• (GFD-2026-35103) [SALAH] Pfizer Rilis Daftar Efek Samping Vaksin Covid-19

    Sumber: FACEBOOK.COM
    Tanggal publish: 08/06/2026

    Berita

    Akun Facebook “Key Vanora Mauriska Noerhayadi ” pada Minggu (14/5/2026) mengunggah gambar [arsip] dengan narasi:

    “TEMAN-TEMAN SAYA! 

    INI RESMI! PFIZER BARU SAJA MENERBITKAN DAFTAR EFEK SAMPING YANG MUNGKIN DARI "VAKSIN COVID"NYA! 

    1) Pembekuan darah, 

    2) Cedera ginjal akut, 

    3) Myelitis flaccid akut, 

    4) Antibodi anti-sperma positif, 

    5) Embolisme batang otak, 

    Per Senin (8/6/2026) unggahan tersebut sudah ditonton 481 kali, disukai 19  kali, dibagikan 10 kali dan menuai 1 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Pfizer Rilis Daftar Efek Samping Vaksin Covid-19” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah artikel dan berita, antara lain:

    • Berita Kompas.com “Dokumen Pfizer Mencantumkan 1.291 Efek Vaksin” yang tayang Senin (27/6/2022). Berita ini melaporkan bahwa Dokumen yang dilaporkan oleh Pfizer-BioNTech itu hanya mencatat berbagai kondisi setelah vaksinasi yang dikumpulkan dari sistem pengawasan seperti Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) pemerintah AS dan skema kartu kuning Inggris.

    • Berita tirto.idPfizer Rilis Daftar Efek Samping Vaksin Covid-19” yang tayang pada Rabu (3/6/2026). Berita ini melaporkan bahwa pihak Pfizer membantah klaim bahwa mereka baru saja merilis daftar rahasia berisi ribuan efek samping mematikan dari vaksin COVID-19. Sebagian besar efek samping yang dilaporkan bersifat ringan, namun terdapat beberapa kondisi serius yang sangat jarang terjadi.

    Efek samping vaksin Covid-19 umumnya bersifat ringan, seperti nyeri di area suntikan, kelelahan, demam, nyeri otot, dan sakit kepala. Efek ini normal sebagai tanda sistem kekebalan tubuh sedang belajar melawan virus.

    Kesimpulan

    Faktanya, Pfizer membantah klaim bahwa mereka merilis daftar rahasia efek samping vaksin COVID-19. Dokumen itu adalah kumpulan laporan pengawasan keamanan rutin. Jadi unggahan berisi narasi “Pfizer rilis daftar efek Samping vaksin Covid-19” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-35104) Cek Fakta: Hoaks Tautan Pendaftaran Pemutihan Sertifikat Tanah Gratis 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/06/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link atau tautan pendaftaran pemutihan sertifikat tanah gratis 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 7 Juni 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Program bantuan
    - Sertifikat tanah gratis
    - Gratis balik nama
    - Gratis pajak tanah
    dari pemerintah dikenal sebagai PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap), diatur oleh Kementerian ATR/BPN. Program ini memudahkan masyarakat memperoleh sertifikat tanah sah tanpa biaya (gratis) untuk menjamin kepastian hukum
    UNTUK PENGECEKAN SILAKAN KLIK LINK YANG TERSEDIA"
    Unggahan disertai menu daftar. Jika menu tersebut diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim tautan pendaftaran pemutihan sertifikat tanah gratis 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim tautan pendaftaran pemutihan sertifikat tanah gratis 2026. Penelusuran mengarah pada pernyataan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui website resmi pada 9 Maret 2026 berjudul "Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah"
    Dalam pernyataannya, Kementerian ATR menyebut beredar informasi di media sosial mengenai pemutihan sertipikat tanah dan pengurusannya tanpa perlu membayar kewajiban tertentu.
    "Kami menegaskan bahwa informasi mengenai adanya program pemutihan sertipikat tanah yang mengatasnamakan BPN itu tidak benar. Sampai saat ini, Kementerian ATR/BPN tidak pernah memiliki ataupun menyelenggarakan program pemutihan sertipikat," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol, Shamy Ardian, saat ditemui di Kementerian ATR/BPN Jakarta, Senin (9/3/2026).
    Tak hanya program pemutihan sertipikat tanah, Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN juga menyampaikan bahwa informasi lain yang beredar mengenai penghapusan pajak tanah, serta gratis balik nama sertipikat, juga merupakan informasi yang tidak berdasar.
    "Tidak ada yang namanya pemutihan atau penghapusan kewajiban di luar ketentuan, program percepatan pendaftaran tanah yang ada salah satunya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL. Program ini bertujuan memberikan kepastian hukum hak atas tanah masyarakat secara sistematis, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan" kata Shamy Ardian.
    Dia mengingatkan bahwa berbagai informasi yang menjanjikan kemudahan berlebihan atau pembebasan biaya patut dicermati. Sebab, bisa jadi informasi tersebut tidak benar dan merupakan penipuan.
    "Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi ATR/BPN, baik lewat situs web, media sosial yang terverifikasi, maupun dengan datang langsung ke kantor pertanahan setempat," tegas Shamy.
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim tautan pendaftaran pemutihan sertifikat tanah gratis 2026 tidak benar dan hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2026-35105) Hoaks, Video Keluarga Mendadak Kaya Dapat Bantuan dari Purbaya

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/06/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial TikTok mengklaim satu keluarga menangis terharu dan mendadak kaya karena berhasil mendapatkan bantuan dana hibah dari Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa.

    Video tersebut diunggah oleh akun TikTok bernama @seputar.bantuandanah1bah (arsip) pada Sabtu (06/06/2026). Video berdurasi 26 detik tersebut menampilkan satu keluarga menjerit histeris dan berpelukan. Mereka seperti bereaksi setelah mendapat pengumuman. Kemudian pada detik ke-17 dalam video tersebut menampilkan Purbaya menawarkan Program Bantuan Dana Hibah dengan menghubungi nomor WhatsApp yang diklaim miliknya secara pribadi.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Berita viral hari ini terlihat satu keluarga menangis terharu kaya mendadak, karena berhasil dibantu oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Program Bantuan Dana Hibah 2026 sudah menyebar dan sudah banyak membantu masyarakat. Segera daftarkan diri Anda untuk menjadi penerima bantuan. Sekali lagi saya sebutkan nomor asli saya, dicatat dengan baik 0812 2810 1119. Itu nomor asli saya.” Begitu narasi diucapkan dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam unggahan tersebut juga dituliskan keterangan: “MOMEN VIRAL. Satu keluarga ini menangis terharu karena menerima bantuan dana hibah dari Pak Purbaya Yudhi Sadewa. SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA DIKARENAKAN KUOTA TERBATAS.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (08/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 241 likes, 115 komentar, 97 kali disimpan, dan 5117 kali ditayangkan. Dalam unggahan tersebut ditemukan banyak komentar pengunjung yang berharap mendapatkan bantuan tersebut.

    “Pak Mentri tolong bantu saya,untuk modal usaha.” Begitu salah satu komentar ditulis dalam unggahan.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok “seputar.bantuandanah1bah” tersebut seperti video ini dan ini. Kedua video tersebut menampilkan cuplikan yang berbeda namun menyebarkan klaim yang sama terkait Purbaya memberikan bantuan dana hibah yang disebut mencapai Rp11 miliar.

    Lantas, benarkah video tersebut merupakan penerima Bantuan Dana Hibah 2026 yang dibagikan Purbaya dengan menghubunginya melalui nomor WhatsApp tidak resmi?

    Baca juga:Respons Isu Sell Indonesia, Purbaya: Penulis Gak Tahu Keadaan RI

    Periksa Fakta Menangis karena dana hibah Purbaya. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut memiliki 209 pengikut dan ditemukan beberapa unggahan video terkait Purbaya menawarkan bantuan dana hibah dengan cara menghubungi nomor tertera.

    Pengunggah juga mencantumkan keterangan pada bio akun sebagai berikut: “Apabila ingin mendaftar bantuan dana hibah hubungi whatsapp asli kami: 0812-2810-1119.”

    Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya ataupun Kemenkeu. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 467,4 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.

    Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara Purbaya pada video yang terdengar kaku dan tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

    Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 99,3 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.

    Lebih lanjut, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) pada mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Lalu Tirto mengetikkan kata kunci “Video satu keluarga mendadak kaya dapat bantuan dari Purbaya.” Hasil penelusuran mengarah pada akun Instagram @ppid.kemenkeu yang menyatakan bahwa video yang beredar mengenai satu keluarga yang menangis terharu karena menjadi kaya mendadak setelah mendapatkan bantuan dana hibah dan pernyataan Menteri Keuangan Purbaya yang menyebutkan nomor kontak asli adalah hoaks.

    Senada dengan hal tersebut, dalam akun Instagram @kemenkeu.prime dan laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan, Kemenkeu menyatakan bahwa video yang beredar merupakan video deepfake.

    “[HOAKS] Satu Keluarga Kaya Mendadak setelah Mendapat Bantuan Dana Hibah. Video yang beredar mengenai satu keluarga yang menangis terharu karena menjadi kaya mendadak setelah mendapatkan bantuan dana hibah dan pernyataan Menteri Keuangan Purbaya yang menyebutkan nomor kontak asli, merupakan video hoaks deepfake.” Begitu dikutip laman PPID Kemenkeu.

    Dalam akun Instagram @utbk_snbt dan TikTok @hyitsme_99 ditemukan video asli yang menampilkan cuplikan serupa, yaitu reaksi satu keluarga tengah membuka pengumuman kelulusan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), yaitu seleksi nasional resmi untuk menjaring calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Video tersebut tidak ada kaitannya dengan Bantuan Dana Hibah 2026.

    “Ketika “Si Biru” muncul dan disambut dengan pelukan hangat Ayah dan Ibu.” Begitu narasi tertulis dalam video dan ditemukan gambar tangkapan layar pengumuman hasil seleksi SNPMB 2024 dalam video tersebut.

    Purbaya tidak pernah menawarkan bantuan melalui nomor ataupun video tidak resmi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang sering dijadikan sasaran hoaks karena posisinya yang mengelola keuangan negara dan gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos. Pelaku memanfaatkan popularitas ini untuk penipuan, manipulasi politik, hingga pencurian data pribadi masyarakat.

    Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk bijak bermedia sosial dan selalu waspada terhadap konten yang berasal dari sumber yang tidak kredibel. Masyarakat juga diharapkan untuk selalu memeriksa fakta pada situs resmi, dan tidak menyebarkan konten tanpa sumber serta bukti yang terpercaya.

    Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.

    Baca juga:Kemenkeu Perketat Pengawasan Anggaran di BGN agar Tak Bocor

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim satu keluarga mendadak kaya dan menangis terharu karena mendapatkan bantuan dana hibah 2026 dari Purbaya bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI). Adapun video asli unggahan tersebut adalah video reaksi satu keluarga setelah melihat pengumuman kelulusan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), dan tidak ada kaitannya dengan Bantuan Dana Hibah 2026.

    Purbaya tidak pernah mengatakan atau mengumumkan perihal adanya bantuan dana hibah 2026 dan menawarkan bantuan melalui nomor ataupun video tidak resmi.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-35107) [SALAH] Trump Minta Izin Prabowo Jadikan Selat Malaka Medan Perang AS-China

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 08/06/2026

    Berita

    Beredar gambar [arsip] dari akun Facebook “Pandu Saptaji” pada Kamis (21/5/2026) berisi narasi:

    “PIHAK ISTANA SEBUT TRUMP TELAH MENGIRIMKAN SURAT KEPADA PRESIDEN PRABOWO UNTUK MEMINTA SELAT MALAKA MENJADI MEDAN PERANG AMERIKA SERIKAT VS CHINA”

    Hingga Senin (8/6/2026) unggahan ini telah mendapatkan 4 tanda suka dan dibagikan 2 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menggunakan pencarian Google dengan kata kunci “Trump meminta izin Prabowo menjadikan Selat Malaka medan perang”. Hasil pencarian tidak ditemukan satupun pernyataan resmi dari pemerintah RI yang mengonfirmasi isu tersebut.

    Dilansir dari SindoNews, ada pun proposal perizinan yang pernah diajukan AS adalah minta kepada Indonesia untuk mengizinkan wilayah udaranya diakses oleh pesawat-pesawat militer Amerika. Kementerian Pertahanan Indonesia mengonfirmasi keberadaan dokumen tersebut, tetapi mengatakan bahwa rencana tersebut belum final, dan menggambarkannya sebagai draft “letter of intent" yang masih dalam proses peninjauan.

    Hingga saat ini tidak ada laporan resmi tentang permohonan Trump kepada Prabowo supaya memberikan Selat Malaka sebagai medan perang AS-China.

    Kesimpulan

    Tidak ada laporan resmi dari pemerintah RI yang membenarkan adanya permohonan Trump supaya Selat Malaka menjadi medang perang. Jadi unggahan berisi klaim “Trump minta izin Prabowo menjadikan Selat Malaka sebagai medan perang AS-China.” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan