indonesia juga divisualisasikan bersalju seperti Jakarta, Bandung, Bali dan lainnya. 

    Pemilik akun tersebut merupakan seorang kreator konten. Dia adalah Founder dan CEO @imajikgroup. Unggahan-unggahan tentang kota-kota di Indonesia yang bersalju telah diberi tagar AI, sebagai petunjuk konten tersebut dibuat dengan teknologi AI.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim yang mengatakan Indonesia akan turun salju pada 18 Januari 2026 adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31447) Keliru: Foto Penangkapan Presiden Venezuela yang Berjaket Putih dengan Bercak Darah

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/01/2026

    Berita

    FOTO yang diklaim sebagai momen penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros oleh Amerika Serikat, kembali beredar di Instagram [arsip], Facebook, dan Twitter.

    Berbeda dengan foto sebelumnya, kali ini Maduro mengenakan jaket putih dengan bercak darah di bagian dada. Ia tampak diapit oleh dua petugas militer bersenjata lengkap. Foto ini beredar setelah serangan Amerika Serikat ke Venezuela yang turut menjaring istri Maduro, Cilia Flores, pada Sabtu, 3 Januari 2026.



    Namun, benarkah foto tersebut saat Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros ditangkap oleh Amerika Serikat?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten itu menggunakan pendeteksi konten akal imitasi (AI) dan membandingkannya dengan informasi dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, foto yang beredar tersebut juga buatan AI, meski Amerika Serikat memang benar telah menculik Presiden Venezuela tersebut melalui operasi militer pada 3 Januari 2026.

    Saat menganalisis secara manual foto tersebut, Tempo menemukan sejumlah kejanggalan. Pertama, panjang beberapa jari tentara yang mengapit Maduro tidak proporsional. Kedua, bagian tangan tentara menyatu dengan tangan Maduro yang diborgol. Ketiga, wajah pada tentara di bagian kiri mulus tidak natural.  

    Kejanggalan semacam ini sering kali ditemukan pada konten sintetis yang dihasilkan dengan teknologi AI.

     

    Foto Maduro tersebut, berbeda dengan setelan sweater yang dikenakannya pada ketiga foto terverifikasi yang dikumpulkan Tempo dari berbagai sumber. Foto pertama diunggah oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump di akun Truth Social miliknya setelah menculik Maduro pada 3 Januari 2026.

    Dalam foto itu, Maduro mengenakan setelan sweater dan celana training abu-abu dengan kedua mata dan telinga ditutup.

    Kedua, foto saat Maduro baru mendarat di Bandara Internasional Stewart sekitar 97 kilometer sebelah barat laut Kota New York yang dimuat oleh BBC. Dalam foto tersebut, Maduro tampak pakai sweater berwarna biru dengan penutup kepala berwarna hitam.

    Ketiga, saat Maduro tiba di kantor Badan Pengawas Narkotika AS (DEA). Ia menggunakan jaket hitam dengan penutup kepala dengan warga yang sama.

    Tiga foto Maduro setelah penculikan tersebut dapat disimak dalam gambar berikut:



    Hasil analisis dari Deepfakes Analysis Unit (DAU), Trusted Information Alliance (TIA) di India, menyebutkan bahwa foto Maduro berjaket putih dengan bercak darah itu buatan AI. Kesimpulan tersebut didapat, setelah DAU menganalisisnya dengan dua alat deteksi AI. 

    Alat deteksi akal imitasi AI or NOT menghasilkan kemungkinan sebesar 63 persen konten dibuat dengan AI. 



    Sedangkan menggunakan alat Is It AI, menghasilkan kemungkinan konten itu AI sebesar 94 persen.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan foto penangkapan Presiden Venezuela berjaket putih dengan bercak darah oleh pasukan militer AS itu adalah klaim keliru. Foto tersebut adalah buatan AI.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31446) [SALAH] Malaysia Sebut Pemerintahan Prabowo seperti Penindasan Pemimpin Yahudi Zionis

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 07/01/2026

    Berita

    Akun Facebook “Iya Chiqiyara” pada Minggu (21/12/2025) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “KETIKA JERITAN KELAPARAN SEMAKIN TENGGELAM DALAM DEBU BENCANA PEMIMPIN PULA SANGGUP MEMILIH UNTUK MENOLAK BANTUAN LUAR TANPA BELAH IHSAN ITU BUKAN KEDAULATAN ITU KEZALIMAN BONGKAK DAN ANGKUH DEMIKIAN TEGURAN PEDAS SEORANG PEMERHATI MENYIFATKAN KEPIMPINAN INDONESIA DARI DAHULU DAN HARI INI YANG DIKEMUDI PRABOWO SUBIANTO SEBAGAI TIDAK JAUH BEZA DENGAN PENINDASAN PEMIMPIN YAHUDI ZIONIS NAMUN TERHADAP RAKYATNYA SENDIRI”

    Unggahan disertai takarir:

    VIRAL!! TV Malaysia kritik pemerintahan prabowo “Pemerintahan prabowo tidak beza dengan penindasan pemimpin YAHUDI ZIONIS” Sebuah tayangan televisi Malaysia menyoroti dan mengkritik kinerja Prabowo Subianto dalam menangani bencana alam di wilayah Sumatera, Kritik tersebut menilai respons pemerintah Indonesia dinilai kurang sigap dan efektif, sehingga memicu perbincangan luas di media sosial. Sejumlah warganet Indonesia pun merespons keras sorotan tersebut dengan menyebut kondisi ini sebagai “titik terendah Indonesia”, sekaligus mencerminkan kekecewaan publik terhadap penanganan bencana yang dinilai belum maksimal”

    Per Rabu (7/1/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 7.300-an tanda suka dan 1.000-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengamati adanya indikasi penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang terlihat pada ketidaksesuaian gerakan mulut dengan audio yang dihasilkan. TurnBackHoax pun menganalisis konten itu menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 93,1 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “Malaysia sebut Prabowo seperti pemimpin zionis”  ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan kompas.com “Anggota Parlemen Malaysia Marah gegara Nama Prabowo Salah Sebut, Bikin Malu Negara”, tayang Rabu (29/10/2025). Berita ini melaporkan bahwa salah satu anggota Parlemen Malaysia mengkritik pemerintah atas insiden salah sebut nama Presiden Prabowo Subianto menjadi Joko Widodo (Jokowi) oleh Radio Televisyen Malaysia (RTM) dalam KTT ASEAN.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Malaysia sebut Presiden Prabowo seperti pemimpin Yahudi zionis”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 93,1 persen. Unggahan video berisi klaim “Malaysia sebut pemerintahan Prabowo seperti penindasan pemimpin Yahudi zionis.” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31445) [SALAH] Purbaya Memohon ke Prabowo untuk Sahkan RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 07/01/2026

    Berita

    Akun Facebook “Abdul Kds ” pada Senin (5/1/2026) mengunggah video [arsip] berisi narasi:


    “Purbaya memohon kepada Presiden Prabowo

    Purbaya meminta ke presiden Prabowo

    Ada dia RUU yang minta disahkan

    1. Sahkan RUU Perampasan Aset disahkan

    2. Sahkan Hukuman mati untuk para koruptor”


    Hingga Rabu (7/1/2026), unggahan telah disukai sekitar 21.000 akun, dibagikan ulang lebih dari 104 kali, serta menuai 400-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dalam video dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya memohon ke Prabowo untuk sahkan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati koruptor” di laman pencarian Google. Namun tidak ditemukan satupun informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim. 


    Hasil penelusuran teratas mengarahkan pada artikel periksa fakta Jabar Saber HoaksHukum Mati Koruptor dan RUU Perampasan Aset Resmi Disahkan”.


    Artikel yang tayang Kamis (11/9/2025) itu membicarakan tentang narasi hoaks terkait pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati koruptor.


    Hingga saat ini sebagaimana dikutip dari laman resmi DPR RI, RUU Perampasan Aset telah masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas 2025-2026 bersama 51 RUU lainnya.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Purbaya memohon ke Prabowo untuk sahkan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati koruptor” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan