• (GFD-2026-33189) [SALAH] Vaksin BCG atau DPT Memicu Campak pada Bayi

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 31/03/2026

    Berita

    Beredar unggahan narasi [arsip] dari akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela” pada Sabtu (7/3/2026). Unggahan beserta narasi :

    “Semua anak anak yang baru lahir lalu disuntik vaksin BCG rekombinant atau DPT mRNA pada akhirnya akan kena campak walaupun anak itu tidak berkontak fisik dengan orang lain atau tidak berkontak fisik dengan orang yang kena campak, 

    Mengapa? Karena virus campak nya sudah dimasukkan pada saat baru lahir melalui suntikan vaksin BCG program ambisiusnya menkes bankir ahli nuklir, ingat itu dulu anda jangan lupa dan belagak blo'on, bahkan tidak sedikit dulu bidan dan dokter yang mensuntik vaksin bayi baru lahir tanpa seizin dan sepengetahuan orangtuanya”

    Hingga Selasa (31/3/2026) unggahan telah mendapatkan 140 tanda suka, 154 komentar dan telah dibagikan 77 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel cek fakta tirto.id.

    Informasi yang menyebut vaksin BCG dan DPT mengandung virus campak adalah tidak benar. dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes, AIFO-K, CBP.Med, Akp menjelaskan vaksin BCG digunakan untuk mencegah tuberkulosis dan mengandung bakteri hidup yang telah dilemahkan, yaitu Mycobacterium bovis. Vaksin ini tidak mengandung virus, termasuk virus campak.

    Sementara itu, vaksin DPT diberikan untuk melindungi dari difteri, pertusis, dan tetanus. Kandungannya terdiri atas toksoid difteri, toksoid tetanus, serta komponen bakteri pertusis, sehingga juga tidak mengandung virus campak.

    Ia menegaskan bahwa virus campak hanya terdapat pada vaksin khusus, yakni MMR vaccine, yang berfungsi melindungi dari campak, gondongan, dan rubella. Oleh karena itu, klaim bahwa bayi telah “dimasukkan” virus campak sejak lahir melalui vaksin BCG atau DPT tidak memiliki dasar ilmiah.

    Lebih lanjut, anggapan bahwa virus dalam vaksin dapat aktif kembali melalui “kode genetik manusia” juga tidak sesuai dengan mekanisme biologis. Virus yang digunakan dalam vaksin telah dilemahkan dan tidak dapat berubah menjadi berbahaya melalui gen manusia.

    Pada vaksin berbasis mRNA, mekanismenya berbeda. mRNA hanya berfungsi sebagai instruksi sementara untuk membentuk protein antigen, tidak masuk ke inti sel, serta tidak mengubah DNA manusia. Setelah menjalankan fungsinya, mRNA akan segera dihancurkan oleh enzim dalam sel.

    Adapun penularan campak terjadi melalui droplet pernapasan, aerosol, atau kontak dengan cairan saluran napas penderita, dan tidak berkaitan dengan pemberian vaksin DPT. Individu yang belum mendapatkan vaksin campak (MMR) justru memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular dan menularkan penyakit tersebut.

    Kesimpulan

    Faktanya, vaksin BCG mengandung bakteri yang dilemahkan untuk mencegah tuberkulosis, sedangkan vaksin DPT berisi komponen untuk melindungi dari difteri, pertusis, dan tetanus, dan keduanya tidak mengandung virus campak. Unggahan berisi klaim “vaksin BCG atau DPT memicu campak pada bayi” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33191) Cek Fakta: Tidak Benar Video Mahfud Md Mengumumkan Bantuan Modal Usaha

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 10 Maret 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Berbagi bantuan sosial untuk masyarakat Indonesia😇, INFO LEBIH LANJUT KLIK PESAN DI BAWAH⬇️ #bantuansosial"
    Pada klaim video, Mahfud Md memberi pernyataan sebagai berikut:
    "Tanpa diundi undi lagi, dikarenakan sekarang lebih banyak yang membutuhkan daripada yang kehidupannya tercukupi secara finasial. Disiapkan uang tunai untuk tunjangan dana bantuan modal usaha agar tercipta lapangan kerja baru demi kemakmuran bersama.
    Khusus untuk kalangan menengah ke bawah, bukan suatu kebetulan bagi yang menemukan upload-an video saya ini. Kamu termasuk salah satu orang yang terbaca dari sistem algoritma Facebook saya dan berhak menerima dana bantuan.
    Segera ambil dengan cara menguhubungi whatsApp saya, karena akan langsung saya transfer hari ini bukan hoaks ya. Kalau tidak percaya kamu sendiri yang rugi, karena ini nyata adanya, jangan kamu samakan dengan program di tempat lain
    Mungkin itu saja yang saya sampaikan, kalau ada kesalahan mohon dimaafkan, assalamualaikum warahmatullahhi wabarokatuh"
    Terdapat menu kirim pesan dalam postingan tersebut. 
    Lalu benarkah klaim video Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha. Penelusuran dengan menggunakan google image ditemukan klaim identik dengan kegiatan Mahfud Md sewaktu menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) pada November 2021.
    Saat itu Mahfud Md membuat pernyataan melalui akun Youtube Kemenko Polkam RI pada 20 November 2021 terkait dengan penangkapan terduga teroris yang merupakan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI).
    Dalam pernyataannya, Mahfud mengaku terkejut dengan penangkapan teroris yang merupakan anggota MUI. Namun demikian, wacana pembubaran MUI karena ada anggota yang terlibat terorisme dinilai berlebihan. 
    MUI, kata Mahfud, memiliki fungsi-fungsi yang melekat kepada negara yang tidak bisa dibubarkan begitu saja.
    Penelusuran juga dilakukan dengan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.
    Hasil analisis Hive Moderation mengungkap bahwa video tersebut 1,4 persen merupakan buatan AI, sedangkan audio menunjukkan 99,2 persen dihasilkan oleh AI.
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Mahfud Md mengumumkan bantuan modal usaha, tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33192) Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran BLT UMKM dengan Batas Akhir 1 April 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran BLT UMKM sebesar Rp 5.000.000 dengan batas akhir 1 April 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 26 Maret 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Kabar gembira buat yang belum dapat Bantuan BLT UMKM Yakni bantuan terhadap seluruh UMKM dengan nominal sebesar Rp.5.000.000
    "Daftar sekarang jangan sampai ketinggalan"
    Postingan turut menyertakan poster, berikut isinya:
    "KEMENTERIAN UMKM
    BLT UMKM 2026
    Bantuan Rp5 Juta untuk Pelaku Usaha Mikro
    Daftar Sekarang Sebelum Ketinggalan
    Batas Akhir: 1 April 2026"
    Unggahan disertai menu daftar. Jika menu daftar tersebut diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran BLT UMKM sebesar Rp 5.000.000 dengan batas akhir 1 April 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran BLT UMKM sebesar Rp 5.000.000 dengan batas akhir 1 April 2026. Penelusuran mengarah pada unggahan dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui akun Instagram resminya @kementerianumkm.
    Dalam unggahan ini dijelaskan bahwa informasi berisi konten terkait BLT UMKM Bantuan 5 Juta untuk semua pelaku UMKM yang beredar di media sosial merupakan hoaks.
    "Unggahan tersebut tidak benar dan terindikasi penipuan," tulis Kementerian UMKM yang dikutip pada Selasa (31/3/2026).
    Kementerian UMKM tegas menyatakan bahwa tidak ada program BLT UMKM dari Kementerian UMKM ataupun dari Pemerintah.
    Kementerian UMKM menyampaikan modus yang sering digunakan pelaku yakni meminta masyarakat untuk mengisi data pribadi melalui formulir/link tidak resmi dan menjanjikan bantuan, hibah, atau program pemerintah yang sebenarnya tidak ada.
    "Harap hati-hati dan bijak dalam menggunakan data pribadi. Informasi resmi hanya melalui kanal media sosial Kementerian UMKM dan website resmi umkm.go.id," demikian tulis Kementerian UMKM.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran BLT UMKM sebesar Rp 5 juta dengan batas akhir 1 April 2026, tidak benar dan merupakan hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33194) [SALAH] Video "Perdana Menteri Israel Dimasukkan ke Ambulans"

    Sumber: Instagram
    Tanggal publish: 31/03/2026

    Berita

    Akun Instagram “info.palestina99” pada Sabtu, (14/03/2026) mengunggah video [arsip] menunjukkan. Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    PERINGATAN PENTING: REKAMAN EKSKLUSIF PERDANA MENTERI ISRAEL YANG DITUTUPI SEPRAI PUTIH SAAT DIMASUKKAN KE DALAM AMBULANS. 

    Alhamdulillah 🔥🔥🔥🔥

    #IranWar‌ #FreePalestine

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah diputar lebih dari 2.900 kali, 15 interaksi komentar, dan 118 disukai.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan melakukan pencarian gambar serupa melalui fitur Google Search Image. Dari hasil penelusuran, video tersebut identik dengan unggahan akun X @drhossamsamy65 yang diunggah pada 13 Maret 2026.

    Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa rekaman diambil setelah serangan bom Israel menghantam tenda pengungsian di Beirut, Lebanon. Berdasarkan laporan Al Jazeera pada 12 Maret 2026, serangan “double tap” memang terjadi di kawasan pesisir Ramlet al-Baida, Beirut, yang saat itu menjadi lokasi penampungan ratusan warga Lebanon yang mengungsi akibat meningkatnya konflik antara Israel dan Iran.

    Beredar pula rumor yang menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meninggal dunia. Klaim tersebut tidak didukung oleh bukti yang valid. Justru, Netanyahu masih terlihat aktif dalam berbagai kegiatan resmi yang dilaporkan oleh media internasional dan akun Instagram resminya b.netanyahu yang sudah terverifikasi.

    Selain itu, Benjamin Netanyahu juga membantah rumor bahwa dirinya telah meninggal dunia. Klarifikasi ini muncul setelah konferensinya pada Jumat, 13 Maret 2026 sempat memicu isu keliru bahwa ia memiliki enam jari. Dalam video tersebut, Netanyahu tampak dalam kondisi baik dan menunjukkan tangannya dengan lima jari untuk menegaskan bahwa klaim yang beredar tidak benar.

    Selain itu, hingga saat ini tidak ada konfirmasi dari otoritas resmi Israel mengenai adanya gangguan kesehatan serius atau insiden yang mengharuskan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dibawa menggunakan ambulans.

    Kesimpulan

    Video yang beredar merupakan rekaman peristiwa serangan di Beirut, Lebanon, pada Maret 2026 dan tidak berkaitan dengan klaim lain yang menyertainya. Sementara itu, rumor mengenai meninggalnya Benjamin Netanyahu tidak terbukti, karena ia masih aktif dan telah memberikan klarifikasi langsung. Dengan demikian, video dengan klaim “perdana menteri Israel dimasukkan ke Ambulans” merupakan konten yang menyesatkan (Misleading Content).

    Rujukan