• (GFD-2026-33699) [SALAH] Brunei Putus Hubungan Diplomatik dengan Israel

    Sumber: x.com
    Tanggal publish: 22/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan [arsip] dari akun X “Kopipait__78” pada Selasa (14/4/2026) berisi narasi:

    “SEBUAH KEPUTUSAN BERSEJARAH!

    Brunei Resmi Putuskan Semua Hubungan Dengan Isr4el! Satu Persatu Negara Mulai Meninggalkan IsreweeLL”

    Hingga Rabu (22/4/2026) unggahan ini telah mendapatkan 2 ribu tanda suka, 85 komentar, dan dibagikan ulang 628 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukan kata kunci “hubungan diplomatik Brunei-Israel” ke kolom pencarian Google. Berdasarkan hasil pencarian, tidak ditemukan adanya artikel yang membenarkan bahwa Brunei dan Israel pernah memiliki hubungan diplomatik.

    Artikel sindonews.com berjudul “Negara-negara ASEAN yang Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel” terbitan Selasa (17/10/2023) menjelaskan bahwa dari 11 negara di Asean, hanya 3 negara yang tidak menjalin hubungan dengan Israel yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

    Selain itu, dalam artikel tempo.co berjudul “Selain Indonesia 30 Negara Ini Tolak Hubungan Diplomatik dengan Israel, Siapa Saja?” yang terbit Sabtu (2/3/2024), menjelaskan bahwa negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel terdiri dari 19 negara anggota Liga Arab serta 11 negara dengan mayoritas penduduk muslim. Brunei termasuk dalam kelompok negara mayoritas muslim tersebut, yang berarti Brunei tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

    Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa Brunei memang sedari awal tidak pernah memiliki hubungan diplomatik dalam bentuk apapun dengan Israel.

    Kesimpulan

    Brunei memang tidak pernah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Unggahan berisi klaim “Brunei putus hubungan diplomatik dengan Israel” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33700) [SALAH] AS Bakal Ambil Alih Selat Malaka

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 22/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan [arsip] dari akun YouTube “Kajian Online” pada Minggu (19/4/2026) berisi narasi:

    “AS UMUMKAN AMBIL ALIH SELAT MALAKA DARI INDONESIA! TRUMP TUNTUT RI TUNDUK SERAHKAN KEDAULATAN NEGARA”

    Hingga Rabu (22/4/2026) unggahan ini telah mendapatkan 837 tanda suka, 1.085 komentar, dan ditonton ulang 38 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) terlebih dahulu menyimak video berdurasi 14 menit 2 detik tersebut dari awal hingga akhir. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut membahas isu kapal perang Amerika Serikat yang akan melintas di Selat Malaka, disertai spekulasi pribadi dari pembuat video. Namun, hingga akhir tayangan, tidak ditemukan pernyataan yang membenarkan klaim bahwa “AS akan mengambil alih Selat Malaka”.

    Sementara itu, artikel kompas.com berjudul “Mengapa Kapal Perang AS Ada di Selat Malaka?” yang terbit Selasa (20/4/2026) mengutip pernyataan Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama Tunggul, yang menyebut bahwa pelayaran tersebut merupakan aktivitas sah dan sesuai dengan hukum internasional.

    Secara hukum internasional, keberadaan kapal perang asing di Selat Malaka merupakan bagian dari pelaksanaan hak lintas transit. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 37, 38, dan 39 United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, yang memberikan hak bagi kapal asing untuk melintas di selat internasional.

    Selat Malaka sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Dalam konteks ini, kapal militer tetap diperbolehkan melintas selama tidak mengganggu keamanan negara pantai.

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka aktivitas kapal perang Amerika Serikat di Selat Malaka merupakan bagian dari pelayaran normal yang telah diatur dalam hukum internasional, bukan bentuk pengambilalihan wilayah maupun ancaman terhadap kedaulatan Indonesia.

    Kesimpulan

    Kapal perang AS hanya melintasi Selat Malaka sesuai aturan hukum internasional, tidak ada pengambilalihan wilayah Selat Malaka oleh AS. Unggahan berisi klaim “AS bakal ambil alih Selat Malaka” adalah konten menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33701) [SALAH] Purbaya Usul MBG Diubah Jadi Bansos untuk Iran, Palestina, dan Israel

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 22/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Herman Frianto Barutu” pada Jumat (13/3/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “Viral…… Purbaya Berkata Kepada Prabowo. Izin Pak Prabowo, Bagaimana Jika Kita Hapuskan Program MBG Dan Digantikan Menjadi;

    1. Bantuan Sosial Ke Iran

    2. Bantuan Sosial Ke Palestina

    3. Bantuan Sosial Ke Israel

    Daripada Anak-anak Kita Ker4cunan, Korup5i Dana Di Setiap Provinsi Dan Bisa menjadi Amal Pahala Jika Kita alihkan ke timur tengah Diakhirat Nanti.”

    Per Rabu (22/4/2026) konten tersebut telah mendapat 904 tanda suka, menuai 167 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 10 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Purbaya usul MBG diubah jadi bansos untuk Iran, Palestina, dan Israel” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah artikel dan berita, antara lain:

    • Artikel turnbackhoax.id “[SALAH] Menkeu Purbaya Usul MBG Diuangkan”, tayang Selasa (2/12/2025). Artikel ini menyebut bahwa klaim Menkeu Purbaya yang mengusulkan agar program MBG diuangkan adalah hoaks.

    • Berita cnnindonesia.com “Purbaya Akan Alihkan Anggaran MBG Tak Terserap ke Bansos Beras 10 Kg”, tayang Senin (22/9/2025). Berita ini melaporkan bahwa Menkeu Purbaya mengancam akan alihkan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) jika tidak diserap dengan baik oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

    • Berita mediaindonesia.com “Purbaya: Tak Ada Dana APBN untuk BoP, Apalagi Israel”, tayang Selasa (21/4/2026). Berita ini melaporkan bahwa Menkeu Purbaya menegaskan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Menkeu Purbaya usulkan program MBG diubah menjadi bantuan sosial untuk Iran, Palestina, dan Israel”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Unggahan video berisi klaim “Purbaya usul MBG diubah jadi bansos untuk Iran, Palestina, dan Israel” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33702) [SALAH] Prabowo Bakal Penjarakan Luhut atas Kasus Bandara IMIP dan Banjir Sumatra

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 22/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Putra Madrim” pada Selasa (21/4/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “MURKAG PRABOWO AKAN JEBLOSKAN OPUNG ! KE PENJARAH..!!? PRABOWO MARA P4DA OPUNG LUHUT ATAS MASALAH BANDARA IMIP DAN PERMASALAH4N BANJIR DI SUMUT. 

    NETIZEN: Kalo benar”. ini adanya Alhamdulillah satset pak. tanpa Opung negara ini makin Maju”

    Unggahan disertai takarir:

    Prabowo vs Luhut”

    Per Rabu (22/4/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 484 tanda suka, menuai 319 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 36 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Prabowo bakal penjarakan Luhut atas kasus Bandara IMIP dan banjir Sumatra” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah artikel dan berita yang tidak saling berkaitan, antara lain:

    • Artikel turnbackhoax.id “[SALAH] Prabowo Marah karena Luhut Main Proyek IMIP”, tayang Sabtu (7/2/2026). Artikel ini menyebut bahwa klaim Presiden Prabowo yang marah kepada Luhut karena bermain proyek Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) adalah hoaks.

    • Berita bbc.com “Prabowo didesak tetapkan banjir dan longsor di Sumatra sebagai bencana nasional - Masyarakat sampai menjarah demi bertahan hidup”, tayang Senin (1/12/2025). Berita ini melaporkan bahwa kelompok masyarakat sipil mendesak Presiden Prabowo untuk menetapkan status bencana nasional untuk rangkaian peristiwa banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Presiden Prabowo bakal penjarakan Luhut atas kasus Bandara IMIP dan bencana banjir Sumatra”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Unggahan video berisi klaim “Prabowo bakal penjarakan Luhut atas kasus Bandara IMIP dan bencana banjir Sumatra” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan